
Sebulan setelah kejadian,Shan dan Jia Li baru datang ke desa tersebut,ia meminta maaf,karena dirinya sibuk menjalankan tugas dari Raja Jian. dan baru bisa datang. Mereka pun memakluminya. Kerajaan Jian sebelumnya juga sudah menyuruh Tabib yang ada di istana untuk mengobati warga desa Bulan,tapi mereka tak bisa. Karena tidak tahu penyakit apa yang di derita warga desa Bulan.
2 bulan Ponijan,Kuwi, dan Djarwo serta dibantu oleh prajurit kerajaan membangun kembali rumah penduduk yang hancur.
Tentang pasukan Iblis dan Udin mengamuk tidak ada yang mengingat kejadian tersebut.Di ingatan para warga,ada angin ****** beliung yang memporak pondakan desa tempat tinggal.
Warga nampak senang sekali rumah yang hancur diperbaiki oleh pengawal Tuan muda Lin beserta prajurit kerajaan Jian.
Kini Djarwo,Kuwi,dan Ponijan bersantai di kediaman Bangsawan Lin.
"Wo... Kenapa kamu berada dialam sini?" ucap Ponijan. Ponijan nampak familiar dengan Djarwo,tapi ia lupa.
"Aku gak tahu,yang jelas aku terlempar didunia ini. Hem...kalau gak salah sudah 1 juta tahun lebih lah,bisa juga 10 juta tahun,soalnya aku gak hitung kakak kelima." ucap Djarwo.
"Ooo... Begitu..." ucap Ponijan.
Mereka melihat Kuwi meletakkan batu inti ditangan,lalu menyerap kekuatan dari batu Inti tersebut.
"Bro...Bos sudah sadar apa belom" ucap Ponijan telepati ke Paijo.
"Durung...Masih terlelap tidur" ucap Paijo telepati.
"Kok suwi tenan to" ucap Ponijan Telepati.
"Yo embooh" ucap Paijo.
Selesai Kuwi menyerap batu Inti ia mau mengeluarkan lagi batu intinya,tiba - tiba Ia ditelepati oleh sosok wanita. Suaranya itu nampak seperti gadis remaja.
"Bilang pada teman - temanmu bahwa kamu dipanggil oleh tabib agung lalu berjalan lah menuju tempat yang sepi" ucap suara itu.
"EH!!??? Kuwi terkejut.
"Baik" ucap Kuwi pelan. Ia tak bisa membalas telepati orang yang bertelepati dengannya.
"Maaf kakak kelima,Djarwo,Aku dipanggil oleh tabib agung" ucap Kuwi.
"kenapa nenek peyot itu manggil dirimu?" ucap Ponijan.
Jedderrr....... Tiba - tiba Ponijan disambar petir.
Tubuhnya menghitam semua serta rambutnya berdiri. nampak asap keluar dari mulutnya.
Djarwo dan Kuwi kaget.Mereka mau tertawa tapi mereka tahan sekuat tenaga.
"Jika mengatakan aku nenek - nenek lagi,akan aku kuliti badanmu" ucap rissa telepati.
Ponijan menelan ludahnya ketika mendengar suara tersebut.
Kuwi kemudian menjauh dari Ponijan dan Djarwo mencari tempat yang sunyi.
"Aku sudah ditempat yang sepi" ucap Kuwi.
Tak lama kemudian Kuwi berpindah tempat.
"EH!!??? Aku ada dimana?" ucap Kuwi dalam hati. Melihat disekeliling nampak asing.
"Kamu ada di tempatku,sekarang kamu bisa serap semua batu itu. " ucap suara wanita.
"Baik... Terima kasih" ucap Kuwi lalu duduk dan mengeluarkan batu inti monster dari dalam cincin ruangnya.
Sosok yang berbicara pada Kuwi adalah Rissa. Ia ingin Kuwi dengan cepat menyerap batu inti itu tanpa ada hambatan dan gangguan. Kuwi saat ini berada di dunia cincin Udin.
.
.
.
---***---
.
.
.
Nampak seorang gadis cantik mondar mandir setelah menaruh Kuwi didalam dunia Cincin. Wanita itu adalah Rissa.
"Aneh.. Mengapa aku tak merasakan Jiwa Udin ya" ucap Rissa baru menyadarinya . Soalnya Udin belum siuman.
Kemudian Rissa menggunakan kekuatannya mengecek tubuh Udin.
Rissa mengecek dari elemen Udin miliki.
