
" Kamu seperti kerasukan, semakin lama semakin aneh, ngajak gelud aja, " ujar Andien.
" Semakin kamu marah, semakin kamu menggemaskan Ndien".
" Kamu senang ya,liat orang darah tinggian, lama lama bisa struk karena menahan amarah".
" Jangan ditahan amarahnya Ndien, lampiaskan aja".
" Kalau di lampiaskan,kamunya jadi rata dengan tanah".
" Kita duel? boleh, kamu bisa taekwondow? " tanya Alex.
" Ya bisalah, tapi tenaga kamu kan double, gendong aja , seperti atelit angkat besi, gak kepayahan."
Andien masih penasaran sama game, dari tadi kalah, efek dari penculikan dadakan.
Andien sesekali mencuri pandang ke arah Alex.Dan ketika curi pandang ke 3 kalinya ,Andien lakukan, Alex menatap ke arah Andien.
" Apa ganteng? " ujar Alex.
" Gak, yang adanya brewok," ujar Andien mencibirkan lidahnya.
" Dari tadi nyuri nyuri pandang , penasaran? apa udah kepikat?".
" Nih mahluk over PD kali yah, ampun DJ".
" Main game apa? pasti kalah"!!!, ujar Alex.
" Ini karena penculikan ,ilmu pun hilang, tadi di apartemenku tetap menang, aura tempat tinggal sama aura majikannya sama," ujar Andien tertawa.
" Bisa masak?"
Andien menggeleng.
" Bisanya maem,alias makan doang,"ujar Alexa.
" Bisanya masak apa Ndien?".
" Air , masak mie instan, telur dadar, telur mata sapi, itu udah jago, " ujar Andien tertawa.
__ADS_1
" Belajar dari mana masak kamu Al?".
" Liat chef masak, nyoba ,langsung bisa," ujar Alex.
" Orang jenius mah bebas, tetapi jarang kan milyoner masak segala", ujar Andien.
" Kalau bosan, masak buat diri sendiri, ada tantangan tersendiri,seru abiz, " ujar Alex.
" Benar juga, kadang malas beli , pengen makanan rumahan, " ujar Andien.
Andien meletakkan handphonenya dan melangkah mendekati pantry.
" Bisa potong sayur?" tanya Alex.
" Motong memotong bisa banget, jangan disuruh masak, hambar, atau sangat asin, "ujar Andien menahan tawa.
Perlahan suasana di antara mereka pun cair.
Andien membantu Alex menyiangi brokoli, wortel dan arcis.
" Chines food?".
" Yupppp, " ujar Alex.
" Maklum ,tiap hari berkutat di oil, jadi butek," ujar Alex ngakak tertawa
" Suka makan ikan?".
" Gak, " ujar Andien.
" Makan ikan banyak. biar jenius, DHA ikan banyak. biar otak encer."
" Bodoh ahhhhh, otak biasa beku," ujar Andien ngakak tertawa.
" Kamu merendah banget. nilaimu bagus, pujian banyak kamu dapatkan, nilai kita beda tipis, dosen banyak ceritabtentang kamu Ndien".
" Kamu lulusan internasional School Singapura kan?".
" Kok tahu?".
__ADS_1
" Ya tahu dongggg, " ujar Alex.
" Serius dong".
" Kamu adik kelas, tepatnya aku senior kamu di sekolah".
" Aku gak kenal kamu", ujar Andien.
" Ya, hanya kamu yang aneh, jarang ngumpul anak lain, suka membaca, banyakan di perpustakaan".
" Aku suka baca, ada yang kurang rasanya kalau gak baca".
" Beli buku mahal, jadi sehari hari, masih sama ,ngeram diperpus ," ujar Andien .
Andien menatap kemahiran Alex memasak.
Sewaktu menggoreng ikan, Andien takut, sampai jonkok, Alex tersenyum melihat tingkah Andien.
" Kamu gak pingin, bisa masak, nanti suami bisa makan maskanmu?".
" Kalau pingin gitu , karena gak bisa masak, maka nikah aja sama Chef ,semua terjamin, perut, ke lezatan masakan, terjamin."
" Jangan nikahin chef".
" Emangnya kenapa?" tanya Andien.
" Kamu nikahnya sama saya aja, saya akan belajar masak buat kamu," ujar Alex.
" Gombal banget sihhh kamu, " ujar Alexa.
" Panggil mas, panggil abang, asal jangan panggil om".
" Kalau gitu aku panggil nya om aja dehhhhh," ujar Alexa menahan tawa.
🐣🐤🐥🐣🐤🐥
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment