
Ke esokan harinya, Andien dan Alex mengunjungi Titlis, disana mereka naik cable car.
Titlis merupakan suatu gunung yang berada di pegunungan Alpen dengan ketinggian sekitar 3.029 meter.
Hal yang bisa di lakukan di objek wisata populer ini salah satunya naik cable car, dimana bisa melihat panorama salju putih yang indah dari ketinggian.
Bisa bersama anak-anak bermain seluncur di dataran bersalju sehingga membuat pengalaman liburan semakin berkesan.Selain itu, para pengunjung bisa bermain-main dengan salju, snow tubing, berfoto dengan baju tradisional Swiss dan aktivitas menarik lainnya bahkan saat musim panas sekalipun.
Andien mulai menguasai trik bermain ski.Alex meluncur ke daerah curam, dan akdi Alex sangat piawai.Beberapa tepuk tangan buat Alex ,dia dapati dari beberapa pria disana.
Sewaktu hari sudah Sore, Alex dan Andien menikmati coffee , dan memakan cemilan.
" Yaaang ,main lagi yukkkk".
Alex mengangguk.
Tidak terasa mereka berdua beradu aksi, Andien dan Alex menikmati berseluncur di atas salju, mereka semakin jauh, dan area mereka ber ski semakin menarik.
Alex merasakan arah angin tiba tiba extrim , dalam hitungan menit , badai yang tidaknpernah di prediksi datang.Alex kesulitan menemukan Andien.Alex berteriak, namun Andien tidak di temukannya.Banyak orang terjebak badai .
Alex dan Andien jaraknya paling jauh buat kembali.
Alex ketakutan, mencari Andien .Belum pernah Alex ketakutan seperti saat ini.
Sekitar 15 menitan, Alex berupaya mencari Andien. badai semakin menggila. Banyak pohon dan salju terhempas.
Alex tersandung sebuah gundukan dan bertapa terkejutnya Alex saat melihat ujung baju Andien.
Alex menggali dan melihat Andien sudah tidak sadarkan diri.
Alex menggendong Andien, mencari tempat ,mereka jauh dari bagian awal bermain.
Alex akhirnya menemukan sebuah rumah ,Alex membuka rumah itu, disana ads kayu bakar, dilengkapi tempat tidur dan ada terdapat makanan.
Alex melihat pakaian juga.
__ADS_1
" Yaaaang, Alex menepuk wajah Andien. Andien tetap tidak bergerak, denyut nadi Andien sangat lemah."
Alex menghidupkan perapian.Ruangan menjadi hangat.
Alex perlahan melepas pakaian Andien menukarnya dengan pakaian kering. Alex memeluk Andien, Andien masih belum beraksi.
Alex semakin ketakutan.
" Sayaaaang, bangun,mas mohon, " ujar Alex.
Tubuh Andien masih sangat dingin. Alex tidak banyak berpikir lagi, Alex kemudian memeluk Andien kembali membuka pakaian Andien.
" Maaf yaaang, maaf".
Alex membuka pakaiannya ,mendekap Andien. Andien tetap tidak bereaksi.
Alex menangis ,menusap dan membelai wajah Andien.
" Mas mohon yaaangggg, sadarlahhhh".
Andien tetap diam.
Andien baru bereaksi kesakitan. Alex perlahan mendekap Andien, perlahan melakukan hubungan suami isteri. Wajah Andien kemudian menghangat, dan perlahan Andien membuka matanya.
" Sa...sakit, " ujar Andien.
Alex langsung mendekap Andien.
Alex memakaikan pakaian Andien, Andien masih sangat terlalu lemah. Alex tahuzAndien merasa bagian inti tubuhnya sakit, bahkan bercak darah masih berada di alas yang Alex buat. Alex mengambil selimut membungkus Andien.
Alex memasak air dan membuat minuman.
Malam itu, Alex tidak tidur sama sekali, keadaan Andien sangat lemah, badai masih berlangsung.
Dan sekitar jam 2 pagi, Alex mendengar suara Benyamin memanggilnya.
__ADS_1
Alex pun keluar dari rumah kayu. Alex melihat tim SAR disana.
Alex berteriak sekuat kuatnya.
Benyamin dan Tim SAR pun mengecek keadaan Andien. Salah satunTim SAR seorang dokter menyuntikkan beberapa obat pada Andien dan Alex.
Andien pun di gotong dengan tandu.
Sekitar 1 jam lebih, mereka pun berada di atas, Ambulan langsung membawa Andien dan Alex pergi .Alex juga melihat ada beberapa pengunjung meninggal, karena terjebak salju.
Alex tetap mendekap tangan dan tubuh Andien. Andien sudah di pasang banyak selang.
Ketika sampai di rumah sakit, Andien dan Alex mendapat perawatan. Alex memerintahkan agar Benyamin mengurus kamar mereka VVIP dan satu kamar, Alex tidak mau pisah dengan kamar dengan Andien.
Selesai pengurusan kamar, Andien dan Alex pun di pindahkan ke ruangan VVIP dengan pengontrolan 24 jam dari dokter.
Alex memanggil Benyamin.
" Sediakan berkas saya dan Andien. Saya akan menikahinya besok secara sipil, tolong panggil papi dan mami."
Dan ketika Andien pagi itu terbangun, Alex berada di dekapannya.
" Maaf Ndien,bukan maksud mas gimana gimana sama kamu. Mas gak mau kehilangan kamu yaaang, " ujar Alex mendekap Andien.
Andien hanya diam.
Petugas catatan sipil pagi itu datang. Mami dan papi Alex hadir disana. Alex sudah menceritakan apa yang dia lakukan .
Andien dengan lemah menandatangani berkas di hadapan nya.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰😍
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment