Pertarungan Bos Dan Bawahan

Pertarungan Bos Dan Bawahan
Menjagamu


__ADS_3

Sinai, Sharon , Andien dan beberapa pengawal. sengaja duluan keluar dari pintu kedatangan luar negeri.Alex selalu mengawasi pergerakan Andien dan para pengawal, Alex menyamarkan pandangannya dengan memakai kaca mata hitamnya.


Wajah Alex menegang, ketika melihat orang yang sangat berarti dalam hidupnya berlalu darinya. Beginilah cara Alex melindungi Andien. Alex tidak mau ,kehidupan isterinya disorot media.


" Non, apa non takut?".


" Takut gak sihhh, hanya merasa terganggu, gak ingin terusik,pengen tenang aja ,lewati masa kehamilan, lewati masa membesarkan anak."


" Non , itu mobil kita ".


Andien mengangguk.


Andien masih mengenakan kursi roda.Dengan sigap Sinai dan Sharon memperhatikan sekeliling mereka.


" Sinai, coba liat itu, buahnya seger banget. Kita beli yukkk, pengen", ujar Andien tiba - tiba.


" Waduh," ujar Sinai.


" Tuan mengawasi kita non ".


" Sin......, buahnya manggil manggil lohhhh".


Sinai menepuk jidatnya.


" Ya udah, kita singgah bentar, jangan makan disana ya non".


Andien mengangguk.


Sinainpun memberitahu pasukan dan mengirim pesan ke Alex.


" Pak ,bisa cepetan gak motong buahnya, jangan pakai lama pak".


" Yang sabar non, maklum saya baru buka toko ini," ujar sang penjual.


" Latihan banyak pak, " ujar Sinai menggerutu.


Andien menahan tawanya.


Sesudah selesai membeli buah, Andien dengan wajah sumriah memakan buahnya, Sharon mendorong kursi roda Andien.

__ADS_1


" Non , kalau hamil, ada aja permintaan tiba tiba ya non, ledek Sharon."


" Jika hamil, gak tahu, entah kenapa pengen banget, rasanya suatu makanan di ujung lidah.Pengen ngunyah."


Sinai dan Sharon mebahan tawa.


" Makan buah aja, non kayak makan sesuatu yang waw banget, ledek Sinai."


Andien perlahan berdiri, memasuki mobil.


Andien bengong saat melihat sosok Alex di dalam mobil.


" Mas.....?".


" Kamu lama benar sayaaang, mas khawatir, melihat kamu jajan, mas cemas, semoat sempatnya lah isteriku jajan buah, ledek Alex menahan tawanya."


" Beneran geregetan juga saya bos, mana saat genting, situasigak ada yang tahu, eh sj non minta beli buah , sampai nelam nelam ludah, mau di tolak, takut nangis sampai guling guling, yah terpaksa ngalah, "ujar Sinai tertawa.


" Mas kenapa di mobil ini?".


" Mas pakaikan Benyamin jas, mas pinjam jaketnya," ujar Alex.


Andien sampai bengong .


" Beneran dek, Benyamin aja sampai bengong."


" Ihhhh....,mas ada aja, " ujar Andien menahan tawanya.


Sinai dan Sharon juga menahan tawa.


" Dika, bawa ke mansion dekat rumah sakit ".


" Baik tuan muda".


" Jangan ledekin mas lagi, udah yaaaang, udahhhh".


Alex mendekap tubuh Andien.


Dan Andien paling tahu, suaminya yang uyu, gak akan liat tempat, jika di luar ,masih jaim, tetapi jika di dalam mobil maka ,suaminya bakalan bersikap manja, bahkan bersikap gak pedulian, bahkan para pengawal harus membuang mukaz pura pura gak lihat, dan sudah pasti bagian tirai di tekan ,buat di tutup.

__ADS_1


Andien menyandarkan tubuhnya yang sedikit lelah ,di dada bidang sang suami .


" Lelah yaaang?".


Andien mengangguk.


" Mami mana mas?".


" Sama Benyamin, hehehehe".


" Ihhh, nakal mas."


" Udahlah yaaang, mami paham sama mas, bahkan ketika dia merepet ,abang bawa kamu ke proyek, dia paling tahu, abang gak bisa jauh dari kamu."


" Buahnya apa habis,? buah yang di beli gadi?".


" Ya mas, habis ,gak bersisa, tetapi makan nasi. Andien gak bisa tadi, mual".


" Udah makan obat mualnya dek?".


" Udah mas".


" Ngantuk mas".


" Tidurlah yaaang, nanti mas akan angkat".


" Dibangunin aja mas, adek udah berat banget, naik 5kilo".


" Masih 5kilo yaaang, kamu masih kurusan, gimana dengan karyawan nya mas, hamil gendut banget naik puluhan kilo".


" Mas,ini aja sudah sesak lohhhh".


Alex tersenyum mengusap wajah Andien dengan penuh kasih sayang.


🥰😍🥰😍🥰😍


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2