Pertarungan Bos Dan Bawahan

Pertarungan Bos Dan Bawahan
Dia Memanfaatkanku


__ADS_3

Sudah pasti, kesempatan tidak datang dua kali, dalam hati Alex.


Alex tersenyum menatap Andien.


" Kenapa liatin terus".


" Kamu cantik, kamu beda , dan hanya kamu yang menolak pesonaku Ndien".


" Maknya jangan terlalu PD tuan ,gak semua orang, terpesona akan jabatan, uang, kedudukan. benar kan?".


" Benar banget, contohnya kamu Ndien".


Andien hanya diam.


Andien menuju sofa bersama Alex.


Andien mengambil es dan mengompres memar kaki Alex.


" Dasar badak bercula satu, gak pernah ngerasa sakit, ection aja.Banyak politik nya nihhhh".


Andien kemudian hendak keluar dari kamar Alex.


" Mau kemana Ndien, nih masih sakit", keluh Alex.


" Bentar, nyari obat memar".


" Tuh ada salab Ndien".


" Pakai yang alami aja dehhh , udah tunggu bentar," ujar Alexa.


Andien pun keluar, mencari di beberapa tempat.Dia pernah melihat tanaman lidia buaya . Dan dengan mata berbinar, Andien melihat bak harta karun, Andien menarik dua buah helaian lidia buaya.


Andien perlahan kembali menuju kamar Alex.


" Kamu kan buaya darat. jadi di obati dengan lidah buaya, " ujar Alexa.


" Bukannya lidah buaya buat luka bakar Ndien?".


" Coba search di mbah google, kegunaan lidah buaya itu banyak lohhh" .


" Baiklah, memar ini butuh perawatan mu Ndien".


" Jangan mangkir dari tanggung jawab, ledek Alex."


" Aku gak mangkir, jangan asal kalau ngomong", ujar Andien.

__ADS_1


" Good..." ,ujar Alex penuh senyuman.


" Next time ,jangan buat aku kesal, jangan mendekat, jauhlah sejauh mungkin," ujar Andien.


" Gak janji Ndien, kamu itu, wanita satu satunya yang aku suka".


" Kamu buta?".


" Gakkk, " ujar Alex dengan PD nya.


Andien akhirnya hanya diam, berdebat buat tenaganya terkuras.Perlahan Andien mengoles lidah buaya ke kaki Alex.


" Berlendir gini, jorok Ndien."


" Namanya obat, bisa diam gak sihhhh, jangan komplain".


Andien menatap tajam mata Alex.


" Ndien, aku haus, ambilin air."


" Kakimu gak patah lohhh, hanya memar. yang benar aja ".


" Benar gak patah ,hanya kan ambilin bentar, please."


Dengan bersungut sungut , Andien mengambil air putih, langsung satu ceret komplit sama gelas, buat Alex.


" Kamu ninggalin aku gini aja Ndien?".


" Jadi maksud kamu ,aku harus gimana lagi, coba bilang".


" Aku sedang mesan makanan dari kantin, tunggulah, temani makan".


" Gak usah, Jorsh sudah nungguin, kami akan makan bersama.Bye...," ujar Andien melangkah tanpa menoleh.


" Ndieeen...," teriak Alex.


Andien hanya diam, terus melangkah.


Alex dengan langkah cepat, menghentikan langkah Andien.


Kembali mengunci diri Andien dalam pelukannya.


" Ka..kamu...apaan sihhhh".


" Kamu mau di hajar lagi? " tanya Andien menahan amarah.

__ADS_1


" Jangan marah, temani aku makan".


" Gak bisa, aku udah janji duluan sama Jorsh".


" Jorsh siapanya kamu Ndien? pacar?".


" Kalau iya mau apa? ngurus banget".


" Ndien, aku menyukaimu".


" Terus?".


" Jangan menghindar Ndien".


" Gak...,aku gak akan menghindar.Hanya aku gak mau berdekatan dengan seseorang yang aneh, yang gak aku sukai".


" Ndien, aku harus bagaimana, agar kamu liat aku ".


" Jadi aku gak liat kamu, apa mataku buta sampai liat tingkah kamu?".


" Ihhh, aku maksud ,kamu melihat aku, melihat bahwa aku menyukaimu".


" Terus sudah liat kamu mau apa lagi?".


" Jangan nolak aku, bisa gak sihhh, " ujar Alex.


" Selama ini kamu tipikal yang bisa mendapatkan apapun, dengan cara kamu, namun sayang tuan, anda keliru, gak semua di dunia ini bisa anda dapatkan."


" Ndiennnn".


" Awas, " ujar Andien melepaskan cengkraman Alex.


Andien melangkah pergi.


Alex mengepal tangannya, kemudian mencengkeram rambutnya.


" Aku gak akan melepaskanmu Ndien, gak akan".


💐🌹💐🌹💐🌹💐🌹


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2