
Andien kembali ke mess, hari sudah sore. Andien kembali duduk mengecek setiap pekerjaanya dan team nya.
Setelah 2 minggu, Andien dannteam kembali ke kantor pusat.Sosok Alex tidak tampak di perusahaan. Andien lebih extra bekerja.Karena orajtua Alex menduduki kursi pimpinan, semua yang dibuyuhkannya, baik penjelasan atau apapun, Andien dan bu Margaret yang bertanggung jawab.
Kedua orangtua Alex ,di kala makan siang, rutin mengajak Andin menemani mereka makan di kantin. Andien bersikap senormal mungkin, takut, banget...., kikuk sudah pasti, ragu dan menilai,pasti Andien lakukan.
Orangtua Alex bisa melihat, Andien cantik ,namun wanita lebih cantik darinya banyak, namun Andien punya pesona tersendiri.Pantasan anak mereka bela belain membangun mansion di dua tempat berbeda.
Orangtua Alex melihat kepintaran Andien, kepiawaian Andien menghitung, meninjau ke lokasi proyek, kepiawaian Andien turun dan naik dengan tali, dia sangat gesit dan berani.
" Puteramu tidak salah pilih, dia memang menyukai wanita yang setara dengannya, pintar, cekatan, baik, sopan, lucu, imut, kan pi".
" Hmmmm, bibit unggul
Kamu gak liat, tuh beberapa pria , pandangannya beda pada Andien."
" Kalau puteramu gak cepat, di duluanin orang, bisa gawat. Aku takut pi, takut anakmu gak bakalan nikah selama lamanya. Kamu liat tingkahnya di rumah, beneran jatuh cinta, beneran mencintai sedalam itu. Bahkan sibuk bekerja, kita ber 2 disuruh jadi paparazi ngerekam Andien, lain lagi si Sharon dan Sinai, wajib lapor ,rasanya 2x24 jam," ujar mami Alex.
" Liat aja dua hari lalu dan 4 hari lalu, klien begitu terpukau dengan cara kerja Andien, sampai kagum dan menyukai Andien."
" Kita lamar aja pi, buat anak kita".
" Mi, kalau dia punya orangtua, udah papi lamar buat anak kita, ini dia anak panti, anak yatim piatu, mau kita lamar kemana, di tanya Alex ,dia meragukan anak kita, coba ,kita kesusahan."
" Benar juga ya pi, pi gimana kalau kita suruh bagian GA buat acara gitu, tema nginap dimana, biasa kan ada program gitu, biar anak kita tambah dekat dan lebih lagi meyakinkan Andien."
__ADS_1
" Ya mi, nanti saya konsul sama Alex dan bagian GA."
" Anakmu kemana sih pi, kok gak balik balik sihhh. Apa maksud dia sih pi".
" Dia mungkin berpolitik, agar Andien lebih mengenal kita. Papi baru menyadarinya hari ini".
" Papi dan mami kan suka Andien. Mau orang nilai dia anak panti, anak yatim piatu, apa mami malu? apa mami mau menantu kondisinya gitu".
" Kalau orangtuanya ada, hidupnya gak akan gini pi, bekerja begitu keras buat masa depannya, dia harus kita sayangi, kehilangan orangtua, abang satu satunya di hari yang sama ,itu berat ,"ujar mami Alex.
Alex tersenyum mendengar kata kata sang mami. Dan Andien tepat di belakang Alex. Andien juga mendengar ucapan kedua orangtua Alex.
Air mata Andien mengalir deras.
Ketika Andien hendak melangkah menjauh, Alex memeluk Andien dengan erat. Sungguh Alex luar biasa merindukan sang kekasih.
" Hmmm ".
" Apaaan hmmm?".
" Jangan marahi bos di sini yaaang, bisa turun pamor calon suamimu" , bisik Alex di telinga Andien.
Andien menjadi sadar dan bergegas menjauh dan balik ke ruangannya.
Handphone Andien di hujani pesan suara. Andien melihat pengirimnya.
__ADS_1
Bu Margaret menaik turunkan alisnya.
" Udah ,temui aja dia. Baru balik dia Ndien, sibuk 2 minggu lebih , bolak balik teror saya, kamu lagi ngapain, ada yang dekati kamu gak, dianya cemas banget Ndien.",
Andien mendengarkan semua pesan juara dari Alex. Alex sangat norak, menurut Andien.Tetapi Andien sangat suka.
Melihat kebaikan kedua orangtua Alex ,Andien berusaha mempercayai kata kata Alex , bahwa orangtuanya baik, berpandangan luas, gak sombong, menerima pilihan anaknya.
Sebuah telepon membuat Andien berdiri dan menuju ruangan papi Alex.
Andien mengetuk pintu, dan terdengar suara mempersilahkan dia masuk.
Andien terkejut, di ruangan itu ada juga Alex . Andien menjadi kikuk .
" Silakan duduk Ndien, nanti malam datanglah ke rumah, jangan pacaran backstreet lagi".
Andien semakin menunduk. Alex berdiri langsung menggenggam tangan Andien.
❤❤❤❤❤❤❤
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment