
Galaksi Cermai.
Nampak Milyaran pasukan Udin bahu membahu mengalahkan musuh. Nampak Raja Sonic mengalahkan musuhnya yang di bantu pasukan Robot. Pasukan robit sebagai pengalih perhatian musuh,jika perhatian mereka beralih,maka pasukan Udin dengan mudah membantainya.
"Banyak banget musuhnya...Gak terasa aku sudah bunuh 1 milyar manusia. " ucap Raja Sonic dalam hati sambil menebas musuh
Craassh..... Craassh....Craaasshh.....
Craassh..... Craassh....Craaasshh.....
Pasukan musuh mencoba menyerang pesawat induk dengan kekuatannya.
BOOOMMM....BOOOMMM....BOOOMM...
BOOOMMM....BOOOMMM....BOOOMM...
BOOOMMM....BOOOMMM....BOOOMM...
"Benda apa itu,mengapa gak bisa hancur..." ucap salah satu pasukan musuh dalam hati heran.
Pesawat induk terpasang Array pelindung yang Udin pasang,agar musuh tak dapat menghancurkannya.
Clara tak tinggal diam saja,ia menembaki pasukan musuh tersebut lalu mengeluarkan pasukan robotnya.
Galaksi di sekitar pertempuran hancur lebur terkena energi pertempuran.
"Untung ada pasukan robot,jika tidak maka kita kewalahan neh.." ucap Shi Wang Sha pada temannya memakai radio telemunikasi.
"Ho oh......Musuh masih ada terus ,ini aku baru bunuh 65 juta musuh." ucap Kham Shono.
BOOOMMM....BOOOMMM...DUUAARR..
BOOOMMM....BOOOMMM...DUUAARR..
BOOOMMM....BOOOMMM...DUUAARR..
Nampak ledakan di mana mana.
Nampak siluman Harimau melesat ,ia mencabik - cabik musuhnya.
"Jurus cakaran Harimau ...." ucap Kuciah.
Wuuusshh... Nampak Energi cakaran itu melesat ke arah prajurit musuh yang sedang kelelahan karena menghadapi pasukan robot.
Craaasshh... Craaasshh.... Craaassshh.....
Tubuh prajurit musuh terpotong - potong, kemudian pasukan Robot mengancurkan potong tubuh tersebut....
---***----
Dunia kegelapan.
Nampak Udin melihat sekeliling dunia tersebut.
"Buseeettt... Gelap banget.....
Udin baru pertama kali masuk dalam lubang hitam.
"Waaah.... Durung bayar tagihan listrik iki... Layakno peteng...(Belom bayar.....Pantesan gelap)
Udin mencari keberadaan Alex.
"Lex..... Ngumpet dimana kamu Lex...
Udin melesat mencari keberadaan Alex.
Sebab alat pelacaknya nampak kabur,ada sesuatu yang mengacaukan sinyalnya.
Tak... Duukk.. Pyarr... Pyarr....
Udin menabrak sesuatu. Kemudian Udin mengeluarkan cahaya dari jari telunjuknya.
"Juangkreeeek..... Siapa yang buang peralatan dapur disini......
"Itu kan ulah kang Mas sendiri.." ucap Rissa telepati.
"Hehehehe.....Iya ya... Lali aku Dek...
Udin menembakkan bola - bola cahaya ke segala Arah. Udin lupa jika mempunyai Skill yang mampu melihat dalam kegelapan.
Yang semula gelap gulita,kini terang benderang.
Nampak bebatuan besar melayang di mana mana, Sampah yang waktu itu Udin buang melayang di mana - mana.
"Oooo.... Jadi di sini ta sampahku yang aku buang....
Udin kemudian melesat mencari keberadaan Alex.
"Diaaampuuttt.... Kenapa alatku gak berfungsi disini....
"Jadi susah aku mencarinya...
"Bangkek....Bangkek....
Udin melesat sambil menembakkan bola - bola cahaya.
----****----
Ada satu Makhluk yang mendiami Dunia kegelapan tersebut. Ia tak dapat keluar. Karena kaki dan tangannya terbelenggu rantai. Matanya hanya satu,mempunyai Empat tanduk di kepalanya,Tingginya mencapai 400 meter.
Sosok itu tertidur selama ratusan juta tahun nampak membuka matanya. Lokasi sosok itu dengan Udin berjarak 5,600 juta Km.
Sosok itu melihat titik terang seperti bintang bermunculan.
"Siapa yang berani masuk ke wilayahku....
Sosok itu kemudian bangun dari tidur panjangnya.
"Hem.... Ada manusia di sini...
"Tapi tunggu dulu... Mengapa ia bisa masuk ke dalam sini" gumam sosok itu.
Nampak sosok itu berpikir.
__ADS_1
"Sepertinya bisa aku manfaatkan dia untuk membebaskan aku dari sini..." ucap Sosok itu dalam hati. Sebab ia berpikir bahwa manusia yang masuk dalam dunia kegelapan adalah aliran hitam.
---***---
Udin melesat sambil mengecek alat pelacaknya.
"Puuuut.... Diampuuutt.... Kalau begini caranya ya lama aku mencarinya....
"Buaangkekkk......
Udin kemudian berhenti sejenak.
"Aku kan punya pasukan robot.... Kupakai dia saja untuk mencari Alex...
Udin membuat pasukan Robot dengan elemennya.
Nampak ratusan juta Robit muncul.
"Cari Alex.... jika ketemu beri tahu aku.." ucap Udin.
"Siap Boss....." suara para Robot.
Pasukan Robot Udin berpencar segala arah.
Udin memperbanyak dirinya,lalu berpencar.
"ALEEEEX..... DI MANA KAMU......
"APAKAH KAMU LAGI COLLIIII ....
"PAKAI KECAP BANGOO SAJA LEX....
"KARENA RASANYA GAK PERNAH BOHONG...." ucap Udin pakai Qi.
----***----
Suatu tempat di dunia kegelapan,nampak sosok manusia sedang bersembunyi,ia menggunakan array pelindung, array ilusi dan array kedap suara sambil menyerap kekuatan dari anak buahnya yang tewas. Dia adalah Alex.
"Teruslah kalian bunuh prajuritku,begitu sampai kekuatanku tak terbatas,maka aku akan membunuh kalian..." ucap Alex.
Tiba - tiba Alex mendengar suara
"ALEEEEX..... DI MANA KAMU......
"APAKAH KAMU LAGI COLLIIII...
" PAKAI KECAP BANGOO SAJA LEX.......
"KARENA RASANYA GAK PERNAH BOHONG.."
"Eh.....!!!!???? Alex terkejut mendengar suara tersebut
"Sepertinya aku pernah mendengar suara itu,tapi di mana ya...." ucap Alex dalam hati sambil mengingat - ingat.
"Colliii......!!
" Kecap Bangoo....!!Collii....!!Kecap Bangoo,rasanya gak pernah bohong." gumam Alex.
BAAMM....BAAMMM....BAAMMM....BAAMM...
BAAMM....BAAMMM....BAAMMM....BAAMM...
Ledakan energi di tubuh Alex .
"Aku ingat... Itu adalah suara pemuda bertopeng yang aku hancurkan...
Nampak Alex terdiam.
"Tapi mengapa ia bisa muncul kembali,padahal waktu itu sudah ku bunuh." ucap Alex heran dan penasaran.
Nampak Alex berpikir.
"Apakah dia seorang Reinkanator.....
"Tapi..... Gak mungkin secepat itu ia bisa cepat kuat dan cepat muncul." ucap Alex dalam hati.
---***---
Salah satu robot Udin berada di tempat sosok bertanduk tersebut.
"Bos.... Aku melihat sosok asing..." suara Clara di telinga Udin.
"Sosok apa itu Clara..."ucap Udin penasaran.
"Ini aku kirim gambarnya Bos..." suara Clara.
"EH.....!!!??? Makhluk apa itu..." ucap Udin terkejut dan penasaran.
"Coba tampilkan kang Mas.." ucap Rissa telepati.
Udin menampilkan sosok bertanduk di layar hologramnya.
Nampak sosok bertanduk di depan Udin. Sosok itu terikat rantai,dan ada diagram segel.
"I......I...Itu Lucifier Kang Mas...." ucap Rissa telepati.
"Lucifier???
"Siapa Lucifier itu dek..." ucap Udin telepati penasaran.
"Dia adalah Raja dari segala raja Iblis Kang Mas..." ucap Rissa telepati.
"Raja dari segala Raja Iblis....
Nampak Udin berpikir.
"Seperti Umam dong Dek...." ucap Udin telepati.
"Iya Kang Mas...Hanya saja Luciefer ini makhluk Iblis terkuat,Umam belum tentu bisa menghadapinya. " ucap Rissa telepati.
"Oooo.... Begitu....
"Bentar... Bentar... Kok seperti Dajjal gitu ya..."ucap Udin telepati.
__ADS_1
"Kalau di Bumi namanya Dajjal Kang Mas..Tapi kalau dunia Kultivator ataupun dunia sihir,dia bernama Luciefer." ucap Rissa telepati.
"Oalah.... Ngono ta.. Baru mudeng aku dek...
"Ya sudah aku sapa dulu dia ya Dek..." ucap Udin telepati.
"Hati - hati Kang Mas.." ucap Rissa telepati.
Robot Udin yang berada di dekat dengan Luciefer menampilkan hologram berbentuk Alex.
----***----
Di tempat makhluk bertanduk berada.
Nampak sosok itu berdiri. Ia tak bisa pergi kemana - mana . Karena ia terikat oleh Segel khusus. Sosok itu adalah Luciefer.
Tiba - tiba di depannya muncul Alex yang berbentuk Hologram.
"Permisi Om...." ucap Udin.
"EH....!!!??? Luciefer terkejut.
Salah satu kembaran Udin datang lalu mengamati Luciefer dengan menggunakan jurus menghilangnya dan menghilangkan aura keberadaannya dari kejauhan.
"Iya... Maaf.. Tuan ini siapa ya?" ucap Luciefer berpura - pura ramah.
" Namaku Alex. Nama Om siapa?" ucap Udin sengaja tak memberi tahu namanya.
"Namaku Dho No..." ucap Luciefer.
"Kalau ku beri tahu nama asliku bisa gawat. " ucap Luciefer dalam hati.
"Heeeeee....!!!! Dono...???? terus Kasino sama indro mana Om." ucap Udin celingukan.
"Hem...... Ternyata dia juga menyembunyikan identitasnya.." ucap Udin dalam hati mengetahui dari kembarannya.
"Kasino dan Indro? Siapa itu tuan..." ucap Luciefer bingung.
"Lah ....Tadi om bilang namanya Dono. Masa gak tahu nama sahabatnya seh.." ucap Udin mengikuti permainan Luciefer.
Kembaran Udin memgamati segel yang mengikat Luciefer.
"Segelnya ada yang hancur,bisa gawat jika dia lepas..." ucap Kembaran Udin.
"Maaf Tuan saya lupa,Teman saya sedang keluar,namun hingga kini belum kembali,..
"Mereka mengikatku..
"Bisakah Tuan melepaskan ikatan ini,.." ucap Luciefer memelas.
"Wani pirooo...." ucap Udin.
Tiba - tiba Udin mengetahui keberadaan Alex lewat kembarannya.
"Asem....Kenapa sampai aku lupa elemen ruang dan waktuku." ucap Udin dalam hati.
Udin memperbaiki segel tersebut ,lalu memasang Array pelindung, ilusi dan kedap suara,agar orang lain tak menemukan keberadaan Luciefer.
"EH....!!!??? Luciefer terkejut tiba - tiba ada array dan segel yang rusak telah di perbaiki.
"Sialaaaan.... Lepaskan aku...." ucap Luciefer marah..
"Sssstttt.... Jangan Ribut. Nanti Bu guru kelas sebelah datang " ucap Udin sambil menempelkan jari telunjuk di mulutnya.
Udin mematikan hologramnya. Lalu menyatukan lagi kembarannya. Setelah itu Udin melesat menggunakan Skilnya.
"Sialan.... Awas kamu Alex..... Kalau ketemu akan aku bunuh...." ucap Luciefer emosi.
-----***----
Di tempat persembunyian Alex.
Udin muncul di luar array,lalu memukul array pelindung.
Dook...Dok...Doookk...Dook.... Udin memukul Array pelindung.
" EH.... !!!??? Alex tersentak karena terkejut keberadaannya di ketahui.
"Lex.... Jangan lama - lama kamu collinyaa... Aku kebelet bokeer neh...." ucap Udin.
Dookk....Dookkk....Dokkk....Dook...
"Lex......Cepetaaaan.....
Dook....Doook...Dook.....Dookkk...Doook....
"Habis nanti sabunku itu...
"Aku baru beli tahu pakai duit benggolanku,sudah tanggal tua begini " ucap Udin.
"Bagaimana dia bisa tahu aku sembunyi disini...
"Sedikit lagi....." ucap Alex dalam hati merasakan kekuatannya akan mencapai di puncak kultivasi manusia.
"Aku dobrak yaa.............
"Satu..... Duaaa.....Tigaaa......(Alex telah selesai mencapai batas kultivasi manusia)
Nampak Array pelindung yang Alex buat retak - retak.
Boooommm....Pyarrrr....... Arrray pelindung pecah terkena aura Alex.
Udin terpental terkena ledakan aura Alex.
Alex melesat ke arah Udin . Udin menyadari Alex ke arahnya,lalu...
Buughhh....Buugghh.... Buugghh... Buuggghh....
Udin dan Alex saling pukul dan tendang,Nampak batu - batu besar hancur menjadi debu terkena energi pertempuran mereka.
Alex tak menerima sambaran petir,sebab ia menggunakan teknik terlarangnya.
"Sudah cebok apa belum kamu Lex...." ucap Udin sambil menangkis dan menyerang Alex.
__ADS_1