
Andien merasakan kontraksi perutnya semakin luar biasa, Andien perlahan merasakan kesakitan luar biasa.
Alex merasa sangat serba salah , gak tahu harus bagaimana.Alex membelai perut Andien, mendoakan Andien bersama yang lainnya.
" Kami akan bawa Andien ke ruang bersalin, setelah menukar pakaiannya.Hanya suami yang boleh masuk dalam kelahiran normal," ujar sang perawat.
Mami dan Papi Reyhan mengangguk, demikian juga dengan mami dan papi Alex.
Mereka mengusap wajah Andien. memberi semangat lalu keluar ruangan.
Di ruangan tersisa Alex, Andien, perawat dan dokter.
" Biar saya saja yang menukar pakaian isteri saya dok, " ujar Alex.
" Baiklah pak, "ujar sang dokter.
" pakaian ini di masukkan dari depan, tidak usah pakai dalaman ya pak".
" Seperti pakaian operasi ya dok".
" Benar pak."
" Baiklah dok, " ujar Alex .
Andien menatap Alex.
Alex berusaha tersenyum.
" Apa takut yaaang?".
Andien mengangguk.
" Jangan takut ya yaaang, mas ada buat kamu, dimana iateri mas yang kuat ,tomboy."
" Beneran sakit banget mas".
" Mas ada browsing, badan manusia hanya mampu menanggung rasa sakit hingga 45 Del. Tetapi selama bersalin ibu akan mengalami hingga 57 Del, sama dengan rasa sakit akibat 20 tulang yang patah bersamaan. Sangat luar biasa bagaimana perjuangan Mama saat melahirkan, pasti sakutnya luar biasa kan yaaang, mas mohon,bertahanlah yaaaang, kamu bisa kan yaaaang".
Andien mengangguk .
Dekapan Alex memberi kenyamanan dan support yang luar biasa pada Andien.
" Andien pasti bisa mas".
__ADS_1
Alex mengangguk berusaha tersenyum dan menutupi kecemasan hatinya.
Kembali Andien mengalami kontraksi hebat, Andien mendekap Alex dalam dekapannya sambil meringis.Alex di ajarkan dokter mengusap punggung Andien.
Dekapan Alex membuat Andien lebih tenang.
" Akhhhh...akh........,sakit mas.....," ujar Andien menahan rasa sakitnya
Alex mengusap wajah Andien yang menengadah memandangnya.
" Kita ke ruang bersalin ya Ndien, kami akan membawa kamu di tangani di sana ya" ,ujar sang dokter.
Andien mengangguk.
Andien di papah Alex menaiki brankar, Andien memandang langit langit kamar.
" Bayangkan yang indah indah ya Ndien, mau liat wajah baby boy nya kan Ndien?".
" Mau banget dok".
" Makanya semangat ya yaaaang," ujar Alex.
Andien mengangguk.
Perlahan pintu di buka, Perawat dan Alex mendorong brankar Andien.
Ketika tiba di ruang beraalin,dokter memeriksa ,Andien sudah bukaan 7.
Jeritan, ringisan bolak balik Andien lakukan.
Alex menjadi sasaran Andien, pakaian Alex ,Andien tarik dengan kuat.
" Ndien, awas pakaian mas nya sobek, ujar sang dokter membuat gurauan agar Andien bisa merasakan lebih rileks."
" Mas haus," ujar Andien.
Alex dengan sigap menuangkan air minum dan memberikannya pada sang isteri.
Andien meminumnya seperti layaknya di gurun Sahara, kekeringan dan kehausan.
" Akibat teriakan. Andien sangat haus mas".
Alex tersenyum melap dahi Andien penuh dengan peluh.
__ADS_1
Andien kembali mengalami kesakitan, tidak terasa 5 jam sudah Andien lalui. Alex dengan penuh tanggung jawab menyuapi Andien makan, Andien makan , walau sedikit, tetapi Andien tetap makan, sewaktu makan, mami mertua ijin masuk, menyuapi Andien dan mendoakan sang menantu.
Sungguh Andien terharu.Mami Reyhan juga melakukan hal yang sama.
Jam menunjukkan pukul 8 malam, Andien terlihat lebih capek, lelah, dan semakin mengalami kontraksi panjang.
" Ndien, saya cek dulu ya,sudah bukaan berapa".
Andien merasakam sakit luar biasa
" Sudah bukaan 9, sebentar lagi, tahan ya Ndien,tahan ..., dan jika saya bilang ngedan, harus ngedan , kalau saya suruh tarik nafas,kamu wajib tarik ya Ndien."
Andien mengangguk.
" Edan Ndien ".
" Ehhhhhhhgggg....ehgggggg".
" Lagi Ndien , "ujar sang dokter.
" Semangat Ndien, posisi baby udah bagus, " ujar sang dokter.
Andien mengejan Alex bolak balik menyemangatinya.
Erangan Andien semakin menggema. edannan Andien pun Andien lakukan. Andien bolak balik mencengkeram tangan Alex ,hingga satu edanan, membuat Dokter dan perawat bahagia.
Suara tangisan bayi pun menggema kencang.Andien tersenyum saat Alex bolak balik menciuminya.Wajah Andien pucat karena perjuangannya.
" Liat Ndien, bahynya cakep,mirip kamu dan paoinya,kolaborasi kalian kentara banget Ndien," ujar Sang dokter.
Andien menempelkan pipi nya ke baby nya, Air mata Andien mengalir .
" Jangan nangis sayang, " ujar Alex.
Alex mendoakan sang baby .Sang baby putih dan begitu lucu,air mata Alex di ujung matanya terlihat.
Alex tersenyum sangat bahagia,demikian juga dengan Andien.
🥰😍🥰😍😛
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment