
Waktu tidak bisa di tebus, demikian juga cerita.Semua kisah silih berganti tanpa tahu kemana arah nasib dan tujuan hidup.
Ketika Andien melirik, dia sangat terkejut, ternyata Alex duduk gak jauh dari dia dan Dikta duduk.Alex mengetuk ngetuk jarinya di meja. Andien menunduk. Terus terang kisah Dikta dan teman nya hampir sama,Dikta gak melebih lebihkan, bahkan Andien bisa melihat, beberapa bekas luka di bagian lengan Dikta . Ketika Andien menarik dan melihat bekas luka begitu banyak, membuatnya merinding. Sedemikiankah cinta bisa melukai pasangan nya.Hati Andien teriris.
Apalagi curhatan Dikta , pastinya sangat mempengaruhi Andien.
Setiap ketemuan teman yang menderita akibat pernikahan 9 orang, yang bahagia hanya 1.
Ada yang bertahan berumah tangga karena persoalan anak, ada yang suaminya di depan umum aja , mengacuhkan isterinya.
Curhatan itu sangat menyakitkan.
Setelah pertemuan dengan Dikta, Andien duduk di kursi restoran bagian depan. Menatap langit penuh bintang.Hidup bagaikan misteri, mengarungi laut, tidak tahu akan bersandar,tidak tahunkapan badai datang, semuanya semu dan gak ada kepastian dalam hidup.
Andien menelepon Alex, dan ternyata Alex sudah berada telat di belakang Andien duduk.
Bunyi handphone Alex menyadarkan Andien.
" Pulang yuk mas, "ujar Andien.
Alex mengangguk.
Di perjalanan, Andien hanya memejamkan matanya, extra berpikir .
" Cyrhatan Dikta dan teman temanmu ,sangat besar mempengaruhi hubungan kita Ndien," ujar Alex.
" Kamu meragukan mas, mas tahu".
Andien hanya diam.
" Waktu, pembuktian yang menjadi jawaban kan Ndien, jika mas bilang, mas setia, gak berubah, kamu pasti bilang, Ahhhh, bualan , itu kata kata nya mas sekarang, nanti jika menikah, ujung ujungnya seperti kisah Teman kamu".
Andien hanya diam, tidak bereaksi.
" Jangan pernah terpengaruh dengan kisah lain Ndien ,ini kisah kita.Mendengar cerita dan masukan teman gak ada salahnya, namun jangan tarik menjadi satu kisah yang sudah tahu akan akhirnya. Itu sangat beda Ndien".
__ADS_1
" Apa kisah kamu dan kisah mereka sama? belum tentu kan".
Andien hanya menatap wajah Alex. Andien memalingkan wajah menghadao kaca.
" Jujur, aku gak pernah memikirkan pernikahan mas, gak pernah mikir banyak, yang aku tahu, aku mengumpulkan uang, bisa hidup mandiri, gak selamanya aku bisa bekerja, gak selamanya aku begini, walau gak bekerja, setidaknya aku harus mampu mengandalkan diri ku."
" Mandiri itu gak ada salahnya, namun wanita atau pria butuh keseimbangan , dalam hidup oerlu cinta , beneran yaaang".
" Pernikahan seperti sesuatu yang menakutkan bagi kamu".
" Hmmmm, sewaktu aku SMP, aku mendengarkan pertengkaran kedua orangtuaku tentang hubungan papiku dengan seorang wanita. Papiku orang yang setia, namun di jebak sang wanita.Mamiku kekeh ingin cerai, namun papiku tidak mau.Lama mereka bertarung dalam masa itu, hingga papi bisa menunjukkan wanita licik itu seperti apa di hadapan kami."
" Papiku mengatakan, dalam setiap hidup ,ujian itu ada. Namun hampir saja kedua orangtuaku bercerai hanya karena wanita itu ."
" Jangan pernah minum minuman keras, dipaksa rekan kerja atau teman, paling banyak jebakan wanita dan teman karena nalar gak berfungsi saat pengaruh alkohol. Banyaknrumah tangga hancur ,karena perselingkuhan, penyebabnya yah alkohol.Paling babyak jebakan pria dan wanita ,di akibatkan alkohol juga," ujar Andien.
" Kamu sering minum kan mas?".
" Sesekali, kalau ngumpul.sama teman."
" Aku akan berubah Ndien".
" Kebiasaan gak akan mudah berubah kan ".
" Tergantung pada niat, jangan menilai di awal Ndien".
" Lingkunganmu berbeda mas".
" Buat wanita yang aku cintai dengan segenap hatiku, apapun akan aku lakukan".
" Biasa pria di awal".
" Kamu sangat meragukan aku yaaaang".
" Hmmmmm".
__ADS_1
" Hukuman masih berlaku 5. Hukuman pertama ,kamu gak boleh ceraikan aku".
Andien melototkan matanya.
" Gak kebalik tuh mas, nikahnya kapan, udah min kata cerai aja".
" Mau pacaran atau menikah nanti, kamu gak boleh ceraikan aku."
" Permintaannya jangka panjang ya? ".
" Bisa dibilang gitu yaaaang".
" Akal banget kamu mas".
" Jujur yaaaang, kamu sangat meragukan mas, mas tahu. Tetapi kisah kamu dan mas beda , kita gak akan pernah sama".
" Itu cerita di awal mas".
" Awal dan akan berlanjut yaaang, kita tidak akan pernah melepaskan."
" Intinya mas dan kamu, itu aja."
Alex membelai wajah Andien.
Tatapan teduh Alex membuat Andien gak tahu harus berkata apa lagi.
🥰😍🤩🥰😍🤩
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1