
Andien merasa dirinya gak pengertian, dimana Alex lembur karena menjaganya di rumah sakit dan menyusulnya ke India.
Andien membenci dirinya, dimana kurang mampu mengendalikan perasaan rindunya.
Dengan usaha yang cukup kuat, akhirnya Andien bisa terlelap tidur di depan televisi.
Mami mertua menemaninya, mengajak ngobrol dan ketika mengantuk, mami mertua pun beranjak ke kamar dan mengurus sang suami yang sudah balik ke rumah.
Alex memandangi Andien.Mengenakan hotpants dan atasan tank top crob .
Alex sudah bersih , lalu mengangkat tubuh Andien di atas ranjang.
Andien selalu bergerak membelakangi Alex ketika tertidur, dan Alex selalu mendekap tubuh Andien dalam tubuhnya.
" Maaf kan mas yaaang, karena papi sakit, kamu juga gak sehat, waktu mas sangat sibuk, bahkan kita satu negara ,namun hanya via video call dan Wa, serta pesan suara .Kerjaan menumpuk. Alex mendekap dan menciumi bibir Andien.Sesekali Andien menggeliat dan Alex tersenyum.
" Bagaimana caranya aku bisa bersamamu sayang, inginku kamu langsung bekerja, aku tahu kamu sangat bosan, namun kamu baru sembuh, aku gak ingin kamu kembali sakit .Bersabarlah cintakuuuu".
" Lelah ku ini , terlerai di saat kamu berada dekat dengan ku, jangan pernah kecewa dengan sang waktu, cepat sehat, kamu akan berada di radar biji mataku sayang.Kemanapun aku berada, kamu akan disitu."
Pagi itu Alex bangun, membuat nasi goreng sea food buat Andien, membuat jus strawberry juga buat Andien.
Alex kembali menghujani Andien dengan ciuman , kemudian Alex mengendus wajah Andien.
Andien perlahan bangun.
" Mas mirip guk guk, ngendus ngendus gitu."
" Mas masih puasa yaaang, jadi ngendus aja , sama isteri sendiri, boleh kan yaaaang?".
Andien mengangguk.
" Sepi...".
Satu kata yang membuat Alex tertunduk sedih.
" Cepat sehat, kamu akan ada dalam radar mas di kantor".
" Dan mas akan jadi atasan yang reseh , benar kan".
" Gak..., mana berani.Dulu mas kan caper yaaang, soalnya kamu sangat cuek".
" Malahan aku sabar banget, super nekat sifat pemberontakku mas. Demi gak di beri SP dan gak membayar penalty," ujar Andien tertawa.
" Mas ingat bangetz sengaja bebani kamu kerja banyak, biar kamu lembur dan kita hanya berduaan di kantor, bisa makan malam bersama, ujar Alex tertawa terkekeh."
" Akal nya bos mah jalan", ujar Andien tertawa.
" Mas juga sering kan sengaja, sengaja meminta bantuan bu Margaret buat ke cafe, dan mas akan samperin di meja."
" Kok tahubgaaang?".
__ADS_1
" Lagu lama tuh bang, kebaca "
" Terus. kenapa kamu gak komplaint yaaang?".
" Mau protes big bos? cari mati mas".
" Tapi kamu sering ngelawan mas saat meeting".
" Adu bebat kan boleh, soalnya apa menurut pendapat mas ,biasa kalau kurang sempurna menurut Andien, yah Andien kasi masukan, agar hasil maksimal."
" Kamu karyawan berbakat sayaang, sangat membantu pekerjaan mas.Begitu kamu pindah, kebayang kan, mas kocar kacir, liat aja sekarang, di tambah papi sakit, kerjaan semakin menggunung."
" Makanya, hargai karyawan hebatmu mas".
Alex tertawa.
" Dan nih, mas masak nasi goreng sea food, makan ya yaaaang".
Andien mengangguk.
" Sarapan mas?".
" Nih ,sama denganmu, gak usah sendok lagi yaaang.
" Mas, Dikta tugas di sini, satu bulanan.Nanti siang, bolehkan kami nonton, jalan, bosan banget Andien mas".
" Kalau mas bilang gak boleh ,kamu pasti pergi jhga kan?".
" Setidaknya aku udah permisi kan mas".
" Apa ada keluhan lagi yaaang?".
" Enggak mas".
" Boleh ya yaaang, beneran Andien akan hati hati, gak lasak dan pakai kursi roda,beneran."
Alex mengangguk.
" Sinai dan Sharin jaga ya yaaang".
Andien mengangguk.
" Kalau secantik ini isteri mas keluar, bakalan di buru pria."
" Udah emak emak lohhh yaaang, calon ibu."
Alex tertawa.
" Nak, awasi mami yahhh, jangan sampai ada yang minta kenalan, bahkan dekati, hajar aja ya nak, soalnya mami aset berharga kita, mami kekasih hati kita."
Alex mengelus perut Andien.
" Mas berangkat dulu ya yaaang".
__ADS_1
Alex mengangguk.
Andien membantu Alex mengenakan jas nya.
" Nih handphone mas".
" Udah liat isinya yaaang?".
" Gak mau, takut isinya buat hati aku patah mas".
" Kamu takut mas gak setia?".
" Mas yang tahu jawabnya, gak peka banget".
" Mas setia sayaang, tulus".
" Makasih," ujar Andien.
" Mas masih ingat janji suci kita di altar yaaaang".
" Sweet," ujar Andien tertawa manis.
" Hati hati nanti pergi ya yaaang, ini kartu , Atm, dan buku tabungan.Ini kartu buat keperluan rumah tangga, ini kartu buat jajan kamu yaaaang".
" Andien ada kok mas".
" Sttt...,ini nafkah dari suami yang, meski kita gak bisa beli waktu, tetapi tanggung jawab mas menafkahi kamu dan anak anak kita kelak."
" Pantasan banyak pelakor ya mas, kalau suami tajir, bakal dihadiahi beberapa kartu dari pria".
" Isteri sah aja segini banyak, apalagi buat pelakor".
" Hasil pekerjaan mas tidak buat pelakor yaaabg, titik keringat mas, buat keluarga besar kita dan keluarga kecil kita. Doa dan keberhasilan suami, dari restu isteri yaaang".
" Amin, " ujar Andien mendekap tubuh Alex.
" Miss you honeyyyy", ujar Andien.
" Miss you too".
Andien mengantarkan Alex ke halaman depan, lambaian tangan Andien dan mami Halil mengiringi langkah Andien.
🥰😍🥰😍🥰😍🥰
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1