Pertarungan Bos Dan Bawahan

Pertarungan Bos Dan Bawahan
Bekerja Bersama


__ADS_3

Mereka sampai malam di mess. Di jemput beberapa mobil. Begitu turun dari pesawat, Alex mengurus kopernya dan koper Andien.


Bian dan Anto, assisten Alex mengurus koper dan gitar sang bos,juga biola Andien.


" Bos makanan karyawan semua sudah disiapkan di mess, " ujar Anto.


Alex mengangguk. Memakai kaca matanya, dan melihat Andien sedang berbicara dengan teamnya.


" Berangkat ke lokasi, di pecah jadi 2 aja, sebagian ikut mobil disana, " ujar Alex.


" Baik pak," ujar mereka.


Alex langsung menarik topi hoodie Andien ,agar mengikutinya .


" Mau kemana Ndien, kamu di mobil saya. wajib."


Andien terpaksa ngikut.


Bian dan Anto tersenyum melihat aksi heroik sang bos.


Andreas, James, David memasuki mobil, lalu Andien dan Alex duduk di bagian tengah.


Andien memasang earphone nya, mendengar beberapa lagu.


Alex hanya tersenyum memandang Andien.


Mereka pun sampai ke mess, mereka di antarkan Bian dan Anton ke kantin perusahaan.


Andien memandang bangunan itu, sudah banyak berubah dan di renovasi.Andien teringat, beberapa tahun lalu, papinya membawanya di mess ini, ini mess terakhir yang papinya bangun sebelum kecelakaan keluarganya.


Andien hanya bengong, menghapus air matanya yang perlahan turun.


" Maaf aku gak beritahu kamu, kebetulan pekerjaan kamu pertama memang disini" ,ujar Alex.


" Bangunan yang papimu bangun sangat kuatz kadang aku berfikir kenapa kamu gak jadi arsitek, tidak ada sekuat beliau membangun benteng melawan abrasi pantai, tidak ada sekuat beliau membangun Villa di tepi pantai, membangun mes, paling sering pemborong sekarang, membangun kontruksi bergaya hebat, baru dua tahun sudah retak, dan biaya pembangunan sangat extra, "ujar Alex.


" Jangan sedih, yoook ada kejutan buat kamu".


Alex mengelus rambut Andien. Andien terkejut dengan si bos kaku, bisa seperhatiannitu kepadanya.


Yang lain pada senyum melihat kelakuan sang big bos, tetapi berbeda dengan James.James terlihat sangat cemburu.


Alex menggenggam tangan Andien, mereka pun menuju ruang kantin, berbagai menu sudah disiapkan buat kedatangan mereka.


Alex tersenyum melihat mie kesukaannya.


" Makan mie malam apa kenyak bos?" tanya Andien.


" Makanan favorite big bos itu yah mie gini bu, di seduh dengan kuah panas, mie nya dari bahan aman, jadi gak efek di makan sering, semua bahan di perhatikan."

__ADS_1


" Kamu suka makan mie Ndien?".


" Gak terlaluz suka makan ayam goreng, dan soda. Namun mana boleh lagi, sesekali pun jarang," ujar Andien.


Andien mengambil roti, mengunyah perlahan. Roti itu seperti sandwich, sangat renyah sayuran di dalamnya.


Andien juga memakan sebuah menu unik, ada nasi dan daging dalam porsi sedang, Andien juga memakan sayuran ditumis, Kenzo sangat suka sayuran di tumisnya ,sangat segar.


" Sayurannya fresh ,"ujar Andien pada Andeas.


" Kebun sayur di belakang mess, semua di olah ibu kantin, " ujar Alex.


Andien sangat takjub.


" Biasa bercocok tanam di tanah dekat pantai, sayuran kan gak begitu enak".


" Mereka mengolah tanah , ada sebagian sistim hidroponik, besok liat aja Xa, kita besok hanya ngantor. tugas lapangan lusa."


Andien mengangguk.


" Ndien, nih titipan , " ujar Andreas .


" Kena berapaan An?".


" Udah ,gak sampai jual rumah."


" Jangan gitu, kan udah nitip".


" Iya, bu Martha pernah ngasih, dia bilang titip sama kamu beli, soalnya kamu tinggal di daerah banyak orang indonesia nya".


" Ya Xa, dulu aku lama tinggal di Indonesia,proyek di Jawa, Kalimantan, jadi makanan mereka banyak aku suka. Nyari apartemen juga di daerah orang indonesia, nyari makanan apa aja gampang, nasi uduk, nasi gurih, nasinkiwet ,ada semua."


" Ihh,kamu gak cerita, kalau nantinkita balik ke kota, wajib kamu bawa aku kulineran 3 hari 3 malam".


" Malam juga ada Xa, tapi banyakan hot pot, makanan Korea, ada juga sih yang jual pecal lele, sayur asem, tempe medoan, tempe bacem,namun harga di Indo lebih murah, disini tergolong makanan exclusive."


" Sudah sampai pelosok baru ngomong, gak seruh ahhh," ujar Andien cemberut.


Andreas tertawa.


" Ndien ,laporan yang kamu minta ini udah saya rapiin," ujar James.


" Makasih ya James".


James mengangguk.


Alex menerjma telepon entah dari siapa, Andien dan team nya pun meninggalkan sang bos ,lagian privasi sang bos.


" Kamu dekat dengan Alex Ndien?" tanya James.

__ADS_1


" Rumit deh James, dari saat kuliah semakin rumit, saat SMA ,gak gimana gimana".


" Kamu satu SMA dengan big bos?".


" Yup, walau dia tua 4 tahun ,tapi kelulusannya sama dengan tahun aku, kuliah dia percepatan, jadi selisih 1 tahun dengan aku, tepatnya gitu sihhh".


" Orang pintar ,kenapa 4 tahunan waktunya terbuang sia sia yahhh, misterius, " ujar David.


" Hmmm, benar, aku aja bingung 4 tahun kemana aja, " ujar Andien.


" Wuihhh,lihat langitnya banyak bintang, waw banget.Kamera siapa yang bisa motret kalau malam".


" James punya tuh, canggih."


" Kita foto bareng yukkkk, setelah itu ambilin ya James beberapa foto aku".


" Honor nya nihhh berapa, " ujar James bercanda.


Andien tertawa ngakak.


Mereka oun meletakkan kamera di sebuah batu,James menyetel kameranya.Mengatur time.


James berlari dan mereka sangat banyak berfoto berbagai pose.


James mengambil Andien beberapa pose.


Andien terlihat sangat cantik .


" Wuihhh mantap hasil nya James", ujar Andien.


" Kirim ya hasilnya, " ujar Andien semangat.


" Med kita dimana James?" tanya Andien.


Mereka pun duduk menatap bintang.


" Mes dari sini sampai sana. Kunci akan diberi ibu yang bagian mess".


" Ohhh, ihhh cakep banget pemandangan disini yahhh, gak bosan ,wonderfull," ujar Andien.


Semua pun mengangguk.


❤❤❤❤❤❤❤


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2