Rissa mengeluarkan segala kemampuannya untuk mencari keberadaan jiwa Udin. Namun hasilnya nihil.
"Dimana kamu kang mas" ucap Rissa sambil mengeluarkan air matanya.
.
.
.
----***----
.
.
Nampak bocah kembar sedang bermain dengan riang gembira. Bocah itu adalah Udin asli dan Udin kegelapan.
Udin baju merah mengetes skill melemparnya pada Udin baju hitam.
Udin baju merah meletakkan 20 batu di atas batu yang rata,kemudian mengambil jarak 20 meter lalu melempar baru yang diletakkan itu dengan batu kerikil ditangannya.
Setelah 10 batu berhasil mengenai tepat sasaran tidak ada yang meleset,giliran Udin baju hitam mencoba. Hasilnya sama.
Ternyata Udin baju Hitam bisa menyamai dirinya.
"Aisshh...Gimana mau keluar dari sini bila aku tak bisa mengalahkan Dia" ucap Udin baju merah dalam hati. Sempat ia merencanakan sebuah ide melakukan pertandingan lempar batu untuk bisa keluar dari dimensi milik Udin baju hitam. Tapi begitu melihat apa yang terjadi,Udin baju merah nampak frustasi.
"Kita maen apa lagi?" ucap Udin baju hitam.
__ADS_1
"Hem....Maen mobil - mobilan bagaimana?" ucap Udin baju merah asal bicara,soalnya sudah gak tahu harus bermain apa.
"Mana mobilnya??" ucap Udin baju merah.
"Ya kita harus keluar dari sini,nanti aku minta tolong sama pak de paijo membuatkan mobil" ucap Udin.
"Sama aja donk aku kalah kamu yang menang" ucap Udin baju Hitam.
Muncul Ide dikepala Udin baju merah.
"Kamu gak kalah. Kamu kan temanku,ayo kita keluar"ucap Udin baju merah membujuk Udin baju hitam.
"Tapi aku gak bisa keluar dari sini" ucap Udin baju hitam lesu.
"Aiisshh... Gak seru donk jika kamu gak bisa keluar dari sini" ucap Udin baju merah.
"A....Ha....Kamu kan bisa buat mobil dengan kekuatanmu" ucap Udin baju hitam.
"Emangnya aku bisa mengeluarkan kekuatanku?" ucap Udin baju merah heran,sebab ia belum ada pernah mencobanya dari awal dia bertemu dengan kembarannya sampai sekarang.
"Ya jelas bisa donk.. Ayoo buat sudah" ucap Udin baju hitam tidak sabaran.
Udin baju merah kemudian mencoba membuat mobil ukuran mini oanjang 1,5 meter lebarnya 1 meter saja tanpa atap, dengan kekuatannya.
"EH!!! Udin baju merah terkejut,ternyata bisa menggunakan elemen kekuatannya.
2 jam kemudian.
1 buah mobil telah jadi dibuat oleh Udin baju merah.
Udin baju hitam juga membuat mobil,tak sampai 1 menit sudah jadi,nampak mobilnya itu seperti mobil monster tapi ada kabut hitam yang menyelimuti mobil tersebut.ukurannya sama dengan mobil Udin baju merah.
Udin baju merah beristirahat. Ia memulihkan tenaganya yang sempat terkuras.
Kemudian mereka naik mobil itu.
"5 Km baru balik kesini" ucap Udin baju merah.
"Deal" ucap Udin baju hitam.
Udin baju merah menggunakan elemen petirnya sebagai sumber tenaga.
Sedangkan Udin baju hitam menggunakan elemen kegelapannya.
"1.....2.....3...." ucap udin baju Hitam.
Kedua mobil itu melesat ketika hitungan ke 3.
Udin baju merah memimpin sementara.
Ia menghindari bebatuan,sedangkan Udin baju hitam menabrakkan mobil itu kebatu hingga batu itu hancur menjadi debu.
Jarak Mobil Udin baju merah dengan Udin baju hitam hanya 15 meter saja. Lalu Udin baju hitam menambahkan lagi kekuatannya untuk mensejajarkan mobil Udin baju merah.
Kini mereka sejajar.
"Aku duluan ya" ucap Udin baju hitam lalu melesat dengan cepat.
Wuuuzzzzz..............Mobil Udin baju hitam melesat mendahului Udin baju merah.
Wuuuzzzzz......
Nampak 20 Meter didepan Udin baju merah ada mobil Udin baju hitam melaju berlawanan arah.
"Sial.... dia sudah berputar." ucap Udin baju merah.100 Meter lagi ia berputar arah..
ciiiiittt.........Bannya berderit ketika Udin berbelok arah. Setelah itu Udin menambahkan semua kekuatannya secara penuh.
Wuuuzzzzzzz.......
Udin mencoba memasang array pelindung agar tak terkena efek benturan angin dan batu.
1200 meter lagi garis finish, Udin baju merah mengeluarkan kekuatan elemennya secara penuh untuk mengejar Udin baju hitam yang terpaut 100 meter...
"Yes...berhasil..."ucap Udin dalam hati..
Wuuuzzzzz....... Kecepaatannya bertambah,yang awalnya 400km /jam kini menjadi 1.000km / jam.
Udin baju merah akhir berhasil melewati Udin baju hitam sampai garis finish.
Ciiiiiiittttt........ Mobil Udin mengerem menggunakan kekuatannya.
"Hossh....Hoossh...Hoosshh.. Nafasnya Udin baju merah ngos- ngossan serta jantungnya berpacu kencang karena hampir kehabisan tenaga.
"Diamput.... Aku kalaah....Wassuuu" ucap Udin baju hitam dongkol. Sebab Ia tak mengeluarkan kekuatannya secara penuh.
"Aku menang...Nah sekarang Aku pengen kembali " ucap Udin baju merah ketika melihat Udin baju hitam turun dari mobilnya.
"Iya kamu menang" ucap Udin baju hitam.
"Aku mau pulang" ucap Udin baju merah.
"Tidak bisa ,kamu harus mengalahkan aku dulu" ucap Udin baju hitam.
"Lah tadi aku menang gitu" ucap Udin baju merah.
"Aku tadi belom mengeluarkan kekuatanku secara penuh" ucap Udin baju hitam mencari alasan.
"Aiiisssh....Nanti Ibu nyariin loh kalau aku gak ada pulang" ucap Udin baju merah cemas.
"Hem....Baiklah..Kamu boleh keluar tapi ingat,kalau kamu gak mampu melawan musuhmu biarkan aku yang melawannya" ucap Udin baju hitam. Ia berharap bisa masuk dalam tubuh Udin dan menguasainya secara penuh,awalnya ia hampir menguasai tubuh Udin,tapi keburu disegel oleh Rissa. Ia juga tak mau berlama - lama bersama Udin baju merah,sebab khawatir tubuh Udin di dunia nyata kesehatannya memburuk akibat terlalu lama tak sadarkan diri.
Udin baju hitam mengeluarkan Udin baju merah dari dunianya.
.
----***----
.
.
.
__ADS_1
Nampak di sebuah kamar terdapat Rissa yang berubah jadi tabib agung,Paijo,dan ke dua orang tua Udin menunggu Udin siuman.
"Bagaimana Tabib,apakah putraku akan siuman" ucap Lin shang ayahnya Udin. Ia Khawatir.. Sebab Sudah setahun Udin tak sadarkan diri.
"Aneh.... Padahal kemarin - kemarin aku gak bisa deteksi Jiwa Udin,tapi mengapa sekarang bisa" ucap Rissa dalam hati mengecek tubuh Udin.
"Hem....Bentar lagi putra anda siuman " ucap Rissa. karena ia melihat dengan kekuatannya Jiwa Udin sudah kembali masuk kedalam tubuh.Rissa duduk disamping Udin yang sedang tidur.
Tak lama kemudian apa yang diucapkan Rissa benar terjadi.
Udin membuka matanya secara perlahan.
Ia melihat Rissa.
Setelah itu Udin duduk sambil melihat orang disekitarnya.
"Syukurlah Nak kamu akhirnya sudah siuman " ucap Ibunya Udin memeluk Udin. ðŸ˜
Ayahnya Udin juga memeluk Udin. ðŸ˜.
"Kamu siapa" ucap Udin pura - pura lupa ingatan.
"EH!!!??? Mereka semua terkejut.
Kedua orang tua Udin melepaskan pelukannya.
"Aku ini Ibumu nak" ucap Sang Ibu.
"Siapa nama Ibumu" ucap Sang ayah.
"Kang Mas beneran tidak ingat sama sekali" ucap Rissa keceplosan.
"Nenek siapa?" ucap Udin masih pura - pura lupa.
"Kang mas???"" ucap Paijo dalam hati merasa ganjal dengan ucapan tabib agung itu.
Lalu Paijo mendekat ke Udin lalu berbisik.
