
"Bro coba kamu Hubungi Shan" ucap Paijo pada Ponijan
"Jangan ...Kita Tunggu Bos siuman dulu" ucap Andin.
"Kenapa bisa begitu?" ucap Paijo.
"Kita gak tahu apa yang Udin rencanakan nanti ,takutnya si Bos malah marah nanti" ucap Andin.
"Oke...Kita tunggu bos saja" ucap Paijo.
"Maaf... Sebenarnya ini ada apa?" ucap Mingmei yang daritadi diam saja.
"Maaf Nona... Ini masalah Pribadi Bos. Biar Bos saja yang cerita. Kami tak berani cerita" ucap Paijo.
"Han Meiling Xing lalu pergi dari ruang TV,ia berjalan ke arah Kamar tepat dimana Udin berada.
Setelah Han Meiling Xing sampai dikamar,ia melihat Juminten Menjaga Udin.
"Maaf Bibi,... Sebenarnya apa yang terjadi pada calon suamiku" ucap Han Meiling Xing.
"Maaf Nona,Kami tidak bisa memberi tahunya,Nona tanya saja sendiri pada Bos setelah Bos sudah sadar..." ucap Juminten sopan.
"Ternyata sama saja,aku pikir aku bisa tahu dari Bibinya Udin tadi yang mengantar Udin ke kamar tidur," ucap Han Meiling Xing. Lalu ia naik ketempat Tidur kemudian berebah disamping Udin.
Juminten lalu keluar kamar meninggalkan Mereka berdua. tak lupa menutup pintu kamar.
Han Meiling Xing melihat Juminten keluar kamar,ia lalu turun dari tempat tidur lalu mengunci pintu,setelah itu kembali ketempat tidur,Ia memeluk Udin tak lupa mencium Pipinya Udin,setelah itu ia tertidur sambil memeluk Udin.
Setelah itu Juminten berjalan ke arah Ruang keluarga yang ada TVnya itu.
"Apa kau beritahu pada Meiling tentang kejadian ini Jumi?"ucap Paijo.
"Enggak Kang... Aku gak berani cerita" ucap Juminten.
"Syukurlah....Aku ,Kuwi,Ponijan dan Djarwo akan berjaga diluar. Kalian berjaga didalam" ucap Paijo.
"Siap Kang" ucap mereka serempak.
Paijo tak mempermasalahkan dirinya tak dipanggil kakak pertama oleh mereka.
.
.
****
Besok Paginya.
"Hoaaamm..... Udin terbangun.
Udin melihat Han Meiling Xing menempel Erat ditubuhnya.
"Asem.... Kalau sama - sama dah besar,sudah aku selesaikan neh" ucap Udin dalam hati.
Udin Menyingkirkan Tangan Han Meiling Xing secara perlahan agar tak bangun,Setelah itu Udin turun dari tempat tempat tidur kemudian berjalan ke arah kamar mandi untuk mandi.
Udin menghilangkan pakaiannya dengan kekuatannya, Awalnya Udin tak bisa,ia selalu berganti pakaian ,setelah di beri tahu oleh paijo,barulah Udin Bisa memakai pakaian dari kekuatan Sang Naga Tanpa harus mencuci pakaian.
20menit kemudian Udin selsai mandi. Lalu berjalan Ke arah Han Meiling Xing.
"Sayang... Bangun....." ucap Udin sambil menyentuh pundak Han Meiling Xing.
"Hooaaam.... Iya sayang...Mandi bareng yuk. " ucap Han Meiling Xing.
"Aku sudah mandi tadi. " ucap Udin.
"Asem.....Malah ngajak mandi bareng,yang ada malah bukan mandi bareng jika sifat dewasaku muncul" ucap Udin dalam hati.
"Aaiisshh... Padahal aku pengen mandi bareng sama Gege Udin" ucap Han Meiling xing manja.
"Ne anak kesambet apaan seh.." ucap Udin dalam hati.
"iya... Kalau kita sudah sah menjadi suami istri ya" ucap Udin.
"Beneran ya Gege Udin.." ucap Han Meiling Xing.
"Iya sayang... Beneran.. Suwerr deh" ucap Udin sambil jarinya membentuk V.
"Suwer itu apa gege Udin?" ucap Han Meiling Xing.
"Suwer itu Janji sayang,Dah cepetan mandi sana... Biar wangi" ucap Udin.
"Oooo... Janji. Iya Sayang.. Ne aku mandi dulu ya.. Emmuacch... " ucap Han Meiling Xing lalu mencium,setelah Itu ia berjalan ke arah kamar mandi.
Udin Berjalan kearah pintu kamar
"Kenapa dikunci,Aneh..." ucap Udin dalam hati.
Udin melihat Slot Kunci bertuliskan ON.
Lalu Udin menggeser Slot Kunci tersebut.
Cetak... Suara kunci . Kini beralih ke tulisan Off.
Lalu Udin berjalan ke dapur,Udi tidak melewati Ruang keluarga.
Nampak Andin,Mingmei dan Juminten sedang sibuk dkdapur.
"Pagi Bibi - bibiku yang cantik" ucap Udin.
"Pagi juga Bosku yang ganteng" ucap mereka hampir serempak.
"Bibi Andin buat apa?" ucap Udin.
"Buat Mie goreng" ucap Andin.
"Bibi Mingmei Buat apa?" ucap Udin.
"Buat telur dadar pakai sosis" ucap Mingmei.
"Bibi Jumi Lagi apa?" ucap Udin.
"Lagi memberi tahu cara masak telur pada Bibi Mingmei Boss" ucap Juminten.
__ADS_1
"Bibi Jumi... Udin mau SU2 bibi Jumi nah..." ucap Udin. Udin mau ngambil gak bisa,soalnya terhalang Juminten.
Juminten lalu mendekati udin,Ia mengandeng tangan Udin lalu berjalan ke sofa,
Disitu Ada Paijo,Kuwi,Ponijan,dan Djarwo.setelah itu Udin ditaruh dipangkuannya,Lalu Juminten mengeluarkan SU2nya dari dalam sarangnya setelah menyodorkan kemulut Udin.
"EH...!? Bukan SU2 ini bibi" ucap Udin terkejut.
"Kalau bukan ini lalu apa bos?" ucap Juminten.
"Udin Minta Su2 bibi Jumi" ucap Udin.
"Ini sudah SU2 Bibi Boss. Nah ...Minum sudah" ucap Juminten sambil menyodorkan P3ntil Su2nya.
Paijo,Ponijan ,Kuwi dan Djarwo melihat Udin diperlakukan seperti nampak menahan tawanya.
"Apa aku salah ngomong ya" ucap Udin dalam hati.
Tak Lama Han Meiling Xing datang.
Ia melihat Udin dipangkuan Bibinya. Bibinya menyodorkan P3ntil Su2nya pada Udin.
"Bi... Udin mau Susu Bibi Ju.." ucap Udin belom selesai ucapannya sudah dimasukin P3ntil Su2nya Juminten dalam mulut Udin.
"HUAKAKAKAKAKAKAKAKAKA.....Paijo,Kuwi, Djarwo dan Ponijan tertawa terpingkal pingkal saat Udin dijejalin Su2nya juminten.
Tak lama kemudian Andin datang membawa 1 kotak SU2 tak lupa Gelasnya.
"Bos itu minta SU2 yang ini,Bukan SU2 dibalik kainmu itu Juminten" ucap Andin.
"EH!!?? Iyakah?... Tapi kenapa Bos meng3mut P3ntilku?" ucap Juminten.
"Yang masukin kedalam mulut Bos itu siapa?" ucap Andin.
"Aku.... Eh!!??" Juminten baru tersadar. Lalu mengeluarkan Su2nya dalam mulut Udin.
"Bibi Ini loh... Udin belum selesai ngomong maen masukin aja" ucap Udin.
"Ya maaf," ucap Juminten.
"Udin bilang... Udin Minta SU2 Bibi Ju..." ucap Udin belum sempat selesai bicara dijejalin SU2nya Juminten lagi
"HUAKAKAKAKAKAKAKAKA...Paijo, Ponijan, Kuwi dan Djarwo tertawa lagi melihat aksi konyol Juminten.
