
Sewaktu makan siang, Andien dan bu Martha saling bercanda menuju lift, lift seperti biasa sangat penuh. Alex melihat Andien , menghampirinya,nmnguringkan niatnya memasuki lift.Dan asisten pun mengikuti Alex.
" Ndien, bu Martha ,ikut ke lift saya aja, lift sangat padat karena jam makan."
Bu Martha langsung mengangguk dan menarik Andien.
" Bu ,kita tunggu lift itu aja, apa ibu laper banget yaaah?".
" Ibu bukan lapar benget Xa, nih lift, se jmur umur belumnpernah ibu coba, penasaran ,naik lift privasi big bos gimana sihhhh, kemaruk.dikit,mumpung dj tawari, ibu gak mau melewatkan kesempatan langka."
" Semua lift mah sama bu, bentuk juga sama, gak ada beda,beneran.
Alex tersenyum melihat polosnya sikap Andien.Menggemaskan banget.
" Sering sering ajak ya bos, " ujar bu Martha.
" Ibu kalau keseringan naik lift ini, nanti rasanya udah biasa juga bu, pakai lift umum jauh lebih enak, selain gedek, bisa cuci mata, cowok tiap divisi kan ganteng, bisa buat gak ngantuk kerja bu."
Bu Martha ngakak.
" Emang cowok divisi mana tampan Xa?"tanya Alex tiba tiba.
" Sama saya ganteng , belum tentu sama bu Martha gitu pak, ganteng dan cantik itu relatif".
Alex menahan senyumannya.
" Memang Andien selalu beda, unik dan selalu mengutarakan apa adanya."
Andien dan bu Martha makan di meja kebesaran mereka, mereka suka makan di meja tersebut.
" Tumben nih meja ada bunga bu, hati- hati nanti banyak tawon," ujar Andien tertawa.
" Kita aja cukup jadi bunga mekar mewangi, yang ginian gak di anggap ya bu, bunga bank aja, cairnya gimana, " ujar Andien kembali tertawa.
" Wanita di beri bunga suka loh Ndien, kamu kok gak suka?".
" Suka bunga hidup bu, bunga gini indah di pandang sekejap, trus kan layu, masuk tong sampah."
" Benar juga kamu Ndien, " ujar bu Martha.
__ADS_1
" Menu kita hari ini apa Ndien."
" Kita coba makan mie aja, mie buatan sini kayak karyawan itu makan bu, kayaknya enak."
" Namanya apa? kita gak tahu".
" Ibu nanya aja bu, jangan aku, beneran gak mauuuu".
" Udah sekalian kenalan, tuh cowoknya cakep juga Ndien."
" Gak ahhh,malu aku beneran dehh bu, cepat ibu aja yang nanya, nanti waktu kita habis ,gak jadi maem," ujar Andien menutup wajahnya dengan lembaran menu.
" Menu ini harusnya ada fotonya masing masing, jadi gak nanya - nanya kan bu."
" Ya ,nanti di refisi Ndien.Kamu mau makan apa?".
" Loh bu Martha mana pak? " Andien bengong melihat sang big bos duduk di depannya.
" Saya udah kasitahu, nama mie nya apa.Bu Martha udah mesan, saya juga mau, mie nya enak."
" Bos jangan duduk disini, semua mata liatin saya, saya gak bisa nelam nanti, beneran dehhhh".
" Suka bunganya Ndien?".
Alex mengangguk.
" Tumben bisa romantis pak, suka sih suka, tapi sayang, bagusan bunga hidup, ini layu bakalan mendarat di tong sampah."
" Jadi suka bunga hidup?".
" Yup, tapi gak usah beri gini, liat ,meja ini aja yang ada bunga, bapak yang benar aja, gak enak dehhhh jadinya."
" Ini bunga snow drop, tetesan salju, tandanya pengharapan, simbol kemurnian."
" Hmmmmm."
" Gimana ,cair gak?" tanya bu Martha.
" Cair apaan bu?."
__ADS_1
" Cair ngeratu kamulah, mau cair bonus masih lama Ndien, " ujar bu Martha.
" Ehhh saya ganggu acara gak nih pak?".
" Iya juga bu, " ujar Alex tanpa malu.
Bu Martha tertawa.
" Bu, jangan kemana - mana tadi janjinya kan kita makan bedua, bapak aja yang pindah sebelum singa dan macan tutul melahap saya", ujar Andien dengan wajah serius.
" Mereka gak akan berani lagi, menyebarkan gosip, apa berani bernasib seperti Leondra?".
" Please pak, pindah," ujar Andien.
Alex menarik nafasnya panjang, dan kembali ke meja di seberang meja Andien dan bu Martha.
" Ndien,kamu gak takut usir big bos?".
" Stttt gak bu, kalau dia nya marah, PHK saya yah udah, soalnya saya awalnya kan mau mengundurkan diri, tapi denda 3M ,buat orang sebatang kara yah berat bu".
" Yang benar aja 3M , ah gak segitu Xa."
" Beneran bu, saya buru buru tanda tangan ,yah kena jebakan batman dehhhh, apes."
" Makan mie nya Ndien, mumpung masih hangat".
Andien pun mencoba mie tersebut.
" Rasanya enak ya bu, beda dari mie biasa."
" Ya benar Xa, ini baru sajian di kantin, setiap ya bulan ganti terus. Dulu ada ayal goreng dan soda, entah mengapa tiba tiba raib , gak ada lagi."
Andien bengong, kemudian melanjutkan makannya.
🥰😍🤩🥰😍🤩
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment