
Ketika pekerjaan semua selesai, satu persatu mereka kembali memanjat tali dan naik ke atas.Alex mengikat tali Andien dan mengambil talinya. Alex langsung menarik andien bersamanya.Pria itu sungguh kuat dan berotot.Andien pun hanya bisa bengong, yang lain juga demikian.
" Wuihhh lihat Robien hood beraksi ",ujar Andreas.
" Big bosnkeliatan nya suka deh sama Andien, " ujar David.
" Keliatan kan, ujar Andreas".
" Apa big bos di ijinlan pacaran sama orang biasa seperti kita? tanya Andreas".
" Jaman mah udah beda. Gak liat, big bos anti wanita. Kalau big bos kan memang satu kuliahan sama Andien, dengar kabar, big bos sampai saat ini gak pernah nyerah ngejar Andien," ujar Toni.
" Yang bener? " tanya Andreas.
" Benar, sepupu ku juga satu kampus dengan mereka. Alex hahya ngejar Andien, yang lain dia gak anggap, " ujar Toni.
" Kalau di tolak keluarganya, kasihan deh Andien, dia kan sebatang kara, di tolak karena keadaannya ,sedih banget kan, Andien perfect sih, nilainya memukau,pintar, orangnya baik, mata Bos jeli melihat sesuatu yang bernilai baik".
Andien mendarat di atas berbarengan dengan Alex.Aleh kekh mendekap Andien.
" Jangan cari kesempatan bos," ujar Andien.
Alex tersenyum .Dia selalu menyukai Andien, Andien wanita terus terang, polos ,menarik.
Andien menyandang ranselnya, yang di bawain James .
" Makasih ya Janes, " ujar Andien.
" Ya Ndien, jalan yukkk Ndien, ajak James."
" Andien sudah janjian sama saya, " ujar Alex.
James hanya memandang ke Andien.
" Lain waktu ya James, kita jalan sama yang lain".
" Beneran yah Ndien".
Andien tersenyum dan mengangguk.
Andien berjalan menuju kamar nya.
Dan Alex membuntutinya. Ketika Andien hendak menutup pintu kamarnya, Sesosok tubuh langsung menahan nya.
" Pak".
" Panggil mas, bukan jam kerja lagi yaaaang".
" Mas...,mas masuk kesini, nanti ada yang liatin".
" Mas sudah mengunci pintu".
Wajah Alex.sangat lucu.Andien gak tega mengusir sang pacaf, sedari tadi, Ansien tersentuh melihat apa pun yang di buat Alex , hanya menunjukkan perhatiannya.
" Mas mandi dulu".
" Baru datang kesini, masih bau".
" Kita sama sama bau yaaang, jadi no problem," ujar Alex tertawa.
Alex langsung menarik Andien.Andien duduk dalamnpangkuan Alex.
" Weekend ini, kita ke kota ya yaaang, nonton dan nginap di apartemen mas".
" Yang benar aja mas, barunpacaran kita udah satu apartemen, gak mas ,Andien gak mau."
" Baiklah, kita beda apartemen, hadap hadapan.Mas akan minjam apartemen sepupu mas".
__ADS_1
" Kenapa gak balik ke sini aja sih mas sesudah nonton?".
" Terlalu malam yaaang, kita nonton yang midnight ya yaaang, seperti pasangan lainnya."
Andien tertawa di bahu Alex.
" Susah lama ngamati orang yang pacaran yah yaaaang? ".
" Ya , maklum Ndien, jomblo akut, " ujar Alex meraih wajah Andien.
Alex menahan wajah Andien tepat di depan wajahnya.
Senyuman Alex sangat Manis.
" Kita bau berjamaah mas".
Alex tertawa.
" Mas sangat mencintaimu yaaang, makasih sudah mau menjadi bagian dari kehidupan mas.Kita jalani hubungan kita dengan baik Ya Ndien."
Andien mengangguk, melihat kesungguhan Alex.
" Liat langit nya mas, indah banget".
" Lebih indah kamu sayang," ujar Alex.
" Ihhh," ujar Andien.
" Mandih gih mas, biar gila nya hilang".
" Beneran mas menggilaimu Ndien. Bahkan dari semasa SMA, mas membuntutimu."
" Pribadimu baik, rajin membeli makanan, ternyata buat beberapa anak gelandangan."
" Kita makan di luar yuk Ndien."
" Makan di kantin aja mas, hemat, kantin juga makanan nya enak.Mandi dulu gihhhh".
" One kiss".
" Ihhhhh".
Alex langsung mendaratkan ciumannya .Ciuman itu begitu hangat dan Alex meluapkan perasaannya.Andien hanya menerima.
" Kamu sangat handal soal ini mas"
" Beneran?".
" Hmmmm ",ujar Andien.
" Kamu harus belajar yaaang".
" Ihh..,"ujar Andien membenamkan wajahnya di dada bidang Alex.
" Kamu biasanya gak pemalu yaaang, masa dengan pacar sendiri malu".
Andien memukul kecil lengan Alex.
" Mandi mas".
" Bentar yaaang, pelukan ini sudah bertahun tahun mas nantikan ,pelukan dari kamu".
Andien mengangguk.
Tidak lama kemudian , Alex berdiri, dan kembali ke kamar nya.
__ADS_1
Andien pun mandi .
Jam makan berdentang, Andien pun keluar dari kamarnya.
" Wuihhhhh cakep banget Ndien, segernya, ujar David , Toni dan Andreas."
" Ngejek bilang, dari tadi wangi keringat, gitu wangi kembang 7 rupa, semua pada berkomentar.Kaluian aja pakai parfum norak, beneran".
" Andreas tuh, nyoba parfum aku dan James," ujar Toni.
Alexa tertawa.
" Ndien, tuh bagian lab, kayaknya naksir sama kamu, kemarin dia lama liatin kamu.Namanya Nathan".
" Ahhh, perasaan kamu aja dehhh," ujar Andien.
Andien dan teamnya memasuki ruang makan, mereka mengikuti antrian.
James berada di depan Andien .
James mengambil beberapa menu kesukaan Andien yang hampir habis.
Andien bingung melihat menunya, namun James memberinya kode ,mengambil beberapa menu, mereka akan tukaran.
Andien pun mengangguk.
James dan Andien saling bertukar makanan.
Andien mengeluarkan makanan dari mami Rey.
" Cobain, dari tante aku".
" Wuihhh lezatos Ndien."
" Dari Tante atau camer nihhhh, di DP duluan nih ceritanya.Bisa patah hati babang James."
" Gak , beneran tante lohhh, bukan camer. "
" Usia kamu udah pantas punya pacar Ndien, banyak yang naksir kamu loh Ndien, pria kemarin tamu itu kan pemilik perusahaan oil juga kan Ndien?" ujar Andreas.
" Aku menganggapnya seperti abang sih An, gak lebih".
" Namun keliatan bangetz dalam nya dia menyayangi kamu,kedua orangtuanya juga tulus sama kamu Ndien".
" Aku gak bisa", ujar Andien.
" Kamu pasti sudah menyukai seseorang Ndien", ujar Toni.
" Apa dari wajah aku keliatan? " ujar Sndien menahan tawanya.
" Keliatan," ujar James.
" Apa aku orangnya Ndien," tanya James langsung melakukan penyerangan pada Andien.
" Gak James ,gak."
" Ndien ,please jangan tolak aku, " ujar James berusaha mendekatkan duduknya dengan Andien.
" Permisi, " ujar Sebuah suara.
π¨βπΌπ©βπΌπ§βπΌπ©βπΌπ¨βπΌπ©βπΌπ§βπΌπ©βπΌπ¨βπΌπ©βπΌ
Hayooo Like yang banyak
Koment
Vote
__ADS_1
Makasihhhhh