Petualangan Udin

Petualangan Udin
MANUSIA ATAU BUKAN


__ADS_3

Seorang Pemuda melesat diatas langit. Ia tak ingin berlama - lama berada ditiap lapisan yang ia lewatin,takut jika ketemu wanita muda lalu dipaksa menikah lagi.


Kini pemuda itu sudah berada di alam dewa tingkat tiga lapisan 8.Setiap kali masuk ia menyesuaikan persyaratan untuk masuk kedalam portal.Setelah keluar ia selalu menyembunyikan kekuatannya,jika orang lain melihat dia seperti manusia biasa saja tanpa kultivasi.Pemuda itu adalah Udin.


"Dari tadi aku terbang tak ada hal yang menarik,tapi jika turun entar dipaksa nikah seperti Liu Xing dan Liu Chang." gumam Udin yang berada diketinggian 10 KM.


Traang...


Trangg....


Boommm.....


Tiba - tiba Udin mendengar suara pertempuran.


"Ada yang perang...lihat aja lah.." ucap Udin Lalu turun agak mendekat.


Ratusan ribu orang sedang berperang,rata - rata berada di ranah Dewa dan paling tinggi di ranah Raja dewa itupun hanya beberapa orang saja.


"HANCURKAN MEREKA,JANGAN BIARKAN MEREKA MASUK KEDALAM WILAYAH KITA,LEBIH BAIK MATI BERTARUNG MEMPERTAHANKAN ORANG YANG KITA CINTAI DARIPADA BERDIAM DIRI DITINDAS"ucap Ketua kelompok itu memberi semangat pada anak buah yang dipimpinnya.


Jumlah mereka kurang dari 6 juta sedangkan musuh berjumlah kurang lebih 17juta.


"Ooo...mereka mempertahankan wilayahnya karena di invansi oleh musuh.,aku bantu sedikit sajalah." ucap Udin lalu melesat kearah kelompok musuh yang bertarung.


Udin menghilangkan hawa keberadaannya. Ia melihat 1 orang memakai mahkota.


"Bentar lagi yang mulia kaisar,kita bisa menguasai wilayah itu" ucap pelayannya.


"Bagus..lebih cepat lebih bagus,aku ingin wilayah itu menjadi wilayahku." ucap kaisar.


Diruangan itu ada beberapa kerajaan yang ikut membantu kekaisaran untuk merebut kerajaan Ghuang.


Udin yang mendengar percakapan mereka kemudian menggunakan elemen petir dan api untuk menyerang mereka..


Wuuzzzz.....


Jeeddeeerrrrr.....


Booom.....


Jeddeerrr.....


Jeddeerrrr...


Jeddeerrr....


Boomm...


Booommmm......


Jeddeeeerrr....


Booommm....


Jedderrrr....


Booomm....


Semua orang tewas seketika ketika terkena serangan Udin.


Musuh yang maju di medan pertempuran terkejut,begitu pula dengan pasukan yang mereka serang.


Mereka melihat Petir dan Api menyerang ke arah tempat berkumpulnya Kaisar dan jutaan prajurit aliansinya.Musuh lalu meletakkan pedangnya kemudian.


"KAMI MENYERAHH" ucap Mereka serempak.


Tak jauh dari medan pertempuran pihak yang mereka lawan.


"Lapor yang mulia Raja,Kaisar Chou serta jutaan prajuritn aliansinya telah tewas semua" ucap pelayannya


"HAH....!!!!???Siapa yang yang menyerang mereka," ucap Raja.


"Hamba dapat laporan bahwa ada pemuda bertopeng sedang menyerang kaisar dan Jutaan pasukan seorang diri menggunakan Petir" ucap pelayan itu. Yang memberi laporan hanya melihat petir warna Putih saja,sedang Api tidak terlihat sebab warnanya sama dengan petir. Jika mat - matanya itu tahu Ada api warna putir yang menyerang musuhnya,langsung muntah darah karena terkejut.


"Seorang diri?? Apakah dia kaisar dewa atau dewa penguasa?" ucap Raja dalam hati.


