
Andien dan James berjalan mengelilingi pusat jajanan, Andien kembali membeli cemilan, ayam goreng crispy penuh dengan saus pedas, Andien sangat suka.
" Cobain James".
" Waduh pedes banget Ndien".
Andien tertawa melihat James kepedasan.
" Jangan makan sembarangan Ndien, dan jangan minum soda, ingat kata dokter, " ujar sebuah suara.
Andien menoleh dan melihat sosok seseorang.Ansien membuka topi dan benar saja sorot mata itu sangat Andien kenal.
" Kenapa bisa disini tanya Andien."
" Ini pusat jajanan umum Ndien, kebetulan bangwt kita ketemu".
Andien mengerutkan alisnya.
" Modus dehhh, jangan jangan nguntit nihhhh".
Alex hanya tersenyum.
" Hai james, " ujar Alex.
James terkejut melihat sosok sang atasan.
" Ha..hallo pak".
" Lagi jalan berdua?".
" Benar pak, " ujar James.
" Saya ikutan yahh, " ujar Alex.
James melongok terheran heran. Biasanya sang bos gak ngeh sama cewek.
" Jangan bengong gitu, saya satu kampus dengan Andien, kami saling kenal sebelum dia gabjng di perusahaan.Kamu liat sendiri kan hasil ujiannya, murni," ujar Alex.
" Pasti pak," ujar James.
Alex menarik makanan yang Andien makan.
" Jangan makan ini, nanti pendarahan lagi Ndien, gak kapok, " ujar Alex menyentil dahi Andien.
" Aduhhh," ujar Andien meringis kesakitan.
" Enak mas, sesekali".
__ADS_1
" Ini super pedas, nanti sakit perut", ujar Alex.
Andien mengangguk.
" dasar penguntit, " ujar Andien mencibirkan lidahnya.
James dan Benyamin terkejut melihat tingkah Andien. Benyamin menahan tawa.
Andien kembali berjongkok melihat seorang pelukis sedang menarik kuas di kanvas nya.
Andien memperhatikan sang pelukis menarik kuas nya.Andien tersenyum. Lukisannya menggambarkan seorang wanita sedang memandang matahari di pagi hari, dengan gaun putih yang tertiup angin.
Andien tersenyum dan memperhatikan beberapa lukisan lainnya.
Andien sangat tertarik melihat sebuah lukisan , seorangbibu dengan anak perempuannya, mengingatkan Andien dengan sang ibu, lama Andien memandang nya , kemudian Andien melihat harga lukisan itu, lumayan mahal. Andien pun berdiri .
" Kalian ngumpul disini ngapain?" tanya Andien.
" Kan bisa ke lain tempat," ujar Andien.
" Mau liat juga," ujar Alex berkilah.
Andien pun berdiri ke stand lainnya.
Alex membeli lukisan yang membuat Alexa tertarik.Benyamin memegang gulungan lukisan itu.
" Tumben bos sukanlukisan".
Benyamin menahan tawa nya.
" Bos harus banyak belajar tentang lukisan, biar nyambung sama non Andien".
" Rekoment dong Ben, siapa yang pandai mempelajari lukisan".
" Bian bos, Bian pandai bos".
" Dari pelukis Pablo Picasso,Leonardo davinci, entah siapa aja ,dia hapal bos".
" Ya ,nanti saya akan belajar dari
" Bian bos, Bian tahu banget, dari lukisan apa aja, belajarlah ke museum sama dia bos. bos kan jenius ,pasti cepat bisa ngerti."
" Ya Ben, makasih".
Alex mengejar langkah Andien.Mereka duduk di sebuah stand menjual berbagai tanaman. Andien melihat beberapa tanaman , Andien sangat menyukainya.
" Sayaaang ,kalau kerja berbulan bulan. sudah bawa mereka kan, di apartemen ,gak ada yang urus bakalan mati, "ujar Andien.
__ADS_1
" Kalaj tugas luar, titip di rumah mas aja, ada mami yang urus, mau ikut ke rumah mami, disana banyak tanaman kaptus dan lainnya, " ujar Alex.
Andien menatap beberapa Anggrek.
Alex memilih beberapa pot anggrek ,dan beberapa tanaman hias.
" Buat siapa mas? " tanya Andien.
" Buat mami mas".
" Aku mau yang ini , apa ada lagi pak?" .
" Ini hanya satu non".
" Ambil aja Ndien".
Andien bengong.
" Jadi mami mas punya?"
" Udah , ambil aja."
Andien mengangguk bersemangat. Andien juga memilih beberapa tanaman.
" Nitip yah, kalau kita tugas".
Alex mengangguk.
James bengong melihat interaksi Alex sang bos dengan Andien.
" Kamu pulang ikut saya aja Ndien, sambil nitip tanaman mu ke mami".
" Gak enak sama James juga mas".
" Gak apa apa kan James".
" Gak apa - apa Xa".
" Makasih banget udah bawa kesini James."
James mengangguk.
π¨βπΌπ§βπΌπ©βπΌπ¨βπΌπ§βπΌπ¨βπΌπ©βπΌπ¨βπΌπ§βπΌ
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment