
Suasana di sebuah puncak gunung nampak cerah berawan,nampak tiga orang duduk santai menikmati pemandangan,Tiga orang tersebut adalah Udin,Paijo dan Rany.
"ayang Rany.." ucap Udin.
"Iya ayang Udin,ada apa?" ucap Rany.
"Mengapa ayang Rany memilihku? " ucap Udin.
"Sebenarnya Aku ingin memilih kedua orang tuaku,namun aku tak mau berpisah denganmu karena aku mencintaimu" ucap Rany.
"Terima kasih ya ayang Rany,aku juga mencintamu di singkat I LOVE YOU" ucap Udin.
"LOVE YOU TO ayang Udin" ucap Rany lalu memeluknya.
Sedangkan Paijo sedikit menjauh dari mereka,Paijo lagi menikmati rokok dan kopi pemberian Udin."Untung ada rokok sama kopi,jadi aku gak bosan menunggu mereka bermesraan" ucap Paijo dalam hati.
"Hem..Paijo tau gak ya portal menuju alam dewa,coba tanya ah" ucap Udin dalam hati.
"Paijo...." ucap Udin berteriak .
"Iya bos Udin,ada apa" ucap Paijo. lalu menghampiri Udin.
"Kamu tahu gak portal menuju alam dewa?" ucap Udin.
"Iya aku tahu bos,kenapa?" ucap Paijo.
"Ya sudah jika gak tahu" ucal Udin sedikit blank pendengarannya.
"Ayang Udin,Paijo tadi bilang tahu portal dewanya.Begitu" ucap Rany.
"EH!!! Benarkah itu ayang Rany" ucap Udin.
"Iya beb,benar ngapain juga aku berbohong padamu" ucap Rany.
"Dimana letaknya itu Jo" ucap Udin.
"Kalau tidak salah Di benua timur ada 4 gunung yang mengelilinginya,ditengahnya itu adalah portal menuju alam dewa Bos" ucap Udin.
"Wah...kebetulan neh,kita kan di benua timur,ayoo kita cari Jo" ucap Udin.
"Siap Bos...laksanakan" ucap Paijo.
"Ayang Rany masuk dunia jiwa atau ikut naik di atas kepalanya Paijo?" ucap Udin.
"Hem....Masuk dunia jiwa aja Beb," ucap Rany.
"Ya udah kalau begitu" ucap Udin lalu memasukkan Rany dalam dunia jiwanya.
"Ayoo Broo lets Gooo..." ucap Udin.
Kemudian mereka melesat mencari portal tersebut.Udin menggunakan mata dewanya untuk melihat dari kejauhan.
"Bro..berhenti dulu" ucap Udin.
"Ada apa Bos kok berhenti?" ucap Paijo.
"Aku mau lihat dulu pakai mata dewaku,kalau ketemu kita langsung menggunakan kekuatan penuh" ucap Udin.
"Mata dewa??? itu kan skill yang di punyai oleh dewa penguasa di atas ranah kaisar dewa,apa jangan - jangan Bos Udin ini renkarnasi dari dewa penguasa" ucap Paijo dalam hati.
2 jam kemudian..
"Ketemu...Arah sana Jo,sekitar 1.000.000 Km." ucap Udin.
" Kita balapan kah Jo?" ucap Udin.
"Ayoo..siapa takut" ucap Paijo.Paijo merasa yakin dirinya bisa menang,sebab waktu jadi dewa penguasa naga,dirinya selalu menang bila adu balap dengan dewa - dewa lainnya Ditambah selisih tahapan kultivasi mereka hanya 1 tahap saja,kecuali 2 tahap,baru Paijo tidak berani.
"Yang kalah mijatin yang menang selama 1 tahun." ucap Udin .
"Setuju" ucap Paijo.
"hitungan ke 3 Kita terbang...
1......2..........3....." ucap Udin.
mereka melesat dengan kekuatan puncak mereka.
Area bekas mereka melintas seperti habis kena gempa Bumi,padahal mereka terbang di ketinggian 10 Km.
Beberapa jam kemudian..
"Yessss aku menanggggg cihuuuyyy"ucap Udin kesenangan.
"Bos curang,masa megangin sandalku terus sandalku dibuang,jadinya aku harus turun untuk mengambilnya" ucap Paijo kesal..
"Ha...Ha....Ha.... itu namanya taktik Jo.." ucap Udin. Ia tahu dirinya akan kalah meskipun menggunakan kekuatan penuhnya,makanya Udin mengambil sandal yang dipakai paijo lalu membuangnya. Udin juga heran mengapa dirinya bisa kalah sama cacing kremi itu jika balapan terbang,padahal kan tingkat kultivasinya masih tinggi Udin.
"Nah itu dia portalnya Bos" ucap Paijo sambil menunjuk arah dimana portal itu berada.
kemudian mereka turun lalu mendekati portal tersebut.
"Hem...ada array,pantas saja susah dimasuki oleh orang di alam benua ini,aku hancurkan dulu lah,habis itu aku pasang lagi,siapa tahu yang memasang mempunyai maksud tujuan yang baik" ucap Udin dalam hati. kemudian Udin mengahancurkan array tersebut dengan array tingkat tinggi yang Udin miliki.
"selesai tinggal ke portal" ucap Udin.
Ketika sampai disana,Udin melihat 2 pilar tingginya 5 meter dengan ukiran - ukiran aneh bagi Udin,karena baru pertama kali melihatnya.
"Apakah ini jo portalnya?" ucap Udin.
"Iya bos...benar ini portalnya"ucap Paijo. dulu sewaktu Paijo jadi penguasa naga semesta pernah berkunjung ke alam benua. makanya dia tahu.
"Terus ....gimana caranya Jo? Ini aku melewati 2 pilar gak bisa - bisa" ucap Udin sambil keluar masuk diantar dua pilar itu.
"Pakai 100 batu kristal suci Bos untuk membuka portalnya" ucap Paijo.
"Batu kristal suci?? Bagaimana bentuk dan warnanya Jo? ucap Udin.
Lalu Paijo menjelaskan bentuk dan warnanya.
"Hem...sepertinya aku punya,mudah - mudah sampai 100" ucap Udin dalam hati,lalu Udin memeriksa cincin ruangnya.
"Ada Jo,ini kan" ucap Udin sambil mengeluarkan batu kristal tersebut.
"Heh!!! dapat dari mana dia,aku saja baru dapat 10 batu selama disini " ucap paijo dalam hati. Paijo selama di alam benua,Ia mencari batu kristal suci itu,namun susah dicari.
"Iya bos benar,letakkan disitu bos" ucap Paijo menunjuk tempat untuk meletakkan batu kristal suci tersebut.
Udin pun meletakkan batu itu di posisi yang dikasih tau oleh Paijo.
Tak lama kemudian..
Batu kristal suci itu menyala...
Wuiinnggg...
lalu mencul suara bergema,lalu muncul cahaya antara Kedua pilar tersebut.
"Ayo bos cepat masuk kalau lambat nanti portalnya tertutup,sebab batu kristalnya hanya sedikit." ucap Paijo.
"Ayoo..." ucap Udin.
Mereka pun masuk kedalam portal itu.
Mata Udin silau saat masuk portal tersebut,tak lama kemudian muncul sebuah lorong,dinding lorong tersebut nampak seperti kaca lalu ada cahaya warna - warni. Udin hendak memegang dinding tersebut.
"Bos jangan sentuh dinding itu,nanti takutnya dindinng itu jebol dan kita tidak sampai ke alam dewa,kita bisa nyasar ke alam lain atau kita selamanya berada di lorong waktu ini." ucap Paijo menjelaskan.
"EH!!! bisa begitu ya Jo." ucap Udin.
"Benar bos" ucap Paijo.
"Hem....sepertinya Paijo sering pakai portal,padahal kan dia selama ini ada disini,apa jangan - jangan dia penghuni alam dewa lalu dihukum oleh majikannya" ucap Udin dalam hati.
Udin tidak mau terlalu Kepo dalam urusan orang lain.
