
Andien menyaksikan sang suami sibuk bekerja. Andien juga membantu dan ikut kegiatan meeting pengerjaannya.
Alex sangat terbantu dengan kehadiran sosok Andien.Namun Alex membatasi Andien membantunya.Tidak mengijinkan Andien terjun lapangan.
Andien membaringkan badannya, pinggangnya merasa sakit.
" Apa sakit yaaang?" ujar Alex.
" Hmmmm, pinggang rasanya cepat pegal mas."
" Mami tadi ngomelin mas, karena bawa kamu yaaang, mami bilang ,kalau dekat mami akan nyusul, papi melarangnya".
Andien tertawa.
" Mami khawatir mas, mau gimana lagi".
" Makanya , jangan lasak ya yaaang, kalau mau ke kantor ,kalau mas lagi sibuk sama Sinai dan Sharon".
" Iya mas".
" Makan nya tadi banyak gak yaaang? apa habis sarapan yang mas buat?".
" Habis mas, Andien makannya pelan pelan."
Alex mengecup kepala Andien.
" Perusahaan kita semakin berkembang yaaang, bagaimanapun musuh menjatuhkan kita. Tuhan menopang dan membuat kita lebih berakar dan sukses."
" Amin....".
" Yaaang, proyek ini lebih cepat ,karena tim kamu dulu, semua gabung ke perusahaan mas,mereka juga loyal dalam bekerja. Mereka sangat menghargai kamu, sehingga mereka mau membantu mas".
" Ya mas, mereka teman Andien juga."
" Mas sudah makan?".
" Udah yaaang, tadi ibu kantin masak, mas makan sama karyawan dan pekerja ".
" Mas, Andien pengen makan angggur, rasanya pengen banget".
__ADS_1
" Nanti sorean ,mas bawa ke perkebunan anggur ya yaang, karyawan mas , orangtuanya petani anggur.Mas pernah kesana ."
" Beneran mas?".
" Beneran sayaaang, ada perkebunan, apel, pir dan ada juga perkebunan kelapa ".
" Beneran mas, janji kesana nanti ya".
" Janji yaaang, nih mas balik kerja, mas bilang ke pekerja nya ya yaaang".
" Ya mas".
" Masih dengerin musik yaaang".
" Iya mas."
" Kalau bisa tidur , di tidurkan ya yaaang".
" Baik mas."
Alex kembali memeluk Andien sebelum pergi.
Andien membaringkan tubuhnya, rasa ngantuk menderanya.
" Ngantuk banget Shar,beneran ngantuk, pinggang pegal ".
" Sini, Sinai usap non".
Andien mengangguk.
Sinai perlahan mengusap punggung Andien.Mereka menyetel lagu klasik, Andien pun tertidur .
Ketika pukul 4 sore, Andien membuka matanya, Andien tersenyum, melihat Alex sangat dekat dengan wajahnya.
" Mas baru mandi yaaang, gerah , keringatan."
" Beres beres ya yaang, mau ke kebun kan yaaang?".
Andien perlahan bangun dan tersenyum.
Ketika hendak berdiri, Alex menopang badan Andien.
__ADS_1
" Gerak Andien semakin susah kan mas, sudah 6 bulan baby kita, walau belum full ."
Andien menukar sweeter nya dan merekanpun pergi.
" Luas banget kebun nya yaaaaang".
Andien sangat takjub melihat perkebunan tersebut.
" Non, disana perkebunan anggur yang siap panen, naik mobil ini aja, biar non gak capek, " ujar pekerja Alex.
Karyawan Alex membawa mereka ke perkebunan anggur.Andien sangat takjub melihat anggur yang sangat banyak.
" Non ,hajar..." ujar Sinaj ngakak.
" dari bulan lalu pengen metik anggur sendiri, nih baru kesampaian.Babynya mau jadi pengusaha anggur kayak nya, " ujar Sharon ngakak.
Mereka pun sampai. Pelukan di berikan seorang ibu paruh baya, mereka sangat ramah pada Andien , Alex dan lainnya.
" Ini gunting dan keranjangnya Andien, ambil lah nak, ibu senang kalian kesini.Dulu ibu waktu hamil , banyak banget permintaan, aneh aneh lagi," ujar si ibu tertawa.
Alex tersenyum.
Andien tidak rewel selama mengandung, kadang hanya sesekali pengen makan sesuatu, itu juga yang mudah di cari , gak pernah hati hati.
Alex memegangi Andien menjelajahi kebun anggur.
Sang karyawan menjelaskan ciri anggur siap panen.
Andien sangat bahagia memetik anggur tersebut.
" Anggurnya tanpa biji, anggur telujuk mas, manis," ujar Andien mencoba setelah anggurnya di cucui Sharon dan Sinai.
Alex tersenyum dan mengusap keringat Alex di dahi Andien.
❤❤❤❤❤❤❤
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment