Petualangan Udin

Petualangan Udin
Bab 6


__ADS_3

Kerajaan Awan.


Di ruang tertutup,Nampak petinggi kerajaan sedang berkumpul.


"Gusti Prabu...Hamba mendengar dari Desa Kenanga bahwa Ratu Sekar Ayu Diningrum melahirkan seorang bayi laki - laki di saat Badai petir. Dan pusat badai petir berada di atas kerajaan Padjajaran,setelah Ratu Sekar Melahirkan Putranya,ia meninggal dunia." ucap Senopati Sudira.


"Hem.... Berarti Putranya Prabu Aji Awalludin adalah sumber semua ini.


"Baiklah....Kita akan menyerang kerajaan Padjajaran 10 hari lagi ,karena Aku mendapatkan berita tentang penyerangan kita telah sampai di kerajaan Padjajaran. Siapkan pasukan secara bertahap mulai besok, Bila bertemu orang luar,segera bunuh,kecuali mata - mata yang aku kirimkan. Agar kerajaan Padjajaran tak mengetahui rencana ini.Jangan sampai Bocor.


" ucap Raja Permadi.


"Daulat Gusti Prabu...." ucap para bahwan Raja Permadi secara serempak.


Mereka pun membubarkan diri.


"Dugaanku benar... Bahwa ada seseorang yang telah lahir yang akan bisa meruntuhkan kerajaanku ini. Aku harus membunuhnya..." ucap Raja Permadi dalam hati sambil mengepalkan tangannya.


----***-----


Desa Kenanga.


Desa itu perbatasan langsung dengan kerajaan Awan sebelah Timur,Desa Kenanga masuk dalam wilayah kerajaan Padjajaran.Nampak Dua pendekar sedang bersantai di bawah pohon yang rindang di dekat sungai. Mereka adalah Badrun dan Rukmana.


"Kang... Sepertinya dugaan Akang benar soal badai petir itu. Bahwa ada seseorang yang lahir,dan pusat Badai petir itu berada di kerajaan Padjajaran." ucap Rukmana.


"Sudah pasti... Persepsiku gak bakalan meleset. " ucap Badrun sambil memegang pedang pusakanya yang di bungkus kain.


"Gak juga... Kadang dugaan akang selalu meleset..


"Seperti waktu itu,kata Akang gak bakalan hujan... Eh....Gak tahunya hujan. Jadi basah semua jemuranku." ucap Rukmana.


"He...He...He....He...He.... Namanya juga manusia,pasti ada salahnya to....


"Hemmm.....(nampak Badrun berpikir)


"Jika di lihat dari garis keturunan putra Prabu Aji Awalludin itu yang bernama Syaifudin,aku rasa dia cocok...Gimana kalau kita selamatkan Bayi itu lalu kita jadikan penerus kita..." ucap Badrun.


Rukmana menoleh ke Badrun.


"Akang yakin mau menjadikan putranya Prabu Aji Awalludin jadi murid?" ucap Rukmana.


"Sangat yakin. Pertama....


"Prabu Aji Awalludin orangnya arif,bijaksana dan tak berbuat sewenang - wenang pada rakyatnya,...


"Kedua... Ratu Sekar Ayu Diningrum orang ramah,baik dan suka membantu rakyat kecil..


"Itu sudah cukup kuat untuk menjadikan penerusku." ucap Badrun.


"Iya juga seh.... Aku akan mendukungmu selalu..


"Apakah kita akan membantu mereka?" ucap Rukmana.

__ADS_1


"Kita lihat dulu keadaan...Jika banyak pendekar menyerang maka kita akan menyelamatkan Syaifudin saja,...


"Seandainya aku masih muda,Pasti aku akan membantu mereka.. Kalau sekarang sepertinya aku hanya sanggup melawan 3 orang sekaligus,Jika lebih 3 orang.... Encokku nanti kumat lagi...," ucap Badrun.


"Makanya jangan suka mandi pakai air dingin.. Biar encokmu gak kumat..." ucap Rukmana mendengus kesal.


"Lah piye maneh... Kalau air hangat,kurang segar rasanya di badan.Lebih segar pakai air dingin..." ucap Badrun.


Tak lama kemudian,mereka mendengar secara samar - samar suara kuda ,jumlahnya sangat banyak di sertai hentakan kaki .


"Kamu dengar suara itu gak Kang..." ucap Rukmana.


"Dengar.......


"Bulu hidungmu sedang bergoyang kan " ucap Badrun bercanda.


Rukmana mencubit perut Badrun..


"Sakiiitttt Nyimass......." ucap Badrun menahan rasa sakit sambil meringis.


"Aku lagi serius....Bukan bercanda..." ucap Rukmana sambil mendelikkan matanya.


"I...I..Iyaaa...." ucap Badrun.


Rukmana melepas cubitannya.


"Sssshhh..... Atit tahuuuu.... Biru neh kulit perutku..." ucap Badrun.


"Pilih perut Kang Mas yang biru atau Dedeknya yang biru..." ucap Rukmana sambil mendelikkan matanya.


"Ayooo kita cek..." ucap Badrun.


Rukmana kemudian berdiri sambil memegang tongkatnya yang di balut kain. Tongkat itu bukan sembarang Tongkat biasa,tongkat itu mampu menahan tajamnya pedang Setelah itu mereka melesat ke arah sumber suara.


Mereka sampai di tempat sumber suara itu selama setengah dupa saja. Mereka mengamati dari kejauhan.


Meskipun usia mereka sudah tua,pengelihatan mereka masih tajam,dan pendengarannya juga tajam.


Nampak Ribuan orang berbaris rapi,Ada pasukan memakai senjata tombak dan tameng,Ada pasukan panah,ada pasukan Pedang dan tameng dan ada pasukan berkuda. Ada yang membawa bendera panji kebesaran kerajaan.


"Itu kan Pasukan kerajaaan Awan... !!!??


"Apakah mereka akan menyerang hari ini?" ucap Badrun.


"Bisa jadi kang.. Soalnya di sana ada Kereta kuda yang membawa Raja Awan." ucap Rukmana.


"Tapi ada yang aneh...." ucap Badrun.


"Aneh kenapa Kang..." ucap Rukmana.


"Apakah Nyimas melihat para Senopati dan para tumenggung Raja Awan?" ucap Badrun.


"Aku melihat hanya 1 senopati dan 1 tumenggung Kang ..." ucap Rukmana.

__ADS_1


"Sepertinya ada yang gak beres... Ayooo kita segera ke kerajaan Padjajaran..." ucap Badrun.


----****----


Kerajaan Padjajaran.


Nampak Raja Prabu Aji Awalludin sedang melihat prajurit latihan berpedang dan memanah.


Tak Lama kemudian datanglah seseorang berpakaian hitam yang mukanya di tutupi kain. melesat ke arah Raja Prabu Aji Awalludin.


Tap.... Suara kaki mendarat di tanah.


Raja Prabu Aji Awalludin tahu siapa yang datang, Orang itu adalah pasukan bayangannya untuk memberi tahu jika ada sesuatu yang mengancam keselamatan warga yang tak bisa di atasi oleh prajurit jaga.


"Ampun Gusti prabu...Pasukan Raja Awan memasuki desa Kenanga...." ucap orang yang berpakaian hitam tersebut.


"APAAAAA.....!!!!!???? Raja Prabu Aji Awalludin terkejut. Sebab berita penyerangan itu meleset,seharusnya 4 bulan lagi akan akan terjadi peperangan.


"Senopati Anggara....." ucap Raja Prabu Awalludin berkata nyaring. Sebab posisi senopati Anggara berada 40 meter dari dirinya.


Senopati Anggara berlari ke arah Rajanya.


Setelah sampai,Kaki kiri di tekuk lalu tumit kaki kanan di letakkan di tanah.kedua telapak tangannya menyatu lalu di letakkan di keningnya.


"Kumpulkan semua prajurit,dan panggil semua senopati dan Mahapatih untuk segera berangkat ke desa Kenanga,sisakan 100 prajurit untuk menjaga putraku... Aku akan menugaskan senopati Sobirin menjaga putraku." ucap Raja Prabu Aji Awalludin.


"Daulat Gusti Prabu...." ucap Senopati Anggara.


Senopati Anggara berdiri lalu berjalan untuk mengumpulkan prajuritnya serta memanggil senopati dan mahapatih.


"Buanjingaannn... Mereka memajukan penyeranganya... Pasukan bantuan gak mungkin datang tepat waktu." ucap Raja Prabu Aji Awalludin dalam hati sambil berjalan ke dalam rumah untuk mengambil pakaian perangnya.


----***-----


Desa Kumbang.


Desa Kumbang terletak Di selatan Kerajaan Padjajaran,yang berbatasan dengan desa Turi yang di kuasai Kerajaan Awan.


Raja Permadi membagi pasukannya menjadi 2 kelompok. 1 kelompok ia bawa dengan jumlah 10.000 pasukan memasuki desa Kenanga dan di kelompok satunya lagi membawa 7.000memasuki Desa kumbang .Sisanya ia tinggalkan untuk menjaga kerajaannya.


Sebelum Raja Permadi terlihat akan memasuki desa Kenanga,ia memerintahkan untuk menyerang lebih dulu pada kelompok satunya,karena telah mengetahui pasukan bayangan Raja Aji Awalludin yang bersembunyi.Agar semua pasukan kerajaan Padjajaran bergerak di desa Kenanga.


Nampak Ribuan prajurit dari kerajaan Awan memasuki Desa itu. Prajurit dari kerajaan Padjajaran yang bertugas menjaga desa itu tak berkutik melawan,karena kalah jumlah. Prajurit kerajaan Awan membunuh semua orang yang di jumpainya,kecuali para gadis. Para Gadis di tahan lalu di kurung.


Hanya 1 dupa saja mereka menguasai desa tersebut, lalu mereka melanjutkan kembali perjalanannya.


Ada seseorang berpakaian hitam yang di tutup mukanya melihat kejadian itu,ia hendak melompat ke pohon yang ada di belakangnya,namun nahass,baru mau melompat,sebuah anak panah melesat ke arahnya,ia tak dapat menghindar dari serangan itu.


Wuuuussshhh..... Jleb......


Orang yang berpakaian hitam itu terkena panah tepat di dadanya. Lalu ambruk dan jatuh dari pohon. Ia tewas seketika karena panah itu mengenai jantungnya dan panah itu mengandung racun.


20 meter dari tempat orang berpakaian hitam ada seseorang yang memegang busur panah,ia baru saja melesatkan anak panahnya.

__ADS_1


"Kamu mau melapor...


"Gak bakalan bisa... " ucap orang yang memegang busur panah tersebut.


__ADS_2