Pertarungan Bos Dan Bawahan

Pertarungan Bos Dan Bawahan
Bosan


__ADS_3

Andien merasa bosan, karena harus istirahat di rumah sakit. Nyeri peurtnya sudah sembuh, dan dokter menyarankan, bilan depan kalau sedang haid. di perhatikan, kalau masih deras, segera ke rumah sakit.


Alexa duduk di taman. sambil.memandang sekitarnya. Bemain game adalah solusi di saat dia bosan.


Alexa melihat sisa mata kuliahnya .


" Ambil kuliah percepatan, akhir tahun ini, perusahaan saya ada expansi , jadi banyak membutuhkan tehnik industri, " ujar Alex.


" Kamu hemat waktu. hemat biaya dan usia, " ujar Alex.


" Masih enggan ambil kuliah reguler?".


" Entahlah, masih mikir, kuliah percepatan aku sangat kelelahan, tugas banyak, begadang tiap hari".


" Aku akan membantumu, kita kan tetanggaan ," ujar Alex.


" Aku gak mau hutang budi".


" Kamu sudah hutang budi sama aku, sejak kamu sakit".


" Aku akan melunasinya, bilang saja selain tidur dengan mu, yang lainnya boleh, "ujar Andien.


" Kamu menikah denganku, " ujar Alex dengan cepat.


" I..itu juga gak boleh, yang lain".


" Gak sahhh, kamu kan hanya bilang syaratnya tidak boleh tidur sama, yang lainnya minta apa aja boleh, gak ada tapi tapian, kamu menikah denganku, itu hutang budi baru lunas, " ujar Alexa


" Udara dingin, yuk masuk ke kamar".


Alexa hendak berdiri, namun Alex mencegahnya, menggendong Alexa .


" Tu ..turunkan aku, "ujar Andien.


" Gak bakalan, bisik Alex di telinga Andien."


Alex membaringkan Andien di tempat tidur.Andien duduk .


" Makan nih ada sup mas masak".


" Mas yang masak atau mbokkkk?".


" Mas, tuh liat disana".


Andien menahan senyuman.

__ADS_1


" Honor koki berat nihhh, " ujar Andien


" Benar, honornya cukup dengan kiss aja".


" Gak," ujar Andien menutup cepat bibirnya.


Alex tersenyum .


" Besok kamu udah boleh keluar, pekerjaan di proyek udah mas selesaikan.


" Apa aku gagal dalam tugas kali ini?".


" Gak, kamu sangat menonjol.dari yang lainnya."


" Hanya nilai gak semaksimal sebelumnya,tapi masih lebih tinggi dari teman yang lain,karena mas ancam para pegawai, kalau gak ngasih calon nilai bagus, mereka bakal di PHK atau gak dapat bonus".


" Serius?", tanya Andien.


" Becanda hehehehhe...," ujar Alex.


" Manusia kaku, kalau becanda kelewatan banget," ujar Alexa memayunkan bibirnya.


" Bibirnya minta di emaaak Ndien?".


" Dasar, pria kurang piknik,ujar Andien menahan senyuman."


" Yaaah balas budi lagi, berapa banyak sih yang harus aku lunasin ke kamu mas".


" Se umur hidup".


" Hahhhh, yang benar aja."


" Benar", ujar Alex bersemangat.


" Nih minum obat Ndien".


Andien pun meminum obatnya.


" Apa kamu merindukan orang tuamu Ndien?"


" Sangat, sewaktu natal, tahun baru kerasa banget sendirian di dunia ini, ujar Andien dengan tatapan sedih."


" Makanya cepat nikah yaaang, kamu akan memiliki suami dan mertua baik".


" Ada yang bilang, aku ini anak sialan, kadang merasa benar."

__ADS_1


" Aku tidak ikut dalam mobil itu, karena teman mami membawaku ke rumahnya, menjaitkan aku beberapa baju."


" Aku sangat sedih,mengapa harus aku tersisa di dunia ini".


Alex mengusap wajah Andien dan memelukknya.


" Kamu punya aku Ndien, kamu tidak akan pernah sendiri, " ujar Alex.


Malam itu, Andien tertidur pulas, dan Alex menggenggam tangan Andien.


Ketika pagi, semua koper Andien dan pakaiannya sudah Alex kepak.


Alex mendorong Koper dan meletakkannya di garasi.


Andien masih syok menatap angka nominal di surat tagihan rumah sakit.


Andien sangat terkejut.


" Ndien kamu kenapa?" tanya Alex.


Andien hanya menggeleng dan memasuki tempat duduk di belakang supir.


" Di depan Ndien, Alex menepuk kursi disampingnya."


" Aku disini aja Mas".


Alex turun, membuka pintu ,dan menggendong Andien ke kursi bagian depan.


" Mas ada apa,turun kannnn".


" Pertama, aku bukan supir."


" Kedua kamu harus patuh buat urusan balas budi."


" Ketiga harus kamu ingat, patuh dan menyayangiku "ujar Alex.


Andien hanya diam


🦙🐫🐪🐐🦙🐫🐪🐐🐑


Jangan lupa


Like


Vote

__ADS_1


koment


.


__ADS_2