
" Sabar bos semakin di kejar, semakin menjauh, ada kalanya cara terbaik, memberi nya kecemburuan," ujar Dion sang asistennya.
" Tuh Rebeka mendekat, sengaja aja bos ,panas panasi, liat reaksinya gimana", ujar Dion.
" Hai Lex, apa kabar, udah lama gak ketemuan."
" Benar, "Alex sangat kesulitan ber akting.
" Duhhhh keliatan banget ototnya Lex, "ujar Rebeka.
Alex hanya diam saja.
Rebeka berusaha merayu Alex sampai sedemikian rupa, rayuan nya sampai terdengar di telinga Andien yang baru saja keluar dari ruang ganti.Tatapan Andien sebelumnya melihat Alex , sangat gugup, jantung Andien berpacu tanpa bisa dia cegah,namun ketika melihat wanita tinggi ,langsing mendekati Alex, tatapan tajam Andien tidak bisa dia sembunyiin.Andien bersisian dengan keberadaan Alex.
Karena sibuk memperhatikan Alex, Andien terpeleset, dan dengan secepat kilat, Alex menangkap Andien dalam pelukannya, Andien hanya menutup matanya karena takut jatuh ke sisi gedung, bisa jatuh dari lantai 2 , tangan Andien sampai gemeteran.
" Jalan harus hati hati," ujar Alex dengan lembut ," Alex masih mendekap Andien. Andien merasa terlindungi, dimanapun Alex selalu membantunya, karena terkadang Andien mau ceroboh.
" Makasih...," ujar Andien menegadah melihat Wajah Alex.
" Kamu kembali bau, badanku masih bau keringat," ujar Alex.
" Ehh...gak apa - apa, aku bisa mandi nanti," ujar Andien.
" Wajahmu masih pucat, "ujar Alex.
" A..aku...syok aja, sedikit lengah bakalan jatuh kesana ,tunjuk Andien."
" Aku antar pulang, sebagai imbalan terima kasih".
" Gak iklas bantunya," ujar Andien.
" Iklas banget Ndien, hanya cari alasan, biar bisa jalan sama kamu," ujar Alex dengan jujur.
Dion ngakak tertawa dengan tingkah Alex.
" Tuh wanitamu wajahnya merah padam, lepasin pelukanmu Lex."
" Dia bukan wanitaku Ndien, hanya pengagumku ".
" Tapi aku masih betah memeluk mu", ujar Alex mengedipkan matanya.
Andien berdiri tegak mengambil jarak dengan Alex.
__ADS_1
" Makasih," ujar Andien sekali lagi.
" Aku antar ya Xa , please."
Alex meraih jemari tangan Andien.
" Tanganmu masih gemeteran, " ujar Alex.
Andien mencari Reyhan.
" Mas Rey....".
" Ndien, aku gak langsung ke hotel nih, bokap sama nyokap lagi disini, apa mau ikutan bareng, "tanya Reyhan mendekati Andien .
" Gak mas, aku balik sendiri aja, naik taxi".
" Ikutan aja deh Ndien, sekalian kenalan sama calon mertua, "ujar Reyhan tersenyum.
" Ngaco dehhh," Andien tertawa.
" Ndien, aku duluan yaaah, hati hati, " ujar Reyhan dengan tatapan sedih.
Andien mengangguk.
Alex hanya melap keringatnya dan di lapangan mengganti langsung pakaiannya,jika ke ruang ganti, maka gadis buruannya keburu pergi.
Alex langsung menggenggam tangan Andien. Sedangkan Dion bersiul meledeki Alex.
Alex hanya tersenyum.
" Yukkkk, aku gak akan menculik mu lagi, maaf, benar benar maaf".
" Disini gak bakalan ada taxi ,beneran Ndien.Kalau ada juga satu satu, belum tentu dapat."
" Sampai di depan aja, biar aku gampang cari Taxi," ujar Andien.
" Pria sejati, gak akan menurunkan wanita nya di jalan, kalau pun bertengkar atau ngambek, dia bakalan tungguin, "ujar Alex tersenyum sangat manis.
Alexa memegang dadanya.Dalam hatinya, lama lama dia bisa kena serangan jantung, jika Alex manis begini, biasanya ngajak beperang, apa udah bosan perang melulu, aneh, "dalam hati Alexa.
" Baiklah..., " ujar Andien dengan suara pelan.
" Apa Ndien? kamu bilang apa?".
__ADS_1
" Baiklah, aku ikut nebeng sama mas".
Alex tersenyum dan menarik pergelangan tangan Alexa.
" Gak usah pakai pegang segala, diliatin orang, wanitamu tadi bisa nyakar aku lohhhh".
" Dia bukan wanitaku, wanitaku itu hanya kamu, yang menaiki mobilku,juga hanya kamu, gak pernah wanita lain, selain mamiku, " jelas Alex dengan tatapan serius menatap Andien.
" Belaguuuu, "ujar Andien.
Alex tersenyum.
Alex memutar setir nya dengan satu tangan, dan perlahan melajukan mobil sport keluaran terbaru.
" Satu tahun kamu menghilang Ndien, mas mencarimu kemana mana.Kenapa?".
" Kamu salah paham Ndien, itu hanya gosip aku bersama wanita itu. Aku gak butuh hal apapun menaikkan performa pekerjaanku. Aku gak butuh ,yang aku butuh kamu.Aku gak menjelaskan tentang hubungan kita, karena aku gak mau, keseharianmu terusik wartawan, kamu terganggu."
" Bukan karena aku rakyat jelata? alasan klise tapi nyata, sudah lah, masa lalu gak perlu di ingat, semua sudah dilalui, ku juga udah move on," ujar Andien membuang pandangannya ke arah jalan.
" Kita gak akan pernah berakhir, tidak Ndien."
" Aku gak menerima perpisahan lewat pesan Wa."
" Ya udah ,biar gak berantem, aku Andien Winata, selesai dengan Alexander Prayoga, "ujar Andien.
" Aku gak terima, alasannya apa? " gak jelas ,ujar Alex.
" Kamu pacar aku, calon isteri aku, aku pastikan hal itu ."
" Salah makan obat".
" Gak, "ujar Alex tersenyum.
🥰😍🤩😍🤩
Jangan lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1