Pertarungan Bos Dan Bawahan

Pertarungan Bos Dan Bawahan
Kacau


__ADS_3

" Lepaskan tangan kamu, ujar Andien ketus."


" Ada apa sih Ndien sama kamu".


" Kamu kenapa harus menghindar, jika bekerja di perusahaanku?".


" Aku tidak mau" , ujar Andien.


" Kamu takut, kamu mulai menyukaiku?".


" Kamu jangan PD, yang benar aja, " ujar Andien membuang pandangannya.


" Terus alasan kamu apa gk mau kerja disini?".


Andien hanya diam.


" Kembali bekerja," ujar Alex.


" Kamu mengejarku, menyukaiku, aku gak bisa berpura pura, kamu orangnya nekad, gak pedulian, aku gak mau, urusan pekerjaan ku ,di kaitan karena kamu big bos,pencapaian ku karena


memang aku mampu, bukan karena big bos atau apapun".


" Kamu mau tunjukin sama siapa.Kamu punya nilai beda dikit dengan nilai aku, aku juga testing masuk di perusahaan ini, jangan merasa anak bos, tinggal duduk santai, gak Ndien, sejak kuliah aku sudah banyak belajar."


Andien menarik paksa tangannya dan mendorong pintu, berjalan cepat keruangannya, namun Alex mengikuti langkah cepat nya. Sang sekretaris dan asisten Alex sampai bengong, sedangkan Benyamin santai tersenyum.


" Ben,kamu kenapa senyum".


" Tuh buruan big bos kita, wanita yang baru di gosipin dengan big bos. wanitanya melamar kerja disini, dia gak tahu punya big bos kita, big bos tutupi, wanita itu kejebak, bakalan sekarang minta keluar, namun kebayang bayar finalty jika keluar kan, mana mau big bos lepasin, yang benar aja .Big bos kesusahan ngejar dari masa kuliah sampai sekarang, " ujar Benyamin tertawa.


" Kalau udah jatuh cinta ,big bos kita seram juga ya, gercep abis ," ujar Exell asisten kedua.


" Nilainya perfect, beda tipis, Big bos gak dompleng loh, dia membuktikan dirinya mampu, yang nilai semua bagian kan, sampai rebutan.Bakalan seru nihhh big bos dan bagian proyek, "ujar Benyamin tersenyum.


Alexa memasukkan handphone, beberapa pulpen dan cangkirnya ke dalam tas tangannya.


Sedangkan bu Martha bengong mendengar perdebatan big bos nya dan Andien.


" Kamu bayar finalty kalau kamu berani keluar dari perusahaan saya, " ujar Alex menggema dengan suara kencangnya.


" Baik, saya akan bayar, "ujar Andien.


" Kamu sudah liat nilai kontrak?".


" Tetu saja" , ujar Andien.


Andien memang menghapalkan semua kontrak, kemampuan Andien menghapal dan mengingat hanya sekali baca memang sedari kecil begitu.


Bu Martha terkejut dari awal Andien menjabarkan semua pasal hingga akhir. Bh Martha sampai terduduk.Sedangkan Alex hanya biasa saja, dia memang tahu ke istimewaan wanita yang dia cintai.


Alex memberi kode pada bu Martha.


" Ndien nih waktunya makan siang, kita makan dulu yukk, sambil pikirkan gimana solusinya".


" Gak ,dia menipuku, membohongiku, yang benar aja, " ujar Andien.

__ADS_1


" Ayuk lah ,Ndien."


Bu Martha menarik tangan Andien ,mereka bergabung dengan karyawan lain nya.


Andien mengambil es cream beberapa cup .Mengambil makanan lumayan banyak, dan menempatkannya ke dalam mapannya.


Para wanita tersenyum melihat tingkah Andien.Andien menghadap tembok, menyendok es cream nya .


" Kamu mengenalnya kan Ndien".


" Yang nerima kamu semua kepala departemen ,termasuk papi nya big bos, disini sistim transparan gak ada KKN.Bahkan big bos aja pakai acara testing lisan dan tulisan."


" Kamu murni masuk karena kamu mampu."


" Makanlah, " ujar Martha.


Andien memotong steak dengan kesal, mengunyah beberapa potongan kentang, juga mengunyah daging ayam daging sapi.


Sampai sebuah telepon berdering dan Andien mengangkatnya.


πŸ“ž Hallo......


πŸ“ž Ndien bagaimana kerja pertamamu?


πŸ“ž Keluar lubang buaya, masuk ke lubang macan.


πŸ“ž" Maksud nya Ndien?".


πŸ“ž Aku bodoh banget, gak nanya sama mas, distrit oil perusahaan siapa.


πŸ“ž Alex


πŸ“žBerapa nilai pembatalan kontrak?


πŸ“žYang benar aja 3M.Biasa di perusahaan hanya beberapa juta.


πŸ“ž Aku akan bayar Ndien,kembalilah ke Canada, perusahaan mas butuh kamu,proyek kita lebih dari 3 M , bahkan kamu memenangkan banyak tender, melebihi 3 M.


πŸ“ž Aku gak mau merepotkan mas.


πŸ“žKamu repotkan aku atau gak, aku rela Ndien, aku mencintaimu, bahkan kamu suruh aku datang, menjemput kamu, akan aku lakukan.


πŸ“ž Mas Reyyyy....


" Dia tidak akan kemana mana Rey, dia hanya sama saya bekerja.


πŸ“ž Biarkan dia memilihhhh.


πŸ“ž Tidak


πŸ“žKamu terlalu memaksa Lex.


πŸ“žBukan urusan mu, "ujar Alex ketus.


" Beri teleponnya sama Andien."

__ADS_1


πŸ“ž Tidak, ujar Alex.


Andien hendak menarik handphone nya , dan Alex menjauhkan handphone tersebut.


Andien merasa di permainkan , menggunakan tendangan kuda kudanya buat menjatuh kan Alex ,namun Alex bertahan malahan memeluk Andien dengan erat.Semua mata karyawan memandang mereka berdua.


Andien mengambil tolakan dan melakukan salto, sambil merampas handphone nya.


Andien menyandang tas nya. Kemudian meluncur melalui pegangan tangga, semua para wanita melotot melihat aksi Andien.


Alex langsung melompat ,memegang tiang besi antara lantai 18 dan 17, tiang yang biasa di pakai jika pekerjaan urgent.


Alex menelepon satpam buat mencegat Andien.


Andien memasuki lift, namun ketika pintu tertutup. Alex melemparkan sepatunya untuk mengganjal pintu lift.


Andien membuang pandangannya ketika melihat tatapan tajam Alex.


Para karyawan lantai 17 semua berkumpul dan syok melihat aksi siang itu.


Alex memepet Andien, Andien membuang pandangannya ke lain arah.


Alex menarik tangan Andien.


Andien melototkan matanya.


" Bahaya meluncur dari pegangan tangga".


" Sudah biasa dikampus," ujar Andien.


" Besok, kamu gak akan bisa melakukannya lagi, pegangan tangga semua akan saya rubah," ujar Alex dengan wajah serius.


" Dan saya sudah good bye dari sini, gak ngaruh juga kan, " ujar Andien.


" Ndien, kamu marah saya bohongi, yang benar aja Ndien, kamu masuk dengan kemampuan kamu, saya gak ikut campur soal penerimaan kamu, saya yakin, kamu mampu, IPK kita beda 0,2. Saya kalah hanya di psikologi aja Ndien, karena lebih emosional dari kamu."


" Aku gak akan ijinkan Reyhan bayar 3M, dia mampu, apa kamu gak malu memakai uangnya?".


" Gak, uangnya toh akan kembali, dapat bonus dan ikat kontrak aja, cepat baliknya."


" Tidak ,kamu harus jadi tangan kanan ku, kita akan bekerja sama kembali".


" Urusan pribadi kita di luar Ndien, urusan kantor kita tidak masalah kan".


Semua orang di dalam lift kikuk menjadi pendengar sejati.


πŸ™ŠπŸ™‰πŸ™ˆπŸ™ŠπŸ™‰πŸ™ˆπŸ™ŠπŸ™‰πŸ™ˆ


Like yang banyak


Biar saya up yang banyak juga guyssss


Like


Vote

__ADS_1


Koment


MakasihπŸ™


__ADS_2