
Udin Kemudian merubah wujudnya kembali ke aslinya. Setelah itu memunculkan hawa keberadaaannya Lalu terbang melesat ke arah Paijo.
"Tuh Bos datang" ucap Djarwo melihat Udin datang dengan cara terbang.
Tap... Udin mendaratkan kakinya ditanah.
"Bos tadi darimana" ucap Djarwo
"Habis jalan - jalan paman Djarwo...
"Hem.... Ada apa Paman?" ucap Udin.
" Tadi Bos Jawab Telepati kami apa Enggak?" ucap Paijo.
"Telepati yang mana pakde Jo?" ucap Udin pura - pura gak tahu.
"Itu......
" Bos ada dimana...?" ucap Paijo.
"Udin ada disini Pakde.. Kok pakde nanya Udin lagi dimana" ucap Udin.
"Bukan itu Bos... Maksudnya Djarwo itu.... tadi sebelum Bos datang ada dimana" ucap Paijo.
" Sebelum itu Udin Habis jalan - jalan Pakde..,Hem... Ada apa Pakde..." ucap Udin.
"Asem.....Kok mbuuuleeet gini seh" gerutu Paijo
"Bos tadi aku telepati,apa Bos ada jawab?" ucap Kuwi mencoba bertanya,siapa tahu jawabannya beda.
"Telepati yang mana Paman Kuwi?" ucap Udin.
"Itu... Bos ada dimana?" ucap Kuwi.
"Udin ada disini Paman Kuwi... Kok paman masih nanya seh?" ucap Udin.
Paijo mengacak - ngacak rambutnya sendiri memdengar jawaban Udin tetap sama seperti dirinya pas tanya ke Udin.
"Bro... Masih ada Bodrex apa enggak?" ucap Paijo.
"Gak ada,adanya Obat Hama sama obat rumput" ucap Ponijan.
"Waassuuuuu... " ucap Paijo mumet .Kirain mendapat jawaban dari Udin,gak tahunya malah muter - muter aja gak jelas.
"Buat apa Bodrex Pak De" ucap Udin.
"Tau Neh Paijo... Tadi kita telepati ke Bos" ucap Ponijan.
"Terus....." ucap Udin.
"Bos ada jawab telepati kita apa enggak?" ucap Ponijan.
"Telepati yang gimana Paman Poni?" ucap Udin.
"Bos... Bos ada dimana .begituu Bos?" ucap Ponijan.
"Udin ada disini Paman Poni,ngapain Paman telepati ke Udin" ucap Udin.
"Iki sakjane sopo seng waras seh," ucap Paijo(Ini sebenarnya siapa yang waras Seh).
"Ya Udin lah yang Waras Pak De Jo,masa Udin ada disini telepati nanya Udin ada dimana,Kecuali Udin gak ada didekat paman. Lah Ini didepan Hidung nanya Udin ada dimana" ucap Udin.
"Ono nomer telpon Rumah sakit jiwa apa gak Pon?" ucap Paijo.
"Adanya Rumah mantan,Rumah Selingkuhan,Rumah calon mertua,Rumah dinas,Rumah Bos,Rumah warga aja broo" ucap Ponijan juga pusing mendengar jawaban Udin.
"Diampuuutt... Malah tambah Mumet aku...." ucap Paijo.
"Hem.... Gimana kalau kita Karaokean Pakde... Biar Mumetnya hilang." ucap Udin.
"Bagus juga idemu bos...Ayo... kalau begitu,lagian disini dah selesai." ucap Ponijan.
"Bibi Jumi .... " ucap Udin ketika melihat Juminten
"Iya Bos..Ada apa?" ucap Juminten lalu mendekat ke arah Udin.
"Sing song yuk... kalau Rame - rame seru,nanti ajakin bibi Andin" ucap Udin.
"Iya Bos kalau yang ini sudah selesai" ucap Juminten sambil menyimpunin peralatan makan.
Udin lalu melihat Jendral Mingxia.
"Bibi Mingxia..." ucap Udin.
"Iya Bos... Ada apa ?" ucap Jendral Mingxia.
"Ikut kita Yuk..." ucap Udin.
"Kemana Bos.." ucap Jendral Mingxia.
"Kita karoukean dirumahku." ucap Udin.
"Karoukean?? apa itu Bos.." ucap Jendral Mingxia.
"Kita Nyanyi - nyanyi Bibi"ucap Udin
"Hem... Ayoo.." ucap Jendral Mingxia,Ia belum pernah karoukean. Ia penasaran tentang hal itu.
