
Pagi hari sebelum matahari terbit di pedepokan Bintang Laut.
Di salah satu kamar tidur yang di tempati Udin,Nampak Cempaka terbangun duluan.
"Hoooaaamm.......
Cempaka duduk lalu menoleh ke arah samping.
Udin masih tertidur.
"Jak.....Banguunn...." ucap Cempaka.
Cempaka mengoyangkan lengan Udin.
"Masih ngantuk Bi..." ucap Udin masih memejamkan matanya.
Kuuk..Kuu..Ruyyuuuukkk.... Suara ayam jantan berkokok.
"Masa kalah sama ayam kamu Jak...
"Ayoo banguuunn" ucap Cempaka.
Kuuk...Kuuuu...Ruuuyuuuuuuk..... Suara ayam jantan lainnya menyahuti.
Udin membuka matanya..
"Iya Bi...." ucap Udin.
Udin kemudian duduk.
"Ayoo kita ke sungai Jak..." ucap Cempak.
" Ngapain ke sungai Bi...? ucap Udin.
"Main Congkak..." ucap Cempaka.
"Ayooo..." ucap Udin.
"Ya mandi atuh Jak...." ucap Cempaka.
"Ooo...Mandi ta Bi..." ucap Udin.
Udin dan Cempaka kemudian turun dari tempat tidur lalu Udin di gendong oleh cempaka kemudian berjalan menuju sungai.
Udin mendengar suara para penghuni pedepokan ada yang sudah terbangun.
Lalu mereka berpaspasan dengan Wati dan Wulan.
"Guru mau kemana?"ucap Wulan.
"Mau ke sungai..." ucap Cempaka.
"Ikuuuttt......" ucap Wati dan Wulan serempak.
Mereka masuk ke dalam kamar untuk mengambil pakaian Ganti. Cempaka menunggu di depan pintu kamar mereka.
Selang 1 dupa setengah,Mereka sudah tiba di pinggiran Sungai.
Matahari perlahan menampakkan sinarnya.Udin turun dari gendongan Cempaka.Awalnya hanya mereka berempat,tak lama kemudian datang lagi lainnya ke sungai.
Udin melepas bajunya,lalu mengeluarkan isi dalam kantongnya,setelah itu memasukkan dalam cincin ruangnya.Untungnya tak ada yang melihat Udin memasukkan barangnya dalam cincin tersebut.Lalu Udin mengeluarkan botol sampo dan sabun mandi.
Para wanita melepaskan pakaiannya.Mereka tidak malu memperlihatkan tubuhnya di depan Udin karena tahu Udin tak dapat melihat dan juga masih anak keciil
Udin kemudian berjalan sambil mengehentakkan tongkatnya menuju air sungai.
Wulan melihat Udin memegang botol sampo lalu mendekat.
"Jaka...Apa yang kamu pegang itu..?" ucap Wulan.
"Shampo Mbak...Mbak Wulan mau?" ucap Udin.
"Shampo...!??? Shampo itu apa Jak?" ucap Wulan.
"Buat mencuci rambut..." ucap Udin.
"Mencuci rambut...??" ucap Wulan bingung.
"Rambut mbak Wulan sudah basah apa belum?" ucap Udin.
"Basah Jak...Tadi habis aku basahin.." ucap Wulan.
"Sini mbak kedua tangannya...Udin kasih shampo" ucap Udin.
Wulan menyodorkan tangannya. Udin membuka tutup botol shampo.
Tak..
Lalu Udin memegang tangan Wulan,Setelah itu menunangkan shampo ke telapak tangan.
Tercium aroma wangi pada shampo tersebut.
"Usapkan tangan mbak lalu ratakan di rambut mbak..." ucap Udin.
Wulan mengikuti arahan Udin.
"Wangiii Jak....
"EH....!!!?? Kok ada buihnya jaka...." ucap Wulan terkejut.
"Ya memang begitu...Jangan sampai kena mata,kalau kena cukup bilas aja mbak.." ucap Udin.
Nampak para wanita mencium aroma wangi,lalu mencari sumber wangi tersebut temasuk Cempaka.
"Wulaaan.... " ucap Cempaka.
"Ya Guruu..." ucap Wulan.
"Itu kepalamu kenapa berbuih...Terus kok wangi..?" ucap Cempaka.
"Aku di kasih Shampo sama Jaka guru..." ucap Wulan.
Mereka yang mendengar percakapan tersebut lantas mendatangi Udin.
"Jakaaa....Minta dong...
"Iya Jakaa... Kami ingin seperti Wulan...
"Jaka ganteng deh....
"Kemarikan tangan Mbak dan Bibi ... Satu persatu ya..." ucap Udin.
Mereka menyodorkan tangannya ke Udin satu persatu. Setelah dapat mereka mengusap sahmpo itu di kepala.
"Jaka...Kamu beli shampo ini dari mana?" ucap Cempaka.
"Di kasih Bi....Sama teman Jaka..Kalau rambutnya Bibi sudah di beri sampo,Segera bilas pakai air ya Bi.. ." ucap Udin.
Nampak para wanita menyukai aroma wangi pada shampo tersebut.
Nampak ada yang baru datang kesungai,Lalu keheranan melihat teman - temannya terdapat buih di rambut.
"Citraa... Mengapa rambutmu ada buihnya? Wangi lagi.." ucap Wanita yang baru datang.
"Aku di kasih shampo sama Jaka Yatmii.. " ucap Citra.
"Shampo..... ??
"Apaan tuh shampo Cit...?" ucap Yatmi.
"Ini yang ada di kepalaku... Wangi tau shamponya.. " ucap Citra.
Yatmi mendekati Citra. Tercium aroma wangi yang terbawa angin saat jarak dia 2 meter saja.
"Iyaa... Wangii...." ucap yatmi.
Lalu Yatmi melihat ke arah Jaka.
Nampak Udin Menggosok badannya di dekat batu besar.
Yatmi mendekati Udin .
"Jakaa...." ucap Yatmi ketika berada di dekat Udin.
Udin menghentikan aktifitasnya.
"Ya mbak...Ada apa?" ucap Udin.
"Minta Shamponya doong..." ucap Yatmi.
"Boleh... Tapi basahi dulu rambut mbak... Baru bisa pakai shampi ini." ucap Udin.
Yatmi melepas pakaian di depan Jaka,setelah itu menaruh pakaian di batu besar dekat Jaka,
Yatmi membasahi rambutnya.
Jarak antara Udin dan Yatmi hnya 30 cm saja.
"Mana Jak shamponya..." ucap Yatmi.
Udin menggerakkan tangannya untuk mencari Shampo yang ia taruh di batu besar,tanpa sengaja sikutnya menyenggol gunung Yatmi.
"Maaf mbaakk....Gak sengaja..," ucap Udin.
"Iya... Mana Jak " ucap Yatmi.
Jaka meraba - raba batu besar,ia menemukan botol shampo tersebut.
"Ternyata dia buta beneran...Kirain bohongan..." ucap Yatmi dalam hati ketika melihat kedua mata Udin memutih.
"Yang satunya itu apa Jaka?" ucap Yatmi melihat benda asing di batu.
"Itu sabun Mbaak.." ucap Udin.
"Sabun...??" ucap Yatmi bingung.
"Sabun untuk membersihkan badan,yang Jaka pegang ini shampo,buat bersihkan rambut..." ucap Udin.
__ADS_1
"Ooo...Begitu..." ucap Yatmi.
"Mana tangan mbaak..." ucap Udin.
"Ini Jak.." ucap Yatmi sambil menyodorkan tangannya.
Udin meraba,lalu menemukan telapak tangan Yatmi,kemudian menuangkan shamponya.
"Usap sebentar dengan kedua telapak tangan Mbak,lalu usapkan kerambut.." ucap Udin.
Yatmi melakukan apa yang di suruh oleh Udin.
Tak lama kemudian rambut Yatmi berbusa.
"Jak...Boleh minta sabun mandinya?" ucap Yatmi.
"Boleh...Ambil saja Mbak..." ucap Udin.
Yatmi mengambil sendiri sabun botol tersebut,lalu mengusap - ngusap ke badannya.
Nampak semua mata wanita yangvada di sungai tertuju ke Yatmi.
Cempaka lantas mengampiri Yatmi.
"Yatmi...Kenapa Shampo kamu pakai di badanmu?" ucap Cempaka.
"Ini sabun mandi Guru,kalau Shampo dah saya pakai di rambut ...." ucap Yatmi.
"Sabun mandi...???" ucap Cempaka berkata pelan.
Wati mendekati Jaka yang sedang mengosok - gosokan badannya.
"Jaka...Boleh minta sabun mandinya?" ucap Wati.
"Ambil saja mbak..." ucap Udin.
Para wanita yang ada di sungai mendatangi Udin.
"Jakaa.....Aku minta juga ya...
"Boleh aku minta juga gak jakaa...
"Iyaa....Ambil saja Mbakk......." ucap Udin.
Udin tubuhnya di himpit para wanita untuk mengambil sabun mandi.
Tiba - tiba Umam menelepati Udin.
"Boss...." ucap Umam telepati
"Banyak orang Paman di sini Paman.." ucap Udin telepati.
Umam muncul tak terlihat oleh mereka yang berada di sungai.
"Woooww.....Amaziiiiiiing..." ucap Umam dalam hati.
Para Wanita menyingkir dari Udin setelah mendapat sabun mandi.Namun adapula yang berada di samping Udin.
"Jaka....Gosokin punggungku dong..." ucap Sari.
"Iyaa.... " ucap Udin.
Udin meraba - raba ke suara Sari. Sari belum membalikkan tubuhnya.
"Mbak Sari...Ini punggung mbak apa bukan seh.." ucap Udin heran ketika menyentuh gunung kembar Sari sambil mengerakkan tangannya.
"Bukan Jakaa...Bentar Jak.." ucap Sari.
Sari memutar tubuhnya
Udin mengosok - gosokan tangannya di punggung Sari yang terdapat sabun mandi.
"Bos...Aku ikutan gabung boleh apa enggak?" ucap Umam telepati.
"Paman loh bukan Wanita,nanti mereka kabur lagi ketika melihat paman."ucap Udin telepati.
"Iya juga seh Jak...." ucap Umam telapati.
Selang 2 dupa kemudian mereka selesai mandi.
Jaka Berjalan ke tepi sungai sejauh 3 tombak,Lalu mengeluarkan bajunya.
"Waaaahh.... Badan dan rambutku menjadi wangii meskipun tak mengunakan rempah...
"Iya....Rambutku menjadi lembut..
"Kira - kira Jaka punya lagi gak ya....
Cempaka mengambil botol sampo dan sabun yang tergeletak di atas batu besar.
"Ini belinya di mana ya... ?
"Selama aku berkelana mencari cucu ketua,tak pernah menemukan benda seperti ini.." ucap Cempaka dalam hati.
Udin mendengar suara langkah kaki dan percapakan. ,suara itu terdengar di seberang sungai yang jaraknya 100 tombak.
"Bibi....Ada yang mau kesini...." ucap Udin berkata agak nyaring.
"Siapa yang mau kesini Jaka...?" ucap Sari sambil memakai pakaiannya.
"Jaka Gak tahu....Jumlahnya sekitar 4 orang." ucap Udin.
Cempaka mendekati Udin lalu menggendongnya.
"Ayoo kita tinggalkan sungai ini...," ucap Cempaka.
"Anehh... Biasanya jarang sekali ada yang kesni..
"Iya... Apa jangan - jangan itu prajurit kerajaan awan...
Udin yang mendengar celotehan para murid Bintang Laut lantas menelepati Umam.
"Paman Umam..." ucap Udin telepati.
"Iya Bos... Ono opo?" ucap Umam telepati.
"Tolong periksa orang - orang yang tadi mau kesungai itu ya paman" ucap Udin telepati.
"Siaap Bos...." ucap Umam telepati.
Umam kemudian melesat ke arah 4 orang yang mau menuju ke sungai.
Tak lama kemudian Udin dan yang lainnya sudah tiba di pedepokan. Lalu Udin di datangi oleh Puspita Diningrum.
"Oalah Cah bagus...cah bagus Dari tadi Eyang Putri mencarimu gak ketemu - ketemu... Gak tahunya awakmu melu adus nang kali to.." ucap Puspita Diningrum.
Udin turun dari gendongan Cempaka.
"Iya Eyang Putri.. Tadi Jaka di ajakin oleh Bibi..." ucap Udin.
"Ooo...Ngono to ...Ayoo sarapan,...Tadi eyang putri masakin kamu ikan bakar "ucap Puspita Diningrum.
Puspita Diningrum lantas menggandeng tangan Udin. Lalu mereka berjalan ke arah ruang makan.
"Asiiik......Ikan bakar..." ucap Udin.
Umam muncul di dekat Udin tanpa terlihat.
"Bos...Mereka dari kerajaan Awan jumlahnya ada 6 orang.." ucap Umam telepati.
"6 orang...?? Bukan 4 kah paman?" ucap Udin telepati.
"6 Bos...4 orang berjalan kaki,2 orang memakai jurus peringan tubuh,mereka naik di pohon." ucap Umam telepati.
"Matur suwun infonya Paman.." ucap Udin telepati
"Sama - sama Bos..." ucap Umam telepati.
"Eyang putri...." ucap Udin.
"Ya Jaka... Ono opo?" ucap Puspita Diningrum.
"Kemana orang yang di tangkap itu eyang.." ucap Udin.
"Sudah di serah pada Gusti prabu Bayu Lesmana cah bagus..." ucap Puspita Diningrum.
"Jika ada lagi yang ke sini,bagaimana Eyang..." ucap Udin.
"Gusti Prabu gak bakal tinggal diam... Mereka akan menangkapnya.." ucap Puspita Diningrum.
Udin berhenti melangkahkan kakinya.
"Eyang... Tadi Jaka di beritahu oleh teman Jaka lewat telepati,Bahwa ada 6 orang dari kerajaan Awan menuju kemari.." ucap Udin.
"Seriuss Jaka....!!!?? " ucap Puspita Diningrum terkejut dan tak percaya.
"Iya Eyang... Jaka serius.. Informasinya yang di berikan pada temanku sangat akurat." ucap Udin.
"Di mana temanmu itu Jaka..." ucap Puspita Diningrum.
"Ada di luar Eyang... Boleh kah teman Jaka kesini?" ucap Udin.
"Teman Jaka itu Wanita atau pria? dan namanya siapa?" ucap Puspita Diningrum.
"Namanya Umam Eyang..Dia pria...
"Dia yang selama ini menjaga Udin ketika berpetualang..Boleh ya Eyang..." ucap Udin.
"Hem...Eyang Putri gak bisa memutuskan... Keputusan ada di tangan Eyang Kakungmu Jaka..." ucap Puspita Diningrum.
Udin berjalan lagi ke arah ruang makan.
Tak lama kemudian mereka sampai di ruang makan. Nampak Arya Sentanu duduk di kursi meja makan.
Puspita Diningrum mendekati Arya Sentanu,lalu menceritakan apa yang di ucapkan oleh Udin tadi.
"Jaka...." ucap Arya Sentanu.
__ADS_1
"Dalem Eyang Kakung..." ucap Udin.
"Eyang mengijinkan temanmu di sini,dengan catatan dia tidak berbuat hal tak senonoh di sini " ucap Arya Sentanu.
"Terima kasih Eyang kakung.." ucap Udin.
"Paman Umam..." ucap Udin telepati.
"Aku di sampingmu Bos.." ucap Umam.
"Paman boleh muncul,tapi jangan muncul tiba - tiba ya.." ucap Udin telepati.
"Siaap Bos...." ucap Umam telepati.
Umam lalu menghilang.
"Sama itu Eyang Kakung.." ucap Udin.
"Sama apa lagi Cah Baguss.." ucap Puspita Diningrum.
"Bibi Cempaka jangan di suruh mencari Cucu Eyang...Bilang aja kalau Eyang sudah mengikhlaskan Cucu Eyang.." ucap Udin.
"Hem....Baiklah... Nanti Eyang Kakung akan memberi tahu pada Bibimu itu.." ucap Arya Sentanu.
---***---
Umam Kemudian muncul di luar pedepokan,ia menampilkan wujudnya lalu merubah penampilannya. Kemudian ia berjalan ke gerbang Pedepokan.
Nampak 2 orang wanita sedang berjaga di depan pintu gerbang.Wanita itu melihat seorang pria berjalan ke arah pedepokannya,
"Permisi..." ucap Umam.
"Iya... Anda siapa?" ucap salah satu wanita penjaga A
"Namaku Umam.. Aku adalah teman Jaka. Aku kesini di suruh datang oleh Jaka.." ucap Umam.
"Tunggu sebentar... Kami akan memberi tahukan pada Ketua.." ucap salah satu penjaga A
"Dina...Kamu jaga sini..Aku akan melaporkan pada Ketua."ucap penjaga A
"Iya...." ucap Dina.
Lalu teman Dina tadi masuk kedalam.
Selang 1 dupa kemudian teman Dina kembali bersama Cempaka.
"Silahkan masuk Tuan...Anda di tunggu oleh ketua.." ucap Cempaka.
"Terima kasih .." ucap Umam.
Umam dan Cempaka berjalan kedalam pedepokan Bintang Laut.
----***---
Di ruang makan.
Udin bersama Puspita Diningrum.Arya Sentanu sudah selesai makan lalu keluar dari ruang makan menuju balai pertemuan.
"Jaka...." ucap Puspita Diningrum.
"Dalem Eyang putri.." ucap Udin.
Puspita Diningrum mengeluarkan kotak kecil yang berisi kalung miliknya lalu menaruh di telapak tangan Udin.
"Ini Kalung milikku... Sekarang menjadi milikmu Jaka..." ucap Puspita Diningrum.
"Jaka sudah punya kalung Eyang..." ucap Udin hendak menolaknya
"Simpan saja... Gak boleh nolak.." ucap Puspita Diningrum.
"Baik Eyang..." ucap Udin.
"Jaga baik - baik kalung ini. Eyang putri mau kebelakang dulu.." ucap Puspita Diningrum.
"Injih Eyang putri.." ucap Udin.
Puspita Diningrum lantas meninggalkan Udin sendirian di ruang makan.
"Hem....Enaknya kemana ya...?" ucap Udin dalam hati sambil berpikir.
"Ke dunia cincin sajalah.." ucap Udin.
Udin kemudian masuk dalam dunia cincin.
---***---
Dunia Cincin.
Udin muncul di gazebo. Lalu Udin mengambil Walkmannya lalu mencari pesan suara.ketika Ketemu,Udin mendengarkan lagi pesan suara tersebut.
"Ini yang aku lupa,jika aku biaa mengatur waktunya." ucap Udin.
Udin kemudian memengatur waktunya,agar tak terulang lagi kejadian waktu ia pingsan. Lalu Udin duduk di kursi.
Luciefer keluar dari tubuh Udin.
Udin meraba - raba kotak itu lalu membukanya.
Nampak kalung yang sama bentuknya seperti yang di pakai Udin. Bedanya yang di kotak bertalikan Emas,sedangkan milik Udin bertalikan kain bewarna hitam.
Udin melepas kalung yang ia pakai.
"Bagian ini sama - sama rata,apakah batu ini dulunya 1 biji lalu di belah atau memang pasangannya.?"...
Udin kemudian menempelkan kedua cincin tersebut.
Kedua batu itu menyatu,Udin hendak melepaskan namun tak bisa,seperti terkena lem.
"Mengapa tak bisa di lepas....!!??
Udin nampak terkejut dan panik.takut kena marah oleh eyang putrinya.
Tiba - tiba muncul cahaya di dalam batu itu.
"Boss.... Kalungmu muncul sebuah cahaya" ucap Luciefer.
"Cahaya apa Paman..." ucap Udin .
"Cahaya bewarna Biru,putih Boss.."ucap Luciefer.
Cahaya di batu itu keluar lalu melesat ke muka Udin,lalu masuk.
"AAAAAAAAAAAAA..........." teriak Udin kesakitan ketika cahaya itu masuk.
"PAAAMAAAAAN......MATAKUUUU......
"SAKIIIIIIIITTTT........"Teriak Udin.
Tubuh Udin nampak di selimuti cahaya Biru dan putih di sertai energi petir. Energi luciefer yang sebelumnya masuk dalam tubuh Udin Nampak keluar dari tubuh Udin.
Luciefer melihat tuannya kesakitan nampak panik. Ia mendekat lalu mengarahkan kedua telapak tangannya di muka Udin mencoba membantu Udin dengan kekuatannya.
Luciefer terpental kebelakang ketika mengeluarkan energi nya
"Siaall..... Aku malah terpental..." ucap Luciefer.
Udin tak kuat menahan rasa sakit lalu pingsan.
Lucifer mendekati Udin untuk memeriksa keadaannya,lalu ia kembali terpental.
"Juaangkreekkk....
"Kenapa tadi aku bisa terpental ya....
Luciefer nampak kebingungan.ia mencoba mendekati Udin lagi. Luciefer tak berani menyentuh Udin,ia memperhatikannya saja.
"Hemm....Tertidur...
Nampak Cahaya yang menyelimuti Udin perlahan memudar lalu hilang.
Luciefer mencoba menyentuh Udin.Ia tak terpental.
"Tadi itu cahaya apa ya....
"Tau ahh....Mending aku taruh Bos ke kamar saja...
Luciefer mengangkat tubuh Udin,lalu ia melesat ke istana.
----***---
Di Ruang Balai pertemuan.
Nampak Arya Sentanu menunggu Umam.
Tak lama kemudian Umam datang bersama Cempaka.
"Selamat datang teman cucuku.." ucap Arya Sentanu.
"Salam Hormat Tuan Arya Sentanu " ucap Umam sambil memberi hormat.
Cempaka hendak meninggalkan mereka.
"Cempaka... Di sini saja dulu. aku mau bicara" ucap Arya Sentanu.
"Baik ketua" ucap Cempaka.
Arya Sentanu dan Umam bersalaman. Lalu Arya Sentanu memeluk Umam.
"Terima kasih Tuan pendekar telah menjaga cucuku.." ucap Arya Sentanu sambil berbisik.
"Jaka sudah aku anggap anak sendiri..Jadi wajar saja saya menjaganya" ucap Umam sambil berbisik.
Arya Sentanu melepaskan pelukannya.
"Silahkan duduk tuan Umam..." ucap Arya Sentanu.
"Terima kasih..Panggil Umam saja Tuan..." ucap Umam.
__ADS_1
Mereka pun duduk di kursi.
"Cempaka...Mulai hari ini,kamu aku bebas tugaskan mencari cucuku.." ucap Arya Sentanu.