
Andien duduk di kursi bagian tengah, kedua orangtua Alex ikut menemanj anak dan menantunya, d3mikian juga Sinai dan Sharon, mereka paling sibung mempersiapkan apa saja yang Andien butuhkan, selain sang mami mertua yang sibuk mengingat keperluan sang menantu.
" Keluar aja di teras ,cepat banget kerasa dinginnya ya mas".
" Ya yaaaang, kita terjebak di negara ini, karena gak memungkinkan lagi kita terbang yaaang, maaf, semua karena proyek besar perusahaan kita beberapa bulan ini" .
" Iya mas, gak apa - apa".
" Cepat masuk mobil yaaang, anginnya kencang".
Andien dengan bantuan Alex perlahan duduk. Andien merasa pinggangnya sangat sakit, beberapa kali mengusap pinggangnya.
" Kenapa yaaaang?".
" Sakit mas".
Dengan telaten Alex langsung mengusap pinggang Andien.
" Masih pegal atau sakit yaaang".
Dengan manja Andien mengangguk dan meletakkan kepalanya di bahu bidang Alex.
" Sabar ya isteriku, kamu sangat banyak berkorban, apa yang bisa mas lakujan buatmu sayaaaang?".
" Temani Andien ,jika melahirkan, operasi atau normal, mas mau? mas kuat?".
" Mas akan temani kamu, mas kuat karena kamu yaaaang".
Andien tersenyum.
" Makasih sayangku".
Alex mengecup perlahan bibir Andien.
" Adegan sensor pak supir di baris tengah,kita tutup mata aja ,kalau ada pasangan romantisan, iya kan?" ujar mami Alex.
__ADS_1
" Mami kayak gak pernah muda aja."
" Iya ,mamimu ini usil, gangguin kalian hehehehhe,kapan lagi."
" Semua mami ceritain ,ke Andien,kisah kamu suja dia sedari SMA, seru yah Ndien".
" Album foto Andien yang kamu jepret ,gak luput mami perlihatkan."
Wajah Alex memerah.
" Apa benar ,mas menyukai Andien sejak SMA?".
Alex tersenyum mengangguk.
" Kenapa bisa suka sama Andien mas".
" Kamu orangnya apa adanya, tomboy, suka olah raga, wajah kamu, semua yang ada pada kamu, mas sukai, kalau libur sekolah, hari merah, mas gelisah dannpaati ajak Bagas Dito nongkrong di rumah Raka, mandangin dan monitor rumah kamu, rumah Raka kan 2 rumah dari kamu .Kalau Reyhan datang, mas pasti cemberut ,mirip jeruk purut.
Andien tertawa.
" Yah sampai segitunya Ndien, Alex akan uring uringan, malas makan, kamu ingat kan Ndien, mami dulu pernah sapa kamu, deketin kamu, namun kamu sibuk dengan teman temanmu, kamu tahu gak, disitu mami liat kamu dari dekat, dalam hati mami ,langsung gini, cakep anak ini, supel, pintar, baik hati, tomboy dan salut liat kamu ngajarin teman manjat tebing, pantas Alex tergila gila sama kamu, saingan Alex banyak, ngantri kan Ndien."
" Ihh,gak loh mi, Andien gak gitu gitu amat mi, beneran."
" Kamu merendah banget Ndien".
" Tiba - tiba kamu menghilang, Alex mencarimu kemanapun, bahkan sampai papinya pakai temannya lacak keberadaan kamu, kamu ingat, Alex pernah nemui kamu sewaktu di Singapura?".
" Ya mi".
" Andien sombong banget mi, pura pura gak kenal, Alex marah dan langsung meraih jemari tangan Andien bawa ke mobil dan ngajak jalan ke pantai."
" Andien hanya diam disana ,gak bicara apa apa, tatapannya kosong, benar benar bingung Alex mi, Alex pikir Andien gak pedulian sama Alex, Andien gak mau sama Alex ,Alex sangat sedih, beneran ,merasa Andien gak akan menyukai Alex."
" Sampai segitunya mas?".
__ADS_1
" Iya, kamu pindah tiba tiba,gitu ketemu cuek, banyak diam".
" Masalahku berat bang, banyak masalah, soal utang papa, soal wanita yang di anggap selingkuh sama papa, soal pertengjaran mami dan papi, sampai kepergian kedua orangtuaku, itu sangat berat, aku sebatang kara, utang menumpuk, karyawan perlu di gaji,kompleks,aku masih kelas 2 SMA, bisa apa."
" Kalau mas Rey dan keluarganya gak ada. aku gak tahu harus gimana mas, beneran".
" Kamu lebih menerima uluran tanggan Rey dari mas".
" Mas Teyhan itu tetangga kami mas, mami dan papi mas Reyhan itu kan teman nya papi dan mami, amanah mami, yah jagain aku mas."
" Jujur ,mereka baik banget, sayang banget sama aku, aku bisa sembuh dan lebih kuat, itu berkat mereka.Aku merindukan mereka mas, apa boleh mereka datang? apa mas cemburu?".
" Cemburu sih sama Reyhan, tetapi mas tahu, kamu dekat dengan mereka, menganggap mereka juga keluargamu."
" Mas sudah menelepon mami Reyhan, sudah mas katakan, kayaknya kamu udah mau lahiran, dan surprice nya, tunggu aja ya sayaaaang".
" Beneran mas ?".
" Beneran".
" Mas sangat baik.Makasih sayangkuuuu".
" Kembali kasih cinta".
Alex mencium puncak kepala Andien.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1