Pertarungan Bos Dan Bawahan

Pertarungan Bos Dan Bawahan
Kamu Beda


__ADS_3

Satu hal yang membuat Alex mencintai dan menyukai Andien, Andien pikirannya sederhana, gak ada intrik dan matreslistis, apa yang dia peroleh, yah dengan kerja keras, bukan mengharap mendapatkan suami kaya ,layaknya para wanita.


Alex bertekad dalam hatinya, tidak akan melepaskan Andien.


Dari pagi, Andien dan temannya bekerja, memasang beberapa pipa, mengecek fungsi setiap bagian, keringat memenuhi tubuh mereka,terik matahari menyengat, membuat sesekali Andien meneguk air minumnya.


" Kalau haus, minum, yah jadi gini , mau pipis, " ujar Andien.


Teddy dan Jorsh tertawa.


Andien permisi ke toilet.Andien pun menaiki kembali tali yang dia gunakan.


Andien tersenyum ,ketika akan mendarat, se sosok tangan menariknya, membuatnya terkejut.


Namun sosok itu mencengkeram tubuhnya.


" Kenapa turun dan naik lagi? pekerjaan blm siap".


Andien bergegas membuka talinya .


" Ndien kamu kenapa?".


" Nanti aja ngomongnya,aku ke toilet dulu, sesak pipis," ujar Andien sambil berlari menuju toilet.


Alex tertawa melihat tingkah Andien.


Ketika Andien sudah selesai, Andien membuka pintu kamar mandi, dan mendapati Alex sedang menunggunya di luar.


" Kenapa nunggu disini, apa gak bau?".


" Mana berani mereka buat bau toilet, bisa di pecat CS nya," ujar Alex.


" Benar, kalau toilet ,jorkk, bau, ampun," ujar Andien.


" Tubuhmu penuh keringat dan kotoran", ujar Alex.


" Namanya kuli panggul, bukan sekretaris, "ujar Andien.


" Kenapa gak tertarik dengan pekerjaan wanita Ndien?".


" Gak ada tantangan", ujar Alexa.


" Kalau sudah bekeluarga ,susah kan Xa?".

__ADS_1


" Gak ada susahnya, yang pastinya harus rutin latihan selama vakum."


" Perlu bertahap kan kembali kerja, lagian gak selamanya kan di lapangan, ada kalanya di kantor bekerjanya," ujar Andien.


" Ya Ndien."


Andien memasang kembali talinya. Alex membantunya.


Alex pun memasang tali ke tubuhnya.


" Aku ikutan turun yaahhh".


" Kamu kurang kerjaan dehhh, " ujar Andien.


" Gak kurang kerjaan, tadi malam ,jam 3 ada kebocoran,selesai di atasi sampai jam 6, baru tidur jam 7."


" Terus kenapa mau turun?".


" Mau cari auto imun", ujar Alex.


Alex membantu pekerjaan Andien dan teman nya. Wajah Andien tersenyum puas dengan hasil yang cepat selesai dan memuaskan.Alex team yang handal.


Alex tahu, selama ini Andien lah seseorang yang dia cari, cekatan, handal dan teliti.Jika mereka berduet,maka hasilnya akan sangat maksimal.


" Kamu duluan naik Ndien, " ujar Alex.


" Jangan sampai dehhh,"ujar Alex ngakak tertawa, itu mah gas beracun Ndien."


Tubuh Andien ,dan rekannya penuh peluh, mereka langsung lomba lari, dan seperti biasa , Andien berada di urutan pertama.


Andien mandi, dan berbaring di ranjangnya. Andien memejamkan matanya.


Tugas mereka masih ada 3 hari lagi, besok.weekend, Jorsh , teddy dan teman team nya ,mengajaknya wisata naik speedboad menyusuri beberapa pulau, mereka melakukan diving dan snorkling.


Andien sudah membayangkan melihat terumbu karang dan kerumunan ikan, pantai Canada terkenal sangat indah , ke alamian lautnya terjaga.


Andien tertidur dengan pulas, malas buat makan siang. Sampai seseorang mengetuk pintunya, namun Andien tetap tidur dengan nyenyak.


Ketika jam menunjukkan pukul 3 siang, Andien perlahan bangun dan menuju teras, kilauan sinar matahari begitu menusuk matanya .


Andien membaca isi Wa nya dan tertawa cekikan, melihat aksi Jorsh dan Teddy kalah taruhan.


Andien tertawa melihat teman satu kampus mereka,Marcho lagi di tawan Jorsh karena bawa buket bunga dan berbagai kado bermerek buat Andien.Jorsh menghadang Marcho di depan pintu keamanan.

__ADS_1


Andien menukar pakaiannya, rasa lapar menggelitik perutnya.


Andien menuju kantin, makan dengan santai sambil bermain game.


Sosok Marcho duduk di depan Andien.Andien sampai bengong.


" Apa kabar Ndien?" ,tanya Marcho.


" Baik, kamu?".


" Baik juga Ndien."


" Temani aku nanti malam ke pesta Dion yukkkk".


" Dion? Dion pesta apaan?".


" Dion tunangan dengan pacarnya, gak jauh dari sini, makanya aku sekalian ngunjungi kamu, calonnya di daerah kota tinggalnya."


" Kamu ada ada aja deh Cho".


" Nih dres buat pakai nanti".


" Hmmm baiklahhh, kita pergi bareng".


" Nanti jemput aku yahhh".


" Nih jajanan, " ujar Marcho.


" Gak nerima paketan, dalam bentuk grafitasi, ledek Alexa."


Marcho adalah teman Alexa sedari kecil, mami Marcho sudah mengenal Alexa.



Dan malam itu, mereka bersiap siap menuju pesta


pertunagan sahabat Marcho.


🍃🍂🍁🍃🍂🍁🍃🍂🍁


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2