Petualangan Udin

Petualangan Udin
MEMILIKI TEMAN BARU


__ADS_3

Huufftt.... asap mengepul dari mulut pemuda bertopeng.


Pemuda itu celingukan kesana kemari karena bingung harus ngapain.Pemuda itu adalah Udin.


"lebih baik aku periksa cincinku sajalah" ucap Udin dalam hati.


Didalamnya ada buah buahan,ratusan cincin ruang yang isinya pil Udin buat,koin emas,batu roh berbagai tingkat,batu mistik,buku,pedang perabotan rumah tangga terbuat dari emas.telur batu,batu pelangi.Dll...


"Ini telur batu??


Udin mengingat kembali saat dia mendapatkan telur itu.


"Oh iya,aku dapat ini dari lelang.Gimana caranya ya netasin ini telur"gumam Udin.


Udin mencoba mengalirkan energi Qinya..


30 menit kemudian muncul retakan kecil.


"EHH!!!!


"Berhasil...


Udin melanjutkan kembali...


26 jam kemudian...


Telur itu memunculkan cahaya...


"HEH....!!!???


Tak lama kemudian cahaya itu redup.


Muncul seekor kucing dengan warna putih,silver,hitam. Lebih dominan putih.


"Hah!!! kucing telon?? ucap Udin karena melihat warna itu ada 3.


Kucing itu melihat Udin lalu menghampiri Udin.


"Ini kucing apa harimau ya,jenis kelaminnnya cowok." ucap Udin lalu mengambil kucing itu lalu digendongnya seperti mengendong bayi.


"Meeoong...


"Meeoong...


"Kasih nama apa ya...??Hem............


"Si manis dah umum,kalau empuss juga umum,Oyen...warnanya gak orange.


"Hemm.........


30 menit kemudian...


"Hemm.....


1 jam kemudian...


" A...Ha...


"Aku tahu..Namamu PONIJAN. Ya namamu Ponijan." ucap Udin asal kasih nama,sebab bingung mau ngasih nama apa.


Kucing yang mendengar Tuannya memberikan nama yang aneh tidak mau terima,kemudian melompat dan lalu berguling - guling ke tanah.


"Ha....Ha.....Ha...Ha....


"Ponijan...Ponijan...kamu sungguh lucu sekali." ucap Udin..


"Lin...Awakmu sibuk opo ora" ucap Udin telepati.


"Enggak bos,ada apa" ucap Krilin telepati berbohong,padahal lagi wik..wik..dengan Meng Yun..


"Aku jaluk tolong golekno iwak seng seger yoo" ucap Udin telepati.


"Siap Bos" ucap Krilin telapati.


"Sabar ya Pon... koncoku jek golek iwak kanggo awakmu" ucap Udin.


Kucing itu gak paham apa yang dibicarakan Tuannya.Lalu melompat dikepala Udin.


"Kucing nakal.....,kok turu nang duwur endasku to" ucap Udin lalu menurunkan Ponijan.


Kucing itu melompat kembali dikepala Udin.


Kejadian itu sampe 10X.

__ADS_1


Udin pasrah sama Ponijan.


"Yo wes,awakmu pengen nangkono...Ojo sampe nelek nang endasku yo..Yen nelek or nguyuh tak tugel gulumu" ucap Udin yang jengkel sama sikap Ponijan.


"Bos aku sudah dapat ikannya" ucap Krilin telepati.


Udin mengeluarkan Krilin.


Wusshh... Krilin muncul didepan Udin.


"HAHHH!!!!


Krilin meloncat kebelakanng karena terkejut melihat Dewa penguasa alam Harimau dikepala Bos Udin.


Ponijan juga terkejut melihat Qilin api didepannya.


"Eneng opo Lin." ucap Udin heran melihat tingkah krilin.


"Mboten nopo - nopo bos,iki iwak e nang jero cincin." ucap Krilin.


"Oke...Suwun yo." ucap Udin lalu memasukan kembali di kamar krilin langsung,sebab ia melihat tanda merah dileher seperti baru dibuat.


"Aseeeem....Aku gak tau jika dia lagi wik...wik..." ucap Udin dalam hati.


"Pon..Awakmu gelem iwak gak" ucap Udin sambil mengeluarkan 5 ekor ikan GT.


Ponijan yang lihat ikan itu lansung melompat,lalu memakan ikan tersebut.


"Lah...Doyan mentah to Pon. padahal kuwi arep tak bakar" ucap Udin.


Suasana sudah mau menjelang malam hari,Udin mengeluarkan Lampu ciptaan teman - temannya.


Nampak terang seperti siang hari.


Ponijan heran dengan benda yang bisa mengeluarkan cahaya terang tersebut.


"Benda aneh apa itu?" ucap Ponijan dalam hati.


"Itu lampu Pon..Teman - temanku yang membuatnya" ucap Udin


"HAAAHHH!!!!!


"Dia bisa membaca aku berkata dalam hati?" ucap Ponijan dalam hati.


"Aku gak bisa Poni" ucap Udin sambil membuat bumbu ikan bakar.


"Mosookk..tak pikir awakmu ngomong karo hantu" ucap Udin.


"Bisakah Tuan bicara yang jelas,masalahnya aku tidak paham." ucap Ponijan dalam hati.


"Bisa aja asal kamu mau bantu aku membuat ikan bakar" ucap Udin memanggang ikan.


"HAH.....Api puncak??" ucap Ponijan dalam hati terkejut.


"Mau bantuin apa gak Pon?" ucap Udin.


"Aku mau bantu tapi aku belum bisa berubah menjadi manusia Tuan" ucap Ponijan dalam hati


"Jangan panggil aku Tuan,panggil aku Bos..Bos Udin" ucap Udin.


"Iya Bos " ucap Ponijan dalam hati.


Udin meletakkan ikan bakar yang sudah matang di piring,lalu berjalan ke arah Ponijan.


"Ini aku bantu " ucap Udin lalu menggigit jarinya lalu mengarahkan di kening Ponijan.


Tak lama kemudian tubuh Ponijan bersinar.


muncullah seorang pemuda yang tampan tapi tidak setampan Udin memakai pakaian Putih bergaris silver dan hitam.


"Terima kasih Bos Udin" ucap Ponijan bersujud.


"Gak usah bersujud padaku,kamu adalah temanku" ucap Udin.


"EH!!!


"Iya bos..." ucap Ponijan lalu berdiri.


Udin meletakkan jarinya dikening Ponijan lalu mentransferkan ilmu pengetahuan di bumi yang ia tahu.


"Hahhh!!! ...Iniii" ucap Ponijan dalam hati.


"Itu ilmu pengetahuanku,sak iki awakmu tolongin aku bakar iwak,yen ora gelem tak tugel gulumu" ucap Udin.

__ADS_1


"Si......Siap Bos" ucap Ponijan ketakutan.


Kekuatan Ponijan kembali seperti dulu lagi. Yaitu dewa penguasa alam harimau.


Udin mengolesi bumbu,sedangkan Ponijan membakar ikan.


"Ojo sampe gosong Pon,ora enak engko rasane" ucap Udin sambil memperhatikan Ponijan membakar ikan.


"Injih bos.." ucap Ponijan.


1 jam kemudian.


Nampak puluhan ikan bakar sudah matang.


"Ayoo ndang dipangan,ojo disawang tok." ucap Udin mulai memakan ikan bakar tersebut,tak lupa mencocolkan daging ikan ke sambal mentah dicampur jeruk nipis.


"I...I.. Ini makanan apa bos,kok eennak banget" ucap Ponijan makam dengan lahap seperti orang yang sedang kelaparan baru makan.


"Makan dulu,setelah itu baru ngobrol." ucap Udin.


"£¥€&¤πα©®&£%" ucap Ponijan yang penuh makanan dimulutnya.


Udin hanya geleng - geleng kepala saja.


30 menit akhirnya mereka selesai makan.


Udin membuat kopi tak lupa mengeluarkan puluhan batang rokok.


"Pon..Gelem kopi?" ucap Udin lalu meminum kopi.


"Iya bos mau..." ucap Ponijan karena penasaran.


Udin menyerahkan secangkir kopi,Lalu ponijan meminumnya perlahan,sebab masih panass.


Padahal tubuh Ponijan kebal terhadap Air panas,namun begitu mencicipi kopi buatan Udin ia malah merasakan panas,mau gak mau meminum kopi itu sedikit demi sedikit.


"Minuman ini kok beda Bos?" ucap Ponijan.


" Ya beda dong,aku sendiri yang buat,Eh..awakmu kenal karo Paijo gak Pon?" ucap Udin.


"Paijo???, Enggak kenal aku Bos" ucap Ponijan.


"Itu loh yang suka ngintip.." ucap Udin.


"tukang ngintip?? Shen Long to bos,dewa penguasa alam naga" ucap Ponijan.


"He eh..kenal gak" ucap Udin.


"Oalahhh......Yo kenal to bos...konco plekku kuwi..Yen jahil yo bareng - bareng,awalle dia ogah..Lama - kelamaan malah ketagihan." ucap Ponijan.


"Hem...Dadi awakmu seng gara i Paijo dadi tukang ngintip.?" ucap Udin .


"Injih Bos..Aku yang ngajarin Shen Long ngono kuwi" ucap Ponijan.


"Shen Long??" ucap Udin.


"Iya bos..Namanya dia itu Shen Long," ucap Ponijan.


"Terus jenengmu sopo asline?" ucap Udin.


"Jeneng asliku Bai Hu Bos, berhubung bos ngasih nama Ponijan yang aneh itu yaa mau gak mau aku terima,soalnya kalau gak terima entar aku kena kutukan bos" ucap Ponijan.


"Oalahh...jenengmu Bai Hu to...gak keren itu nama aslimu masih keren nama pemberianku" ucap Udin.


"Waasssuuuu... " ucap Ponijan.


.


.


.


.


¤¤¤¤¤¤


.


.


.


.

__ADS_1


.


Sedikit aja dulu.jangan lupa like ya teman - teman.


__ADS_2