Pertarungan Bos Dan Bawahan

Pertarungan Bos Dan Bawahan
Separuh Aku...Kamu


__ADS_3

Andien lebih cepat bangun , dan ketika melihat berkas di atas meja, Andien membaca begitu banyak berkas dan alis nya mengkerut melihat berkas di hadapannya.


Sebagai orang kantoran dan sangat mengenal sistim tander.


Andien membaca beberapa catatan kecil dengan tulisan Alex.


Andien sangat terkejut.Andien menggeser mouse laptop , dan Andien membuka beberapa file.


Andien sangat terkejut.Andien mulai membaca data. Menggunakan kemampuan It nya melacak dan menyusuri apa sebenarnya yang terjadi, dan Andien mendapatkan alamat salah satu kediaman Alkan kumar.


Andien dengan tenang menutup kembali berkas dan laptop Alex.Andien mau melihat, apa Alex mau berbagi dan tidak menutupi apapun .


Andien menikmati udara pagi ditemani sang mami mertua.Setelah menyiapkan pakaian sang suami.


" Alex akhir akhir ini sangat sibuk ya nak".


" Iya mi,lembur melulu."


" Tetapi tenang saja Mi, Andien hari ini minta ngantor".


" Kamu barusan baikan nak, mami gak mau,kamu kelelahan".


" Lebih capek gak kerja, beneran mi."


" Jaga kesehatan ya nak, yuk kita masuk, tuh sepertinya Alex udah selesai mandi."


Andien mengangguk.


Andien menyendok kan makanan ke piring Alex.


" Yaaang, biar mas aja yang ambil, kamu susah berdiri dan duduk, apalagi sedang mengandung".


" Gak apa apa mas, kan tugas Andien."


" Gak ada tugas yaaang, mas itu ingin seperti kata :


" Jadilah orang yang mencintai dan bukan hanya untuk dicintai...


Karena mencintai bukan hanya menyamai persamaan tetapi keiklasan menerima perbedaan, menerima kekurangan pasangan, saling dalam segala hal, separuh diri mas adalah kamu, dan seutuhnya jiwa mas ada karena kamu".

__ADS_1


" Maaf mas lembur, karena Alkan membobol pertahanan data".


" Terua mas?".


" Mas ada back up data. ada juga buat rumusan melindungi tender dan proyek perusahaan yaaaang".


" Yang sabar pada Cara dan rencana Tuhan ya mas,


Rancanganmu bukan rancanganNya...


Karena bagi Tuhan tidak ada yang terlalu cepat..


Karena bagi Tuhan tidak ada yang terlambat...


Semua indah dan tepat pada waktunya."


Alex mengangguk.


Alex mengusap perut Andien.


" Mau sarapan apa yaaaang?"


" Makan sedikit nasi ya yaaang".


Andien mengangguk.


Andien terlebih dahulu meminum susu dan kemudian perlahan makan.Alex menyendoki Andien nasi sedikit, tetapi Andien terlihat sudah kenyang.


" Gak habis yaaang?".


Andien mengangguk.


Alex langsung memberi Andien air minum.Alex mengambil sisa makanan Andien.


" Buat apa mas?".


" Mas makan yaaang".


" Gak..gak usah mas,kan sisa Andien."

__ADS_1


" Gak apa apa yaaaang, kamu itu isterinya mas.Makanan gak boleh di buang, masih banyak orang susah yang belum tentu mendapatkan makanan.Jadi kita harus menghargai apapun, mas tahu kamu udah kenyang yaaang, mas gak salahin kamu, dari pada kamu muntah."


Alex mengusap wajah Andien.


" Mas baik banget".


" Pasti dong Ndien, anak mami.Semakin menikah, semakin ber prinsip, semakin dewasa."


" Setiap manusia pasti matang pada waktunya, benar kan mi?".


" Ya nak, mami mengharapkan kamu tetap baik, sayang sama isteri dan anak anak kalian kelak, setia,saling mengerti, yang akur, mami selalu mendoakan kalian nak."


" Amin mi, " ujar Alex mengusap tangan sang mami.


" Memakan sisa makanan isteri atau suami, bukan hal hina nak, lebih keliatan kan ikatan batin, ikatan hubungan, bahwa kalian bukan dua lagi, tetapi satu.Bagi mami gak ada istilah, kamu merendahkan suami, karena suami kamu memakan nasi sisa kamu."


Andien menunduk, merasa sangat takjub.Sang mami mertua ,bukanlah mertua yang pikirannya sempit, sang mertua sangat care, penyayang, dan sama seperti waktu batal nikah, karena salah paham.Mami menyalahkan Alex karena tindakan Alex ,gak membela Alex.Yang salah tetap salah dan si mami sudah mengatakan, kalau siapapun salah ,maka mami akan marah.


" Yaaang, gimana semalam ,jalan sama Dikta?".


" Seru pastinya mas, nonton, makan , belanja , gitu aja".


" Minum soda? "tanya Alex sambil tersenyum, Alex sangat tahu, Andien sangat suka soda.


Andien mengangguk.


" Sedikit mas, pengen banget , sampai ileran".


Mami Alex dan Alex tertawa.


❤❤❤❤❤❤❤❤


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2