Pertarungan Bos Dan Bawahan

Pertarungan Bos Dan Bawahan
Masa Percobaan


__ADS_3

Akhirnya ,testing pun selesai di pukul18.00, Andien menelepon Alex.


Tidak jauh dari sana, Alex datang, memakaikan Andien mantel coklat.


" Udara dingin," ujar Alex.


Andien tersenyum.


" Tadi pagi, boncengan dengan siapa Ndien?".


" Sesama tamu di hotel mas, kebetulan searah lewat".


" Mas liat?".


Alex mengangguk.


" Makan yuk Ndien".


" Aku yang teraktir , kematin kamu yangbtraktir kan".


Andien mengangguk.


" Mau makan apa Ndien?".


" Terserah mas, jangan yang mahal mahal", ujar Andien.


" Apa aja, semua ku makan mas, beneran aku gak milih makan".


Sang supir tersenyum melihat tuannya bisa tertawa dan keliatan bahagia.


Wanita ini ternyata sangat tuannya sukai, bahkan rela nunggu ber berjam jam di depan hotel, sembunyi sembunyi memasuki perusahaan .Gelisah ketika melihat sang wanita boncengan dengan pria lain.Sang supir yang sudah berusia lumayan ,tersenyum melihat tuan muda nya.


Alex membawanya ke sebuah rumah makan chines food.


" Disini mie nya enak Ndien? makan yang banyaknya".


Andien hanya tersenyum.


Ketika berjalan, seorang pengendara sepeda dengan kencang keluar jalur , Alex langsung memeluk erat Alexa dalam tubuhnya.


Mereka kemudian saling bertatapan.


Gemuruh jantung Andien pun berdetak cepat.


Andien mengangguk, namun dengan cepat Lex mengecup bibir Andien.Andien terkejut.


" Aku merindukanmu," ujar Alex dengan pandangan penuh dambaan.


Andien hanya diam, gak tahu mau ngomong apa, pipinya memerah .


Mereka pun memasuki restoran.


" Supir mas gak di ajak makan?".

__ADS_1


" Tuhhh, dia gak mau gangguin kita nge date Ndien".


Andien memukul pelan lengan Alex.


Beberapa sorot mata memandang mereka.


Andien menunduk, karena begitu banyak dipandang .



" Mas saja yang milih, yang enak mana? dingin gini sedap makan mie, "ujar Alex tersenyum.


" Ini pasti kamu suka Ndien".


Alex pun memesan beberapa piring pangsit goreng, dan aneka dimsum.


Ketika makanan datang, Alex memberi Andien sumpit kayu.


" Makanlah".


Andien mengangguk dan mulai memakan mie. Andien mengembus mie panas yang mengepul.


" Enak, " ujar Andien.


" Makanlah, Ndien".


Alex beberapa kali menyuapi Andien dimsum udang, juga dimsum kepiting.


Anden menyuap Alex mie nya.


" Rasanya beda ya mas, ini enak,itu juga enak."


" Yang mana suka?".


" Mas punya."


Alex langsung menukar mie mereka dan memesan satu mie lagi.


" Kita tukaran nih, serius mas?".


Alex tertawa dan mengangguk.


" Gak usah mesan mas, nih udah banyak".


" Bagi dua dehhhh," ujar Alex .


Andien tertawa.


Mereka makan sambil bercanda .


Beberapa rekaman , sang supir kirim pada kedua orangtua Alex .


Dan beberapa pengunjung terkejut melihat Alex akrab dengan seorang wanita.

__ADS_1


Sebuah telepon membuat Alex mengerutkan alis.


" Ya, hallo...".


" Pak, beberapa artikel peberitaan, memperlihatkan anda dengan seorang wanita, bahkan saat ini juga sedang heboh di media sosial".


" Bereskan semua Xell, jangan ada tersisa."


" Baik pak, " ujar Exell.


Alex menatap tajam para pengunjung, para pengunjung menjadi tidak berani.


Alex menuju kasir membayar orderannya.


" Jalan yuk Xa".


" Jalan kemana mas, sudah malam".


" Besok apa masih testing juga?".


" Belum tahu mas, katanya lusa , karena dua harian sangat melelahkan."


" Jalan besok yukk, agak siang aja".


Andien mengangguk.


" Janji ya Ndien ".


Andien mengangguk.


Malam itu, Alex membawa Andien ke sebuah toko roti. Alex menyuruh andien mencoba beberapa mini cake.


Andien juga menyuapi Alex.


" Kamu wanita simpel yang mas kenal, wanita kuat, tegar, "


" Kadang kalau ke ingat, aku melow juga mas".


" Normal kan, namanya kehilangan, gak ada yang enak Ndien ".


Andien tersenyum.


" Tanganmu dingin" Alex menggosok gosokkan tangan Andien agar lebih hangat.


" Kita pulang yuk, " ujar Andien.


Alex pun mengangguk.


🤩😍🥰😍🤩


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2