
" Mi, besok kami akan berangkat ke Caracas."
" Kamu sendiri berangkat kan?".
" Gak mi, Alex bawa Andien."
" Lohhh boy....".
" Mi, Kami kerja".
" Boy, kamu nyari alasan, gak...gak bolehhhh".
" Mi...,kerjaan lohhhh".
" Alasana kamu aja, kamu tahu kan ,tuh perut Andien lagi melendut, lagi isi, kamu mau bawa ke hutan, ke pantai dan ke apalah, mami gak setuju, Andien sudah makan kan, mual mual lagi kalau malam, di jalan pasti gak nyaman, kamu maksain banget dehhhh Lex".
"Boy Lex,boy Lex.Mami nyampur deh manggil Alex."
" Itu kebiasaan papinkamu, suka banget panggil kamu boy".
" Pokoknya mami gak setuju".
" Ihhh mami".
Andien bingung melihat Alex dan sang mami adu argument.
" Alasan aja ,mami paham kamu Lex."
" Mi....," ujar Alex.
" Mobil surih Benyamin bawa pulang".
Alex mengangguk.
" Andien gak boleh ikut kamu".
" Mi, Andien ikut, dia juga kerja."
__ADS_1
" Andien gak boleh kerja di lapangan".
" Iya ,gak di lapangan mi, tetapi bagian kantor".
" Ndien, jangan dengar nih, jangan mau ke pelosok, kamu bakalan bosan".
Andien menahan senyuman.Benar kata suaminya,mereka bakalan lari malam🤭🤭.
Andien sangat tahu, mami mertuanya sangat menyayangi Andien dan Alex serta menyayangj bayj mereka.Bahkan Andien gak tahu harus berpihak pada siapa.Dan memang kewajiban iateri mengikuti kemanapun suaminya bertugas ,jika di minta suaminya.
Karena pria gak akan mampu sendiri, pria akan kuat jika ada orang yang dekat dengannya .
Apalagi Andien selama hamil manja.Makan sering di suapi Alex, dan Alex memang senang mereka makan bersama, mau di manapun, Alex semakin memanjakan Andien.Bukan hanya kepura puraan belaka.Alex membantu Andien mencuci rambutnya.Kalau berenang bersama,Alex selalu mengawasi Andien.
Andien pernah bertanya, apakah suaminya hanya akan memanjakan ketika dia mengandung.Dengan lembut Alex mengatakan, sampai kapanpun Andien akan dia sayangi , dan lebih menyayangi nya lagi.
Andien mengerjakan pekerjaannya. Dan Andien masih mengingat saat beberapa bulan lalu, Alkan masih mengawasi Andien. Bahkan ketika sedang jalan berdua barenag alex, Alkan memakai masker, sejajar berjan di sisi Andien.Andien mengenal wangi parfum mahal milik Alkan, dan sangat mengenal mata dan alis Alkan.Mereka saling bertatapan, sampai Andien memeluk lengan bahu Alex , memilih ke lain arah dan Andien menyipitkan matanya menahan amarah.
Sosok Alkan tidak pernah melepaskannya.Andien mencoba lebih extra berhati hati.
" Gak apa apa mas, lagi mikir aja."
" Aku merindukanmu yaaaang".
" Jadi ikut kan Ndien?".
" Kalau hak jadi? apa mas sanggup?".
" Gakkk, gak sanggup."
" Kalau kamu apa sanggup yaaang, tiap malam, kalau gak dalam dekapan mas, dedek baby nya gerak terus, kamunya gak bisa bobok".
" Hmmmm, dia minta kita perhatiin mas."
" Pasti yaaang, dari cara kamu aja manja banget, pasti bawaan baby nya juga."
" Jadi ke dokter kandungan mas? cewek atau cowok yaaang? Adek penasaran".
__ADS_1
" Dedek nya misterius,selalu nutup, gak mau kasi liat kita ya yaaaang, kalau USG."
" Binhung mau beli pakaian baby kita mas".
" Hmmm, sabar yaaang, udah gak sabaran beli pakaian kan? nanti gitu ada waktu, mas bawa jalan jalan, kita hunying perlengkapan baby".
" Hmmmm, aku suka anak cewek mas".
" Cewek cowok sama aja yaaang, kita pasangan beruntung, di percayakan Tuhan , mas sangat bahagia yaaang".
" Nih ,mas pegang aja ,baby kita gerak yaaang".
" Hmmm, sangat aktif tetapi kenapa bisa mual aja di malam hari ya mas".
" Kita sekalian nanya dokter ya dek".
Andien mengangguk.
Alex menggendong Andien meletakkannya di kursi nya.Kemudian memindahkan laptop Andien di atas meja.
" Kerja disini aja ya yaaang."
" Cara bos ada aja ,buat nyoum ketek isteri, " ujar Andien ngakak.
Alex juga tertawa.
❤❤❤❤❤❤❤
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1