
Sudah pasti, kesempatan tidak datang dua kali, dalam hati Alex.
Alex tersenyum menatap Andien.
" Kenapa liatin terus".
" Kamu cantik, kamu beda , dan hanya kamu yang menolak pesonaku Ndien".
" Maknya jangan terlalu PD tuan ,gak semua orang, terpesona akan jabatan, uang, kedudukan. benar kan?".
" Benar banget, contohnya kamu Ndien".
Andien hanya diam.
Andien menuju sofa bersama Alex.
Andien mengambil es dan mengompres memar kaki Alex.
" Dasar badak bercula satu, gak pernah ngerasa sakit, ection aja.Banyak politik nya nihhhh".
Andien kemudian hendak keluar dari kamar Alex.
" Mau kemana Ndien, nih masih sakit", keluh Alex.
" Bentar, nyari obat memar".
" Tuh ada salab Ndien".
" Pakai yang alami aja dehhh , udah tunggu bentar," ujar Alexa.
Andien pun keluar, mencari di beberapa tempat.Dia pernah melihat tanaman lidia buaya . Dan dengan mata berbinar, Andien melihat bak harta karun, Andien menarik dua buah helaian lidia buaya.
Andien perlahan kembali menuju kamar Alex.
" Kamu kan buaya darat. jadi di obati dengan lidah buaya, " ujar Alexa.
" Bukannya lidah buaya buat luka bakar Ndien?".
" Coba search di mbah google, kegunaan lidah buaya itu banyak lohhh" .
" Baiklah, memar ini butuh perawatan mu Ndien".
" Jangan mangkir dari tanggung jawab, ledek Alex."
" Aku gak mangkir, jangan asal kalau ngomong", ujar Andien.
__ADS_1
" Good..." ,ujar Alex penuh senyuman.
" Next time ,jangan buat aku kesal, jangan mendekat, jauhlah sejauh mungkin," ujar Andien.
" Gak janji Ndien, kamu itu, wanita satu satunya yang aku suka".
" Kamu buta?".
" Gakkk, " ujar Alex dengan PD nya.
Andien akhirnya hanya diam, berdebat buat tenaganya terkuras.Perlahan Andien mengoles lidah buaya ke kaki Alex.
" Berlendir gini, jorok Ndien."
" Namanya obat, bisa diam gak sihhhh, jangan komplain".
Andien menatap tajam mata Alex.
" Ndien, aku haus, ambilin air."
" Kakimu gak patah lohhh, hanya memar. yang benar aja ".
" Benar gak patah ,hanya kan ambilin bentar, please."
Dengan bersungut sungut , Andien mengambil air putih, langsung satu ceret komplit sama gelas, buat Alex.
" Kamu ninggalin aku gini aja Ndien?".
" Jadi maksud kamu ,aku harus gimana lagi, coba bilang".
" Aku sedang mesan makanan dari kantin, tunggulah, temani makan".
" Gak usah, Jorsh sudah nungguin, kami akan makan bersama.Bye...," ujar Andien melangkah tanpa menoleh.
" Ndieeen...," teriak Alex.
Andien hanya diam, terus melangkah.
Alex dengan langkah cepat, menghentikan langkah Andien.
Kembali mengunci diri Andien dalam pelukannya.
" Ka..kamu...apaan sihhhh".
" Kamu mau di hajar lagi? " tanya Andien menahan amarah.
__ADS_1
" Jangan marah, temani aku makan".
" Gak bisa, aku udah janji duluan sama Jorsh".
" Jorsh siapanya kamu Ndien? pacar?".
" Kalau iya mau apa? ngurus banget".
" Ndien, aku menyukaimu".
" Terus?".
" Jangan menghindar Ndien".
" Gak...,aku gak akan menghindar.Hanya aku gak mau berdekatan dengan seseorang yang aneh, yang gak aku sukai".
" Ndien, aku harus bagaimana, agar kamu liat aku ".
" Jadi aku gak liat kamu, apa mataku buta sampai liat tingkah kamu?".
" Ihhh, aku maksud ,kamu melihat aku, melihat bahwa aku menyukaimu".
" Terus sudah liat kamu mau apa lagi?".
" Jangan nolak aku, bisa gak sihhh, " ujar Alex.
" Selama ini kamu tipikal yang bisa mendapatkan apapun, dengan cara kamu, namun sayang tuan, anda keliru, gak semua di dunia ini bisa anda dapatkan."
" Ndiennnn".
" Awas, " ujar Andien melepaskan cengkraman Alex.
Andien melangkah pergi.
Alex mengepal tangannya, kemudian mencengkeram rambutnya.
" Aku gak akan melepaskanmu Ndien, gak akan".
💐🌹💐🌹💐🌹💐🌹
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment