
Hari Berganti Minggu,minggu berganti Bulan. Bulan Berganti Tahun.
Kini Udin genap umur 10 tahun.
Udin duduk di atas genteng Sambil mendengarkan lagu di Walkmannya. Untuk menghilangkan rasa jenuhnya. Sebab tak ada lagi yang kerjakan. Pagi latihan selama 2 jam,setelah itu duduk di pohon kadang di genteng sampai sore.Begitu seterusnya hingga Udin berusia 10 tahun.
Para penghuni Pedepokan ada yang meninggalkan pedepokan itu dan ada pula yang baru mendaftarkan diri.
Arya Sentanu dan Puspita Diningrum memperhatikan Udin dari kejauhan.
Waktu Itu ketika Udin berumur 8 tahun,Udin menyampaikan keinginannya untuk berpetualang,tapi dilarang oleh Kedua Eyangnya.
Arya Sentanu dan Puspita Diningrum sudah mengunjungi makam sahabatnya itu bersama Udin.
Kembali ke cerita.
Tak lama kemudian Arya Sentanu dan Puspita Diningrum menghampiri Udin.
"Ooo...Rupanya Awakmu nang kene to Le..." ucap Arya Sentanu.
Udin diam saja tak menjawab. Lalu Arya Sentanu duduk di samping Udin.
"Apakah cucuku ingin pergi berpetualang?" ucap Puspita Diningrum
"Iya Eyang putri... Kalau di sini terus Udin Bosen..." ucap Udin.
"Baiklah.... Eyang Kakung dan Eyang putri mengijinkan kamu pergi..."ucap Arya Sentanu.
"Serius Eyang ...." ucap Udin tak percaya.
"Iya...Eyang Kakung Serius.." ucap Arya Sentanu.
"Eyang putri tak ingin melihat Cucuku murung tiap hari " ucap Puspita Diningrum.
"Terima Kasih Eyang ...." ucap Udin nampak senang,bisa keluar dari pedepokan.
"Jangan lupakan pedepokan ini ya Le..." ucap Arya Sentanu.
"Injih Eyang kakung...Udin gak bakalan lupa Kok.... Kalau sempat nanti Udin akan mampir..." ucap Udin.
Udin kemudian bersalaman pada kedua Eyangnya... Lalu berpamitan pada Penghuni Pedepokan Bintang Laut. Setelah itu Udin melesat terbang keluar pedepokan Bintang laut .
---***---
Udin sudah menempuh jarak 320 Km. Udin kini berhenti Di sebuah pinggiran kota,ia duduk di bawah pohon besar sambil memakan buah Anggur.
Udin melihat 6 orang menenteng senjatanya ,salah satu orang dari kelompok itu memalak orang tua yang sedang membawa dagangannya bersama cucunya.
"Mana Uangmu...Jika tidak di serahkan maka aku akan menghancurkan gerobak ini." ucap Orang tersebut.
"Dasar pemalas...Bisanya malakin orang yang sudah tua renta." ucap Udin dalam hati.
Lalu Udin mengarahkan jari telunjuknya ke atas.
Tiba - tiba pria yang memalak itu di sambar petir.
Jeedderrr............ Orang yang di sambar petir langsung tewas seketika.
Nampak sisa kawanan itu terkejut,lalu maju kedepan menggantikan posisi temannya yang tewas.
Udin kembali mengarahkan jari telunjuknya ke atas.
Jeedeerrr....Jeedddweerr... Jeddeerrr.....
Jeddeeeerrr.... Jeddererr... kelompok yang tersisa itu tewas seketika.
"Mamam tuh petirku..." ucap Udin dalam hati.
Udin bisa melakukan itu karena sering latihan didunia cincin.
Udin kemudian melanjutkan perjalananya.Udin berjalan sambil menghenttakkan tongkatnya menuju kota.
Ketika Udin mau melewati gerbang kota. Seorang Penjaga melihat Udin berjalan sambil menghentakkan tongkatnya .
"Kasih lewat saja itu bocah...Jangan kamu minta uangnya " ucap Penjaga itu pada temannya.
"Iya...." ucap Teman penjaga.
"Permisi paman...." ucap Udin.
"Silahkan....." ucap Penjaga yang di lewati Udin.
Tak lama kemudian Udin sampai di dalam kota.
"Oooo.....Begini ta suasana kota... Rame juga....." ucap Udin melihat banyak orang berlalu lalang.
"Ikan...Ikaan...Ikan....Mari bu Ikannya masih segar....
"Kue...Kue...Kue...
"Mari Ibu...Bapak...Silahkan di pilih bajunya...Hari ini ada potongan harga...
Udin mendengar suara - suara orang di pasar.
Ada salah satu Pria dewasa melihat Udin berjalan.
