Pertarungan Bos Dan Bawahan

Pertarungan Bos Dan Bawahan
Bertengkar


__ADS_3

Stres aja aku nikmati,apalagi bahagia.Satu ucapan membuat mood Andien kembali mengerjakan pekerjaannya.


Andien mengusap wajahnya. Kembali fokus bekerja.


Sebuah sosok duduk di hadapannya.


" Kamu pergi dengan Reyhan".


" Ya, " ujar Andien singkat.


" Jangan pernah pergi lagi".


" Kamu gak bisa membatasi ruang gerak aku, kamu bisa pergi dengan wanita lain, kenapa aku gak bisa, impas."


" Hubungan bukan saling balas membalas yaaaang".


" Siapa yang mau membalas? kebetulan aja Rey milih resti yang sama.Dan sorry ,gak ada waktu buat memusingkan perihal tentang anda bos.Jalan anda dan jalan saya berbeda".


" Dari Bali, Reyhan ke Kalimantan hanya buat nemuj kamu?".


" Dari Bali ke Venezuela juga."


" Sepertinya aku harus memikirkan jalan cerita hidupku. Ikatan hubungan kamu dan aku, baiknya berhenti disini aja, cap matre, cap di cintai, disukai, terlalu kejam . Aku gak kuat buat menjalani hubungan yang beda kasta.Aku memilih kita sudahi saja".


" Tidak aku tidak akan penrah menerima ucapan kamu Ndien, aku gak pernah peduli.perbedaan kita.Wanita itu klien ,gak lebih."


" Dia menyukaimu, sampai mengeratkan tubuh dan tangannya ke kamu bos, jadi selesai, hubungan kita gak sejalan . Duniamu yah duniamu, dan aku sadar, aku gak cocok".


Andien menerima telepon dari mami Reyhan.


๐Ÿ“žHallo.....


๐Ÿ“žTan...


๐Ÿ“žNdien, Tante ingin kamu menjadi menantu tante. Pikirkanlah Ndien.Bahkan Om merindukan kamu tetap.dalam lingkup keluarga kita.

__ADS_1


๐Ÿ“žBaik Tan, saya akan pikirkan.


๐Ÿ“žYa nak.Tante lusa sampai ke Kalimantan


๐Ÿ“žBaik Tan.


Pertemuan Andien, Reyhan dan keluarganya .


Dan sesudah tugas dari Kalimantan ,hubungan Andien dan Alex semakin berantakan. Apalagi Alex mendengar sendiri lamaran dari keluaraga Reyhan.


Andien juga melihat Alex dan sang klien sangat dekat, main golf bersama, pergi ke berbagai acara berdua.


Andien pun semakin mendapat hinaan dan bulky an dari orang yang iri dengannya di kantor Alex.Andien tidak membalas apa yang mereka buat, Andien hanya sering duduk di rooftop paling atas kantor Alex, tidak ada tangisan, toh Andien juga tahu bahwa dia bukan Cinderella.


Dan siang itu , Alex menarik Andien guna berbicara.


" Apa aku bilang Ndien, kamu memikirkan untuk bertunangan dengan Rey, kamu anggap perasaan ku selama ini apa? kamu tarik ulur aku sabar, batas kesabaranku ada Ndien."" Baiklah, tidak usah saling mempersulit diri.


Andien memprint surat pengunduran diri, dan menyerahkan pada Alex.


" Begitu kamu minta mengakhiri hubungan ini,kamu langsung mau memikirkan permintaan kekuarga Rey dan Rey, kamu nyakitin aku banget Ndien. Jika kamu mau keluar dari perusahaan ini silakan, Benyamin akan membatalkan kontrak kerjamu."


" Sedikitpun kamu gak pernah memikirkan aku Ndien, memikirkan perasaan aku", ujar Alex menunduk.


" Aku sudah lama memikirkannya. Meragu, dan ada baiknya aku memang mundur."


" Ndien....".


" Aku salah melamar kerja di perusahaan ini, hanya karena uang, aku menahan diri, namun uang bukan segalanya, kenyamanan, suasana hati,suasana kerja , semua kompleks."


Bu Margareth bengong melihat Andien mengemas barangnya.


" Ndien kamu kenapa?".


" Saya berhenti bu. Makasih sudah baik selama ini sama saya".

__ADS_1


Andien memeluk bu Margareth.


Air mata Andien berlinang di pelupuk matanya.


Andien sudah biasa sedih jadi dia menahan kesedihannya.


Andien lun pergi menenteng kotak tempat barangnya, menaiki lift dan berjalan menuju halte bis.


Hujsn membuat dia terkenang akan keluarganya, abang nya akan selalu pasang badan ketika Andien di sakiti. Andien pun memasuki bis dalam keadaan basah kuyup.


Bis melaju ,membawa Andien ke apartemen dsn disana Andien melihat Cita mbak yang selama ini peduli sama dia.


" Pergilah, jika seorang menyakitimu,kamu berhak bahagia, putus satu mah ganti, bahkan ini jam ini detik pacarannlagi sah sah aja Ndien."


" Dia sepupu ku ,namun jika dia mempermainkan kamu, aku gak terima. Selama ini aku mendukung, namun mendengar ceritamu, dia mentingkan pekerjaan ,malah tidak menjaga hati dan perasaan kamu, itu sudah tidsk benar Ndien, dia boleh, kamu gak.Aku kenal Rey, Rey selalu sportif,sopan.Dia hanya menunggu langkahmu, kapan kamu menerimanya,tidaknpernah memaksamu dsn menyia nyiakan kamu."


Andien hanya memeluk Cita dengan erat.


" Liburan yuk mbak, ke Bali, sambik kiat kos kosan aku, dan butik milik aku."


" Good idea, " ujar Cita sangat gembira.


Citapun memesan tiket, dan besok pagi mereka akan berangkat ke Bali.


Andien mengepak 2 koper besar nya.


" Eittsss jangan berwajah sedih gitu, kamu pasti berharap dia ngikuti kamu sampai ke halte bis kan?".


Andien Menunduk.


๐Ÿ‘ ๐Ÿ‘ก๐Ÿฅฟ๐Ÿ‘ ๐Ÿ‘ก๐Ÿฅฟ๐Ÿ‘ ๐Ÿ‘ก๐Ÿ›


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2