
Andien kembali bangun pagi, dengan menyetel alaramnya malam , ketika pagi ini alaramnya berbunyi, Andien bergegas ke kamar mandi, dan bergegas bersiap siap.
Andien sengaja memilih hotel biasa, menghemat keuangannya.
Ketika Andien keluar dari kamar hotelnya, berpapasan dengan beberapa pengunjung hotel, mereka tersenyu. pada Andien, Andien membalasnya singkat, dan memasuki lift.
" Boleh kenalan,ujar sang pria dengan pakaian formal".
" Andien".
" Mark".
Mereka saking berjabat tangan.
"Kenalkan saya David," ujar seorang pria .
" Andien".
Andien melihat handphonenya.
" Anda orang baru di kota ini?".
Andien hanya tersenyum.
" Anda mau kemana? ".
" Caracas Stret, perusahaan Group distrik joil".
" Anda mau melamar kerja?".
Andien mengangguk.
" Saya juga disana ,mau berangkat bareng?".
Andien mengangguk, mengingat kemacetan lebih ringkas pakai motor.
Setelah keluar dari hotel, Andien dan Mark menuju parkiran.
" Naik mitor mau?".
" No problem, " ujar Andien.
__ADS_1
Andien pun memakai helm nya ,dan naik di sepeda motor Mark .Andien sengaja membuat tas nya di antara dirinya dan Mark.
" Gak mau peluk, nanti jatuh?".
" Gak, saya udah biasa di bonceng, jalan proyek jauh lebih extrim, kuda kuda kaki saya sudah terlatih, " ujar Andien.
Dan benar saja ,selaju apapun, Andien biasa saja tanpa memegang Mark.
Sedangkan Alex bolak balik mengusap wajahnya ,ketika melihat Andien keluar dari hotel bersama seorang pria, hatinya sudah gunda gulana.
Andien lega, Mark cukup menghapal rute jalan, bisa menghindar kemacetan.Hingga sampai ke perusahaan masih ada sisa waktu 10 menitan.
" Makasih Mark".
Mark tersenyum.
" Boleh minta Wa?".
Mark memberikan handphone nya, dan Andien pun meng add Mark.
" Semoga interview nya dilancarkan ya Ndien, sukses dan diterima bekerja".
Ketika Andien akan melangkah, sebuah tangan menggenggam pergelangan tangan Andien.Andien menoleh.
Senyuman Alex menghiasi wajahnya.
" Mas ngapain?".
" Melihat kamu".
" Panggilan kamu sama saya sangat beda ya Ndien".
" Panggil nama kurang sopan, saya berdarah campuran ,baik ya panggil mas aja, " ujar Andien tertawa .
" Saya masuk dulu, mau testing ke 2, doain yah".
Alex mengangguk.
" Nanti kita pulang sama ya Ndien".
" Belum tahu jam berapa keluar mas".
__ADS_1
" Gak apa apa, call aja".
Andien menganggup.
Andien pun memasuki kantor.Mereka pun di hadapkan di sebuah ruang besar, di testing berbagai hal.
Ada beberapa wanita yang ikut testing, jumlah peserta lebih sedikit dari semalam, sudah semakin menyusut.
Andien kembali menjadi pusat perhatian beberapa petinggi.
Nilai Andien sempurna, hanya beda 0,1 dengan sang big bos.
Para petinggi pun heboh, soal semua mereka susun sedemikian rupa, dengan persetujuan beberapa bagian.Baru kali ini , big bos gak mau ikut campur,kenapa yahhhh, " ujar seorang bagian tehnik mesin.
" Gak tahu juga, sedikit aneh".
Saat makan siang, para peserta di beikan makan di kantin. Alexa seperti biasa, memutar musik ,memakai earphone nya, memutar lagu kesukaannya sambil makan dengan santai, Alexa selalu suka memandang ke luar jendela.
Terkadang ada rasa sedih Alexa alami, dulu perusahaan papinya lumayan besar, namun karena teman dia ditipu, sampai bangkrut, dan mengalami kecelakaan, Alexa sangat merindukan kedua orangtua dan abangnya. Abangnya juga sangat pintar, Alexa masih merasa kurang dan tidak pernah cukup dengan waktu yang pernah mereka alami.
Andai abangnya masih hidup, pasti sudah berusia 30 an.
Alexa membuka album galeri handphonenya, memandang foto kedua orangtua nya, memandang foto abangnya.
Andien menyentuh dadanya, rasa.perih itu sangat besar.
Penipu papinya di penjara, bahkan setelah keluar penjara, bolak balik meminta maaf pada Andien, Andien hanya diam dan sesenggukan menangis.Karena pria itu dia sebatang kara, papinya pasti menerima telepon soal kondisi perusahaan.
" Andien berjanji, akan jadi orang berhasil mi,pi ,bang, lihat dari surga yaahhhh, " ujar Andien mengusap foto tersebut.
🤩😍🥰😍🤩
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1