
Ketika kedua mata Andien terbuka, baru kali ini dia merasakan tidur pulas dan sangat nyaman, alasan Alex dia akan keluar ketika Andien tidur, nyatanya dia naik ke ranjang dan mendekap Andien satu malaman.
" Kenapa gak pulang?".
Andien menggoyang tubuh Alex.
Alex yang nyenyak tertidur perlahan bangun.
" Maaf ketiduran Ndien."
" Kalau ketiduran di lantai kan tidurnya,bukan di ranjang".
" Mungkin aku mimpi Ndien,jadi nak ke ranjang".
" Ihhhhh kamu ngeles aja dehhhh".
" Jangan marah Ndien, good morning".
" Yang benar aja, aku belum nikah udah tidur sama pria ,kamu jahat, " ujar Andien dalam mimik wajah marah.
" Aku tercemar karena kamu, " ujar Andien kemudian.
" Sudah tenang aja Ndien, aku akan menikahi kamu".
" Siapa yang mau, sama mahluk usil, mahluk buat kesal, reseh, norak seperti kamu, aku gak mauuuu, jawab Andien."
" Bemeran gak mau?".
" Beneran," jawab Andien hendak berdiri.
__ADS_1
Namun ketika Andien hendak berdiri, Alex menarik tangan Andien, Andien jatuh ke atas tubuh Andien.
" Lepas", ujar Andien.
" Gak...".
" Kamu mau apa sihhh?".
Alex mengecup kedua pipi Andien, dan mendaratkan ciuman di bibir Andien.
" Morning kiss honeyyyy".
" Morning kiss kepalamu, " ujar Andien meletakkan jari telunjuknya ke dahi Alex , dan mendorong jari telunjuknya , sehingga kepala Alex terdorong ke belakang.
" Usah siap bermimpi kan, sekarang sadar tuan, ini bukan dunia tipu tipu,get out...., "ujar Andien mengibaskan tangannya , menyuruh Alex pergi dari kamarnya.
" Kenapa sih Ndien,kamu galak banget sama aku, kurangku dimana?".
" Aku gak main main Ndien".
" Karena kamu belum menahlukkan, makanya serius dan ngebet. Pria kan seperti itu, ketika bunga mekar, akan terpancing mengejar, setelah mengisap madu, bunga itu belum tua ataupun sudah tua ,di buang begitu saja. Lagi ada maunya dekat, ibarat habis manis sepahnya di buang".
" Aku gak gitu loh Ndien".
" Siapa yang bisa menebak seorang pria sukses, milyoner, jenius, kepikat sama gadis yatim piatu, gak punya apa apa, mengandalkan beasiswa.Gak jamannya lagi bermimpi bak cinderella, gak Alex, aku bukan gadis pendongeng, bukan gadis Cinderella."
" Benar, kamu yah kamu, cinderella yah cinderella".
Andien bangun dan menuju ke kamar mandi.
__ADS_1
" Keluarlah, jangan ada orang melihatmu, dan dari hari ini,jangan pernah memasuki kamar ini lagi, aku orang susah Lex, aku gadis baik baik, aku gak mau ,tercemar karena kamu memasuki kamar ini, kamu bebas memasuki kamar siapapun, tetapi tidak kamar ini, hargai aku,
" Aku gak mau nama ku jadi bahan bullyan orang, karena menjebakmu tidur bersamamu, orang berdfikir aku menyerahkan tubuhku karena kamu kaya Lex."
" Kenapa mikirkan orang Xa?
" Kalau kamu gak mikirkan perkataan orang, kamu gak bisa ngaca, bahwa apa yang kamu lakukan salah atau benar. Apalagi sejak kecil kemewahan bergelimang di sekitarmu, apa saja perintahmu, sangat banyak pelayan menolongmu, hidup mu bak jalan tol, jangan samakan dengan gadis terseok seok demi sesuap nasi di jalanan.Bagaikan langit dan bumi Lex."
" Waktu bermainmu habis Lex, get out dari hadapanku," ujar Andien.
Alex tahu, Andien sudah menahan emosi nya.Alex pun perlahan pergi dari kamar Andien ,dan memasuki kamarnya.
Andien lega, dan membersihkan diri.
Pagi itu, Andien dan Teddy sarapan berdua di sebuah meja, mereka tampak bercanda dan selesai sarapan mereka bermain game berdua.
Alex hanya bisa melihat Andien dari seberang meja sudut lainnya. Alex sarapan ditemani beberapa pekerja, mereka sesekali membahas pekerjaan mereka.
Topik itu begitu membosankan bagi Alex, hati Alex meredam kecemburuan, dan selalu bertanya, kenapa Andien menjahuinya.Sementara dengan lainnya bisa tersenyum dan seceria itu.
Alex mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃
Jangan lupa
Like yang banyak
Vote
__ADS_1
Koment
Makasihhhhh🙏🙏🙏🙏🙏