"Asem.... Apa aku salah ngomong ya?" ucap Udin dalam hati sambil merasakan benda dimulutnya.
"Hem......... Nampak Udin berpikir
Tak lama kemudian.
"Asem.... Aku salah ngomong,seharusnya aku bilang minta susu kotakan bibi jumi...Begitu" ucap Udin dalam hati.Ia mencoba melepaskan,tapi ditahan oleh juminten.
Han Meiling Xing memaklumin mereka berdua,sebab Udin masih anak- anak,jika Udin sudah dewasa,beda lagi ceritanya,Han Meiling Xing pasti cemburu.
10 Menit kemudian Juminten melepaskan SU2nya dimulut Udin.
"Mau lagi Bos?" ucap Juminten
"Enggak Bi.. Udin Loh mau susu kotakan Bibi Jumi,Bukan Su2nya Bibi Jumi." ucap Udin.
"Ya Maaf Bi,Udin salah Ngomong" ucap Udin.
"Ini Bos Susunya" ucap Andin memyodorkan 1 gelas SU2.
Udin lalu menerimanya ,Lalu meminumnya.
Udin masih dipangkuan Juminten.
Glek... Glekk... Glek.... Glekkk... Glek....
"Aahhh.... Segar....." ucap Udin.
"Lebih Segar mana Bos,Su2 dalam kotak atau SU2 dalam kain?" ucap Paijo.
"SU2 dalam kotak lah Pakde.. Jelas ada airnya" ucap Udin.
"Ooo.... Bos mau yang ada airnya" ucap Juminten.
"Iya Bibi... Kalau gak ada airnya gak bisa diminum." ucap Udin.
Juminten lalu menggunakan kekuatannya untuk mengeluarkan Asi.
"Neh Ada airnya Bos" ucap Juminten.
Udin melihat..
"EH!!?? Kok ada ada airnya Bi? tadi enggak" ucap Udin melihat Asi menetes dari P3ntil Su2 juminten.
"Ya ada dong... Jadi Gimana... Bos mau lagi?" ucap Juminten.
"Enggak Bi... Kasihkan Paman Djarwo saja. " ucap Udin asal bicara.
"Nah Tuh Wo.... Bos memberikan padamu... His4p sudah..." ucap Ponijan.
"Diampuut... " umpat Djarwo.
"HUAKAKAKAKAKAKA..... Ponijan,Paijo dan Kuwi tertawa lagi.
"Beneran Bos gak mau lagi?" ucap Juminten.
"Iya Bibiku sayang,Udin gak mau lagi" ucap Udin.
Juminten lalu memasukkan SU2nya dalam sarangnya.
"Aiiiissshh... Telat kamu Wo.... Sudah dimasukin lagi tuh,coba langsung maju gitu" ucap Paijo.
"Kalian ini....Mending Kalian keluar,bantu warga di ladang sana..." ucap Andin geleng - geleng melihat tingkah laku Paijo ,Ponijan.
"Pakde Jo..." ucap Udin.
Paijo yang mau keluar mengehentikan langkahnya lalu membalikkan badannya" Ada apa Bos"
"Pakde Sudah Hubungi Shan Apa belum?" ucap Udin.
__ADS_1
" Belum Bos... " ucap Paijo.
Udin mengeluarkan HP pemberian Paijo.
Udin membuka Hp tersebut lalu mencari panggilan tsrakhir.
Sstelah ketemu lalu menekan tombol panggil.
Tuuutt..... Tuuut....
"Halo Jendral Besar,ada apa?" suara Shan.
"Halo Paman Shan,Ini Udin" ucap Udin.
"Ooo... Yang mulia Raja to... Ada apa yang mulia? Suara Shan.
"Hem... Paman bisa Hub Ayah angkatku apa enggak?" ucap Udin.
"Ayah angkat? Siapa itu yang Mulia raja?" Suara Shan.
"Itu Meng Cheng Louh" ucap Udin.
"Ooo.... Bisa... Bisa Yang Mulia" Suara Shan
"Tolong kasih tau,pelakunya itu Temanku,Sebagian barang yang berbahaya Udin amankan" ucap Udin.
"Maksudnya apa yang mulia?" Suara Shan bingung.
