Petualangan Udin

Petualangan Udin
KEJUTAN BUAT ALEX


__ADS_3

"Apa yang terjadi? Mengapa aku tak bisa menyentuhnya....!!" ucap penjaga. Kemudian penjaga itu pindah ke ruang tahanan lainnya.


Ceklek.... Krriiiiieett..... Suara pintu.


"APAAAAA....!!!??? Penjaga terkejut,karena hasilnya sama.


Lalu Penjaga itu keluar dari penjara.


"Sho Wen...." ucap Penjaga itu.


" Iya Jhu Man.. Ada apa?" ucap penjaga penjara.


"Apa yang terjadi pada tahanan di dalam penjara.? Mengapa aku tak bisa menyentuhnya?" ucap Jhu Min.


"Maksudnya? " ucap Sho Wen.


"Ayo ikut aku..." ucap Jhu Man.


Sho Wen kemudian mengikuti Jhu Man masuk ke dalam Ruang tahanan. Nampak pintu masih terbuka belum di kunci lagi.Lalu mereka masuk.


"Coba kamu sentuh " ucap Jhu Man.


Sho Wen lantas menyentuh tahanan tersebut.


"EH......!!!??? Sho Wen terkejut karena tangannya tak bisa menyentuh.


"Apa yang terjadi ?" ucap Sho Wen sambil mencoba menyentuh,tapi tangannya menembus badan tahanan tersebut.


"Mana aku tahu... Di sebelahpun juga begitu." ucap Jhu Man.


"Ayo kita lapor..." ucap Sho Wen.


"Ayoo....." ucap Jhu Man.


Sho Wen dan Jhu Man keluar pintu sel penjara.


Begitu mereka sampai di gerbang pintu masuk penjara.


"Chi Mon.... Jaga di sini dulu. Aku akan menghadap Jendral Jhon Shon" ucap Sho Wen.


"Siap ketua..." ucap Chi Mon.


Sho Wen dan Jhu Man berlari menuju tempat di mana Jhon Shon berada.


----***----


.


Ruang Kerja Jendral Jhon Shon.


Sho Wen Dan Jhu Man sudah sampai di depan pintu.


"Apa Jendral ada di dalam?" ucap Sho Wen bertanya pada penjaga.


"Jendral berada di Pangkalan kapal luar angkasa " ucap penjaga.


"Oke... Terima kasih..." ucap Sho Wen.


"Ayo kita kesana..." ucap Sho Wen pada Jhu Man.


"Ayooo.... " ucap Jhu Man.


Mereka pun berlari ke arah pangkalan Kapal luar angkasa.


----***----


Pangkalan kapal luar angkasa.


Nampak Jhon Shon memeriksa perlengkapan perang.


"Apa batunya Energinya cukup banyak?" ucap Jhon Shon pada seorang prajurit yang sedang menaruh barang.


"Sudah Jendral..." ucap prajurit itu.


"Bagus... Jangan sampai kurang. Sebab perjalanan kita sangat jauh..," ucap Jhon Shon.


Tak lama kemudian Sho Wen dan Jhu Man datang.


"Maaf jendral saya mengganggu anda.." ucap Sho Wen.


Jhon Shon kemudian membalikkan badannya.


Ia melihat ketua penjara datang bersama pelayan Alex.


"Iya ada apa Sho Wen?" ucap Jhon Shon.


"Terjadi keanehan pada para tahanan Jendral.." ucap Sho Wen.


"Keanehan.. ??? Maksud kamu keanehan apa?" ucap Jhon Shon bingung.


"Mari ikut saya Jendral... Sebab saya tak bisa menjelaskannya.." ucap Sho Wen.


"Baiklah.... " ucap Jhon Shon.


Mereka bertiga melesat ke arah Penjara.


----****-----


Ruang penjara.


Mereka bertiga sudah sampai di depan sel tahanan.

__ADS_1


"Aneh gimana maksudmu Sho Wen? Aku melihat tak ada ke anehan dan mengapa pintu sel ini tidak kamu kunci kembali? " ucap Jhon Shon.


"Silahkan Jendral sentuh Tahanan itu,nanti Jendral akan mengetahuinya" ucap Sho Wen.


Jhon Shon kemudian berjalan masuk ke dalam ruang tahanan,lalu menyentuh tahanan tersebut.


"EH.....!!!???" Jhon Shon terkejut karena tak bisa menyentuhnya.


"Mengapa aku tak bisa menyentuhnya?" ucap Jhon Shon heran.


"Itu kami tak tahu,Maka dari itu Saya melapor pada Jendral..." ucap Sho Wen.


Jhon Shon kemudian mencoba lagi,namun tak bisa menyentuh.


"Coba kamu cek yang lain" ucap Jhon Shon.


"Siap Jendral.." ucap Sho Wen dan Jhu Man.


Sho Wen memberikan kunci pada Jhu Man untuk membuka pintu sel tahanan.


Ceklek.... Kriiiettt.... suara pintu sel.


Ckelek..... Kriiieett..... suara pintu sel.


Sho Wen dan Jhu Man mencoba menyentuh tawanan.


"EH.....!!!??? Sho Wen dan Jhu Man terkejut. Karena tawanan itu sama dengan para gadis yang akan di jadikan tumbal.


"Sama Jendral..." ucap Sho Wen.


"Di sini juga sama Jendral.." ucap Jhu Man.


"APAAAAAAA......!!!!??? " ucap Jhon Shon terkejut.


"Periksa semuanya...." ucap Jhon Shon.


"Siap Jendral..." ucap Mereka serempak.


Ceklek.... Kriiiett..... suara pintu.


Ceklek.... Kriiiett..... suara pintu.


Nampak Sho Wen dan Jhu Man menyentuh tahanan lainnya,hasilnya juga sama.Lalu mereka pindah ke Sel lainnya


Ceklek.... Kriiiett..... suara pintu


Ceklek.... Kriiiett..... suara pintu


Semua pintu sel mereka buka dan memeriksanya.


"Sama Jendral.... Mereka tak bisa di sentuh.." teriak Sho Wen,karena letaknya agak jauh.


"Apa yang sebenarnya terjadi..." ucap Jhon Shon.


Tak Lama kemudian Hologram tersebut mati,karena kehabisan daya listrik.


"EH.....!!!??? " Jhon Shon, Sho Wen, dan Jhu Man Terkejut saat melihat para tahanan hilang dalam sekejap. Mereka tak mengetahui ada alat terpasang disana.


"A...A..Apa yang terjadi?" ucap Sho Wen.


"Entahlah... Semuanya menghilang.." ucap Jhu Man.


Mereka berdua menghampiri Jhon Shon.


"Jendral..." ucap Sho Wen.


"Iya ..." ucap Jhon Shon.


"Jangan bunuh kami..." ucap Sho Wen. Ia takut di bunuh karena kejadian tersebut.


"Kalian tidak akan aku bunuh, Sebab kejadian ini di luar akal kita,aku saja bingung kok." ucap Jhon Shon.


"Terima kasih Jendral..." ucap Sho Wen.


"Aku akan memberitahukan pada Alex dulu.." ucap Jhon Shon.


Kemudian Jhon Shon menghilang karena berteleportasi.


----***----


Taman Istana.


Nampak Alex duduk santai di temani para Selir sambil mengamati para anak buahnya untuk berangkat perang. Pakaian para Selir itu membuat senjata para kaum Adam berdiri,sebab lubang dan gunung mereka kelihatan karena memakai pakaian yang transparan.


Tiba - tiba Jhon Shon muncul di depannya.


"Ada apa Jendral ? Apakah ada kendala pada armada kita?" ucap Alex.


"Maaf yang Mulia.. Armada kita tidak ada kendala, Hanya saja ada sesuatu yang terjadi pada para tahanan" ucap Jhon Shon.


"Apakah mereka kabur lagi??" ucap Alex.


"Sho Wen datang kepadaku bersama Jhu Man,Ia bilang ada ke anehan pada para tahanan" ucap Jhon Shon.


"Keanehan? keanehan apa itu Jhon Shon.."ucap Alex.


"Para tahanan tak bisa di sentuh yang mulia,.." ucap Jhon Shon belum selesai ucapannya di potong oleh Alex.


"APAAA.....!!!?? Kamu tidak bercanda kan Jhon Shon.." ucap Alex.


"Tidak yang Mulia... Aku menyuruh Sho Wen dan Jhu Man memeriksa ke para tahanan lainnya,hasilnya juga sama,tak bisa di sentuh. Lalu tiba - tiba para tahanan itu hilang..." ucap Jhon Shon.

__ADS_1


Alex terkejut saat mendengar laporan dari Jhon Shon.


Kemudian Alex berteleportasi ke ruang tahanan.


----***----


Ruang Tahanan.


Alex muncul di dalam penjara.


Alex melihat pintu tahanan terbuka semua ,tak ada penghuni di dalam penjara tersebut.


Lalu ia masuk dalam ruang tahanan tersebut.


Ketika Alex masuk,ada alat Hologram lainnya menyala,alat itu aktif ketika Alex masuk ke dalam sel penjara yang di pasang oleh Udin.


Di depan Alex muncul seorang pemuda memakai topeng.


"EH....!!!???Alex terkejut langsung melompat mundur.


"Gimana kejutanku Alex... apa kau suka. Pasti suka dong. Gak mungkin enggak, T4hi kucing aja kamu jilatin,katamu rasanya seperti coklat..." Suara Hologram.


"KURANG AJAARRRR........" ucap Alex marah lalu melesatkan Bola api ke arah Hologram tersebut.


Wuussh.... Boooommmm...... Nampak Dinding penjara Jebol.


"Eh..... !!!??? Alex terkejut,sebab Pemuda bertopeng itu masih ada dan tak terluka oleh serangannya.


"Siapa kamu...?" ucap Alex


"Aku adalah Malaikat pencabut nyawamu... Oh iya,kamu gak usah khawatir tentang Qin Fang. Sebab sudah aku bunuh." Suara Hologram.


"KURANG AJAAR......." ucap Alex emosi. Lalu Alex memukul Hologram tersebut.


"Pukulanmu seperti bayi saja Lex...Alex.... Makanya jangan kebanyakan Coliiii......Colinyaa pakai Cabe pula..,jadi pukulannmu lemah tak bertenaga,kaya b4ncii,Coba kamu Collii pakai Kecap Bangoo...Karena Rasanya gak pernah Bohong..." Suara Hologram.(Colii \= Ngocook anunya pria)


"AAAAAAAAAA.......... " teriak Alex karena kesal karena tak bisa memukul pemuda bertopeng tersebut.


Kemudian Alex melesatkan bola api lagi ke arah pemuda bertopeng.Ia tak mengeluarkan kekuatan penuhnya,sebab jika memakai kekuatan penuh,bisa hancur istananya.


Wusssh.... Wusshh... Wuusshh... Wussshh....


Nampak Bola - bola api melesat ke arah pemuda bertopeng.


Boomm.... Boomm... Boomm.... Boomm...


Boomm.... Boomm... Boomm.... Boomm...


Nampak tanah bergetar,untungnya penjara itu letaknya di bawah tanah,jika tidak maka Bola api Alex akan menghancurkan istana dan juga prajuritnya sendiri.


Nampak para Bawahan Alex terkejut,karena tiba tiba tanah bergetar.


Alat Hologram buatan Udin hancur tak tersisa terkena bola api yang di lesatkan oleh Alex.Karena Udin membuat dari bahan yang jelek,agar mudah hancur ketika terkena bola api,jika memakai bahan yang bagus maka alat tersebut tahan dari api,Alex akan mengetahuinya jika bayangan itu dari alat tersebut. Kemudian Alex keluar dari penjara,karena penjara tersebut telah Runtuh.


"Akhirnya mati juga kamu..." ucap Alex ketika melihat pemuda bertopeng itu tak ada lagi.


Jhon Shon muncul di samping Alex.


"Kenapa di hancurin yang Mulia."ucap Jhon Shon heran melihat Penjara bawah tanah hancur.


"Karena ketika aku masuk,tiba - tiba ada pemuda bertopeng,Pemuda itu berbicara padaku dengan cara menghinaku,Aku tak bisa memukulnya,lalu aku serang dia dengan bola apiku,akhirnya dia tewas juga.." ucap Alex percaya diri.


"Syukurlah..." ucap Jhon Shon.


"Tapi ada yang aneh..." ucap Alex.


"Aneh kenapa yang mulia?" ucap Jhon Shon.


"Aku merasa pemuda itu tak bernapas,lalu tak bisa aku sentuh,Seolah olah itu bayangan." ucap Alex.


"Kalau bayangan,pasti hitam yang Mulia,seperti bayangan yang mulia sendiri,coba yang mulia lihat bayangannya." ucap Jhon Shon.


Alex lalu melihat bayangannya sendiri.


"Oh iya ya... Hitam. Terus yang aku serang tadi manusia apa bukan? Mengapa aku pukul tak bisa tapi begitu aku serang pakai bola apiku ,pemuda itu langsung hilang?" ucap Alex.


"Itu karena dia lemah,yang Mulia orang terkuat di alam semesta ini.." ucap Jhon Shon memuji Alex.


"Jelasss... Aku adalah orang terkuat di seluruh galaksi ini.. Aku akan menguasai seluruh galaksi di alam semesta ini.


"Ha...Ha....Ha....Ha....Ha..." ucap Alex lalu tertawa.


Kemudian Alex terdiam,lantas ia teringat ucapan pemuda bertopeng tersebut.


"Oh iya... Kamu tahu Kecap Bangoo kah?" ucap Alex.


"Gak tahu yang Mulia... Emang kenapa dengan kecap Bangoo..."ucap Jhon Shon penasaran.


"Kata pemuda bertopeng tadi kalau Colli pakai kecap Bangoo,Begituu...Karena rasanya tak pernah bohong." ucap Alex.


"Collii..??? Apaan tuh yang Mulia? Aku gak paham..." ucap Jhon Shon.


"Sama aku juga gak paham,Colli itu apaan,entah nama orang atau makanan " ucap Alex.


"Ada kabar dari Ling Bao?" ucap Alex.


"Ada yang Mulia,Mereka sedang menyiapkan seluruh pasukannya." ucap Jhon Shon.


"Bagus......


"Siapa saja yang memghalangiku,Pasti akan aku hancurkan..." ucap Alex berapi - api.

__ADS_1


__ADS_2