"Mana ujungnya Jo...Paijo.." ucap Udin,soalnya dari tadi dia berjalan tidak menemukan ujung portal tersebut.
"mungkin 2 jam lagi sampai Bosku,oh iya hampir lupa" ucap Paijo lalu memberi pelindung anti ruang pada Udin.
"Apa yang kau lakukan Jo?" ucap Udin.
"Aku hanya memberi pelindung anti ruang padamu bos,sebab kadang di lorong waktu ini terjadi Badai,kalau tidak dipasang pelindung maka orang tersebut akan terlempar ke dunia lain" ucap Paijo.
"Semakin aku yakin Paijo memang pernah berada di alam dewa" ucap Udin dalam hati.
"Ooo..begitu ya" ucap Udin.
Beberapa jam kemudian nampak ujung lorong didepan mereka.
"Akhirnya sampai juga" ucap Udin.
Mereka berada di sebuah pegunungan.
"Energi Qi disini berbeda dengan di alam benua" ucap Udin dalam hati.
"Nah kita sudah berada di alam dewa tingkat pertama bos" ucap Paijo.
" Tingkat pertama? emang ada berapa tingkat jo? ucap Udin.
" Hemm...4 tingkat Bos,
Tingkat pertama yang rata - rata diranah immortal
Tingkat kedua yang rata -rata diranah Dewa biasa
Tingkat ke tiga Rata - rata di ranah prajurit dewa di pimpin oleh kaisar dewa.
Tingkat ke empat Dewa penguasa
Tingkat ke lima kaisar dewa semesta alam
Tingkat ke enam Dewa Absolute Puncak dari segala dewa yang ada dialam semesta,hanya 1 orang saja yang berada disana
Tingkat ke tujuh Tuhan pencipta semua makhluk dan isi diseluruh alam semesta.
Itulah tingkatannya Bos " ucap Paijo.
"Tadi katamu 4 ,kok jadi 7 gimana ceritanya itu ?" ucap Udin.
"Lupa hitung bos,tapi benar yang aku sebutkan semuanya itu bos,cuman totalnya saja yang salah,maklum bos aku sudah Tua" ucap Paijo.
Terjawablah sudah rasa penasaran Udin terhadap Paijo
"Tua darimana? umurmu loh baru 24 tahun " ucap Udin,karena Udin melihat fisik Paijo seperti umur 24 tahun.
"Umurku sudah Jutaaan tahun Bos...he...he..he.." ucap Paijo.
"APAAAAAA!!! JUTAAAN TAHUUUN???" ucap Udin tekejut namun tidak percaya.
"Iya bos,sebenarnya aku ini adalah dewa penguasa Naga di alam semesta." ucap Paijo.
"Terserah kau lah dulunya dewa penguasa naga,Penguasa janda,penguasa terminal pulo gadung,aku tak peduli. Aku hanya ingin Pulang kerumah. Itu adalah tujuanku Paijo" ucap Udin
"Pulang kerumah?? emang rumah Bos ada dimana?" ucap Paijo.
"Ada dibumi tepatnya di perumahan Bangun reksa" ucap Udin.
"Bumi?? Aku belom pernah dengar nama itu Bos" ucap Paijo.
"Kirain tahu,percuma saja kau ini jadi penguasa dewa semesta mending jadi tukang sapu aja" ucap Udin kesal.
"Kurang ajarr...Dia berani menghinaku,sabar Paijo...Sabaaarr...Dia ini Tuanmu,kalau kamu pukul bisa kena kutukan oleh Tuhan" ucap Paijo dalam hati.
"Mending ngopi sama ngudud Jo..mikirin Dunia ini jadi mumet aku" ucap Udin lalu mengeluarkan kopi dan rokok.
"Minta dong bos" ucap Paijo.
"Neh tak kasih,jangan langsung dihabiskan" ucap Udin memberikan 1juta batang rokok spesialnya.
__ADS_1
"Banyak amat Bos" ucap Paijo.
" Mau gak? kalau gak mau aku ambil lagi loh." ucap Udin
"Iya..iya aku mau Bos,Terima kasih Bos" ucap Paijo.
"Iya,kau kan temanku,jadi hal yang wajar kita saling membantu. Betull..."ucap Udin.
"Betul sekali bos" ucap Paijo.
Paijo merasa senang memiliki Tuan seperti Udin,dia diperlakukan seperti saudara,kadang teman. Berbeda dengan yang lainya bagaikan langit dan Bumi.
"Hem...sudah waktunya Rany keluar" gumam Udin,lalu mengeluarkan Rany dari dunia jiwanya. Begitu Rany keluar nampak ia tertidur di rerumputan.
"EH!!! dia sedang tidur ta,asem....aku gak tahu,aku balikin ke dunia jiwa aja kalau begitu,untung dia gak sedang lagi mandi,kan bisa berabe jika dilihat Paijo" ucap Udin dalam hati lalu memasukkan kembali Rany ke dalam dunia jiwanya.
"Kenapa dimasukkan lagi Bos?" ucap Paijo.
"Gak enak ganggu dia tidur,nanti sajalah.lagian ini juga hampir malam." ucap Udin
" Benar juga seh Bos" ucap Paijo.
"Oh iya Jo,mata uang disini sama gak seperti di alam benua?" ucap Udin.
"Beda Bos....Disini memakai Batu Roh rendah,Batu Roh sedang,Batu Roh tinggi,Batu Mistik,Batu Ilahi." begitu Bos..
"Aihhh...aku harus cari uang dulu neh.kirain sama seperti di alam benua,tau gitu aku banyakin koin emasku untuk kujual dibumi,kan lumayan, 1 gram aja hampir 1 juta ini 1 koin emas beratnya ada 50 gram." ucap Udin dalam hati.
Uang koin emas milik Udin sudah mencapai 17.245.859.000.Belum lagi Harta yang lainnya,seperi aneka perabotan rumah tangga terbuat dari emas seperti gelas,piring,mangkuk dan lain - lain,ada juga perhiasan serta senjata terbuat dari emas.
Huuuffttt...asap keluar dari mulut Udin.
"Sudah setahun aku disini,belom juga menemukan jalan pulang,Beb aku kangen kalian" ucap Udin dalam hati,tak terasa air mata mengalir di pipinya.
Paijo melihat Udin menangis terkejut"Mengapa Bos Udin menangis?? apakah dia rindu dengan keluarganya di Bumi" ucap Paijo dalam hati.
Udin mengeluarkan HPnya,"Eh!! sisa 1 %,ces dululah" ucap Udin dalam hati. lalu Udin mengeluarkan power banknya.
"Aseemmmm...aku lupa charger lagi power bankku" ucap Udin.
Paijo melihat Udin menjadi penasaran. "Benda apa itu Bos?" ucap paijo.
"Ini HP,lalu ini powerbank dan yang ini charger solar cell." ucap Udin.
"Gunanya untuk apa Bos?" ucap Paijo yang masih penasaran.
"Hp gunanya untuk menghubungi seseorang yang berada jauh dari kita tapi harus ada sinyal,Powerbank ini gunanya untuk mengisi tenaga Hp,charger solar cell gunanya untuk mengisi tenaga power bank,begitu Paijo cah ganteng tapi sayang Jomblo" ucap Udin.
"Ooo begitu,coba lihat Bos,soalnya aku masih penasaran" ucap Paijo.
"Gak bisa Jo...baterainya mau habis,ini mau ngisi gak ada sinar matahari,aku lupa mau isi" ucap Udin.
"kan bisa di isi dengan kekuatan yang bos miliki" ucap Paijo asal bicara.
"Oh iya,benar juga kamu paijo,gak percuma aku punya anak buah pintar seperti dirimu" ucap Udin.
"Jelas pintar..siapa dulu dong..Paijo gitu loh" ucap Paijo.
Pletakkk...
"Aduhhh....kenapa kepalaku Bos jitak?" ucap Paijo tak terima.
"Itu kata - kataku,hanya aku saja yang boleh bicara seperti itu" ucap Udin.
"Sial... 2 kali kepalaku benjol" ucap Paijo dalam hati.
Udin pun mencoba memancarkan hawa panas pada panel solarcell,Udin lakukan itu secara hati - hati,sebab hanya 1 saja yang Udin punya.
"Berhasil Jo... yipi kaiye yiiihaaaa" ucap Udin kesenangan.
Udin melihat powerbanknya mengisi daya listrik.
Beberapa jam kemudian Power banknya sudah terisi separo"Sudah cukup segini aja" ucap Udin,lalu Udin mengecas HPnya.
"Jo..." ucap Udin.
"Iya Bos Udin" ucap Paijo.
" Aku mau kamu memilih antara 2 pilihan, Ikut aku selamanya atau kita berpisah sampai disini saja" ucap Udin. Ia memikirkan nasib Paijo yang akan datang.
"Hem...Aku sebenarnya ingin pergi ketempat asalku namun ketika bertemu denganmu dan menjalani perjalanan ini,aku memutuskan untuk ikut bersamamu kemanapun kamu pergi Bos" ucap Paijo.
"Terima kasih ya Jo,kamu adalah teman terbaikku" ucap Udin lalu memeluk Paijo.
Paijo pun membalas pelukan Udin"Iya Bos,aku akan selalu menemanimu sampai akhir hayatku" lalu paijo melepaskan pelukannya.
"Bentar Jo,aku pasang array dulu,lalu kita masuk kedunia Jiwaku" ucap Udin
"Siap bos" ucap Paijo.
Lalu Udin memasang array pelindung,setelah itu mereka masuk kedalam dunia jiwanya Udin.
"Jo...Kamu mau gak menjadi dewa penguasa naga kembali? " Ucap Udin.
"Aku mau bos tapi itu butuh waktu yang lama mungkin 1.000 juta tahun lagi" ucap Paijo.
"Gak usah nunggu 1.000 juta tahun,ini ambillah" ucap Udin menyerahkan Botol kecil yang berisi air pelangi surgawi yang udin ambil dari hutan inti monster.
Paijo menerima botol itu lalu membuka penutupnya..
"I....I...I..Ini Air pelangi surgawi yang ada di alam Tuhan!!!
Bagaimana Bos mendapatkan ini?" ucap Paijo dalam hati terkejut. Ia tahu itu dari dewa Ilahi,banyak yang mencari keberadaan air pelangi tersebut,namun itu sangatlah langka. 1 tetes hanya muncul 1 milyar tahun,itu pun sangat susah dicari.
"Bos dapat dari mana air pelangi surgawi ini?" ucap Paijo.
"Itu nemu di Goa " ucap Udin.
"Dimana Goa itu Bos?" ucap Paijo masih penasaran.
"Percuma aku kasih tau,soalnya air tersebut sudah berubah warna,akibat aku berendam di kolam tersebut" ucap Udin..
"Kamu kenapa Jo? sakit kah.kalau sakit istirahat aja dulu,habis itu minum itu airnya,kalau gak kamu minum entar tak buang loh" ucap Udin.
"Aku gak sakit bos...jangan dibuang,sayang banget bos." ucap Udin hampir memuntahkan darahnya. Gimana gak muntah darah,air sebanyak ini harus dibuang percuma,1 tetes aja berharga apa lagi 1 botol kecil.
"Ya sudah kalau begitu,sana cari tempat untuk naik tingkat,jangan didekat dengan kebunku,awas saja kebunmu kamu rusak...Aku gunduli rambut atas sama bawahmu" ucap Udin.
"Siap Bos" ucap Paijo lalu melesar pergi menjauh dari kebun Udin. Kebun Udin sekarang luasnya 100.000 hektar. Banyak jenis tanaman yang Udin tanam.
"Panen dulu ahh...Habis itu buat Pil lev 10,semoga aja berhasil " ucap Udin dalam hati.
Kondisi saat ini didunia jiwa Udin menjelang siang hari.
Sebelum memanen,Udin mengisi daya power banknya.
"Hem....Ini tanaman apa ya? perasaan aku tidak menanamnya." gumam Udin ketika melihat banyak tanaman asing tumbuh dikebunnya.
Tanaman itu Udin petik untuk dipelajari,setelah itu Udin memanen tanaman untuk membuat Pil lev 10.
Berjam - jam Udin memanen tiba - tiba terdengar ledakan sejauh 500.000Km....
Boommmm.....
Boommm....
Boomm...
Boommm....
Boommmm.....
terdengar ledakan Energi yang sangat dahsyat.
Cepat - cepat Udin memasang array,ia tak ingin tanamannya itu kena imbas.
"Syukurlah tanamanku tak kenapa - kenapa" ucap Udin.
Tak lama kemudian datanglah Rany.
"Beb,tadi suara apa itu?" ucap Rany.
Sebelum ada ledakan energi Rany lagi tidur,begitu mendengar ledakan energi ia terbangun dan mencari sumber ledakan itu,tak sengaja bertemu Udin yang sedang memanen tanamannya.
"Itu ulah paijo Beb,gak tahu berhasil apa gak" ucap Udin.
"Ooo...Paijo ya Beb. Aku pikir ada musuh datang kesini" ucap Rany.
"Mana bisa musuh masuk ke dunia jiwaku bila aku tak mengijinkannya Beb" ucap Udin.
"Iya juga seh,ini ayang Udin lagi ngapain? mengapa tak membangunkanku." ucap Rany.
"Aku mau buat Pil sayang untuk keperluan kita dan untuk dijual,aku gak ingin mengganggumu tidur Beb" ucap Udin.
"Sini aku bantu Beb." ucap Rany.
"Silahkan sayang" ucap Udin.
Kemudian mereka memanen.
Setelah 2 jam,mereka pun menyudahi kegiatan mereka.
"Sudah cukup Beb" ucap Udin..lalu mereka berjalan menuju rumah.
Setelah sampai dirumah,Udin melihat keadaan Rany dengan mata dewanya" Hem...Belom hamil ternyata,pantesan aku lihat kok gak besar - besar itu perutnya." ucap Udin dalam hati.
Kemudian Udin membuka Kitab Dewa tentang pembuatan Pil.
Berjam - jam Udin membaca kitab dewa Obat .Sebelumnya Udin pernah membaca buku alchemist pemberian kakek guru,sedangkan kitab dewa obat Udin temukan didalam Goa.
Kini Udin sudah selesai membaca kitab dewa obat.
Udin menyiapkan bahan - bahan yang ia panen,diantara bahan itu ternyata memerlukan bahan tumbuhan asing yang dia temukan.
"Syukurlah ada bahannya,aku pikir gak berguna gak tahunya penting banget.,yosshh...Saatnya membuat Pil" ucap Udin.
boommmm....... Suara ledakan akibat pembuatan Pil ..
Bahan - bahan tadi sudah mencair dan melayang didepan Udin,"Hem...tambahkan 1 Mili liter air pelangi surgawi " ucap Udin.
Air tersebut membungkus cairan obat yang Udin lelehkan tadi...
Baammmm..... ledakan pil ketika berhasil menyatu.Udin menangkap Pil tersebut.
Nampak atas ada gambar bintang,petir dan juga garis warna seperti pelangi.Bagian bawah Pil hanya warna untuk jenis pil tersebut.
"Ini Pil apa ya? Pil lev 10 apa bukan" gumam Udin.
Udin hanya membaca cara meracik PIl didalam kitab dewa Tersebut,sedangkan hasil tingkatannya Pil tidak ada dibuku,karena 5 lembar terakhir kertasnya kosong,tidak ada tulisannya.
"Aisshhh...aku gagal membuat Pil ,buang sajalah" ucap Udin lalu meletakkan pil itu disampingnya.
---****----
"HAAHHHH!!!! Itukan Pil alam semesta lev 2 Bagaimana dia bisa membuatnya,?"ucap gadis yang ada didalam cincin Udin terkejut. Sang gadis mengetahui semua jenis pil yang ada dialam semesta ini.
Pil biasa level 1 - 10
Pil langit lev 1 - 9
__ADS_1
Pil surgawi lev 1 - 9
Pil Ilahi lev 1 - 9
Pil kuno lev 1 - 9
Pil Immortal 1 - 9
Pil Dewa 1 - 9
Pil alam semesta 1 - 5
.
.
-----****-----
.
2 hari Udin membuat Pil,namun hasilnya sama.
"Asemm....Kok selalu gagal terus,sudah Ratusan ribu Pil aku buat,sama aja hasilnya.mending aku buat pil lev 7 saja,yang nyata hasilnya" ucap Udin yang belom mengetahui jenis pil yang dia Buat.
Udin istirahat sambil memijat keningnya,tak lama kemudian datang Rany,
"Ada apa Beb,kok mijatin keningnya,apakah ayang Udin sakit" ucap Rany.
"Aku hanya pusing saja sayang. Selama 2 hari ini aku selalu gagal membuat Pil,biasanya selalu berhasil dalam sehari,ne malah 2 hari gagal terus." ucap Udin.
"Yang sabar ya ayang Udin,nanti juga ayang Udin berhasil" ucap Rany. Lalu Rany mengambil salah satu Pil yang dibuat oleh Udin.
"Pil apa ya ini?? aku belom pernah melihatnya" ucap Rany dalam hati.
"Beb ini Pil apa? "ucap Rany.
"Itu sebenarnya Pil energi,tapi aku gagal Beb" ucap Udin.
"Aku coba ya Beb" ucap Rany yang penasaran.
"Iya silahkan kalau mau coba" ucap Udin.
Rany pun menelan Pil tersebut..
Baammm.....
Baammm.....
Baamm....
Baaammm....
Akkhhhhhh....... teriak Rany kesakitan akibat luapan energi akibat minum pil itu..
"EH!!!! Apa yang terjadi dengan Rany??" ucap Udin Bingung.
Tiba - tiba muncul suara gadia dikepalanya,
"Cepat bantu dia untuk menyerap Pil itu,bila tidak dia akan meledak" ucap gadis itu.
Udin pun segera duduk dibelakangnya lalu meletakkan kedua tangan,ia memyalurkan hawa murni untuk membantu meredam ledakkan energi yang ditimbulkan dari Pil itu.
Bammm....
Bammm....
Bammm....
Bammm.....
Kini Rany berada di ranah Dewa merah tingkat 9.
Udin membantu menguatkan pondasinya Rany.
3 jam kemudian
"Beb aku berhasil," ucap Rany lalu memeluk Udin.
"Iya sayang,selamat ya kau sudah di ranah Dewa merah tingkat 9" ucap Udin.
"Itu Pil apa seh,mengapa efeknya begitu kuat?" ucap Udin dalam hati.
"Itu karena kamu tidak membuat pil pondasi yang tingkatan sama,jika kau beri pil pondasi lev 7 maka percuma,sebanyak apapun ditelan akan meledak " ucap suara gadis yang terdengar dikepala Udin.
"Oooo...begitu ya,kamu mau gak jadi istri ke tigaku" ucap Udin dalam hati.
"Ayang Udin,aku mau minum pil itu lagi,bolehkah?" ucap Rany.
"Belum saatnya" ucap sang gadis keceplosan.
"Ayang Udinnn..."ucap Rany mulai kesal karena dicuekin.
"Yesss...Aku punya Istri 3. " ucap Udin dalam hati.
"Ayang Udiiiiiiiiiiiiin........" ucap Rany dengan berteriak.
"EH!!! iya ...Ada apa Beb?" ucap Udin terkejut,karena tadi fokus pada suara gadis yang ada dikepalanya.
"Ayang Udin ngeseliiiiinnnn" ucap Rany meraju..
"Maaf ya beb,tadi beneran aku gak dengar,karena aku memikirkan Pil yang kamu minum ini Beb,mengapa itu bisa terjadi padamu,kalau tidak aku bantu maka ayang Rany akan tewas.Begitu...maaf ya sayang" ucap Udin lalu memeluk Rany.
"Hem...Begitu ya ayang Udin,kirain memang sengaja cuekin Rany" ucap Rany membalas pelukan Udin.
"Beb,kapan kita akan menikah? aku sudah tidak sabaran neh" ucap Udin
"Aku juga tidak tahu Beb,karena orang tuaku tidak merestui hubungan kita" ucap Rany.
"Kawin lari aja gimana Beb? ucap Udin.
"Kawin lari??? maksudnya ayang Udin"ucap Rany.
"Kawin lari itu kita mencari seseorang yang bisa menikahkan kita berdua. Begitu Beb" ucap Udin.
"Oooo begita ya ayang Udin,Baiklah kalau begitu,aku ngikut ayang Udin aja" ucap Rany.
"Ayang Rany sudah makan? " ucap Udin
" Sudah tadi makan buah - buahan,aku pengennya makan daging Beb" ucap Rany manja.
"Ya udah kalau begitu, ayang Rany tunggu dirumah,nanti aku buatin kelinci panggang untuk ayang Rany" ucap Udin
"He em...." ucap Rany sambil menganggukkan kepala.
Kemudian Udin melesat kedalam Hutan.
"Dimana kau kelinci yang lucu bersembunyi" ucap Udin sambil menggunakan mata dewanya..
Lalu Udin melihat ayam Hutan."Tak ada kelinci ayam pun jadi," ucap Udin.
Udin melesat menangkap ayam tersebut,ada 5 ekor yang Udin tangkap."yesss...berhasil, saatnya memasak"
Kemudian Udin melesat menuju rumahnya,sampai disana Udin mulai mengolah ayam hutan tersebut,tak lupa menyiapkan bumbu masakan dari cincin ruangnya serta bumbu yang ia panen dikebunnya.
1 jam kemudian,Udin selesai memasak.
Udin menghampiri Rany yang sedang duduk dibawah pohon sambil membawa masakannya.
"Ini daging ayamnya Beb" ucap Udin sambil menyerahkan 5 ekor ayam dalam 1 piring ke Rany.
"Heeeeeemmmm..... Aromanya enak ayang Udin,aku makan ya" ucap Rany. Udin hanya menganggukkan kepalanya saja. kemudian Rany memakan ayam tersebut.
"EEEENAAKKKKKK....Ayang Udin @$@%&€>α" ucap Rany,dimulutnya penuh makanan.
"Makan jangan sambil bicara,nanti kesedak" ucap Udin. Lalu Udin pun memakan ayamnya
Rany menganggukkan kepalanya sambil mengunyah.
Setengah jam kemudian barulah mereka selesai acara makan bersama.
"Aku baru pertama kali makan makanan yang paling enak Beb" ucap Rany.
"Nanti aku buatin lagi jika Rany menyukai masakanku" ucap Udin.
"Terima kasih ya ayang Udin,Rany sayaaaang banget sama ayang Udin" ucap Rany sambil memeluk Udin. Udin pun membalas pelukan Rany,
Kemudian mereka saling menatap,entah siapa yang mulai duluan kini mereka saling berciuman,lalu saling meraba - raba,nafas mereka seperti menggebu - gebu.
Nampak tangan Udin meremas gunung kembar Rany, Rany yang mendapat rangsangan itu mendesah.
Tiba - tiba muncul suara.
"Aisshhh....aku gak disisakan...kalian curang" ucap paijo agak keras suaranya.
EHH!!!!! mereka terkejut lalu melepaskan pelukannya.
"Asemmm...ganggu aja ne orang" runtuk Udin didalam hati.
Rany pergi kerumah dan masuk kedalam.
Braaakkkk..... suara pintu tertutup nyaring.
"Mana bagianku Bos" ucap Paijo tanpa berdosa.
"Bikin aja sendiri " ucap Udin kesal lalu pergi meninggalkan Paijo sendirian.
"Aisshhh Bos gak asik,masa aku harus buat sendiri,belum tentu terasa enak seperti buatanmu Bos" ucap Paijo yang melihat Udin pergi. Paijo sempat mencicipi cuilan daging yang tersisa dipiring.
.
.
.
.
¤¤¤¤
Hari ini cukup segini dulu ya kawan.semoga terhibur..
Jangan lupa di like ya.
Matur suwun...
__ADS_1