
Dunia nyata.
Udin dan Rissa berjalan ke arah kediaman Shan berada.
Ketika mereka berjalan,mereka bertemu dengan pemuda yang minta dilatih memanah oleh Udin.
"Guru... " ucap Pemuda itu membungkuk.
"Iya... Ada apa?" ucap Udin.
"Kami menunggu Guru di tempat latihan." ucap Pemuda itu.
"Hem.... Baiklah,Tapi untuk hari kedepannya aku tak bisa melatih kalian lagi,karena aku ada keperluan" ucap Udin.
Mereka pun berjalan ke tempat Latihan.
Ketika sudah sampai disana,nampak Puluhan pemuda berkumpul,awalnya sedikit kini jadi banyak.
"Asem... Malah tambah banyak" ucap Udin dalam hati.
"Guru... "ucap Mereka serempak sambil membungku.
"Iya... Kenapa tambah banyak begini?" ucap Udin.
"Maaf Guru... Kita - kita menceritakan tentang guru pada yang lainnya." ucap Salah satu pemuda yang dilatih Udin.
"Hem.... Tapi maaf.. Hari ini adalah hari terakhir aku disini,sebab ada urusan yang harus aku urus." ucap Udin.
"Yaaaaaaa...... " ucap Para pemuda nampak kecewa dengan keputusan Udin.
Tiba - tiba Yingmei Yan,Jia Li dan Shan datang.
"Wah kebetulan sekali Paman Shan datang... Nanti setelah ini paman Shan jangan pergi kemana - mana ya."ucap Udin.
"EH.... !!!??? Para pemuda itu terkejut,ternyata Udin kenal dengan Jendral Utama mereka.
"Siap Tuan Muda...." ucap Shan memberi hormat pada Udin.
"Tuan muda??? ucap para pemuda itu bingung.
"Oke... Sekarang...Ambil panah kalian ,bagi yang belum bisa memanah 100meter maju kedepan." ucap Udin.
"Baik Guru...." ucap Mereka serempak. kemudian berdiri ditempat posisi masing - Masing.
Udin mengajari para pemuda itu,selama 3 jam akhirnya mereka bisa.meskipun ada sebagian yang selalu gagal,Udin selalu memberi arahan.
"Sekarang Latihan terakhir.Yaitu fokus..Paman Shan... Coba Paman lempar buah apel ini dijarak 150 meter." ucap Udin.
"Siap tuan Muda" ucap Shan lalu mengambil 3 biji apel. Kemudian berjalan,ketika jaraknya 150 meter Shan berhenti.
Udin menggigit 2 busur panah,yangbsatunya sudah siap untuk di lesatkan.
Shan lalu melempar apel - apel tersebut sembarang arah ke atas..
Udin dengam sigap melesatkan anak panahnya itu.
Wuuusssh.... Wuuussshhh.... Wuuusshhh.....
Ke tiga anak panah melesat ke arah 3 apel.
Jleb... Jleb... Jleb... Panah - panah itu mengenai apel yang di lempar oleh Shan.
"HAAAAAAA..... "Semua orang yang melihat skill memanah Udin menjatuhkan rahangnya kebawah. Bahkan orang yang ahli memanah saja menjatuhkan rahangnya kebawah.
__ADS_1
"Sial... Aku kalah sama bocah itu,kalau memanah dengan 3 panah sekaligus ke target tak bergerah alu masih bisa, Ini 3 benda bergerak tak beraturan arah bocah itu sanggup mengenainya.. Sungguh Bocah ini luar biasa hebatnya. Aku mengaku kalah..." ucap Orang itu dalam hati.
"Siapa yang bisa mengenai 2 apel akan aku beri hadiah ini" ucap Udin lalu mengeluarkan 1 Apel emas.
"HAAAAA.... APEL EMASSS....." ucap mereka serempak.
Glek..... mereka yang melihat menelan ludahnya.
"Maju satu persatu,buat barisan." ucap Udin.
Mereka yang mendengar ucapan Udin lalu berbaris Rapi.
"Lah kok malah jadi banyak gini?? Juangkreekk... " ucap Udin dalam hati,mereka yang gak ikut latihan ikut mengantri.
"Paman Shan... Tolong bantu Udin" ucap Udin.
"Siap Tuan Muda" ucap Shan.
Udin memberikan ratusan apel yang ditaruh dalam cincin ruang lalu diberikan ke Shan.
Mereka maju 2 orang untuk mencoba.
Udin dan Shan melempar Apel sembarang Arah.
Wuuusshh... Wuusshh... Wusssh...
Wuuussh.... Wuusshh... Wuuusssh...
6 anak panah meluncur. Namun tak ada satupun yang mengenai.
Udin dan Shan melempar apel 1 jam. kemudian berhenti melempar.
Diantara ratusan Orang,hanya 1 saja yang bisa mengenai,itu pun hanya 1 Apel saja.
seorang Pria maju kedepan,ternyata dia adalah seorang Ahli memanah.
" Paman hebat,bisa mengenai apel yang dilempar" ucap Udin memuji.
"Itu hanya kebetulan saja Tuan Muda.." ucap Pria itu merendah mengikuti ucapan Shan.
"Kalau paman asah setiap hari maka paman akan bisa,jadi Paman harus sering - sering latihan."ucap Udin.
"Kang mas aja malas latihan,gitu kok bilangin orang suruh sering latihan" ucap Rissa telepati.
"Aseem...." ucap Udin dalam hati.
"Ini Buat Paman..." ucap Udin memberikan 5 apel emas dan 1 botol berisi Pil.
"APAAAAAAA.....!!!??? Semua orang yang lihat terkejut kecuali Rissa dan Shan.
Pria yang maju kedepan menerima pemberian Udin lalu dimasukkan dalam cincin ruangnya.
"Terima Kasih Tuan Muda Udin..." ucap Pria itu sambil membungkuk.
"Sama - sama Paman,Udin minta tolong akarkan mereka ya,sebab setelah ini Udin akan meninggalkan kerajaan ini" ucap Udin.
"Baik Tuan Muda..Hamba akan mengajarkan mereka." ucap pria itu.
"Bagi yang tidak dapat memanah apel jangan berkecil hati,kalian juga akan mendapatkan apel itu,tolong berbaris ya.." ucap Udin.
Orang - orang yang ikut memanah mendengar ucapan Udin langsung senang hatinya,mereka berbaris rapi,tak ada saling serobot.
Udin memberi 1 buah apel emas pada setiap orang yang berbaris.
__ADS_1
Tak lama kemudian Yingmei Yan yang berada diurutan terakhir maju,ia sengaja berbaris dibelakang barisan paling akhir.
"Ini untukmu Mbak Putri." ucap Udin memberi 2 apel emas.
Yingmei Yan menerima apel itu lalu bersujud.
"Maafkan kesalahan Hamba Tuan Muda.." ucap Yingmei Yan.
"HAAAAAAA..... Semua orang menjatuhkan rahangnya kebawah,melihat putri Raja bersujud pada Udin.
"Aku sudah memaafkan Mbak putri sebelum mbak putri minta maaf padaku,berdirilah" ucap Udin.
Yingmei Yan lalu bangkit lalu memeluk Udin.
"Terima kasih Tuan muda..." ucap Yingmei Yan sambil meneteskan air mata.
Lalu Yingmei Yan melepaskan pelukannya.
"Iya sama - sama mbak Putri...
"Paman Shan... Bibi Cantik... Ayo kita pergi.." ucap Udin.
"Maaf tuan Muda...Bisakah tuan Muda tinggal disini untuk beberapa hari saja..." ucap Yingmei Yan.
Yingmei Yan bersikap seperti itu karena mendapat informasi bahwa Jendral utama yaitu Shan itu adalah pengawal pribadinya Udin dari kecil. jadi Yingmei Yan berpikir bahwa Udin adalah orang istimewa,bagaimana tidak istimewa,Shan memiliki kekuatan yang sangat kuat,ketika menghadapi bandit yang jumlahnya ratusan,dengan cepat Shan meringkus semuanya tanpa cidera ataupun terluka.
kembali ke Udin saat ini.
"Hem....Gimana ya....( Udin menoleh ke Rissa)
"Gimana Dek....." ucap Udin.
"Kita berangkat sekarang aja kang mas" ucap Rissa.
"Maaf mbak Putri... Calon istriku ingin segera berangkat sekarang" ucap Udin.
Shan memeluk Jia Li.
"Baiklah... Hamba tak bisa melarang Tuan Muda.Terima kasih sudah mengajarkan hamba memanah." ucap Yingmei Yan.
"Iya... Ayo kita pergi " ucap Udin.
Udin,Rissa,Shan dan Jia Li melesat terbang ke arah kediaman guru Xin.
Tak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah Guru Xin dan juga rumah Jia Li. Mereka tinggal satu atap bersama.
Shan membuka pintu.
Kriieet.... Pintu terbuka.
"Ayo tuan Muda,silahkan masuk." ucap Shan.
"Iya Paman..." ucap Udin.
Jia Li sudah memberi tahu perihal mereka akan dipulangkan ketempat Shan berasal,lalu Shan terbang kerumah untuk memberi tahu Lin Xin. Setelah itu Shan dan Jia Li menghadap Raja.
Mereka mengundurkan diri sebagai Jendral,dengan alasan akan pulang kerumah menemui istri Shan yang lainnya yang berada sangat jauh. Awalnya Raja Jian tidak mau,tapi begitu Shan menjelaskan bahwa dirinya telah lama tak bertemu dengan para istrinya dan ingin bertemu,maka mau tak mau Raja Jian akhirnya luluh juga.Meskipun itu terasa berat.. Kekuatan kerajaan Jian akan berkurang karena Shan orang yang paling kuat mengundurkan diri.
.
¤¤¤¤¤
.
__ADS_1
Maaf Update sedikit dulu...rencana mau Update banyak.