"Perintahkan para pasukanku jangan menyinggung pemuda bertopeng itu,jika dia kesini ,beritahu aku dan bila dia pergi jangan ditahan,biarkan saja dia" ucap Raja.


"Siap Raja" ucap pelayan itu membungkuk lalu pergi dari hadapan Raja.


"Untungnya ada Pemuda itu,jika tidak maka wilayahku akan di rebut oleh kaisar yang tamak" gumam Raja.


Kembali Ke Udin.


"Hem...beress..untung aku pake Petir putih,jadi tersamarkan apiku,jika pakai warna petir yang lain bisa berabe dan gempar" ucap Udin dalam hati kemudian melanjutkan perjalanannya.


Untung saja Udin menjual Pil lalu mendapatkan Jutaan batu Mistik dan jutaan batu roh tinggi,sedang dan, rendah.jika enggak mau tak mau Udin harus menjual Pil lagi.


Udin bertanya pada Paijo tentang portal menuju lapisan berikutnya.Setelah ketemu Udin melesat kearah portal yang di tuju.


---***----


Tak lama Udin pergi dari wilayah yang dihancurkan dengan petir dan api nampak seseorang melayang sedang marah.


"SIAPA YANG MEMBUNUH CUCUKU...AKAN AKU BUNUH DIA" ucap sosok itu sambil mengeluarkan aura kaisar dewa.


Sosok itu mencari pemuda bertopeng yang ia tahu dari batu jiwa cucunya itu.Ia melihat seorang pemuda membunuh dengan elemen petir.


Setelah terbang kesana kemari tak menemukan sosok pemuda bertopeng itu,Lalu ia menghilang menggunakan artefak miliknya.


------***-----


Udin saat ini dilapisan 15 dan beristirahat di padang Rumput yang luas.


"Sejuknya disini" ucap Udin sambil bersender di bawah pohon yang tak begitu besar.


Huuuffttt.....asap mengepul..


"Lama aku tak merokok" gumam Udin


Tak lama kemudian Ada sosok makhluk kecil yang memiliki sayap dipunggungnya,sosok mungil itu seperti manusia.


"Siapa pemuda ini,mengapa dia masuk kedalam wilayah kekuasaan wilayah sang ratu,aku akan mengawasinya. jika pemuda itu berbuat jahat aku akan membunuhnya" ucap Sosok wanita mungil itu dalam hati.


"Aku gak berbuat jahat pada kalian,aku hanya mampir sebentar"ucap Udin telepati.


"HAHH!!!??? Bagaiamana ia bisa membaca isi hatiku" ucap Sosok wanita mungil dalam hati.


"Ya jelas bisa dong,aku kan Dukun,tinggal komat kamit baca mantra " ucap Udin telepati.


Sosok mungil itu mendekat ke arah Udin lalu hinggap dipundaknya.


"Sedang apa tuan disini" ucap sosok wanita mungil itu.


"Aku sedang istirahat saja,capek tau dari tadi terbang terus" ucap Udin telepati. Udin mengira sosok suara wanita itu berbicara dalam hati,ia tak tahu kalau sosok yang diajak bicara ada dipundaknya.


"Minuman apa yang kau minum tuan" ucap Sosok wanita mungil itu.


"Ini Kopi,dan yang ini rokok,kalau rokok kamu gak aku ijinkan mencoba,hanya boleh kopi saja" ucap Udin telepati.


Sosok wanita mungil itu pun terbang menuju gelas kopi Udin.Lalu mencicipinya.


Hampir saja jari Udin menyentil makhluk yang ada digelas kopinya,Udin mengira itu capung.


"Itu capung apa bukan seh" ucap Udin dalam hati. Lalu memperhatikan secara seksama.


"HAAAAHHHH??? manusia kecil punya sayap" ucap Udin.


Sosok wanita itu cuek saja sambil meminum kopi Udin.


"Maaf Nona,anda ini siapa? mengapa punya sayap dan badan anda kecil begini" ucap Udin.


"Aku seorang Peri namaku Li Hua" ucap sosok wanita mungil itu ternyata bangsa Pery.


"Pery??? kamu saudaranya Katy Perry kah?? ucap Udin yang belum paham bangsa Pery.


"Katy Perry?? Siapa dia tuan?"ucap Li Hua.


"Itu loh artis terkenal,biasannya muncul di TV,kalau gak muncul di TV dia jualan gado - gado dipasar minggu" ucap Udin.

__ADS_1


"TV,jualan Gado - gado,Artis??? maaf tuan saya gak paham." ucap Li Hua lalu menghabiskan kopi milik Udin.


"Itu perut apa gentong seh,perut kecil masih lebih gede cangkir kopiku bisa habis diminumnya" ucap Udin dalam hati laku menuangkan lagi kopinya yang masih ada diteko.


"Hinggap saja di jariku ini" ucap Udin.


Li Hua pun menuruti permintaan pemuda itu.


Udin mendekatkan sosok wanita mungil itu di mukanya.



"Cantik,tapi punya sayap badan mungil. makhluk apa ya ini" ucap Udin dalam hati.


Liu Hua memiringkan kepalanya kiri kekanan karena kebingungan. Karena tak ada ancaman makanya dia bersikap santai saja.


"Apa kamu sendirian disini" ucap Udin.


"Tidak,Ada ratusan ribu ,mereka semua bersembunyi dari manusia." ucap Li Hua.


"Kalau mereka sembunyi,mengapa kamu muncul dihadapanku,aku ini manusia" ucap Udin heran.


"Iya aku tahu kamu ini manusia,awalnya aku ingin membunuhmu ketika kau berani masuk dalam wilayah kami,tapi kamu bisa telepati denganku,sedangkan aku tak bisa,kau bilang tidak jahat,jadi ya gak jadi aku bunuh" ucap Li Hua santai.


"Ooo..begitu ta.Apa semua pery itu secantik dirimu?" ucap Udin.


Muka Li Hua langsung memerah karena dirinya dipuji oleh pemuda didepannya,selama ini hanya orang tuanya yang memujinya,tak ada pria di bangsanya tak memuji dirinya.Mungkin mereka takut pada kedua orang tuanya.itulah di pikiran Li Hua.


"Makasih atas pujianmu" ucap Li Hua.


Udin membuat gelas yang cocok buat Li Hua lalu menyerahkannya,tak Lupa mengisi gelas itu dengan kopi.


"Ini minumlah" ucap Udin .


"Terima kasih,oh iya.. dari tadi tuan mengajak ngobrol terus tapi tak memberi tahu nama tuan" ucap Li Hua protes.


"Hehehehehe..Aku lupa,soalnya aku melihat gadis sangat cantik jadi lupa,Namaku Ling Udin.panggil saja Udin jangan pake tuan" ucap Udin.


Wajah Li Hua seperti kepiting rebus.


"Jangan memujiku terus,nanti aku pingsan karena tak kuat menahannya." ucap Li Hua.


"Lah emang itu kenyataannya kok,yang menjadi kekasihmu pasti sangat bersyukur mendapat seorang kekasih tercantik didunia ini" ucap Udin.


Tiba - tiba Li Hua pingsan karena dipuji terus,sebab baru kali ini ia mendapat pujian dari seorang pemuda.


"EH!!!! malah tidur. Yo wes" ucap Udin dalam hati lalu meletakkan Li Hua di pahanya supaya nyaman.


Udin tidak melanjutkan ngududnya ketika tahu sosok mungil itu sorang wanita,Lalu Udin mengeluarkan HPnya.


cekrek...


cekreekk...


"Mayan buat kenang - kenangan" ucap Udin dalam hati.


Lagi asik - asiknya memfoto Li Hua datanglah ratusan pery yang sedang mencari Putri mahkota ,


Salah satu dari mereka melihat Putri mahkota tergeletak di paha seorang manusia.Lalu memberi tahukan pada ketua kelompok mereka,bagitu mendapat laporan dari anak buahnya,mereka kembali untuk melaporkan kejadian ini pada yang mulia ratu mereka.


