Pertarungan Bos Dan Bawahan

Pertarungan Bos Dan Bawahan
Masa Pemulihan


__ADS_3

Andien masih terbaring lemah, Alex tidak melepaskan genggamannya pada Andien.Alex lega ,secara negara mereka sudah sah menjadi suami isteri.


Alex malam itu berdoa, agar Tuhan memberkati pernikahannya , dan agar mereka bahagia sampai di hari tua.


Pernikahan yang di rencanakan, Alex minta di percepat , setelah Andien pulih.


Ketika pagi tiba, dokter sibuk menangani keadaan Andien, Andien mengalami demam tinggi, bahkan sampai mengigau. Alex sangat khawatir, melihat Andien bolak balik di kompres dan ada beberapa kali di suntik dokter.


Demam Sndien masih bertahan.Siang itu Andien bahkan mengigil .Alex mendekap Andien dengan erat.


" Bertahanlah yaaang, mas mohonnnnnn".


" Pak, tolong lepaskan dekapan Andien, kami akan menyuntikkan obat, dia terlalu lama tertimbun salju, makanya efeknya cukup signifikan.Kalau tuan tidak melakukan tindakan, mungkin susah tidak bisa tertolong."


Alex sudah lebih pulih, tetapi masih menjalani perawatan .Infusnya pun telah di lepaskan.Ketika Alex selesai menerima telepon, Alex melihat beberapa keluarga pasien menjerit karena kehilangan anaknya.Alex mengetahui, pasien menumpuk di rumah sakit ,sama dengan kasus nya dan Andien.


Alex melihat beberapa pria sepertinya menangis kehilangan isteri, ada kehilangan anak, ada keluarganya menangis karena kehilangan keluarga mereka.


Alex mengusap wajahnya. Pemandangan itu membuatnya merasa sangat lemah ,jujur Alex sangat takut kehilangan Andien.


Alex berdiri dari tempat duduk rumah sakit, dengan langkah bergegas memasuki kamarnya.


" Demam Andien susah turun, pakaiannya baru sayabtukar ya pak, karena keringat."


" Jika melihat keringatnya banyak keluar, jangan khawatir.Efek pemulihan biasa seperti itu .Tuan bisa panggil perawat menukar pakaian isteri anda."


" Baik suster," ujar Alex.


" Apa masa kritis isteri saya sudah lewat?".


" Sudah pak, tetapi harus kita perhatikan".


" Makasih suster."


Sang suster tersenyum dan pamit.


Alex membelai wajah Andien


Wajah Andien tidak sepucat pertama kali masuk rumah sakit. Alex pun semakin lega,suhu badan Andien sudah normal.

__ADS_1


" Di pandnag terus nak? ", ujar mami Alex.


Alex menoleh ke maminya sambil tersenyum.


" Mami baru datang?".


" Iya nak, mami baru bisa nyenyak tidur, saat perawat semalam bilang ke mami, keadaan Andien semakin membaik,jangan khawatir.Kamu tahu Lex , di lurusan kamar ini, beberapa keluarga menangis disana ,karena peristiwa badai salju.Ada kehilangan anak, ada kehilangan suami, ada kehilangan isteri.Mami sangat terpukul, mami takut kamu dan Andien kenapa kenapa."


" Sama mi, Alex juga melihatnpemandangan itu, Alex sangat takut, bahkan tidak bisa tidur takut Andien gimana gimana."


Alex melihat keringat tubuh Andien kembali banyak, Alex pun berdiri.


" Nak,kenapa baju Andien sampai basah gini?".


" Kata suster efek dari tertimbun longosr salju, tubuh memproses suhu, jadi ketika suhu normal dan stabil, pemulihannya dengan membuang keringat mi".


" Mi, Alex ganti baju Andien dulu".


" Ya nak, gantilah."


Papi Alex keluar kamar. Alex di bantu sang mami menukar pakaian Andien.


" Ya mi."


" Perusahaan membutuhkan kamu nak, papi sudah banyak menghendle, mami ingin kamu pulih ,Andien juga."


" Makanlah nak, " mami Alex memberikan seporsi sarapan buat Alex.


Alex perlahan memakannya.Sambil menjawab beberapa email.


Alex mandi, membersihkan diri, dan sesudah Alex bersih, Alex membersihkan Anien.


Alex membeli buket bunga mawar ,meletakkannya di atas meja .


" Yaaang, mas tadi keluar rumah sakit, meljhat ada toko bunga, mas membeli mawar".


" Lihatlah yaaang, apa kamu suka mawar?".


Alex mengecup Andien beberapa kecupan.

__ADS_1


Alex lega, infus masih di berikan, beberapa suntikan . Kondisi Andien stabil.Namun Alex masih cemas, Andien belum sadar.


Ketika siang itu, Alex sedang bekerja, Alex terkejut melihat tangan Andien mulai begerak.Alex langsung berdiri, dan Alex pun tersenyum ,melihat mata Andien perlahan terbuka.


" Makasih sayaaaang ,"ujar Alex ."


Alex menekan tombol pemanggilan perawat.


" Apa yang kamu rasakan yaaang?".


Andien berusaha duduk, Alex membantunya.


" Andien mimpi sangat panjang mas".


" Ya sayaaaaang, mas sampai menghawatirkan kamu sayang, sangat khawatir."


Alex memeluk erat tubuh Andien.


Ketika perawat dan dokter mengecek kondisi Andien, mereka pun tersenyum.


" Kamu sudah berjuang extra, jaga kondisi kamu, tetap rajin olah raga, fisik kamu kuat ,karena pola hidup sehat."


" Kalau sudah bisa makan, perawat nanti lepasin infus ".


Andien mengangguk.


" Lima hari kamu terbaring, suami kamu mengurus kamu sangat baik.Kamu pasien sangat bersih, di lap, di gantiin pakaian sama suami kamu."


Andien syok.mendengar penuturan sang dokter.


" Isteri?.


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2