
" Kita hidup harus satu server yaaang, jangan kita saling egois masing masing, harta mas ,harta kamu juga".
" Salah mas, harta mas. hartanya aku, hartanya aku, yah hartanya aku sendiri," ujar andien ngakak.
" Ya ,gitu juga gak masalah yaaaang", ujar Alex.
" Mas gak takut jadi kere?".
" Gaaaaakkkkk".
" Andai kamu niatan menipu, meproroti suami, mas rela yaaang, rejeki suami dari doa isteri. benar kan yaaang".
" Apa menurut mas begitu? " tanya Andien.
" Yup".
" Manis betul suamiku, lama lama aku bisa kena diabetes dehhhh".
Alex kembali tertawa.
Alex membelai wajah Andien.
" Shopoingnya tunda aja deh mas, kita quality time aja".
" Ayoook siapa takut, kamu minta gelud ya yaaaang, apa ketagihan.
" Ihhh,pikiran mas ngeras aja dehhh, maksud aku, quality time gak harus *** *** kan, kita nonton bareng, makan di mana, jalan kemana ,gitu loh massss".
Andien menahan tawanya.
" Mas pengen quality time nya gitu yaaaang."
" Mas, kamu serius?".
" Serius dong yaaang, jadi pengen."
" Selesai pulang jalan atau nonton ,gimana?"tanya Andien.
" Baiklah ibu negara, suamimu ini baik lohhh,penurut lagi,benar kan yaaaang".
Andien ngakak tertawa.
" My wife the first".
Andien kembali tertawa.
" Kita naik sepeda motor aja, lebih mesra mas".
" Kalau hujan gimana yaaaang".
__ADS_1
" Masa CEO takut hujan sihhh? ".
" Bukan mas nya,kamunya sayaaang, kamu rentan flu, batuk".
" Gak .as, yuk laaaah, besok Andien udah balik".
" Penerbangan malam yaaang".
Alex menarik nafasnya berat.
Alex menarik tangan Andien.
Alex memasang jaket dan helm Andien.
Alex dan Andien berpanitan pada kedua orangtua Alex.
" Boy, kalau hujan, cukup telepon mami, jangan di tempuh hujan hujan."
" Beres miiii, " ujar Alex sambil berkelalkar menghormat ke arah Alex.
Alex membawa Andien ketemu dengan teman temannya.
Andien bingung, baru kali ini Alex mengenalkannya pada temannya.
" Ini Yoga, Rizal, Roni, Faisal."
Andien dan sahabat Alex saling bersalaman.
" Ya ,aku gak bakalan bilang ke kamu Ga. ke Rizal juga, kalian ngebet ngejar Andien.Asal kalian tahu, dari semasa SMA ,aku mencintai Andien."
Alex kembali tersenyum.
" Kamu curang Lex ,kapan kamu pacaran, kapan kamu menikah, teman baik aja gak tahu", ujar Rizal.
" Lex , kami gak pernah ngirimi bunga, gak pernah kasih apa apa gak pernah, kok kamu bisa yang nikah sama Andien sihhh, jangan jangan pakai pelet dehhh, " ujar Yoga.
" Jaman beginian, gak dehhh" ,ujar Alex mendekap pinggang Andien.
" Sempat kan loss kontak sama Andien kitanya, semua gak tahu Andien kemana, " ujar Rizal.
" Iya, setelah taamantan kan," ujar Roni.
" Walau kita udah lulusan, kita sering nongkrong hanya buat liat Andien manjat tebing, makan di kantin, terkadang kita nyamar dan ajak main anggar, "ujar Faisal.
" Kamu ingatereka yaaang?".
Andien mengangguk.
" Paling pasif itu kamu Lex.Tetapi kok kamu pulak yang berhasil dapatkan wanita gebetan. Sungguh gak rela aku Lex," ujar Yoga.
__ADS_1
" Kami yang nyatakan perasaan, lewat bunga, ketemuan, ngajak jalan, selalu di tolak halus, eh elu yang pasif yang dapat, gak adil deh Lex."
" Udah ,jangan bilang gak adil, kami udah resmi menikah, jadi yg jomblo ,yang masih single jangan iri, " ujar Alex menahan senyum.
" Jujur kesal sih lex ," ujar Roni.
" Tapi kita kan udah janji. siapapun pilihan Andien ,kita terima, " ujar Yoga.
" Bulan madu kemana Ga?".
" Privasi ,"ujar Alex tersenyum penuh makna.
" Dasar ..., giliran *** *** gak ngundang, gak publikasi juga, "ujar Rizal.
" Kamu sangat beruntung Lex ,kalau kamu gak cepat punya baby, hati hati, banyak yang incar Andien, bisik Rizal."
" Kalian menikah dimana Lex?".
" Kami menikah di Swiss."
" Pangesan, " ujar Rizal.
" Kalian gak beri ucapan selamat buat aku?".
Ke empat teman Alex memeluk Alex bergantian.Ketika hendak memeluk Andien, Alex langsung menarik Andien dalam pelukannya.
" Salaman aja, jangan pakai acara peluk".
" Parah dahhh, posesif banget, " ujar Roni.
" Kalian kan mencari kesempatan dalam kesempitan, dan ingat gakkkk, Andien itu udah memiliki hak paten, hak ciptanya udah di legalitas negara, " ujar Alex.
Mereka semua tertawa.
Alex membelai lembut rambut Andien. Andien sedikit kikuk karena mengenal mereka. Mereka dulu sewaktu kuliah rada aneh ketika mendekati Andien.Andien terkenang kelucuan mereka.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1
Malam itu Andien tersenyum