
Sewaktu Andien keluar dari ruangannya, James menghampiri Andien.
" Ndien, besok sarapan kita sama ya, seperti biasa, buatan mamiku".
" Beneran?".
" Bener lah".
Andien mengangguk.
" Makasih bilang sama mami kamu ya James."
" Okay Ndien., pulang barrng yukkk".
" Maunya sama sih, tapi tuh liat ,big bos panggil".
" Ya Ndien , aku duluan ya, nih adikku nitip beli buku juga."
" Ya James, hati hati".
Andien melihat ke arah Alex, wajah Alex tampak diam dan acuh.
" Pak...".
Alex diam .
Andien gak tahu mau gimana, mau pulang takut salah. Andien hanya diam di depan Alex.
Andien perlahan melihat Alex masuk ke ruangannya. Andien pun perlahan melangkah menuju ruangan Alex.
Ada perasaan dag dig dug yang Andien rasakan, kelihatan Alex menahan rasa kesal dan amarahnya. Andien menjadi serba salah.
Andien mengetuk pintu ruangan tersebut.
" Masuk, " ujar Alex.
Andien pun masuk.
Andien hanya berdiri dan menunduk.
Alex hanya diam, Benyamin , Sharon, dan Sinai pun keluar,bisa membaca keadaan.
Di ruangan tinggal Alex dan Andien.
__ADS_1
" Kamu suka dengan James? " tanya Alex dengan rahang yang mengetat.
" Ya suka lah pak ".
Air wajah Alexnlangsung berubah drastis.
" Alasannya?".
" Gimana gak suka, James itu orangnya loyal, baik, di ajak ngomong nyambung, sopan dan gak sombong."
" Kalian pacaran?".
" Hahhhh...., "Andien bengong mendengar kata kata Alex.
" Bapaknpanggil saya hanya buat nanyain tentang James? Pak bagusan saya pulang, itu menyangkut ranah pribadi saya."
" Kamu jawab saya aja Ndien, "ujar Alex mencengkeram kuatbpulpen nya dan duduk di kursinya.
" Sejauh ini saya hanya teman sama James pak, kalau jodoh gak tahu gimana ke depan." Andien berkata logis.
" Kalau dengan saya?".
Andien gugup dan gak tahu harus ngomong apa.
" Sini, " ujar Alex pada Andien.
Dengan sigap Alex langsung berlari dan memeluk Andien dengan erat, tatapan mereka saling beradu.
" Mmmm makasih" , ujar Andie.
Alex langsung mengecup bibir Alexa dan mengulumnya .
Andien merasakan jantungnya berdegup kencang, seperti berlarian yang tiada henti, rasa yang begitu menyatu.
Ini adalah ciuman pertama Andien.
Alex melepas ciuman nya perlahan, Mengusap wajah Andien dan puncak kepala Andien.
" Aku sangat cemburu Ndien, aku gak bisa mengontrol emosiku. Rasa ini baru aku alami " , Alex kembali mendekap Andien.
Andien syok mendengar penuturan Alex.Seorang pewaris tunggal, milyoner bisa mencintainya,apa dia gak mimpi.
" Ndien, cukup percaya sama aku, jangan membuatmu takut dengan jabatan, kekayaaan yang aku miliki, aku hanya manusia biasa, butuh sandaran ,butuh seseorang yang aku cintai.Kekayaan hanya hiasan , bentuk perjuangan pencapaian ku dan kedua orangtuaku, serta kakek dan nenek ku".
__ADS_1
" Perasaan ku serius Ndien, ku mohon".
Andien menunduk.
" Beri saya waktu pak".
" Baiklah, pikirkan lah, " ujar Alex langsung kembali mendekap Andien.
" Bapak panggil saya ada keperkuan apa?".
" Temani saya membeli kemeja dan kebutuhan saya tugas".
" Biasanya Sharon dan Sinai bantu bapak beli, saya gak bgerti merek pak,gak ngerti kwalitas."
" Temani saja saya ya Ndien."
Andien mengangguk.
" Kalian pulanglah, Ben jemout daya dan Andien besok, waktunya sudah saya info kan !!".
" Baik pak, " ujar Benyamin.
Alex menarik tangan Andien. Alex mengambil dompet, kunci dan handphone nya.
" Pak ,baiknya saya duluan ke area parkir pak, risih di liat pekerja lain".
" Kamu malu jalan sama saya, saya? apa jarak kita 4 tahun sangat besar, apa wajah saya sangat tu?".
" Gak malu pak, beneran.....,harusnya bapak yang jalan sama orang biasa, rakyat jelata seperti saya.," ujar Andien.
" Baiklah kamu duluan".
Andien pun melangkah keluar dari ruangan Alex.
Alex sangat gundah, yang menyukai Andien lumayan banyak juga.
Alex mengusap wajahnya dan bergegas kembali ke apartemen.
🤩😍🥰😍🤩
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment