
Alex tidak pernah main main dengan perasaannya. Bahkan pegawai kebersihan sangat syok melihat seorang pimpinan membersihkan darah seorang gadis yang dia sukai, tanpa mengeluh, dan mengambil pakaian Alexa tanpa menyuruh asistennya.
Ibu tersebut tersenyum.Sangat jarang pria seperti sosok Alex dia temui, biasanya para pria meniduri gadis manapun yang dia mau, tetapi buat Alex tidak. Dan penghormatannya pada wanita buruannya sungguh mendapat decak kagum dari ibu bagian kebersihan.
Jorsh dan Teddy masih bekerja 2 afau 3 hari lagi, Alex mengatakan, dia akan membantu keberhasilan tim mereka.
Jorsh dan Teddy sampai bengong melihat sosok sesukses Alex bisa mengerti posisi mereka ,sangat kesulitan bila Andien tidak ada.Makanya Alex.membantu mereka ketika Alexa sedang beristirahat.
Alex kembali ke rumah sakit, duduk di samping brankar Andien.
Alex mengusap wajah Andien, wajah itu tidak pucat lagi, sudah mulai segar.
Alex sangat terenyuh ,membaca biodata Andien, kedua orangtuanya sudah tidak ada, sakit begini, Andien sendiri menghadapinya.Hidup sebatang kara.
" Kamu masih punya aku Ndien, yah ...aku akan selalu ada di setiap musim hidupmu" bisik.Alex lembut di telinga Andien.
Alex menayakan kondisi Andien pada dokter yang mengecek Andien, mereka mengatakan , kondisi Andien sudah pulih, awasi Andien jangan minum , minuman bersoda, awasi Andien jangan stres, beraktivitas juga jangan terlalu extra.Perlahan jika rutin berolah raga, rutin makan buah dan sayur, dengan sendiri nya gangguan keseimbangan hormonnya akan pulih.
" Kamu sangat menghawatirkan Andien. apa dia pacar kamu?" tanya sang dokter.
" Sedang berjuang menjadi orang penting dalam Hidupnya Dok."
" Berjuanglah, apa keluarganya tidak ada?".
" Tidak ada lagi dok, dia hanya sendiri".
" Sungguh berat ,jika kita sakit keluarga gak bersama kita. Gak kebayang , sekuat kuat wanita ,akan sangat lemah jika sedang terbaring," ujar sang dokter.
" Keadaan membuatnya kuat hingga saat ini dok, dia sangat pintar, tomboy, dan sangat cekatan. Jarang wanita mengambil tehnik industeri, Andien beberapa kali mengikuti kuliah percepatan, IPK aja 3.98 nyaris menyamai IPK saya 4.00, luar biasa kan dok".
" Benar, salut banget saya."
" Saya sakit aja semasa kuliah, langsung nelepon orangtua, mewek, orangtua langsung ngurus segalanya, pacar saya dan teman saya padahal ada.Kalau sakit, saya manduiri, namun bisa gak mandiri, manja pasti datang dengan sendirinya."
" Kamu sudah menyukainya lama ya Lex?".
" Dulu semasa sekolah, dia jadi sekretaris OSIS, sedangkan saya ketua OSIS. Andien supel, gampang bergaul, dia pindahan dari Singapura, dan tiba tiba menghilang, gak tahu pindah kemana, kemudian masuk kampus lagi, sebagai mahasiswi transfer."
__ADS_1
" Kalau cinta, di kejar, di perjuangkan, agar tidak ada penyesalan kelak."
" Ya dok, saya akan ingat kata kata dokter."
" Saya pamit dulu ya Lex ,kalau adanurgent ,nomor saya sudah kamu simpan kan".
" Sudah dok, makasih."
" Sama sama Lex".
Sang dokterpun berlalu.
Alex mengerjakan pekerjaannya ,menjawab beberapa telepon.Dan ketika membalik, pandangan Andien dan pandangan Alex saling beradu.
Alex segera.mematikan telepon dan mendekati Andien.
" Makan ya Ndien, sudah pukul 10".
" Ya ...".
Andien meraih makanan yang di bawa Alex.Alex langsung menyuapi Andien.
" Biar aku suapi".
Andien menunduk, teringat dulu,kalau dia sakit, maka mami dan papinya selalu berebut menyuapinya.
" Akkkk....," ujar Alex.
Andien membuka mulutnya.
Perlahan menelam bubur ayam .
" Kamu yang masak?".
Alex menunduk.
" Tuh di sana saya buat dapur, karena kamar ini ada kulkas,tinggal beli bahan yang segar".
__ADS_1
" Kamu kan lelah Lex".
" Tidak lelah , asalkan kamu Ndien"
Andien terbatuk batuk.karena ucapan ex.Alex memberi air putih pada Andien.
Sehabis memakan buburnya, Andien meminta buat di papah ke kamar mandi, pingin mandi, badannya terasa gatal dan gak nyaman.
Alex menggendong Andien.Alex melepaskan selang infus , model infusnya bisa di lepas dan dimasukkan kembali, hanya jarum dan beberapa alat menempel di pundak telapak tangan Andien.
Perlahan Andien mandi, pintu hanya dirapatkan. Andien kesulitan mencuci rambutnya yang panjang.
" Rambut susah di cuci, " ujar Andien.
" Nanti selesai mandi, saya akan bantu cuci, "ujar Alex.
" Yaaaah, makasihhh," ujar Andien.
" Jangan mandi lama Xa, tubuhmu belum pulih benar".
" Ya...," ujar Andien.
Setelah memakai pakaian, Andien membuka pintu.
" Rambut," ujar Andien.
Alex meletakkan beberapa handuk di pundak dan badan Andien.Mencuci dan kemudian membuat rambut Andien dalam gulungan handuk kexil.
" Ajaib, baju gak basah, " ujar Andien.
Alex tersenyum.
π§πΎπ§πΎπ§πΎπ§πΎ
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment