Pertarungan Bos Dan Bawahan

Pertarungan Bos Dan Bawahan
Tugas Bersama


__ADS_3

Mereka sampai ke restoran, dan Alex menggenggam tangan Andien, ketika Andien hendsk menarik tangannya, Alex kekeh tidak mau melepaskan.


Andien pun nyerah, Alex terkadang ngotot, susah di lawan.


" Kamu bisa nyetir Ndien?".


" Bisa , Reyhan yang ajarin ," ujar Andien keceplosan.


" Kenapa gak minta ajar sama mas?".


" Waktu kuliah, Reyhan nawarin ngajarin, ya udah belajar deh.Sudah lancar aku juga pernah jadi supir pengganti gitu, Reyhan marah, kepergok pas bawa pulang sepupunya yang mabuk, ya udah, kena marahi".


" Jadi supir pengganti itu beresiko Ndien."


" Tergantung, biasanya yang di bawa kan bukan orang mabok aja. Banyak juga dapat teman."


" Tapi udah gak lagi, sejak kerja di perusahaan Reyhan, gaji kan lumayan gedek, apartemen dapat, antar jemput, yah udah, gak part time kerja lagi."


" Kadang bosan , soalnya biasa kalau part time kerja sampai jam 12san malam baru pulang, udah capek, yah tidur, gitu tiap hari, kalau ngantor aja, jam 6 pulang, lembur sesekali, yah kadang nyibukkan diri sendiri."


" Kalau bosan , ajakin mas aja ,kita jalan bareng".


" Bos mah jalannya kelas atas, mana mungkin jalan low class, " ujar Andien sambil bermain game.


" Bos juga manusia. Saya beteman dengan siapa aja, Benyamin aja nanya, kami jalan kemana mana , bareng Bian , David, rame."


" Jalan tapi jomblo semua ,gimana gak jomblo ,Tuan nya aja jomblo, iyakan Ben, ujar Andien tertawa ngakak."


" Betulll.....betulll betulll" ,ujar Ben.


" Gimana mau pacaran, kebutuhan bos 24 jam harus stand bye, 5 asisten.Paling enak jadi Sharon dan Sinai, sering bebas tugas."


" Bebas tugas ? kenapa?".


" Big bos anti sama wanita. Siera dan Sinai buat menangani wanita jadi jadian, " ujar Ben tertawa ngakak.


" Big bos kalian kelainan, "ujar Andien tertawa.


" Pemilih Ndien, bukN kelainan, seukur umur terlalu banyak wanita over acting, sok manja, pura pura, ada yang tulus tapi modus, wajah dan body gak pernah menggetarkan hati."


" Aku golongan tulus tapi modus deh kayaknya, " ujar Andien kembali tertawa.


" Kalau kamu modusin aku rela Xa " ,ujar Alex menatap tulus ke kedua bola mata Andien.


" Masuk rayuan pulau kelapanya bos ," ujar Ben tertawa.


" Siap siap potong gaji Ben".

__ADS_1


" Jangan dong bos, yang benar aja bos."


" Beneran dehhhh".


" Atau di kirim aja ke Kalimantan, buat manjat pipa pengeboran."


" Jangan tuan muda,hamba gak kayak tuan muda ,seperti spaider man".


" Andien jago manjat lo Ben, masa kamu kalah sama cewek sihhh".


" Hmmmm, maklum tuan, nyali saya gak gedek."


" Kalau David ,Bian, jago".


" Belajar donggg, cowok harus macho, luwes, gimana mau jadi pelindung, lindungi diri aja kagak bisa, " ujar Andien.


" Cowok melambai susah Ben, catat," ujar Alex tertawa ngakak.


Benyamin bengong melihat tawa sang tuan, begitu luwes dan begitu bahagia.Benyamin ikut bahagia.


Andien sudah sampai ke apartemennya. Andien pun turun, Alex juga ikut.


" Kok ikut sih turun," tanya Andien.


" Ben ,saya nginap di apartemen saya, besok jemput, jangan telat, okey".


" Baik bos, selamat berjuang bos, " ujar Ben.


" Hati hati ya Ben, makasihhh".


" Lohhh, kok Ben aha sih di ucapin makasih, saya gimana?".


" Baiklah, biar bos senang, saya bilang, makasih ya bos, " ujar Andien.


Alex tersenyum manis.


Andien menekan lift, kemudian memasukinlift, di ikuti Alex.


" Ke ingat lift kantor mati, kamu nyanyinya lucu mas," ujar Andien.


" Mau mas nyanyi lagi?".


" Bolehhhh," ujar Andien menahan tawanya.


Alex pun bernyanyi, namun kwtika bernyanyi ointu lift terbuka dan penghuni apartemen lain pun masuk, mereka tersenyum sempat mendengar suara sumbang Alex.


Andien tertawa, tidak sengaja mendekati Alex.

__ADS_1



" Boleh bertamu?".


Andien mengangguk.


Alex pun memasuki apartemen Andien.


Andien berjalan menuju ruang tamu, terkejut dan hampir jatuh, Alex dengan sigap menopang tubuh Andien dan Alex berada di bagian bawah.Mereka sama sama jatuh, namun pendaratan Andien di bagan Alex.


" Apartemen ini bocor, hujan tergenang air, " ujar Andien.


" Maaf, apa sakit? tanya Andien."


" Gak enak, dapat pelukan dari orang yang di taksir, disukai, di sayangi, di cintai, " ujar Alex.


Andien hendak naik, namun Elx meraih pinggang Andien, alex memeluknya kembali.


" Baju mas basah".


" No problem Ndien, "ujar Alex mendekatkan wajahnya ke wajah Andien.


Andien gugup, merek saling menatap.


" Jadilah pacarku Ndien, jangan lama pacaran, kita nikah aja, mau yaaaah".


" Pacar aja belum di terima, malah nawar minta jadi isteri. Serius?".


" Sangat," ujar Alex.


" Kita masih muda, masih labil, jangan perasaan sesaat ,buat kita jadi linglung".


" Aku percaya pada hatiku, pada rasaku, pada pandanganku".


" Aku butuh waktu".


Alex mendekap Andien dengab erat.


" Basahnya mindah".


" Biar kita mandi sama," ujar Alex tertawa.


🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2