
Andien memulai harinya, memakai pakaian dinas nya. Andien memanaskan makanan dari mami Reyhan.
Andien mengucir satu rambutnya.Andien mengunyah makanan nya dengan santai.
Andien menutup kamar nya dan menuju sektor D. Dintengah perjalanan, Andien bertemu dengan James dan Andreas. Sudah pasti mereka ngobrol sangat asik.
Mereka tiba di sektor D, memasang sabuk dan bergegas turun.Andien selalu yang pertama turun, di susul temannya.
Mereka mengerjakan bagiannya masing masing.
Cuaca susah mulai dingin, tetapi keringat membasahi tubuh Andien.Pekerjaan yang memakan fisik dan pikiran jauh lebih berat dari sekedar bersantai di kerja lembur di kantor.
Ansien meneguk air mineralnya, istirahat sejenak, sambil memandang laut. Andien sangat menyukai laut, jika rindu akan sosok orangtuanya, dan saudaranya, Andien hanya bisa menatapi laut, dan terkenang akan masa masa indah mereka.
" Apakah pekerjaan ini tidak berat buat kamu Ndien? kamu pintar, kenapa gak ambil kedokteran?".
" Sejak SMA aku gak pernah minat ke bagian kedokteran. Karena dari kecil sudah terbiasa dengan para pemburu minyak, " ujar Andien tersenyum.
" Jika sudah berkeluarga, biasa gerak menjadi terbatas, kamu gimana Ndien.?"
" Kalau sekedar manjat kan gak masalah, hanya jika tugas di daerah, pasti berat, Jauh dri anak dan suami".
" Apa gak pengen menikah dengan yang satu profesi Ndien?".
" Dimana hati berlabuh, disitulah aku berada James.Siapapun yang bisa menyakinkan dan membuktikan kesungguhannya ,akan aku pertimbanhkan."
" Jika aku mendaftar, masih buka pendaftaran Ndien?" tanya James.
" Aku gak bisa jawab James, jalan di depan masih panjang. Terus terang kamu orangnya baik, ngertiin orang lain,peduli dan teman yang asik di ajak jalan, ngobrol, gak banyak tingkah,tatapan kamu juga teduh."
" Kamu tertarik dengan keteduhan tatapan aku Ndien?".
__ADS_1
" Ihhh,kamu gak bisa di puji, Itu daya tarikmu dehhh," ujar Andien tertawa.
" Aku kalah pamor sama big bos ya Ndien".
Andien hanya senyum dan menatap laut kembali.
" Kerja yokkkkk".
Andien mengalihkan perhatian .
Sementara di satu sudut , Alex melihat Andien dan James duduk berdua, Alex sangat cemburu, namun Alex percaya, Andien sudah menerimanya, dan tahu Andien pasti menjaga hatinya, namun sebagai manusia biasa , Alex sangat cemburu.Alex mengusap wajahnya.Ohhh,ternyata seperti inilah mencintai seseorang yang sudah lama di cintai, begitu mencintainya, rasanya tak ingin sedetikpun jauh dari nya.
Andien kembali memulai pekerjaannya.
Andien kembali fokus dengan pekerjaannya, memusatkan perhagiannya . Dan ketika jam 6 lewat, mereka pun memutuskan melanjutkan perkejaannya ke esokan harinya.
Sebuah pelukan Andien rasakan, Andien menoleh dan di sana, sang kekasih terlihat sangat merindukannya. Membantunya mengikat tali pengaman, dan memerintahkan orang di bagian atas menarik mereka. Alex membersihkan wajah, Andien yang kotor.
" Benar benar wangi, " ujar Alex tertawa mengetawai Andien yang bau keringat.
" Pacaran sama anak Teknik yah gini kan mas, seperti pacaran sama montir, " ujar Andien tertawa.
" Aku sangat merindukanmu ,Ndien".
" Besok aku masuk sampai siang merampungkan sektor D mas".
" Hmmm,berarti waktumu harus sampai senin siang".
" Gak mas, Hanya sampai minggu."
" Yaaaang".
__ADS_1
Andien menahan senyumnya.
Andien gak mau di istimewakan, Andien mau semuanya berjalan normal.
Ketika berada di atas ,Alex kembali membantu membuka alat pengaman Andien.
Semua pekerja di sana heran melihat rekasi Alex ,biasanya Alex sangat anti di dekati wanita.Ini malah dia yang mendekati perempuan Mereka melihat wajah Andien termasuk standart, cantik tetapi tidak terlalu cantik.Juga tidak tinggi bak model.Malahan pekerja bagian teknik juga.
Andien melototlan matanya. namun Alex cuek, Alex ingin mempertegas, siapapun harus tahu, Aniden wanitanya.
Andien menggaruk kepalanya.Dia baru melihat sisi Alex yang sangat protektif dan jujur sangat melankolis.
Andien sengaja meninggalkan Alex lebih dahulu, karena Alex masih membuka pengamannya.
" Ndien tunggu, teriak Alex."
Andien hanya melambaikan tangannya.
Andien bergegas memasuki kamarnya, bau badannya sangat bau, ada rasa gak nyaman,menjadi lebih tahu malu, rasanya pacaran itu menjadikan Andien memperhatikan penampilan, ke ge eran menurut Andien.
Andien sudah selesai mandi.Dan ketukan di pintu membuat nya memperbaiki penampilannya.
Andien tersenyum .
🥰😍🥰😍🥰😍
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
koment