"Lama banget ini cewek tidur nya." ucap Udin.Ia mau melanjutkan perjalanannya tidak jadi karena ada Li Hua tidur dipahanya.


Dari kejauhan mereka melihat Manusia bertopeng,lalu Putri kerajaan mereka ada di paha pemuda itu.Mereka awalnya ingin membunuh lalu di urungkan,karena putri kerajaan mereka sedang ditawan oleh manusia bertopeng.


Tak lama kemudian Muncul didepan Udin ribuan bangsa pery yang terbang,nampak disalah satu peri itu memakai mahkota.


"HAHHHH!!!!!! Udin terkejut,


Sosok peri yang memakai mahkota melihat pemuda itu tidak memiliki energi Qi.


"Siapa pemuda ini,mengapa dia melukai putri kesayanganku,bagaimana ia bisa melukai putriku,sedangkan putriku berada di ranah prajurit dewa,apakah dia memakai artefak khusus" ucap sosok pery Bermahkota.


"MANUSIA..MENGAPA KAU LUKAI PUTRIKU? DAN KAU TELAH LANCANG MASUK DIWILAYAHKU"ucap sosok peri yang memakai mahkota.


Para prajurit itu hendak menyerang,tapi ditahan oleh Ratu mereka,sebab Ada putrinya di paha pemuda itu.


"APPPPAAA!!! TIDURR??? ucap mereka serempak.


"Iya tidur,aku menunggu dia bangun tapi gak bangun- bangun,padahal aku mau melanjutkan perjalananku ini,kalau tak percaya silahkan cek sendiri" ucap Udin.


Salah satu prajuritnya hendak maju,namun dicegah oleh Ratu mereka.


"Biarkan aku saja yang kesana" ucap Ratu.


"Tapi Ratu,manusia itu berbahaya" ucap prajurit itu.


"Ooo...Dia Ratu. EH...kalau dia Ratu lalu dia bilang ini putrinya berarti.....Assemmmm..Anak ratu rek yang ada bersamaku,pantesan aja cantiknya gak ketulungan" ucap Udin dalam hati.


"Kamu melawan perintahku" ucap Ratu marah karena prajurit itu melawan perintahnya.


"Maaf yang mulia Ratu."ucap prajurit itu gemetaran.


Kemudian sang Ratu menghampiri putrinya dan memeriksa.


"Hem...dia pingsan, Mengapa dia pingsan ya?" ucap Ratu dalam hati.


"Hahh !!! pingsan...Kirain tidur tadi" ucap Udin dalam hati.


Kemudian Ratu mengalirkan energinya,tak lama Li Hua bangun.


"IBUUUU!!!! Li Hua terkejut karena Ibunya ada didekatnya.


"Mengapa Ibu bisa ada disini" ucap Li Hua.


"Ibu mendapat laporan dari gurumu bahwa dirimu kabur disaat latihan lalu mereka mencarimu,tak lama kemudian Ibu mendapat laporan bahwa dirimu ditahan oleh manusia dalam keadaan terluka" ucap Ibunya Li Hua.


"Maaf Ibu..Aku bosan latihan terus lalu aku jalan - jalan tak lama kemudian aku bertemu dengan pemuda. EH....Pemuda tadi kemana Ibu(Li Hua tidak sadar ada dipahanya Udin)" ucap Li Hua tolah toleh.


"Aku masih disini cantik" ucap Udin.


Mendengar pujian dari Udin ia pingsan lagi.


"Yah...Tidur lagi " ucap Udin.


Sang Ibu melihat tingkah Putrinya dengan seorang manusia jadi geleng - geleng kepalanya.


"Terima kasih sudah menjaga Putriku anak muda" ucap sang Ibu.


" Iya sama - sama hemm...Aku memanggil anda Ratu atau Ibu" ucap Udin.


"Terserah kau saja Nak" ucap Ratu lembut ,Ia melihat pemuda itu baik hatinya.


