Pertarungan Bos Dan Bawahan

Pertarungan Bos Dan Bawahan
Aneh


__ADS_3

Andien menjabarkan buget, sesekali James berdebat dan mengutarakan pendapatnya, Alex ikut nimbrung dengan pemikirannya sendiri.


Andien mengutarakan alasannya, James akhirnya sependapat dan Alex menyetujui pendapat Andien.Setelah rampung, Andien membereskan berkas nya.


Kamu duluan saja Lex, Andien masih ada urusannya dengan saya , " ujar Alex.


Andien mengerukan alisnya.


" Urusan apa ya pak?".


" Sabtu , kamu temani saya main golf".


" Saya gak bisa main golf pak".


" Saya akan ajari kamu," ujar Alex.


" Kenapa harus saya sih pak, gak yang lain, weekend paling nyaman bangun agak siangan pak", ujar Andien.


" Karena saya mau kamu yang temani".


" Bukan urusan kantor loh pak, gak boleh ngajak karyawan ke ranah pribadi, " ujar Andien ngeless.


" Menyangkut proyek kita dengan klien, kalau nanti di lapangan lebih ke ranah pribadi, gak ada salahnya Ndien, kamu free dan saya juga bukan.Kecuali saya punya isteri, saya mesra mesraan sama kamu, itu baru salah.Kamu juga jomblo kan Ndien?".


" Yang benar aja pak, bapak aja yang jomblo kali".


" Ya saya jomblo ,kamu juga. Kamu tidak ada pacar sama sekali."


" Bapak tahu dari mana?".


" Laporan tim detektif saya".


" Bapak penguntit yang ulung, seram," ujar Andien.


" Entahlah Ndien , saat cinta datang mencairkan kesepian, hujan badai tidak dapat di prediksi,tawamu membuatku tenang, sebuah cerita singkat, tidak pernah cukup bagiku Ndien.Cinta bagaikan sinar matahari,bagaikan udara,tersembunyi di sudut hati kita, cinta bagaikan ruang buat kita, saya akan maju dalam percintaan kita," ujar Alex.


" Please deh bos ,jangan ngulah lagi, beneran bos."

__ADS_1


" Kamu bisa gak Ndien, jangan mikir tentang apapun ,cukup mikir tentang kita".


" Jangan berpuisi lagi pak, wajah bapak serius ,jadi aneh kalau berpuisi," ujar Andien menahan tawa.


" Kamu gak tahu ya Ndien, aku sampai ngapal dan ngarang kata kata buat kamu?".


" Yah bapak, mana saya tahu, kan bapak yang mau ngarang dan inisiatif sendiri."


" Saya mah lempeng lempeng aja pak".


" Tapi kamu senang juga kan , saya bisa sedikit romantis?".


Andien gak bisa nahan tawanya.


" Gak usah maksa pak, kalau bapak orangnya kaku, cool, yah tetap sama pak , gak beda, jadi diri sendiri aja pak".


" Jadi diri sendiri ,kamu gak ngeh Ndien".


Andien kembali tertawa .


" Sudah selesai puisi nya pak? saya balik keruangan ya pak. Bye....," ujar Andien menutup tawanya di balik berkas map persentase.


" Gak, saya jalan kaki aja".


" Ya udah, bareng saya jalan kaki".


" Jangan ngulah lagi bos, " ujar Andien .


" Serius saya Ndien, " ujar Alex mengedipkan matanya.


Andien jadi gelagapan dengan main matanya sang bos.


Andien merasakan jantungnya bedebar tidak karuan, Andien bergegas keluar dari ruangan sang bos.


Andien memegang dadanya.


" Ketularan deh , sekali di kerling, bisa gak menentu bangwt hatiku, apalagi kalau dia pandang dari dekat, ohhh tuhan, aku ini siapa ,dia siapa, terlalu sulit menghindari serangannya , dalam hati Andien."

__ADS_1


Andien sedikit santai, pekerjaannya sudah selesai, hanya beberapa peng kodean .


Andien duduk menghadap jendela luar, dia memandang pemandangan bangunan begitu tinggi. Beberapa hari lagi, mereka akan persiapan menuju proyek yang akan di lakukan pengeboran, dan pemasangan pipa.


Biasanya proyek itu berbulan bulan lamanya, jadi harus stok cemilan, makanan instant, mau jajan bakalan gak bakalan ada.


" Biasa kalau big bos di proyek, yang mimpin perusahaan siapa bu? tanya Andien.


" Bos besar Ndien, beliau masih bisa memonitor pekerjaan ,namun kalau pengambilan keputusan ,beliau selalu menyerahkan pada big bos, alias tuan muda."


" Kalau proyek, bog bos wajib terjun, soalnya semua berbau kritis, padahal di larang bos besar, karena big bos kan anak nya satu satunya".


"Terus bu?".


" Big bos mana mau, kalau dia duduk di meja, mikiron proyek lagi di kerjakan, dia gak bakalan betah, pasti berangkat juga."


" Beberapa asisten setia banget sama tuan muda ,beneran ,nyawa mereka berikan pada tuan muda.Dari Bian, Benyamin, Rio, Demian, Rusel, Sharon dan Sinai, 5 pria dan 2 wanita, semua sangat peduli dan selalu mem back up tuan muda.Sharon dan Sinai,banyakan mengurus pakaian tuan muda dan lainnya."


" Mereka wanita, apa tidak tertarik dengan tuan muda bu?".


" Gak Ndien, tuan muda gak pernah menunjukkan rasa respek sama wanita, mau se sexy apapun, bahkan sampai mami dan papi tuan muda merasa tuan muda kelainan, " ujar bu Martha.


" Tapi tuan muda itu normal, dia hanya belum pernah jatuh cinta, sekali jatuh cinta dia jadi aneh, ujar bu Martha, anehnya hanya sama kamu Ndien".


" Ahhh ,ibu salah dehh, Andien itu, musuh bebuyutannya."


" Dia menahan kamu dengan denda 3M, biasa kalau karyawan mau berhenti, dia langsung proses, tapi kamu beda Ndien".


" Beda gimana bu, orang dia itu dari sewaktu di kampus, senior reseh bu, beneran."


Bu Martha hanya tertawa.


Namun bu Martha bekerja, yang sudah berpengalaman, dia paham tingkah sang big bos yang beda dari normalnya.


❤❤❤❤❤❤💖


Like yang babyak reader

__ADS_1


Vote dunkkkk


Makasihhhh komentnya


__ADS_2