Udin kemudian mengajak dewi bulan.
Mereka pun berjalan ke arah Rumah Udin.
"Aku masih penasaran siapa yang aku telepati itu ya" ucap Paijo dalam hati.
Ponijan menanyakan ke Andin perihal yang tadi lewat telepati.
"Beb...Tadi ada jawab telepatiku apa enggak?" ucap Ponijan telepati.
"telepati yang mana Beb" ucap Andin telepati.
"Itu...Kita telepati ke Bos Udin.. Tapi yang jawab itu selalu berubah - rubah suaranya,ketika Paijo telepati yang jawab Qin Peng lalu Dewi Bulan. Setelah itu aku coba telepati ke Bos Udin,Eh..... Yang jawab malah Dinda" ucap Ponijan telepati.
"Masa seh.... Tapi aku gak ada jawab Beb... Sumpah...?" ucap Andin telepati
Kini Udin,Paijo, Ponijan,Dewi Bulan, Kuwi,Djarwo,Juminten,Andin dan Jendral Mingxia sudah ada didalam rumah Udin tepatnya di ruang keluarga. Udin kemudian menyalurkan Qi pada Peralatan elektroniknya,setelah itu Udin menyalakan TV dan Panel. Udin menyalakan Home Theaternya lalu menegambil Mic.
"Nah... Sekarang Pakde Nyanyi saja.. " ucap Udin sambil memberikan Mic pada Paijo.
__ADS_1
Lalu Paijo memilih lagu kesukaannya ,yaitu Campur sari.
Udin pergi ke dapur Untuk mengambil minuman dingin dan cemilan.
Jendral Mingxia yang melihat itu heran lalu bertanya pada Kuwi yang ada disampingnya.
"Gege...Kenapa Suara Kang Paijo ada di alat itu?" ucap Jendral Mingxia.
"Itu namanya Mic. Mic itu alat untuk menyalurkan Suara kita,kita bisa memperbesar atau memperkecil suara kita,Kalau tanpa alat,kita kan harus pakai Qi jika ingin didengar banyak Orang,jika pakai ini gak usah pakai Qi sayang" ucap Kuwi lalu merangkul Jendral Mingxia dari belakang.
"Ooo... Begitu ta... Terus alat ini siapa yang buat dan kalau beli,belinya dimana?" ucap Jendral Mingxia.
"Hem... Itu... Coba sayang Tanya sama Bos aja. Aku gak bisa jawab " ucap Kuwi.
"Baiklah... Nanti ku tanya sama Bos saja."ucap Jendral Mingxia. Kemudian mereka Duduk di Karpet.
Tak Lama kemudian Udin datang membawa Ceret yang berisi Minuman Dingin.
Udin meletakkan Minuman itu lalu mengeluarkan Snack. Setelah Itu Udin Duduk diantara Jendral Mingxia Dan Jeminten.
"Maaf Bos... Aku mau nanya"ucap Jendral Mingxi.
"Iya Bi... Tanya apa" ucap Udin sambil menoleh ke arah Jendral Mingxia.
"Hem... Alat itu dapat dari mana?" ucap Jendral Mingxia. Sebab pertama kali melihat lalu memakai alat itu saat pertama kali datang ke desa Gotong royong,selalu jawabannya Tanya sama Bos Udin,baik itu suaminya maupun anak buah Udin yang lainnya.
"Itu Hadiah dari ayah angkatku Bi... Katanya buat kenang - kenanangan,lalu Aku pergi meninggalkan ayahku. Begitu... " ucap Udin.
"Ooo... Begitu... Dimana ayah angkat Bos..." ucap Jendral Mingxia.
"Ada dihatiku... " ucap Udin lalu melihat Anak buahnya bergantian bernyanyi.
"Maaf Bos....." ucap Jendral Mingxia. Ia pikir ayah angkatnya Udin sudah meninggal.
"Iya gak apa - apa... Santai aja Bi" ucap Udin. Udin sengaja tak memberitahukan Pada Jendral Mingxia,sebab ia belum bersumpah untuk setia padanya.
Jendral Mingxia heran dengan lagu Campur sari,sebab Bahasanya asing baginya. Ia berpikir itu bahasa Kuno. Meskipun begitu ia menyukai lagu - lagu tersebut. Kadang Jendral Mingxia belajar bahasa Jawa. Di Tv ada channel khusus belajar bahasa jawa.Baik itu Ngoko,kromo biasa dan kromo inggil.
Setiap Rumah diberi Peralatan Elektronik. Jadi mereka tidak ada saling iri . Warga Desa Gotong Royong saling membantu,Ada pula yang menikah sesama warga desa. Sebab Perempuan lebih banyak daripada laki - laki.
Mereka mengenakan Pakaian seperti yang ada di Bumi. Anak Buah Udin pun begitu. mereka memakai Pakaian seperti di Bumi,sebab Umam Mengambil Pakaian sangat banyak sekali.Pakaian itu Semuanya mirip seperti yang ada dibumi.
Bulan berikutnya, Kaisar Chang Li Wan dan Permaisuri Mingmei datang ke Desa Gotong Royong.
Warga yang melihat mereka menyambut dengan Hangat. Mereka tidak bersujud,Sebab Kaisar Chang Li Wan melarangnya ,Ia melepaskan Mahkotanya lalu memakai pakaian seperti Dibumi. Kecuali bila Warga itu datang ke ruang Singgasananya saat Kaisar Chang Li Wan sedang bertugas maka Warga Desa Gotong Royong harus bersujud.
Udin nampak santai diruang keluarga sambil membaca Buku pemberian Rissa.
"Hem.... jadi aku bisa mengehentikan Waktu bila Semua elemenku terbuka. Dan Juga bisa memaju mundurkan Waktu. Hebat banget ini Kitab. Jadi aku bisa bepergian kemana saja yang aku Suka." ucap Udin ketika mempelajari Kitab itu.
"KULON NUWUN.... Suara bel berbunyi.
"Siapa ya... Tapi dari auranya seperti permaisuri Mingmei deh" gumam Udin lalu memasukkan Kitab itu dalam Cincin lalu berjalan ke arah Pintu.
Krrieeet..... Pintu terbuka.
"Haloo Ganteng... " ucap Mingmei.
"Eh.... Ada Permaisuri Cantik datang kemari. Ada apa gerangan Permaisuri Cantik datang kemari?" ucap Udin.
"Hem... Mau Main... Boleh gak?" ucap Mingmei.
"Paman Wan kemana Bi?" ucap Udin,ia tak melihat Kaisar Chang Li Wan disamping Mingmei.
"Ada... Pamanmu lagi bersama warga desa,lagi ngobrol " ucap Mingmei.
"Apa Bibi sudah bilang kalau mau kesini?" ucap Udin.
"Sudah donk Bos..." ucap Mingmei.
"Ayo masuk Bi.. " ucap Udin.
"Terima kasih Bos ganteng.. " ucap MingMei.
.
---***----
.
Didunia Cincin.
Nampak seorang Pemuda berlatih jurus pedang.
"Jurus Pedang menyambar Nyawa... Hiyaaatt...
Pemuda itu mengayunkan Pedangnya ke arah Batu...
Boommm..... Batu itu hancur ..
Pemuda itu adalah Li Shan. Ia berlatih Jurus yang diberikan oleh Rissa.
"Asik... Berhasil... Hem... Aku coba yang lain Ah...." ucap Li Shan.
Li Shan mengalirkan Qi pada pedangnya lalu meletakkan di udara,setelah itu ia melompat ke bilah pedang.
Li Shan berusaha menyeimbangkan tubuhkan.
"E...e...eee......Bruuuk.... Li Shan terjatuh.
Lalu ia mencoba lagi... Li Shan terjatuh lagi.
Begitu percobaan ke 100...
"Berhasil... Coba ah mengendalikannya" gumam Li Shan.
Ia pun Fokus.Li Shan mencoba terbang memakai Pedangnya.
Pedang itu bergerak maju secara perlahan.
"Eh... Bisaa....." ucap Li Shan. Lalu ia menambah kecepatan pedang itu.
Wusssh.... Li Shan berusaha menyeimbangkan tubuhnya.
Rissa yang melihat Li Shan terbang memakai pedang hanya geleng - geleng kepala.
"Kenapa terbang pakai pedang jika tanpa pedang bisa terbang,ada - ada saja bocah itu" ucap Rissa dalam Hati.
__ADS_1
"Kak Rissa.. " ucap Lingling.
"Iya ada apa?" ucap Rissa.
"Coba kak Rissa lihat gerakan pedang Lingling" ucap Lingling.
"Baiklah..Coba peragakan" ucap Rissa.
Rissa melatih Lingling jurus pedang tingkat Bumi.
Lingling lalu memperagakannya.
Lingling mengayun pedang sambil mengerakkan anggota tubuhnya yang lain.
Lingling melompat ke udara lalu mengayunkan pedang kedepan.
Wuusssh..... Nampak energi yang keluar dari ayunan pedang itu melesat ke arah batu.
Boom...... Energi itu mengenai batu tapi tidak hancur.
"Gerakan Lingling ada yang salah,coba perhatikan Kak Rissa." ucap Rissa lalu memperagakan jurus pedang secara lambat agar Lingling dapat melihat dengan Jelas.
Wusssh.... Boom.... Batu itu hancur.
"Begitu cantik... " ucap Rissa.
Lingling lalu memperagakannya lagi.
Wuussh.... Boom... Batu itu hancur..
"Horeee.... Lingling bisa kak" ucap Lingling melompat kesenangan.
"Hem.... Kang Mas ada disini ta." ucap Rissa dalam hati merasakan Udin masuk dalam dunia cincin.
"Lingling istirahat dulu,nanti dilanjutkan lagi latihannya" ucap Rissa.
"Baik Kak" ucap Lingling.
Lingling lalu mendekati Baskoro Tejo yang tak jauh dari tempat latihan.
Sedangkan Rissa melesat ke arah Han Meiling Xing berada.
"Koro... Main yuk. " ucap Lingling.
"Ayo... Mau maen apa?" ucap Baskoro Tejo.
"Hem... Maen Ibu dan anak..Koro jadi anakku" ucap Lingling.
"Baiklah..."ucap Baskoro Tejo.
Lingling kemudian memandikan Baskoro Tejo,setelah itu mengeringkannya,setelah kering kemudian dipakaikan baju pemberian dari Rissa.
"Sekarang Koro minum susu..." ucap Lingling sambil megang botol Dot yang berisi air susu,kemudian memasukkan dalam mulut Baskoro Tejo sambil digendong.
Baskoro Tejo senang bermain dengan Lingling
.
***
.
Ditempat Han Meiling Xing.
Nampak Han Meiling Xing membaca kitab yang diberikan oleh Rissa.
"Gimana... Apakah Meiling mengalami kesulitan " ucap Rissa yang tiba - tiba muncul didepan Han Meiling Xing.
"Eh....!!?? Iya Kak... Yang ini apa maksudnya?" ucap Han Meiling Xing sempat terkejut.
Rissa lalu memberikan pemahaman pada Han Meiling Xing,agar bisa memahami kitab tersebut. Bisa saja Rissa mentransfer ilmu di kitab itu pada Han Meiling Xing,tapi itu tak dilakukan oleh Rissa,Rissa ingin melihat seberapa serius ia mau belajar.
Setelah Memberikan pemahaman pada Han Meiling Xing,kemudian Rissa pergi ke tempat Udin berada.
.
----***----
.
Hari berganti hari,bulan berganti Bulan.Perut Permaisuri Mingmei membesar.
Kebetulan Permaisuri Mingmei dan Kaisar Chang Li Wan Ada di desa Gotong Royong.
"Kanda.... Perutku sakiiiit... " ucap Mingmei merasakan Sakit pada perutnya. Perut Mingmei sudah besar,sebab sudah memasuki waktu untuk melahirkan.
"Bentar Dinda... Aku panggil warga dulu." ucap Kaisar Chang Li Wan.Lalu pergi keluar Rumah.
"TOLONG SIAPA SAJA,YANG BISA MEMBANTU PERSALINAN ISTRIKU DATANG KEMARI,AKU BUTUH PERTOLONGAN SEGERA.." ucap Kaisar Chang Li Wan pakai Qi ketika berada diluar rumah.
Warga Desa yang mendengar ucapan Kaisar Chang Li Wan berbondong - bondong mendatangi rumah Kaisar Chang Li Wan,termasuk Rombongannya Udin.
Andin dan Juminten datang duluan
"Biar kami bantu" ucap Andin .
"Silahkan" ucap Kaisar Chang Li wan mempersilahkan mereka masuk.
Kaisar Chang Li Wan menunggu diluar Rumah.
"Hem... Kira - kira perempuan atau laki - laki anaknya...
"Aku tebak laki...
"Kalau aku perempuan...
Itulah percakapan Warga desa menantikan kelahiran pertama Permaisuri Mingmei.
Kaisar Chang Li Wan nampak Mondar Mandir didepan Pintu.
"Paman Wan...." seru Udin..
Kaisar Chang Li Wan lalu menoleh ke arah Udin.
"Ada apa Nak.. " ucap Kaisar Chang Li Wan.
"Duduk sini aja Paman.. Sambil memikirkan nama untuk anak paman jika sudah lahir" ucap Udin.
__ADS_1
"Hem.... Ide yang bagus.. Baiklah.. " ucap Kaisar Chang Li Wan.