"Disana sedang terjadi pencurian besar - besaran,Nah pelakunya itu adalah Temanku,nanti jika ia kembali akan Udin suruh kembalikan" ucap Udin.
Shan belum menerima kabar tentang kejadian yang mengebohkan itu.
"Maaf Yang Mulia Raja aku gak paham.." Suara Shan.
"Bibi Andin... Tolong nyalakan TV cari yang berita." ucap Udin.
"Baik Boss" ucap Andin.
"Bentar Paman... Bibi Andin sedang menyalakan TV" ucap Udin.
"TV.... TV apaan yang Mulia Raja" Suara Shan.
Setelah TV dinyalakan ,nampak Berita Pencurian itu ada,
"Paman,ini Udin VC ya..." ucap Udin.
"Iya yang mulia."Suara Shan
Setelah Tersambung panggilan video, Udin mengarakan ke TV,Kebetulan Krilin sedang di wawancarai.
"APAAAAAAAAAA" Suara Shan terkejut.
Udin membalikkan Kamera HP.
"Gimana Paman.. Itu Salah satu Barang yang diambil,barang - barang yang berbahaya Udin simpan Paman Shan,Paman kasih kabar bahwa Pelaku Nanti akan mengembalikan sebagian yang diambil,Karena sebagian Bahan - bahannya kita gunakan untuk membangun Desa" ucap Udin.
"Siap Laksanakan,Jadi Pelakunya adalah teman yang mulia sendiri" Suara Shan
"Oke Paman.... Terima Kasih ya Paman." ucap Udin.
"Sama - sama yang Mulia" suara Shan lalu Panggilan terputus.
"Pakde... Udin mau ke tempat Paman Wan"ucap Udin.
"Ayoo.... Tapi siapa yang disini?" ucap Paijo.
"Kita bertiga saja,Udin,Calon istriku dan Pakde saja" ucap Udin.
"Bos lama apa sebentar?" ucap Juminten.
"Sebentar saja Bibi,gak sampe seminggu lah baru kita kesini lagi." ucap Udin.
"Oooo... Kirain Lama." ucap Juminten.
"Emangnya kalau lama kenapa Bi?" ucap Udin
"Kalau lama Air SU2 bibi tumpah - tumpah kalau gak Boss Minum" ucap Juminten.
"Asem.... Kirain apa" ucap Udin lalu turun dari pangkuan Juminten.
"Ayo sayang... Kita Pergi" ucap Udin.
"Iya Gege"ucap Han Meiling Xing.
Udin mencium tangan semua anak Buahnya dan juga Pada Mingmei, Setelah Itu mereka keluar rumah..
Udin menghilangakan Arraynya.
Laku Udin merangkul Han Meiling Xing.
"Sayang diem saja ya,tidak usah Takut" ucap Udin.
"Iya sayang" ucap Han Meiling Xing.
"Pakde... Pas diatas saja berubah naganya" ucap Udin telepati.
"Siap Bos" ucap Paijo telepati.
Mereka pun terbang ke atas di ketinggian 10Km.
Lalu Paijo berubah menjadi Naga sepanjang 1000m
"Na....Na...Naga" ucap Han Meiling Xing ketakutan sambil merapatkan pelukannya.
"Gak usah Takut sayang.." ucap Udin lalu naik ke atas Paijo. Kemudian Duduk.
Udin mengegerakkan Jari dan tangannya membentuk pola sambil memeluk Han Meiling.meski agak susah namun Udin berhasil membuatnya.
Wuusshh.. Array pelindung terpasang di area pemukiman warga. Udin memasang lagi array pelindung disekitar dirinya.
"Ayo pakde... Lets go.." ucap Udin.
"Siapa sebenarnya Calon suamiku,mengapa Paman dan Bibinya bisa berubah menjadi binatang legenda." ucap Han Meiling Xing dalam Hati.
__ADS_1
"Paman Djarwo... Tolong kasih tau yang Lainnya,jangan bilang kalau Udin pergi ke tempat Kaisar Chang Li Wan ya. Udin berencana mau jodohin Paman wan dengan Bibi Mingmei" ucap Udin telepati.
"Siap Bos laksanakan." ucap Djarwo telepati.