"Hem...Ibu sajalah.Gimana ? Boleh gak " ucap Udin.


Para anak buah sang Ratu menjatuhkan rahangnya kebawah,bagaiamana tidak,Ratu mereka yang terkenal tegas dan sadis terhadap manusia malah bersikap lembut pada sosok pemuda bertopeng.


"Iya Ibu juga boleh Nak" ucap Ibunya Li Hua.


"Oh iya bu,mengapa Li Hua pingsan,ini yang kedua kalinya,tadi aku pikir dia tidur. Makanya aku biarin saja tadi nunggu dia bangun" ucap Udin.


"Dia tidak pernah mendapat pujian dari sorang laki - laki,oh iya..Namamu siapa" ucap Ibunya Li Hua.


"aku Ling Udin Bu panggil saja Udin. Aku sedang melakukan perjalanan menuju alam dewa tingkat 5,untuk menanyakan jalan pulang" ucap Udin.


"APPAAAA !!! MAU KE ALAM DEWA TINGKAT LIMA??? ucap para bawahan Ratu.


"Emangnya rumah Nak Udin dimana,oh iya namaku Li Wei"ucap Ratu ternyata bernama Li Wei.


"Rumahku di Bumi tepatnya di perumahan Bangun Reksa.Apakah Ibu tahu tempatnya?" ucap Udin.


Li Wei nampak berpikir dan mengingat - ingat.


"Hem.....Sepertinya Ibu Tahu hanya saja lupa" ucap Li Wei.


"Di mana itu Bu..Cepat katakan" ucap Udin semangat 45 ketika sosok kecil itu memgetahui letak Bumi.


"Mari nak Udin ikut Ibu" ucap Li Wei.


" Siap Bu.." ucap Udin.

__ADS_1


Mereka pun menuju Tempat tinggal Bangsa peri.Li Hua digendong oleh Ibunya.


Ketika Udin dan rombongan bangsa pery berada di antara Pohon besar nampak sebuah portal yang dijaga oleh bangsa pery.


"Salam Hormat yang mulia Ratu" ucap para penjaga.


Lalu mereka masuk.


Badan Udin yang awalnya besar kini sama dengan bangsa Peri.


"HAHH.!!!Dia bisa membesar?" ucap Udin dalam hati. Antara Udin yang mengecil atau bangsa pery yang membesar Udin tak tahu,yang ia tahu bangsa pery membesar seperti badannya.


Mereka berjalan kaki tidak terbang,sebenarnya bisa saja terbang,namun itu dilakukan disaat keadaan genting saja.


2 Jam kemudian mereka Tiba disebuah bangunan.



Penampakan Istana Peri


.


.


.


"Waaaahhhh....Bagus sekalii istananya" ucap Udin kagum.


"Mari masuk Nak Udin" ucap Li Wei.


Mereka bertiga sekarang ada di Ruang pribadi sang Ratu,Li Hua diletakkan di kursi memanjang lalu menyadarkan Putrinya.


"Ibu...Dimana Udin Bu?" ucap Li Hua.


"Mengapa kamu mencari Udin nak?" ucap Li Wei Heran.Sebab Putrinya itu jarang bergaul dengan laki - laki.


"Gakpapa ibu,Li Hua hanya ingin ketemu saja." ucap Li Hua sedikit menunduk karena malu.


"Apa kau menyukai pemuda itu(sambil menunjuk Udin yang berada dekat jendela)"ucap Li Wei.


Lalu Li Hua menoleh ke arah ke arah yang ditunjuk oleh Ibunya.


"EEHH!!!Bagaimana dia masuk kesini???apakah Ibu membawa kemari??Setahuku tak ada yang berani masuk kedalam ruang prbadi Ibuku" ucap Li Hua dalam hati.


"Kenapa gak di samperin Nak,katanya tadi nyariin Udin.Itu orangnya disana" ucap Li Wei menggoda anaknya.


"Ahh....Ibu..Aku malu" ucap Li Hua.


