
Seorang Pemuda bertopeng sedang duduk disebuah kamar penginapan,pemuda itu adalah Udin yang sedang berpikir.
"Mencari jalan pulang bagaikan mencari jarum ditumpukan jerami, Pusiiingg....sekarang aku mempunyai 2 misi,yang pertama jalan pulang ke dua menjemput istri ke duaku. Aseeeeemmm...." ucap Udin.
Huuufffttt......asap keluar dari mulutnya..
"Bos....masih ada rokok kah" ucap Paijo telepati.
"Sisa sedikit jo..Bentar aku kesana mau buat yang banyak." ucap Udin telepati.
Udin memasang kembali array nya yang sempat dihilangkan lalu masuk kedalam dunia jiwa..
"EHH!!! Udin terkejut melihat perkembangan murid sekte.
Banyak murid sekte sudah berada di ranah Prajurit dewa emas.
"PAIJO....KESINI..." ucap Udin menggunakan tenaga Qi nya.
Orang - orang mendengar suara guru besar Udin menjadi terkejut,seolah - olah mempunyai pertanyaan yang sama,mengapa guru besar Udin memanggil guru Paijo memakai tenaga Qi.
Tak lama kemudian datanglah Paijo.
Pletak.....
"Addooohhhh....Ampun Bos...Mengapa kau memukulku? Apa salahku? " ucap Paijo.
"Gakpapa...Pengen aja..Itu mengapa murid - muridmu sudah berada di prajurit dewa emas gak kasih tau aku?? " ucap Udin.
"Nanggung Bos jika masih ditahap segitu,nanti kalau dah di tahap Raja dewa baru aku beri tahumu bos" ucap Paijo.
"Wooo...Sempruulll...Ya kalau kuat nahan..kalau enggak piye?" ucap Udin.
"Kan Petir kesengsaraannya takut sama Bos,tinggal bos bilangin aja jangan terlalu kuat kasih petir kesengsaraannya" ucal Paijo dengan entengnya.
Pletaak.....
"Addoohhh...Ampon boss...Lama - lama aku bisa beleng - beleng kalau dipukul terus dikepala." ucap Paijo merasakan kesakitan.
"Gak dipukul aja sudah beleng - beleng kok." ucap Udin.
"Rata - Rata mereka mempunyai elemen apa jo?"ucap Udin.
"Hem...yang pertama Api,kedua .....tanah ke tiga angin..ke empat petir Bos" ucap Paijo.
"HEH!!! Petirr??? Siapa yang mempunyai kekuatan petir Jo" ucap Udin.
"Hanya Meng Yun saja Bos" ucap Paijo.
"Ya sudah kalau begitu..lanjutkan lagi kamu mengajar.. Aku mau kerumahku dulu" ucap Udin sambil menyerahkan sisa batang rokok pada Paijo.
Paijo langsung memasukkan Rokok itu kedalam cincin ruangnya.
"Siap bos...laksanakan" ucap Paijo sambil Hormat ala militer.
Udin melesat ke arah kebun untuk memanen.
"Dah lama aku gak panen" ucap Udin ketika sudah dikebunnya.
Kebun Udin bisa dimasuki siapa saja,Udin memberikan kebebasan pada para penghuni dunia jiwanya untuk mengolah asal tidak merusak kebunnya itu.
"Hem...Kurasa sudah cukup.Saatnya membuat rokok." ucap Udin dalam Hati.
Udin melesat ke arah rumahnya.
"Dek...Aku pulang" ucap Udin didepan rumah.
10 menit kemudian menunggu.
" Oh iya ya,Rany kan gak ada..Asemm...lupa aku" ucap Udin.
Awalnya Udin hanya membuat rokok saja,namun ia terpikirkan murid - murid sekte elang emas belom mempunya senjata api,maka Udin membuat untuk mereka.
Kemudian Udin membuat rokok dan senjata api selama 21 hari.
"Akhirnya jadi banyak juga.." ucap Udin setelah membuat rokok dan senjata api.Udin menaruh sebagian rokok dalam cincin ruangnya lalu sebagiannya lagi ditaruh dalam cincin ruang beserta senjata api lalu meletakkan di atas meja.
"Jo...Rokok dan senjata api, aku taruh diteras rumahku di atas meja.Kamu latih murid -muridmu menjadi prajurit yang bisa aku andalkan. ucap Udin telepati.
"Heh!!! senjata api? Apa bos Udin mau membentuk KOPASUS" ucap Paijo dalam hati.
"Siap bos...nanti aku ambil" ucap Paijo telepati.
Udin keluar dari dunia jiwanya.
Tak lama kemudian Paijo datang lalu mengambil dan memeriksa isi cincin tersebut.
Lalu mengambil senapan serbu.
"HAH!!!! Ini kan material terkuat se alam semesta. ucap Paijo terkejut saat melihat bahan senjata api itu.Paijo juga melihat secarik kertas berisi tentang cara penggunaan senjata api.
Kemudian Paijo melesat ke arah murid - murid sekte yang berlatih.
Nampak ada 200 murid sekte yang dilatih,karena mereka dilatih secara bergiliran.
"PERHATIAN UNTUK SEMUANYA" ucap Paijo menggunakan tenaga Qi.
murid - murid yang awalnya sibuk berlatih kemudian menghentikan aktifitasnya.
"SEMUA YANG BERLATIH HARI INI SEGERA BERKUMPUL"
Murid - murid yang berada jauh dari Paijo segera mendekat ke arah Paijo.
"AKU MENDAPAT TUGAS BARU DARI BOS UDIN UNTUK MELATIH KALIAN MENJADI KOPASUS"
Salah satu murid mengangkat tangannya..
Paijo yang melihatnya langsung menyuruh murid itu bicara.
"Maaf guru..KOPASUS itu apa? " tanya murid itu.
"KOPASUS ITU ADALAH KOMANDO PASUKAN KHUSUS. DIMANA SETIAP MURID AKAN MENJALANI LATIHAN YANG EKSTRIM. APAKAH KALIAN MAU MENJADI KOPASUS?"
"SIAP....KAMI MAU GURU" teriak mereka serempak sambil berdiri tegak. Mereka gak tahu apa itu KOPASUS sebenarnya hanya asal jawab saja.
"BAGUS... LATIHAN INI DIBILANG KEJAM,KARENA UNTUK MELATIK FISIK KALIAN,JIKA KALIAN MENYERAH MAKA KALIAN TIDAK LAYAK UNTUK TINGGAL DISINI"
Para murid itu terkejut,mereka mempunyai pertanyaan yang sama dalam hatinya,latihan apa yang dimaksud.
"SEKARANG YANG ADA DISINI SEGERA BERLARI KELILING LAPANGAN HINGGA AKU SURUH BERHENTI,JANGAN ADA YANG BERHENTI SEBELUM AKU SURUH."
"SIAP GURU" ucap mereka serempak.
"LATIHAN DIMULAI DARI SEKARANG"ucap Paijo memakai tenaga Qi.
Awalnya hanya 200 murid yang mengikuti latihan, kini semua murid ikut latihan ekstrim.Hari pertama mereka nampak kepayahan untuk berlari,hari kedua masih berat,hingga minggu kedua mereka sudah terbiasa.
Mereka hanya istirahat 5 jam sehari itu pun gak nentu,kadang malam juga disuruh latihan.
Sebulan kemudian mereka berlatih menahan nafas di dalam air.
Sebulan kemudian mereka berlatih berenang.
Latihan yang mereka lakukan seperti di neraka. Mereka mau menyerah,tapi teringat perkataan Guru Paijo mereka mengurungkan niatnya.
Sebelum latihan,mereka diwajibkan berlari keliling lapangan sebanyak 1000X lalu push up 1000X . Seminggu dalam sebulan,mereka dilatih untuk menggunakan senjata api. Awalnya mereka tak tahu benda apa yang dia pegang itu,begitu diberi penjelasan maka mereka paham. Setiap senjata hanya bisa dipakai 1 orang,senjata itu tidak bisa dipakai oleh orang lain karena memakai segel khusus yang di kasih Udin.
Kadang Paijo pernah menyuruh murid - muridnya merangkak di tanah yang berlempur lalu Paijo menembakkan api didekat mereka...
Bomm....
Bomm...
Boomm...
"Ayoo...Ayoo...cepat kalian bergerak...musuh sedang menyerang" ucap Paijo sambil melempar api didekat murid - muridnya itu.
Paijo ingin membuat pasukan berani mati,yang kuat mentalnya dan fisiknya, ketika ada peperangan nanti akan sudah siap mereka hadapi.
.
.
---***---
.
Setelah Udin keluar dari dunia jiwanya.
"Nampaknya aku harus cari tempat yang pas...gak enak jika disini terlalu lama didalam kamar gak keluar- keluar,nanti orang - orang pada curiga dan penasaran." ucap Udin dalam hati.
Kini Udin keluar kamar menuju resepsionis untuk mengembalikan kunci kamar setelah itu keluar.
Udin berjalan ke arah barat pintu masuk desa,setelah Udin melewati pintu gerbang,Udin terbang melayang di udara.
"Itu ada bukit,kesana aja lah dulu" gumam Udin.
Lalu udin melesat menggunakan skillnya,tak sampai satu detik dia sudah dipuncak bukit.
__ADS_1
Udin memasang array pelindung dan aray Ilusi di cekungan dinding batu.Belum sempat ia masuk dunia jiwa tiba - tiba terdengar suara pertempuran.
trang.....
trang.....
Boomm...
"CEPAT KAU BANTU GO HUANG BIAR AKU HADAPI MONSTER INI" ucap suara lelaki dengan teriak.
Akhhhh.....
Trang.....
Bomm....
"Asem...baru aja mau mojok sudah diganggu." runtuk Udin kemudian melesat ke arah sumber suara tadi.
Nampak 10 orang bersusah payah menghadapi monster tersebut,sebagian ada yang terluka,sebagian bertarung,sebagian mengobati yang terluka.
"Hem...dia berada di Ranah grand dao" ucap Udin dalam hati,lalu Udin mengerakkan jarinya ke arah monster tersebebut.
Tashh..... bugh....
Boommmm.....tubuh monster Bumi lev 3 yang tingginya 10 meter ambruk dengan kepala terpisah.
"EH!!!! mereka terkejut monster yang dia lawan tiba - tiba tumbang dengan kepala terpisah.
"TERIMA KASIH GURU" ucap mereka serempak. Mereka mengira gurunya yang menolong,sebab kelompok itu sedang mengikuti seleksi penerimaan murid di sekte pedang langit.
Udin tak menjawab,Ia terus memperhatikan kelompok tersebut.
"Sepertinya seru neh...ikutin saja ah..mayan dapat hiburan,daripada terbang terus mencari portal." ucap Udin sambil menghilangkan hawa keberadaanya.
3 jam kemudian kelompok itu melanjutkan perjalanannya.
Selama Udin mengawasi kelompok itu,Udin membantunya dari jauh,kelompok itu mengambil sebuah batu yang ada didalam tubuh monster.
"Itu batu apa??"ucap Udin dalam hati yang belum mengetahui jenis batu yang diambil kelompok pemuda tersebut.
"Go Sheng..." ucap pemuda kelompok yang di awasi Udin.
"Ya Go Ching ada apa?" ucap Go Sheng.
"Sepertinya kita selalu dibantu oleh guru,apakah kita nanti tidak diskualifikasi oleh panitia?" ucap Go Ching.
"Aku gak tahu,yang aku tahu tadi peraturannya Tidak boleh membunuh peserta lain,kita hanya perlu mengumpulkan poin dari monster yang kita lawan" ucap Go Sheng.
"Tapi menurutku,guru biasanya hanya membantu dua kali saja selebihnya tidak. Ini sudah 10 monster yang dibunuh oleh guru" ucap Go Shang menimpali percakapan mereka.
"Iya juga seh." ucap mereka serempak.
tiba - tiba muncul monster Ular tingkat langit lev 4 muncul dihadapan mereka.
"MON...MON...MONSTER LANGIT...KABORRRR" ucap Go Cheng.
Mereka menyadari tidak akan mampu melawan monster tersebut.
Baru mau melangkah tiba - tiba leher Ular itu putus.
Boomm.....Suara kepala ular yang besarnya 5 meter terjatuh ditanah ketika akan menyerang kelompok itu.
"HAHH!!!!!! Mereka terkejut.
Dalam pikiran mereka tidak mungkin gurunya bisa mengalahkan monster itu dalam sekejap.Siapa yang membantu mereka.
"Terima kasih yang mulia dewa membantu kami dalam menjalankan pertandingan ini" ucap Go Sheng selaku menjadi pimpinan kelompok tersebut.
"Iya sama- sama " ucap Udin yang bersembunyi dibalik pohon besar.
"Sudikah yang mulia dewa menampakkan diri agar kami tidak penasaran" ucap Go Sheng.
Udin lalu menampakkan dirinya,mereka terkejut melihat pemuda bertopeng muncul di balik pohon. Mereka pikir yang membantu mereka sudah berumur 100 tahun,tapi nyatanya masih muda.
"Apakah benar Tuan yang membantu kami?" ucap Go Sheng.
"Iya benar,soalnya aku bosan lalu melihat kalian ya aku bantu saja." ucap Udin.
"Terima Kasih yang mulia dewa telah membantu kami.Saya Go Sheng..yang ini Go Cheng,Go Ching,Go Huang,Go Ling Wei, Go Then, Go Pheng,Go Dhang Go Shong. dan ini Go Mei Tian , Kami dari perguruan Teratai biru" ucap Go Sheng sambil memperkenalkan teman -temannya.
"Aku tak salah lihat kah? pemuda ini berada di ranah saint tapi mengapa bisa membunuh monster langit lev 4" ucap Go Cheng dalam hati.
"Asem...aku lupa untuk menaikkan kekuatanku lagi" ucap Udin dalam hati.
"Namaku Ling Udin Salam kenal." ucap Udin.
"Jangan panggil aku yang mulia dewa panggil saja Udin. Aku gak tahu mau kemana.Hem...bolehkah aku ikut bergabung dengan kalian" ucap Udin.
"Sebentar Ya--- Udin,saya harus diskusi dulu bersama teman - temanku." ucap Go Sheng.
"Oke aku tunggu" ucap Udin.
"Gimana teman - teman,apakah kalian mengijinkah dia untuk bergabung?" ucap Go Sheng.
"Aku seh setuju saja,hanya saja dia tidak memiliki Token untuk mengikuti seleksi penerimaan murid ini" ucap Go Pheng.
"Aku saja yang mundur biar dia yang masuk,sebab dari awal dia banyak membantu membunuh monster,tanpa dia kita tak kan mampu memperoleh poin yang tinggi" ucap Go Mei Tian yang ilmunya masih rendah ketimbang yang lainnya.
"Hem...Apakah kalian menyetujui saran Go Mei Ling?" ucap Go Sheng.
"KAMI SETUJU.." ucap mereka serempak..
Kemudian Go Sheng menghampiri Udin.
"Maaf Tu--- Udin,kami telah diskusi hasilnya kami menyetujui dirimu bergabung dalam kelompok kami,ini Token pesertanya" ucap Go Sheng sambil menyerahkan ke Udin.
" Terima kasih,kalau gitu mari kita lanjutkan kembali." ucap Udin.
"Baik ketua" ucap Mereka serempak secara reflek.
"HEH!!!! Sejak kapan aku menjadi ketua,pemilihan saja belum" ucap Udin protes.
"Tadi kami juga sudah memutuskannya ketua ucap Go Sheng mengada - ada.
Go Mei Ling melesat pergi meninggalkan mereka, Dia kembali ke kursi penonton dan memberi tahu gurunya.
Setelah Go Mei Tian pergi. Mereka pun melanjutkan perjalanannya sambil membunuh monster yang ia temui,Udin membantu mereka dengan membuat monster itu kehilangan kaki dan tangannya atau membuat monster itu sekarat,sisanya mereka yang membunuh.
---****----
.
.
.
Nampak beberapa orang mengawasi para peserta.
"Tetua Huang..coba anda lihat ini" ucap Panitia pengawas di layar. Layar itu dari sebuah batu yang menampilkan keadaan sekarang seperti CCTV.
"HAH!!!! Bagaimana bisa mereka mendapat poin tertinggi,sedangkan tahun lalu mereka gagal" ucap Tetua Huang dalam hati.
"Perintahkan panitia yang lain untuk mengawasi kelompok itu" ucap tetua Huang.
"Baik tetua" ucap panitia itu,kemudian dia memberitahukan pada pengawas yang berjaga disana untuk mengawasi kelompok teratai biru menggunakan batu komunikasi.
Tak lama kemudian panitia itu mendapat info dari pengawas lalu memberitahukan pada Tetua Huang.
Tetua Huang yang mendapat laporan tersebut lalu berlari dan mencari ketua sekte.
30 menit kemudian Tetua Huang sudah berada didekat Ketua sekte.
"Maaf Ketua saya mengganggu anda,ada hal yang penting yang harus saya sampaikan" ucap tetua Huang.
"Ya..Ada apa Tetua Huang?" ucap Ketua sekte.
"Tadi saya melihat dan memantau acara itu diruang pengawas,Saya melihat perguruan Teratai biru mendapatkan skor tertinggi yang belom pernah ada muncul selama penerimaan murid" ucap Tetua Huang.
"Lalu istimewanya apa?" ucap Ketua sekte.
"Salah satu dari kelompok itu bisa membunuh monster langit dengan mudah,padahal kekuatan orang itu berada di ranah saint ketua"
"APPAAA!!!! Apakah yang kau katakan itu benar tetua Huang?" ucap ketua sekte.
"Benar Ketua ,saya tidak berani berbohong" ucap tetua Huang.
"Baiklah kalau begitu,segera kembali dan awasi pemuda itu" ucap Ketua.
"Siap Ketua" ucap Tetua Huang sambil membungkuk lalu pergi.
"Hemm...Menarik. Aku bisa mendapatkan seorang murid yang sangat jenius" ucap ketua sekte dalam hati.
.
.
.
__ADS_1
---***----
.
.
.
Kelompok Udin kini berkumpul bersama kelompok yang lain. Mereka menunggu hasil dari Misi tersebut.
TERIMA KASIH KALIAN SUDAH MENYELESAIKAN MISI YANG KAMI BERIKAN.
UNTUK SKOR NILAI SUDAH KAMI HITUNG TANPA ADA KECURANGAN SEDIKITPUN.
KELOMPOK YANG BERHASIL MEMPEROLEH POIN YANG TINGGI ADALAH TERATAI BIRU DENGAN JUMLAH POIN 1.450.880.
"APPAAA!!! semua peserta terkejut.
Pikiran mereka hanya satu bagaimana mungkin bisa Kelompok teratai biru mencapai poin tertinggi..sebab poin yang tertinggi yang pernah ada itu berada di 14.450 Poin.
