Pertarungan Bos Dan Bawahan

Pertarungan Bos Dan Bawahan
Bicara


__ADS_3

Andien merasakan keluarga Alex sangat baik, Andien bersyukur , mami Alex dan papinya sangat welcome padanya.Bahkan mami Alex mau menyendokin beberapa menu masakan buat Andien.


Alex tersenyum ketika Andien menyendokkan nasi dan beberapa menu padanya. Alex merasa sangat berbeda, biasanya dia sendiei mengambil nasi dan lauk nya.


" Kenapa senyum senyum boy? apa karena isterimu menyendokin nasi dan lauk?", ujar sang papi.


" Radanya memang beda ya pi, kalau sudah punya isteri, " ujar Alex.


" Pastilah nak, ada yang memperhatikan kita lebih, ada yang mengurus kita.Tapi ingat boy, hubungan itu saling melayani, bukan karena kita kepala keluarga ,makanya harus bossy dan serba diladeni, gak nak, papi aja, mau ngambil tas dan sepatu mamimu, perhatian kecil, sangat berarti bagi wanita kita nak."


" Kalau mamimu sibuk, yah papi bantuin, nyuci piring, bantu beresi rumah, apalagi kalau mengunjungi apartemen dimana para pekerja gak ada di bawa."


" Dengar itu boy, kamu dan Andien harus saling," ujar sang mami.


" Ya mi, " ujar Alex.


Sesudah selesai makan, Alex mengajak Andien ke kamarnya.


" Yaaang, mas mau bicara, mas masih punya proyek Venezuela, 2 bulanan baru rampung. Sedangkan kamu, punya pekerjaan juga kan, tender juga di Caracas kan yaaang".


" Ya mas."


" Jadi gimana dengan kita yaaang? mas bisanya kita sama di Caracas 2 bulan lagi".


" Mau gimana lagi mas, titik temu gak ada, Andien juga punya tanggung jawab."


" Sebenarnya berat buat mas".


" Jadi mas pikir gak berat buat Andien?".


" Kita LDR ran dulu ya Ndien. Mas baru mendapat kabar, proyek ini sedang berjalan, mas gak bisa lepas tangan, papi juga udah banyak menangani perusahaan."


" Ya," jawab Andien.


Alex mendekap tubuh Andien dari belakang.

__ADS_1


" Ini ujian yang berat yaaang, harusnya kita bulan madu, namun kita berdua kerja".


" Ya mas mau gimana lagi, leadaan gak memungkinkan".


Alex mencium pundak Andien .


" Mas sangat merindukan kamu yaaaang, sangat."


" Beneran? nanti ketemu klien, lupa status mas".


" Kamu meragukan mas?".


" Namanya laki laki mas, janji sana janji sini".


" Belajar buat setia pada pasangan, ujian pertama buat mas ".


" Buat kamu juga yaaang".


" Ya."


" Yaaaang, apa kamu terpaksa menikahi mas? ".


" Bagi mas saat kamu gak sadarkan diri, mas panik, mas gak mikir apapun, dan bukan sejenis tanggung jawab yaaaang, mas tulus , mas malahan bahagia menjadi suami kamu, pernikahan kita, sederhana tetapi sungguh buat mas bahagia."


Alex menggendong Andien.Membaringkan Andien di ranjang.Alex pun membaringkan dirinya.


" Kalau di ingat masa lalu, kita sering berdebat, saling beradu argumen."


" Hmmm, mas kan keras kepala".


" Kamu juga kan yaaang, "ujar Alex.


" Aku keras kepala jika memang benar kan mas, aku gak akan keras kepala jika salah, yang benar aja mas ".


" Mas aja yang sering ajak adu debat, dan kalau lagi cemburuan , ke imbasnya sama aku, makanya mas, aku gak mau lagi kerja sama mas, kapok."

__ADS_1


" Bu Margareth sepi gak ada kamu, sering nanyain kamu."


" Bu Margaret sering kok Wa sama Andien mas."


" Sharon dan Sinai akan menjadi pengawalmu ya yaaang".


" Gak mas, gak usah."


" Yaaaang, kamu sudah menikah sama mas, gak bisa gak pakai pengawal. "


" Sharon dan Sinai kan pengawal mas, ngurusi baju mas dan keperluan mas".


" Tidak yaaang, sejak mas mengenal kamu, gak pernah mereka mengurusi keperluan mas lagi, mereka mas persiapkan buat menjaga kamu ,mereka sudah tahu."


" Mas ,aku gak terbiasa hdirup dalam pengawalan, lagian buat apa sih mas, pakai pengawal, toh aku bukan siapa siapa ,gak mau ahhh, gerak langkah Andien ,jangan batasi, Andien bisa menjaga diri. Kerja di pelosok, hanya ke kota saat ada tender dan ketemu klien, gak lebih mas.Gak yah mas, Andien gak mau".


" Yaaaang".


" Gak mas, Gak".


" Cintakuuuu, mas mau kamu selalu dilindungi".


" Mas, aku gak butuh pengawal. Hidupku sudah terbiasa sederhana , beneran mas.Lagian hubungan kita ,toh hanya keluarga yang tahu kan."


" Kamu keras kepala banget yaaang".


Andien hanya menutup wajahnya dengan bantal.Kemudian menahan tawanya.


Menikah dengan orang kaya ,sungguh ruwet. Perlu penyesuaian.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2