"Mengapa jantungku deg..deg..kan ya...Apakah aku menyukai pemuda itu,? ucap Li Hua dalam hati.


Lalu Li Wei mengambil sebuah Buku di Rak buku yang tersusun rapi setelah berjalan ke arah Udin.


"Nak Udin,coba kamu baca buku ini,sebab didalamnya ada membahas tentang Bumi" ucap Li Wei.


"Baik Bu..terima kasih" ucap Udin sambil membungkuk.


Lalu Udin duduk dilantai dan membuka Buku pemberian Ibunya Li Hua.


Sedangkan Li Hua menatap Udin tak berkedip.


Sang ibu mengetahui sikap anaknya lalu berdiri disamping putrinya.


"Apa kau naksir sama Udin Nak?" ucap Li Wei.


Li Hua hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Ibu akan menikahkan kalian kalau begitu" ucap Li Wei.


Mendengar ucapan Ibunya barusan barulah ia tersadar..


"Aahhh...Ibu..Mana mungkin dia menyukaiku,Umurku ini sudah 1700 tahun lebih,sedangkan dia baru 19 tahun." ucap Li Hua.


Udin yang tak sengaja mendengar ucapan mereka terkejut.


"APPAAAA???? 1700 tahun..??? Yang benar saja,Wanita muda itu usianya 1700 tahun Salah buat kalender kayaknya neh" ucap Udin dalam hati.


"Umur bukan sebagai patokan,jika saling suka maka umur tidak bisa menghalanginya sayang,kecuali maut yang memisahkan mereka" ucap Li Wei.


"Salah itu ibu,yang memisahkan itu beda alam saja seperti Rany dengan aku ini" ucap Udin dalam Hati.


Udin jadi tidak fokus membaca buku itu akbat obrolan antara Ibu dan anak.


"Anaknya saja 1700 tahun,Bagaimana dengan Ibunya ya,penampilannya seperti gadis 17 tahun" ucap Udin dalam Hati.



Penampilan Li Wei.


.


.


.


"Tapi aku malu bu" ucap Li Hua.


"Seandainya Ibumu masih hidup,pasti Ibumu akan senang sekali melihat kejadian ini" ucap Li Wei dalam hati.


.


"HAAHH!!! ??Dia bukan ibu kandungnya,lalu Ibu kandungnya kemana?" Ucap Udin dalam hati.


"Nanti Ibu akan bilang ke Udin ya Nak,semoga saja dia mau,kalau tidak mau maka dia akan Ibu kurung selamanya disini" ucap Li Wei tegas.


" Iya Ibu..Terima kasih ya" ucap Li Hua senang.


"Waasssuuuu....Cobaan apa lagi yang aku hadapi." ucap Udin dalam hati.Ia tidak bisa membaca buku didepannya,karena fokus mendengarkan pembicaraan mereka.


Lalu Li Wei keluar ruangan itu. Sedangkan Li Hua masih berada didalam ruangan bersama Udin.


"Tau ahh gelap,mending baca buku ini saja,sampe mana tadi aku baca...asem...jadi lupa aku gara - gara dengerin mereka mengobrol" ucap Udin dalam hati.


Kini Udin fokus membaca buku.


"Ilmu Bumi,Pil Bumi,Jurus Bumi,Monster Bumi,Inti Monster Bumi,Array tingkat Bumi." gumam Udin.


Udin membaca dari awal lagi,takutnya ada yang ketinggalan.Sedangkan Li Hua memperhatikan Udin membaca buku sambil makan Buah - buahan.


"Padahal pemuda ini tidak memiliki energi Qi.Mengapa aku bisa jatuh cinta padanya ya" ucap Li Hua.


Tiba - tiba Li Wei datang.


"Gawat Nak,para prajurit kekaisaran mencari bangsa kita lagi" ucap Li Wei pada Li Hua.Panik....


.


.


.


.


¤¤¤¤


.


.


.


.


.


.


Maaf hanya Update 2700 kata saja.


jika suka,di like ya teman - teman..matur suwun

__ADS_1


__ADS_2