Petualangan Udin

Petualangan Udin
Bab 26


__ADS_3

"Cincin Ruang...????" ucap Arya Sentanu dan Puspita Diningrum bingung.


"Udin juga Punya,ini yang ada pada jari Udin Eyang... " ucap Udin sambil menunjukkan jarinya yang terdapat cincin ruang.


Lalu Udin mengeluarkan 2 botol Sabun, 2 botol sampo,2 Parfum,dan Uang diatas meja


"EH......!!!??? mereka terkejut.


Arya Sentanu dan Puspita Diningrum mengambil barang yang ada meja tersebut.


"Ini apa Din...?" ucap Arya Sentanu.


Udin mengambil botol yang sama yang di pegang arya Sentanu.


Udin pun memberi tahu nama benda tersebut dan cara penggunaanya.


" Wangii banget Din.....Eyang Putri suka ..." ucap Puspita Diningrum saat mencoba Parfum.


"Silahkan Eyang kakung dan eyang putri ambil." ucap Udin.


"Eyang Putri ambil yang ini saja..." ucap Puspita Diningrum sambil memegang botol parfum.


"Eyang Kakung juga sama...." ucap Arya Sentanu.


"Ambil semuanya eyang....Udin masih punya..." ucap Udin.


"Seriuss Le... Cah Baguss..." ucap Arya Sentanu.


"Injih...Udin Serius....


"Rencana Besok Udin mau bagikan ke semua orang yang ada di sini.." ucap Udin.


"Baiklah kalau begitu...Ini eyang kakung ambil shampo dan sabunnya ya.." ucap Arya Sentanu.


"Monggoo..." ucap Udin.


---***----


Pagi harinya.


Udin terbangun dari tidurnya,ia terbangun sebelum matahari terbit.Ia mendengar suara langkah kaki berjalan,lalu berhenti di depan pintu kamar.


Kriiieett.... Pintu kamar terbuka.


Nampak Cempaka yang membukakan pintu tersebut.Kemudian ia masuk.


"Udin....Mau ikut Bibi kesungai apa enggak?" ucap Cempaka ketika sudah sampai di tempat tidur Udin.


Kuuuk...Kuuuuruyuuuuuuuuk......Suara ayam Jantan berkokok.


"Hemm.....


Nampak Udin berpikir.


Tak lama kemudian datanglah yang lainnya.


"Udinn... Ayooo kita mandi di sungai..."


"Kita mau pakai Shampo dan Sabunmu itu...


Udin turun dari tempat tidurnya.


"Ayoo...." ucap Udin.

__ADS_1


Cempaka menggendong Udin dari belakang. Lalu mereka berjalan ke arah sungai.Pada saat mereka melewati Lorong,Rupanya yang lain sedang menunggu kedatangan Udin,Lalu mereka mengikuti dari belakang.


Jumlahnya lebih banyak dari yang kemarin,Sinta pun ikut dalam rombongan itu.


"Buset dah... Ini orang seperti mau demo saja..


." ucap Udin dalam hati melihat para penghuni pedepokan Bintang Laut mengikuti Udin.


Lalu Udin teringat mimpi yang ia ceritakan pada Rukmana dulu itu,yaitu mimpi Udin di ikuti banyak orang. Lalu Rukmana bilang bahwa dirinya kelak akan menjadi Raja.


Tak lama kemudian mereka pun sampai di Sungai.Lalu mereka melepaskan pakaiannya.


"Aseemmm.... Kalau kemarin ya aku biasa saja ketika mereka telanjaang...Lah ini.... Aku bisa lihat.." ucap Udin dalam hati sambil melepas bajunya.


kemudian mereka mengerubungi Udin.


"Minta Shampo dan Sabunnya dong ganteng...


"Iya Din...Aku mau coba..Kemarin aku gak mandi di sini...


"Udin ganteng deh.....


"Udin akan memberi mbak Shampo dan Sabun,..Tapi jangan berebutan ya..." ucap Udin.


"Siap......"ucap mereka serempak.


Lalu mereka membuat 3 barisan.


Udin mengeluarkan Botol shampo dan Sabun dari cincin ruangnya,lalu membagikan botol - botol tersebut.


"Ternyata Udin sakti juga ya..Bisa mengeluarkan barang,seperti temannya itu...


"Iya...Waahh... Jadi pengen punya suami seperti Udin..


Tak lama kemudian tibalah barisan terakhir yaitu Sinta.


"Udin...Aku boleh gak minta shampo dan Sabunmu" ucap Sinta.


"Boleh mbak Sinta...." ucap Udin sambil memberikan shampo dan Sabunnya.


Sinta menerima pemberian Udin lalu memeluk Udin.


"Begini ya rasanya jika di peluk oleh cewek tanpa pakaian.." ucap Udin dalam hati.


"Terima kasih..." ucap Sinta sambil memeluk Udin.


"Sama - sama...." ucap Udin.


Udin berjalan ke air sungai sambil menghentakkan tongkatnya,lalu menaruh botol sabun dan samponya di atas batu seperti kemarin.


"Waahhh....Wanggiii....


"Iyaa....Wanggiii....


"Aku saja kemarin ketika selesai mencoba,rambutku menjadi halus dan lembut..


Nampak Wati mendekati Udin.


"Din...Mandi di situ saja,biar seru..." ucap Wati.


"Tapi....."


Wati mengambil tongkat Udin lalu menggendong Udin di depan.

__ADS_1


"Asem....Ini nama penculikan mbak."ucap Udin.


"Iya...Mbak culik kamu biar kamu gak sendirian mandinya." ucap Wati.


Udin di taruh di tengah - tengah para Wanita.


ketinggian air hanya sebatas lutut Udin.


Lalu mereka berbaris kemudian duduk.


"Hadap sana ganteng...." ucap Wati ketika melihat Udin mengahadap dirinya.


Udin pun menurutinya.Lalu mereka saling menggosok punggung yang sudah berbusa.Udin pun mengikutinya.


"Udin...." ucap Citra di samping kiri Udin sambil menggosok punggung temannya itu.


"Ya mbak...Ada apa?" Udin sambil menggerakkan tangan menggosok punggung wanita di depannya.


"Rambutmu kok putih begitu...Kamu kasih apa?" ucap Citra.


"Dari bawaan lahir mbaak..." ucap Udin.


"Ooo...Begitu..." ucap Citra.


Wanita didepan Udin memutar tubuhnya menghadap Udin. Tangan Udin bergerak menggosok tubuh wanita di depannya itu.


"EH....!!??? Wanita itu terkejut saat merasakan perasaan yang aneh menjalar di tubuhnya saat Udin menggosok gunung kembarnya.


"Kenapa kamu gak buka celana Din.." ucap Sari di samping kanan Udin.


"Iya neh....Udin curang....Masa kita - kita saja yang membuka semuanya" ucap Wina.


"Iya - iya... Ini aku buka..." ucap Udin.


Udin berdiri lalu melepas celananya,setelah itu melempar ke pinggir sungai.Udin kembali duduk lagi.


Mereka pun saling membilas busa sabun yang menempel.


"Sinta... Coretanmu memudar tuh kena sabun.." ucap wanita yang di dekat Sinta.


"Masa Seh Fina..?" ucap Sinta tak percaya.


"Iya...aku gak bohong.." ucap Fina.


Sinta nampak panik karena belum genap 2 hari.


"Gak apa - apa mbak Sinta... Hilangkan saja sekalian..." ucap Udin.


Sinta menjadi lega setelah mendengar ucapan Udin.


Selang 1 dupa kemudian,mereka telah selesai Mandi.Lalu mereka mencuci pakaian yang kotor.


Nampak Cempaka mengambil pakaian Udin yang di pakainya tadi,lalu di cuci.


"Asem....Kalau di cuci bajuku,ya basah lah.. terus aku kedinginan... Mana gak bawa baju ganti lagi..." ucap Udin dalam hati melihat pakaiannya di cuci oleh Cempaka.


Udin menunggu Cempaka mencuci baju sambil berendam.


"Masuk dalam istana saja Bos..." ucap Luciefer telepati.


"Kenapa paman gak ngasih tahu dari tadi."ucap Udin telepati.


"Bos gak nanya ke aku.." ucap Luciefer telepati.

__ADS_1


Udin mengambil tongkat di samping,Tongkat Udin tenggelam ketika berada di air.Lalu Udin berjalan ke pinggir sungai Menuju Batu yang besar. Setelah sampai Udin melihat kiri dan kanan,Di rasa pas gak ada yang melihat,Udin masuk dalam dunia Cincin.


__ADS_2