
Kesehatan Andien semakin membaik.Andien banyakan duduk memandang pemandangan seputar rumah sakit.Sebuah kutiban ( Kahlil Gibran) mengingagkan Andien akan arti kebersamaan.
" Cinta tumbuh diantara kami sampai menjadi pemilik mutlak, yang kami layani dengan kasih sayang dari kedua hati kami.Cinta menghela kami kepada- Nya, dan kami muliakan jiwa kami yang paling dalam , dan cinta merangkul kami".
Andien mengusap perut nya, merasakan pergerakan bayi mereka.
Sejak kehamilan delapan bulan, Andien merasa lebih cepat panas dan gerah, keringat Andien pun sering menghiasi dahinya ,walau pun ruangan ber Ac.
Andien sedang menunggu sang suami, sedang mengecek beberapa bagian.Andien menatap Sharon dan Sinai.
" Non Andien kenapa?".
"Sinai, Sharon, kenapa perasaan aku sering gelisah".
" Menjelang kelahiran bayi, memang seperti itu non, dokter sudah menjelakan kepada kami, kepada tuan."
" Apa perut non gak nyaman lagi?".
" Yah, sering lasak dedeknya Sin, rasanya gak nyaman."
" Shar, kalau kita balik, bawain kaptus yang di balkon yah, mau di bawa pulang juga, uruslah karantina atau proses apapun,
" Sejak masuk rumah sakit, jalan juga di batasi, banyakan pakai kursi roda,buat menghindari kelahiran prematur, mau gimana lagi, gak tahan ,namun itulah pengornanan seorang ibu, bahkan ada kemarin, sang ibu pendarahan melulu, sampai kekurangan darah,wajahnya pucat, namun dia bertahan, sudah bertahun tahun menikah, dan tidak memiliki anak, gitu hamil, masalah kehamilannya kompleks."
" Kami akan menjaga non, kami selalu memanjatkan doa, non sehat selalu, kami sangat senang bekerja dengan non, betah malahan, " ujar Sharon.
" Kami juga sudah seperti teman non sendiri, saling cerita, saling ealam segala hal, nyari bos yang klop susah, tuan Alex juga baik, sopan, dan benar benar nyaman kami bekerja non".
__ADS_1
" Kalau dengar gini, naik deh kuping aku ,beneran lohhhh, " ujar Andien tertawa.
" Biarin naik, biar seperti rabbit non Andien," ujar Sinai tertawa.
" Pengen makan es cream, " ujar Andien dengan mata berbinar binar.
" Kebetulan non, di sederetan rumah sakit , ada toko es cream, mau kan non, saya beli yaahh".
" Apa boleh?".
" Bolehhhh atau gak, tenang aja non, Let' s go Sher, kamu nanya ,cepetannnn, " ujar Sinai.
" Baiklahhhh, kamu nanya juga Shar,nanya ke suster ,boleh gak mam es cream nya ".
" Kalau gak bisa ,gak usah di paksa, " ujar Andien.
" Lohh Ç1
" Kalian itu manjain aku banget, sayang banget ke aku, makasih," ujar Andien terisak, air mata Andien mengalir.
Sharon bergegas menanyai Suster. Suster mengijinkan Andien makan es cream,hanya jangan banyak, takutnya batuk.
Sharon membawa es cream ,sesuai rasa yang Andien dan Sinai,dan dieinya suja. Sharon pun tersenyum meluk Andien dengan erat .
" Makanlah non,".
Andien melihat ec cream itu begitu banyak menggunakan topping. Andien tersenyum mulai melahap es creamnya .
__ADS_1
" Toppingnya komplit, enak banget, gak gampang lumer, begitu di dalam mulut baru lumer, sedap benar, "ujar Andien.
" Makan apaan yaaaang?" ,tqnya Alex tersenyum.
" Hmmmm, es crram mas, yummy banget mas".
" Siapa yang beli yaaang ? ".
" Sharon mas, di dekat rumah sakit ada toko es cream , toppingnya liat aja mas, komplit. Mas mau?".
" Gak yaaang makanlah."
" Mas terlihat sangat lelah".
" Benar yaaang, mas mau bersih bersih dulu, bau yaaang, bau keringat."
Andien mengangguk.
👔👖👔👖👔👖👔👖
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1