__ADS_1
"Wah.... Ada mangsa empuk neh." ucap Pria itu dalam hati,lalu mengikuti Udin dari belakang.
Topeng...Topeng...Mari Bu di beli topengnya...
Udin yang mendengar teriakan penjual topeng lantas berjalan ke penjual topeng.
"Cah bagus mau beli topeng..." ucap penjual topeng ramah ketika melihat anak kecil buta berdiri di depan barang daganganya.
"Injih paman.... Setunggal pinten regane.." ucap Udin.(Satu berap harganya)
"Murah saja... Khusus cah bagus..paman kasih harga limo perak...Cah bagus mau beli berapa?" ucap penjual topeng.
"Setunggal mawon paman...." ucap Udin.
"Bentar paman pilih yang bagus untukmu.." ucap penjual topeng.
Penjual topeng memilih warna yang cocok untuk Udin,lalu ia mengambil topeng bewarna putih yang terbuat dari kayu.
"Iki cah bagus topengnya" ucap Penjual sambil meletakkan topeng itu di tangan Udin.
Udin memasukkan tangannya ke kantong seolah - olah mengambil uang,padahal uang tersebut berada dalam cincin ruangnya,lalu Udin mengeluarkan uang koin,Lalu dengan sengaja Udin mengeluarkan koin emas sebanyak 5keping.Kemudian memberikan pada penjual topeng tersebut.
"Wah... Koin emas rek... Berarti anak buta itu banyak duitnya" ucap pria dalam hati yang mengikuti udin.
"Kebanyakan itu cah Bagus...Yang kamu kasih 5 keping emas.." ucap Penjual topeng.
Penjual topeng mengambil 1 koin emas dari tangan Udin,lalu memberikan kembaliannya.
"Ini kembaliannya Cah Baguss..." ucap penjual topeng.
Udin tak menghitung kembaliannya,langsung di masukkan dalam kantong celana.
Udin memakai topeng tersebut.
"Terima kasih paman..." ucap Udin.
"Sami - sami...." ucap penjual topeng.
Selang 1 dupa Udin curiga dengan orang yang ada di belakang itu,kemanapun ia pergi,Pria itu mengikutinya.
"Hem....Sepertinya dia mengikutiku
"Baiklah...Aku akan berpura - pura tidak tahu"ucap Udin dalam hati.
Udin berjalan kesana kemari,Lalu melihat ada gang.Udin kemudian masuk dalam gang tersebut.
Pria itu mempercepat langkahnya ketika melihat Udin masuk di gang buntu yang sepi.
Ketika Pria itu sudah di ujung Gang,ia celingukan ke sana kemari mencari Udin tapi tak menemukannya.
Tap....
Lalu Udin kembali berjalan keluar gang sambil menghentakkan tongkatnya.
"Gak ada yang seru...." ucap Udin dalam hati bosen melihat kota,tak ada hal yang menarik baginya.
Udin keluar dari kota tersebut melalui pintu gerbang lainnya.
Begitu sampai di tempat yang sepi,Udin melesat menggunakan jurus peringan tubuhnya di sertai sedikit energi Qi.Agar lebih cepat.
Tiba - tiba Udin mendengar suara besi beradu.
Lalu Udin melesat menghampiri asal suara tersebut..
Tak lama kemudian,Udin telah sampai,ia melihat sepasang gadis menghadapi 6 kawanan bandit dari atas pohon.
"Waah.... Ternyata di luar itu emang kejam...Benar kata Ayah...." ucap Udin dalam hati melihat Aksi pertempuran itu dalam jarak 6 Tombak.
Udin mengarahkan jari telunjuknya ke arah bandit yang posisinya agak jauh dari Sepasang gadis yang sedang bertempur.
Jeddeeerr......Jedderrr.......jedderrr......
3 bandit tewas seketika terkena petir Udin.
Mereka yang bertempur terkejut,lalu celingukan kesana kemari.
Ketika Udin hendak menyerqng sisa bandit,Tiba - tiba Umam menelepati.
"Bos...." umam telepati.
"Iya Paman..." ucap Udin telepati.
Umam muncul di samping ke tiga Bandit.
"EH......!!!??? Ketiga bandit dan ke dua gadis terkejut melihat Umam muncul tiba - tiba. Bandit itu nampak ketakutan lalu kabur. Udin dengan sigap Mengambil 3 daun lalu melesatkan ke arah 3 bandit yang mau kabur tersebut di sertai tenaga dalam.
Wuusssh.... Wusshh... Wuuusshh....
Jleb...Jleb.... Jleb.... Tiga daun menancap pada tiga bandit itu tepat di leher.
Bruukk...Brruukk...Brrukkk.... Tiga bandit roboh.
"Terima kasih tuan pendekar telah menolong kami...." ucap Ke dua gadis itu.
"Bukan aku yang nolong kalian..." ucap Umam.
__ADS_1
"Kalau bukan Tuan...Siapa yang menolong kami?" ucap salah satu gadis.
"Tuh yang duduk di atas pohon..." ucap Umam sambil menunjuk ke arah Udin.
Ke dua gadis itu menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Umam.
Udin lalu turun kebawah,lalu berjalan sambil menghentakkan tongkatnya.
"Terima kasih Tuan....Sudah menolong kami..." ucap Ke dua gadis itu.
"Iya Mbak...." ucap Udin.
"Masih bocah rupanya...Tapi Ilmunya sudah sangat luar biasa" ucap salah satu gadis dalam hati.
Lalu ke dua gadis itu berpamitan untuk melanjutkan perjalanan.
"Ada apa Paman..." ucap Udin.
"Gak ada apa - apa ...Cuman oengen ketemu sama Bos saja..." ucap Umam.
"Ooo... Begitu..." ucap Udin.
Mereka pun berjalan sambil mengobrol.
"Putra paman sudah ketemu apa belum..." ucap Udin.
"Dereng Bos....Mumet sirahku..." ucap Umam.
"Seng sabar..." ucap Udin.
"Ini Bos mau kemana?" ucao Umam.
"Berpetualang....Bosen di pedepokan terus...
"Pagi - pagi mandi bareng sama penghuni pedepokan, Lalu sarapan,setelah itu latihan.. Sorenya mandi bareng lagi. Terus malamnya Udin di temani Bibi Wina,kadang Bibi Cempaka... Malah ada 2 mbak yang tidur di kamar Udin."ucap Udin.
"Lah...Enak bos...Mandi bareng,tidur di temani..." ucap Umam.
"Ya kegiatan itu - itu saja Paman... Masa Udin di minta toling pijatin sama mbak - mbak... Kalau pakai baju seh gak masalah...Ini lepas baju.." ucap Udin.
"Kenapa gak bilang ke aku saja Bos...Biar aku yang pijatin mereka..." ucap Umam.
"Hem...Maunya seh gitu...Tapi kalau istri paman tiba - tiba muncul kan repot.
Tak terasa mereka di pinggir hutan.
Di depan mereka nampak ada kakek - kakek sedang meraba - raba di tanah.
Udin dan Umam datang menghampiri.
"Kakek mencari apa?" ucap Udin.
"Kakek lagi mencari tongkat kakek yang jatuh.. Dari tadi kakek cari gak ketemu - ketemu." ucap Kakek tersebut.
Lalu Kakek itu melihat tongkat milik Udin.
"Kakek minta tongkatmu boleh tidak Nak.." ucap Kakek.
"Jangan Kek...Ini peninggalan ibuku..." ucap Udin.
"Tongkat kakek sama persis seperti punyamu itu.. Tongkat itu pemberian mendiang istriku... Kakek sungguh sedih sekali...." ucap Kakek sambil berlinang air mata
Nampak Udin berpikir - pikir.
"Paman...." ucap Udin.
"Iya Bos......" Paman bisa gak mencarikan tongkat kayu ini yang sama?" ucap Udin.
"Bentar Bos...." ucap Umam.
Mata Umam nampak membiru. Lalu normal kembali.
"Gak ada Bos..." ucap Umam.
"Ini Kek...Udin kasih tongkatku pada Kakek..." ucap Udin.
"Ini tongkat peninggalan ibumu..Kenapa kamu berikan padaku Din..." ucap Kakek.
"Nanti Udin cari Lain kek." ucap Udin.
Udin melakukan itu karena ia merasa Iba dan kasihan.
Tiba - tiba sang kakek tubuhnya bersinar lalu berubah menjadi cahaya,di belakangnya terdapat sepasang sayap.
"EH.....!!!??? Umam dan Udin terkejut.
"Selamat Syaifudin...Kamu telah lulus Ujian ini..." ucap Sosok bercahaya.
"Maksudnya....??" ucap Udin heran.
"Tuhan mengutusku untuk memberikan ujian.Jika lulus maka kamu akan bertemu dengan keluargamu. Dan untuk Umam...
"Tuhan memberimu pilihan... Kekuatanmu dan juga istrimu turun tapi bertemu anakmu,atau kekuatanmu dan istrimu tetap tapi tak bertemu dengan anakmu?" ucap Sosok bercahaya itu.
"Aku pilih bertemu dengan anakku.." ucap Umam mantap.
__ADS_1
Setelah Umam selesai berucap. Umam dan Udin di selimuti cahaya,lalu lenyap. Udin hendak bicara tapi tak sempat terucap