KELOMPOK KE DUA YAITU DARI KELOMPOK MACAN PUTIH DENGAN JUMLAH POIN 12.750
KELOMPOK KE TIGA YAITU DARI KELOMPOK TOMBAK DEWA DENGAN JUMLAH POIN 11.580
Panitia itu menyebut sampai 15 kelompok saja,yang tidak masuk poin yang diharuskan maka gugur.
Banyak yang gugur dalam perekrutan tersebut.
BESOK AKAN DI ADAKAN TES KE DUA.PERSIAPKAN DIRI KALIAN.TERIMA KASIH.
ucap Panitia perekrutan murid dengan menggunakan Qi.
"Terima kasih ketua" ucap kelompok Udin serempak.
"Aku kan hanya membantu sedikit saja,sisanya kalian yang menyelesaikannya" ucap Udin merendah.
"Mari kita temui Guru Feng" ucap Go Sheng.
"Baik..."ucap mereka serempak kecuali Udin.
Mereka pun berjalan menuju ketempat Guru mereka.
"Salam Hormat guru" ucap mereka serempak kecuali Udin diam saja.
"Iya,selamat kalian telah berhasil(lalu melihat Udin) dan terima kasih sudah membantu kami yang mu... Udin" ucap Guru Feng hampir keceplosan,sebab sebelomnya ia sudah diberi tahu oleh Go Mei Tian.
"Ya sama - sama kek,aku hanya membantu sedikit saja,sisanya adalah murid - muridmu ini yang menyelesaikan" ucap Udin.
"Sunggu rendah hati pemuda ini,masih muda sudah mempunyai kekuatan dewa" ucap guru Feng dalam hati.
Udin yang mendengar ucapan Hati guru feng diam saja.
"Mari kita pergi ke tenda untuk beristirahat" ucap guru Feng.
"Baik guru " ucap mereka serempak kecuali Udin.
Mereka kembali ketenda yang mereka bangun untuk mengikti ujian penerimaan murid sekte Matahari.
"Tuan Udin" ucap Guru Feng.
"Jangan panggil aku Tuan,panggil saja Udin." ucap Udin.
"Baik Nak Udin,mengapa kau membantu kami?" ucap guru Feng.
"Gakpapa,hanya pengen saja" ucap Udin.
"Nak Udin asalnya dari mana? " ucap guru Feng.
"Aku dari Bumi,apa kakek pernah kesana ? atau kakek pernah dengar?" ucap Udin.
"Bumi??? aku gak pernah dengar ataupun pergi kesana." ucap guru Feng.
"Aiishhh...Kirain tahu,kalau tahukan enak aku bisa minta antar pulang." ucap Udin dalam hati.
"Ya sudah kalau gak tahu,eh sebentar kek(Udin mengeluarkan teko berisi kopi yang masih hangat beserta gelas) Ini silahkan diminum(Udin memanaskan kopi itu dengan kekuatannya)" ucap Udin sambil menyerahkan secangkir kopi pada guru Feng,sedangkan yang lain hanya melihatnya saja.
"Apa ini nak Udin?" ucap guru Feng.
"Ini kopi kek,oh iya ini buat kalian" ucap Udin menyerahkan teko beserta gelas ke murid - murid guru Feng.
Mereka meminum kopi itu sama - sama.
"INI!!!! Semua terkejut.
Mereka merasakan jiwanya tenang bagaikan tak punya beban.
"Ini buat kakek,disini ada cara pembuatannya" ucap Udin memberikan 4 Kg kopi 5 Kg gula.
"Terima kasih nak Udin" ucap guru Feng.
2 jam mereka mengobrol kemudian tidur,karena besok akan diadakan ujian ke dua.Sebelum Udin tidur,ia memberikan ratusan berbagai jenis pil lev 10 pada guru Feng,guru Feng menolak namun Udin memaksanya,mau tak mau guru Feng menerimanya.
.
.
Esok paginya mereka sudah bangun dan berkumpul ditengah lapangan.
Namun Udin tidak ikut,karena akan melanjutkan kembali perjalananya,semalam ia sudah bicara pada mereka,awalnya mereka ingin Udin tetap Ikut namun mendengar Udin ingin cepat - cepat pulang karena ditunggu istrinya maka dengan berat hati membiarkan Udin pergi.
Udin melayang di langit sambil mengamati acara itu,Nampak ketua sekte mencari keberadaan pemuda bertopeng yang diceritakan tetua Huang namun tak ketemu.
Setelah sejam mengamati lalu Udin menggunakan skillnya untuk mencari portal itu yang diberi tahu oleh Paijo.
Setelah menempuh jarak 56.860 juta Km barulah Udin menemukan portal tersebut,Udin menaikkan kekuatannya ke ranah Dewa merah tingkat 5. Lalu udin turun.
Nampak 4 penjaga yang menjaga portal.
"jika ingin masuk bayar 1.000 batu roh tinggi" ucap penjaga itu pada Udin.
Udin membayar lalu masuk kedalam portal yang sudah dibuka oleh penjaga ketika udin sudah membayar.
"Jika aku masih disana maka makin lama aku akan bisa pulang." ucap Udin dalam hati sambil berjalan.
Udin tidak mau terbang dilorong portal,sebab bisa menabrak dinding itu,bila tertabrak maka Udin akan mendapat masalah.
4 jam kemudian Udin keluar dari portal.
Kini Udin berada di lapisan ke dua alam dewa tingkat ke dua. Udin melesat terbang menuju arah portal dengan skilnya.
Baru saja menempuh jarak 100.000Km Udin merasa menabrak sesuatu,kemudian Udin mengamati jalur yang tadi dilaluinya.
"Asem....Aku gak lihat ada yang lewat tadi,aku nabrak apa ya?" ucap Udin dalam hati..sambil menyusuri jalan yang dilaluinya sambil terbang.
"EH...!!!itu burung apa?? gede banget..seperti cendrawasih." ucap Udin dalam hati kemudian turun menghampiri burung tersebut.
Nampak seekor burung dengan panjang 100 meter berwarna Merah ada biru - birunya terluka akibat tertabrak Udin.
Burung itu hendak terbang namun tak bisa,lalu melihat ada manusia bertopeng mendekati dirinya."Sial..Tadi aku menabrak apa,perasaan dilangit tidak ada orang ataupun hewan yang terbang,sekarang ada manusia bertopeng mendekatiku,apakah aku akan mati disini?" ucap Burung itu dalam hati.
Udin terkejut bisa mendengar ucapan hati burung tersebut,biasanya hanya manusia saja,
" Maafkan aku,tadi aku tak sengaja menabrakmu" ucap Udin.
"APPAAA!!!! jadi dia yang menabrakku,tapi mengapa aku tak melihat dia" ucap burungbitu dalam hati.
"Aku juga tadi gak melihatmu kok" ucap Udin.
"EH!!! Dia bisa mendengar apa yang aku ucapkan dalam hati??" ucap burung itu dalam hati terkejut.
"Iya aku bisa dan aku juga baru tahu ini,nah telan lah pil ini"ucap Udin sambil memasukkan pil dalam paruh burung itu.
Setelah menelan pil itu,kini keadaan burung itu sehat kembali,luka yang dia derita telah hilang.
"Terima kasih kamu telah mengobatiku" ucap burung dalam hati sambil menunduk.
"Jangan ucapkan terima kasih,karena akulah penyebab semuanya ini,maafkam aku ya" ucap Udin.
"Iya aku maafkan " ucap burung itu. Kemudian Udin menghilang.
""Eh...kemana pemuda itu" ucap burung itu dalam hati sambil celingak celinguk mencari sosok pemuda itu namun tak menemukannya.
.
.
.
.
¤¤¤¤
.
.
Cukup sampai disini dulu ya teman - teman.semoga terhibur.
__ADS_1
maaf jika banyak typo.