"Sekaline Bos seng seneng karo rondo ayu yoo?" ucap Paijo berbisik(Ternyata Bos yang suka pada janda cantik(nenek - nenek) ya)
"Enak aee.. Kuwi awaKmu Jo seng seneng karo Rondo ayu" ucap Udin Tanpa sadar.(Itu dirimu Jo yang suka dengan janda cantik)
"Buktine Tabib agung manggil bos dengan sebutan kang mas" ucap Paijo berbisik lagi.
"Aauuuu....... Pinggang Udin dicubit oleh Rissa karena tahu Udin pura - pura lupa.
????? Kedua Orang tua Udin
"Nenek kenapa nyubit aku?" ucap Udin dengan polosnya.
Rissa.. ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
"Aku bukan Nenek - nenek" ucap Rissa sambil ðŸ˜.
"Haaaaaaaaaaa" ucap mereka serempak sambil membuka mulutnya lebar - lebar.
Kemudian Risa merubah penampilannya menjadi anak kecil.
Paijo dan kedua orang tua Udin melompat dari tempatnya karena sangking terkejutnya.
Paijo teringat waktu pertama kali berjumpa.
Paijo sempat melihat sosok anak kecil tersebut ketika pertama kali bertemu dengan Udin yang badannya seperti anak kecil.
"Si..Si...Siapa kamu sebenarnya" ucap Ayahnya Udin jantungnya masih berdetak kencang karena terkejut.
"Kalau kang mas gak mau lagi sama adek,adek akan pergi dari sini." ucap Rissa ngambek hendak pergi meninggalkan Udin.
Udin secara reflek melompat dari tempat tidur lalu memegang tangan Rissa yang hendak pergi.
"Jangan pergi donk dek..Maaf ya tadi kang mas pura - pura saja,habisnya adek aku panggil gak ada jawab" ucap Udin.memeluk Rissa.
"Kapan kang mas manggil adek?" ucap Rissa penasaran,sebab Rissa selalu menjawab panggilan Udin.
Udin Lalu melepaskan pelukannya.
"Waktu aku dikurung sama saudara kembarku,aku mencoba memanggil adek,tapi gak ada jawaban dari adek, terus dia bilang harus mengalahkan dia dulu,tapi aku gak bisa karena kekuatannya dia sangatlah kuat,Aku tak dapat melihat dia diranah apa" ucap Udin.
"HAAAHH!!??? Mereka terkejut dan penasaran apa yang telah terjadi pada Udin.
"Teruss" ucap Rissa penasaran,sebab ia tak dapat mendeteksi keberadaan jiwa Udin selama tak sadarkan diri.
"Terus aku mengajak dia bermain sambil mencari cara untuk bisa keluar dari dimensinya dia. "ucap Udin.
"Lalu" ucap Rissa..
"Ambilkan air minum donk" ucap Udin merasa haus.
"Teruss" ucap Rissa dikira Udin bercerita.
"Aku haus dek,bukan bercerita " ucap Udin.
Lalu Rissa mengeluakan kendi berisi air tak lupa gelas dari cincin penyimpanannya.
"Ini kang mas diminum dulu" ucap Rissa.
Sedangkan kedua orang tua Udin dan Paijo diam saja.mereka menyimpan banyak pertanyaan dikepalanya,namun diurungkan karena ingin mendengar Udin bercerita.
Udik Duduk lalu meminum air pemberian Rissa
Glek...Gleek...Glek..Glekk... Aaahhhhh Segar....
Udin lalu melanjutkan ceritanya.
"Aku coba bertanding lempar batu,aku pikir dia gak bisa,gak taunya bisa,terakhir maen adu balap mobil,aku menang. Tapi dia tak terima alasannya dia gak memakai kekuatan penuhnya,setelah itu aku bilang nanti Ibu khawatir. Baru deh dia ngeluarin aku" ucap Udin.
"Aneh...Apakah Udin berada di dimensi khusus ya,sehingga aku tak dapat menemukannya."ucap Rissa dalam hati.
"Syukurlah kalau kang mas bisa keluar" ucap Rissa. Ia khawatir Udin selamanya tak sadarkan diri.
"Berapa lama aku pingsan dek" ucap Udin.
"Ada setahun kang mas" ucap Udin.
__ADS_1
"Hem....Lama juga ya.. Perasaan gak sampai seminggu deh" ucap Udin.
"Maaf... Aku menyela. Siapa sebenarnya Kalian ini?" ucap ayahnya Udin yang penasaran dengan Teman - teman anaknya itu,Sebab putranya tidak seperti anak - anak pada umumnya yang memiliki teman seumurannya.