
Malam itu Andien di jemput Alex , mereka menuju kediaman orangtua Alex.Andien hanya bengong melihat rumah bak istana mewah ,begitu luas.
Alex menggenggam jemarintangan Andien, mereka pun memasuki rumah, beberapa pelayan membungkuk menyapa Halil dan Andien
Andien hanya memakai pakaian sederhana, Andien. tidak mau memaksakan bergaya dinluar kesanggupannya,walaupun mami Rey memberinya pakaian ber merek dan tas bemerek, Andien jarang mengenakannya.Andien takut orang memandangnya salah, bahwa dia orang berduit.
Alex menggenggam tangan Andien.
" Jangan takut yaaang".
Andien hanya mengangguk.
Andien ke ingat di salah satu sudut. , mirip dengan desain rumahnya dulu.Memiliki rumah sebesar ini, sampai SMA , susah biasa bagi Andien.Hanya ketika rumah itu di jual, buat nutupi hutang, Andien sangat berat melepaskannya.
Tak ada yang abadi, itulah istilah yang Andien katakan.
Teringat Andien berlari dengan sang abang di rumah begitu besar.
Sedari kecil suka bersembunyi, membuat mbok mereka kewalahan mencari.Hal yang paling menyakitkan, Andien tidak bisa menggaji mbok Siti, mbok kesayangannya.
Lamunan Andien buyar ketika sosok orangtua Alex memeluknya.Dengan daster sederhananya.
" Hmmm, calon mantu nya mami, akhirnya ada juga wanita datang ke rumah ini ya pi, setelah ber abad abad."
" Hanya kamu wanita satu satunya yang Alex ajak nak."
Andien bengong.
Di sepanjang makan malam, mami Alex sangat hangat, bercanda, dan menyendokkan pada Andien dan Alex beraneka menu. Alex dan Andien tidak dia bedakan.
" Alex banyakan tinggal di apartemen, ternyata lagi ngejar wanita, " ujar mami Alex tertawa terkekeh.
__ADS_1
" Pekerjaan kalian menanggung resiko, kalian harus saling melindungi ya bos".
" Jaga Andien baik baik nak, jangan sakiti dan permainkan perasaanya,dia gak punya siapa siapa.Kalau perasaan kamu setengah hati, jangan teruskan, lebih baik dia bahagia dengan yang lain. Papi mau, kamu dan Andien hidup bahagia, tanpa pengaturan dan paksaan."
" Ya pi, Alex serius. Andien yang masih ragu sama Alex ,pi....".
" Bentar lagi natal, dan libur tahun baruan.Kamu kemana Ndien, disini aja, kita BBQ,kalau gak rencanain Lex ,kita liburan kemana."
" Biasa saya sudah ada rencana sendiri Tan, gak pernah ganggu kenersamaan keluarga lain."
" Jangan anggap orang lain Ndien".
" Saya nya yang gak mau Tan, terima kasih."
" Jadi kamu ninggalin mas dek, kamu liburan sendirian?".
Andien mengangguk.
" Ndien.....".
" Gak ada tapi tapi mas, beneran."
" Yahhhh, aku sendirian mi, pasti di tanyai, mana pacar aku, ngenes banget sendiri, "ujar Alex.
Mami dan papi Alex tertawa melihat tingkah anaknya yang lucu.Mereka baru tahu, jika putra mereka jatuh cinta , sangat menggemaskan.
Andien lebih banyak diam . Mami dan papi Alex suka dengan apa adanya Andien,hanya mereka melihat ada sorot mata kesedihan ,sewaktu Andien menyusuri rumah mereka, kenapa? hanyanitu yang mengganjal dalam hatinorangtua Alex.
" Ndien, tadi sewaktu memasuki rumah ini, kenapa sorot matamu sangat sedih? apa ada yang kamu pikirkan?".
" Maaf Tan, saya ....".
__ADS_1
Andien sangat sulit mengatakannya.
" Saya teringat dengan abang saya, pojokan sana ,mirip dengan kediaman kami dulu, dimana saya dan abang saya berlarian, bersembunyi di balik gorden. Semua memori itu kembali. Kenangan itu sungguh sangat berarti, dan karena kenangan itu saya masih bisa kuat dan bertahan."
" Kenangan bukan untuk di lupakan, mereka selalu ada dalam hati kamu, " ujar mami Alex.
" Kamu masih punya misi hidup di dunia ini, jadi kamu sudah melakukan yang terbaik."
" MAkanlah Ndien , " ujar mami Alex mengusap punggung tangan Andien.
" Ya Tan, makasih".
Alex mengusap rambut Andien.Alex yahu, kehilangan itu ,sangat berat buat Andien.Alex cukup ada buat nya. Dan bertekad tidak melukai Andien.
Ketika ke esokan hari bertugas, Andien sangat banyak mendengar gosip tentang dia merayu Alex dengan segala cara. Andien awalnya tidak terganggu, namun ketika disetiap sudut mengatainya, kesabaran Andien hilang.
Hingga di tengah suasana kantin ,yang ramai mengata ngatai dia, Andien memukul meja sedikit keras.
" Papa saya pernah bilang, kalau kamu liat buah yang busuk di atas pohon, jangan di petik.Karena nanti jatuh dengan sedirinya.Kalau kamu ketemu dengan orang yang busuk hatinya,ngak usah dipikirkan ,apalagi dibalas,karena mereka juga jatuh dengan sedirinya."
Andien melihat banyak wajah tertampar dengan kata katanya.Andien melangkah pergi. Dan ketika Andien beberapa langkah, Alex menghamoiri Andien dan mendekap Andien dalam pekukannya.
🥰😍🤩🥰😍🤩
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1