Pertarungan Bos Dan Bawahan

Pertarungan Bos Dan Bawahan
Bertemu Denganmu


__ADS_3

" Aku tidak mau di perintah, aku terbiasa memerintah, " satu kata yang membuat Andien terkesiap menatap pria di depannya.


" Dimana kamu tinggal selama ini?".


Selama dua bulan lebih, Andien bolak balik Canada dan Rusia, dan baru kali ini ,di bandara dia di tarik sebuah tangan , mengatakan padanya , sesuatu yang membuatnya terpaku.


Andien Melangkah, namun tetap ditahan tangan Alex , pergelangan tangan Andien sampai memerah.


" Tuan , saya tidak ada urusan dengan anda, dan lepaskan tangan saya ,atau anda akan saya laporkan ke pihak petugas bandara, dengan tuduhan penyerangan, " ujar Andien.


Andien bergegas melihat supir kantornya, melambaikan tangan dan menyeret cepat kopernya.


Alex mengikuti Andien, tanpa Andien ketahui.


Seminggu sudah sejak kejadian itu, dan siang ini ,Andien membeku ketika sosok Alex berada di depannya.


" Andien membuang pandangannya ke lain arah. Andien cukup terkejut saat mendapati klien nya adalah Alex. Andien memerintahkan Alex untuk keluar dari ruangannya, namun Alex malahan tidak memerdulikannya."


Andien dengan penuh amarah melemparkan berkas kerjasama ke arah Alex.


Andien melangkah lebar menekan lift dan ketika pintu lift akan tertutup, sebuah sepatu mengganjal disana, pintu kembali terbuka dan Andien sangat kesal, pria heroik dan sinting ini, melemparkan sepatunya, agar pintu tidak tertutup.Sepatu bermerek dan berharga jutaan , bukan apa apa bagi sang milyoner.Andien tersenyum mengejek.


" Mau menghindar? jangan mimpi Ndien", ujar Alex.


" Biasa apa aku sama kamu, aku hanya orang gak punya apa apa, mana selevel sama big boss," ujar Andien mentertawakan dirinya.


" Kamu kenapa sih Ndien? menghindari aku, menghilang, salahku apa?".


" Maaf tuan Alexander Prayoga, anda salah orang," ujar Andien bergegas menuju ruangan Reyhan.


Tidak ada ketukan, Andien langsung memasuki ruangan Reyhan.


" Rey, kita perlu bicara."


" Yah ,kenapa Ndien?".


" Aku tidak mau berurusan dengan klien kamu, dengan tuan Alexander Prayoga. Tidak sampai kapanpun Rey."


" Baiklah Ndien", ujar Reyhan menggenggam erat tangan Andien.


Alex mengepalkan tangannya, rasa cemburu, sakit menjadi satu.


" Kamu sudah bersama Reyhan?"Β  tanya Alex.


" Kalau iya mengapa? toh kami sama sama single,tidak ada masalah dengan kamu , "ujar Andien tersenyum dan duduk di kursi Reyhan.

__ADS_1


Belum pernah Andien seberani itu pada Reyhan. namun Reyhan sangat senang, sudah lama dia menantikan Andien, sosok wanita yang sangat dia sukai.


" Kamu tidak boleh dekat dengan siapapun," ujar Alex dengan tegas.


" Kamu pikir kamu siapa bisa sesukamu mengaturku?" tanya Andien.


" Ndien, kamu menguji kesabaranku," ujar Alex .


Alex menghela nafasnya dalam dalam, sudah berapa banyak dia menghela nafasnya hari ini.


Alex melonggarkan dasinya dan menatap ke arah Andien.


Alex tidak bisa berbuat apapun di ruangan Reyhan. Alex menunggui Andien selesai bekerja.


Ketika Andien melangkah menuju parkiran, Alex langsung menggendong Andien, memssukkannya ke dalam mobilnya ,dan langsung menekan tombol remot kontrolnya.


Alex duduk dihadapan Andien, mendekatkan diri pada tubuh Andien, Andien mendorong dada Alex dengan kuat.


" Kamu pikir ,kamu bisa menghindariku lagi," ujar Alex.


" Kamu masih berani menolak aku?" Ujar Alex.


" A...Alex hmfffhmfff ...serangan Alex menghujam ke arah bibir Andien.Alex mencium bibir Andien dengan kasar, Alex mengigit bibir Andien agar bibir itu terbuka, Alex menyusuri lidahnya dalam bibir Andien."


Alex melajukan mobilnya, menuju kediamannya. Memarkirkan mobil di garasi rumahnya. Kaki dan tangan Andien dingin, begitu melihat jejeran mobil mewah di kediaman itu.


" Turunlahhh, " ujar Alex dengan lembut.


" A..aku tidak mau. Kamu menculikku, ujar Andien.Aku mau pulang".


Andien berlari ke arah pintu keluar, namun Alex menangkapnya kembali.


" Tuan, tolong lepaskan saya, "ujar Andien dengan nada memohon .


" Tidak , " ujar Alex dengan tegas.


" Jangan lakukan apapun padaku, kamu akan menyesal, "ujar Andien mengancam.


" Palingan kita di nikahkan Ndien," ujar Alex santai.


" Dasar sinting,"ujar Andien.


Alex mengangkat tubuh Andien, seperti sekarung beras. Para pekerja hanya bengong dan memvideokan pada sang majikan.


Alex membawa Andien ke ruang makan.

__ADS_1


" Sajikan makanan, "ujar Alex pada pelayan di rumah nya.


Tidak lama beraneka makanan tersaji disana.


" Makanlah," ujar Alex kembali melembut.


" Tidak, gerima kasih," ujar Andien.


Andien memberi posisi nya pada Reyhan, dan Reyhan membalas akan menjemput Andien. Andien cukup lega dan tersenyum.


Bunyi langkah sepatu seorang wanita , memecahkan kesunyian.


Dan sesosok wanita paruh baya yang modis, lembut menatap sosok Andien.


" Kamu pacarnya Alex? wawwww....saya sangat terkejut, " ujar sosok tersebut.


" Sa....saya pekerja,bukan pacar dia,tunjuk Andien."


" Baru kali ini ,anak saya membawa wanita ke kediamannya. Pasti kamu sangat istimewa, " ujar sosok itu.


" Anda salah paham nyonya," ujar Andien berdiri .


Sebuah pedan masauk, Andien lega, Reyhan sudah berada di depan pintu kediaman Alex.


" Saya bukan siapa siapa nyonya, saya pamit ",ujar Andien bergegas pergi.


" Hentikan langkah kamu Ndien, kamu gak akan saya biarkan keluar dari rumah ini".


" Kamu pikir semua orang bisa kamu koleksi dan bisa kamu beli? jangan mimpi tuan, mimpimu di siang bolong, bye, " ujar Andien tertawa menghina Alex.


" Intimidasimu gak mempan Lex ," ujar sang mami.


Alex berlari ,namun Andien pun berlari, lega melihat pintu depan masih terbuka karena kedatangan mami Alex,pintu belum di kunci.


Dengan mudah Andien keluar begitu saja.


Alex meninju tangannya di dinding dan memarahi penjaga pintu.


Mami Alex tertawa melihat kekesalan anaknya.


" Calon yang cukup menarik boy, selamat berjuang," ujar sang mami.


" Lemaahhhh, " ujar sang mami kembali tertawa.


🌼🌻🌼🌻🌼🌻🌼🌻🌼

__ADS_1


__ADS_2