
Suatu wilayah yang sangat jauh dari desa Bulan. Terdapat ratusan kerajaan dan puluhan kekaisaran kekaisaran. Rata - rata 1 kekaisaran menaungi min 4 kerajaan dalam wilayah kekuasaannya.
Udin beserta rombongannya saat ini berada diwilayah kekuasaan kaisar Chang. Tepatnya Dihutan 400 Km lagi adalah kekaisaran Chang. 150Km lagi adalah kerajaan Thian
Mereka beristirahat dibawah pohon sambil makan buah.
"Bos... Yang memimpin pertama kali kerajaan inggris itu siapa?" ucap Paijo yang sibuk mengisi TTS sambil istirahat.
Rissa sedang sibuk mengejar kupu - kupu ditangan kirinya sambil memegang bunga yang ia petik.
"Berapa kotak itu pakde?" ucap Udin.
"10 kotak bos,Kotak ketiga huruf N ,kesepuluh huruf T" ucap Paijo.
"Siapa ya...Hem........ Nampak Udin berpikir.
Rissa melihat Udin nampak tak bisa menjawab kemudian.
"Itu Ratu Anne Stuart" Ucap Rissa agak nyaring sambil memegang kupu - kupu yang ia tangkap.
Paijo lantas mengisi jawaban dari Rissa.
"EH!!!??? Paijo terkejut.
"Darimana Nyonya Bos tahu?" ucap Paijo penasaran.
"Ya jelas tau donk,aku kan calon istrinya Udin." ucap Rissa.
"Iya juga seh.. " ucap Paijo.
"Selamet...Untung Paijo gak curiga" ucap Rissa dalam hati.
Udin memang gak tahu,ada beberapa pertanyaan kadang Udin kesulitan menjawab,mau tak mau tanya sama mbah google.
Mereka menurunkan kekuatannya berada di ranah pendekar kaisar tingkat puncak, sedangkan Udin dan Rissa menyembunyikan kekuatannya. Awalnya Djarwo dan kuwi tidak bisa,kemudian Rissa mentransferkan Ilmunya pada Djarwo dan Kuwi.
Djarwo sedang berlatih melempar. Ia tak ingin kalah dengan Kuwi.
Kuwi duduk disamping Ponijan sambil memperhatikan Buku yang dipegang Ponijan. Kuwi sangat penasaran,mengapa Dirinya dan juga Djarwo tak bisa membaca tulisan tersebut.
"Setelah ini kemana enaknya dek?" ucap Udin yang bingung harus kemana.
"Gak tahu kang mas" ucap Rissa yang kini duduk disamping Udin mencium aroma bunga yang ia petik.
"Ternyata istriku kesukaannya gak berubah" ucap Udin dalam hati.Melihat Rissa menyukai bunga yang ia pegang.
Istri Udin yang pertama suka sekali dengan bunga sebelum Udin pergi kedunia lain,diteras Rumah penuh dengan bunga,pernah ia menangis seharian gara - gara tanaman kesayangannya dicuri oleh orang .Sebab waktu itu tanaman bunga hias lagi naik Daun,gak tanggung - tanggung yang diambil pencuri itu tanaman yang lagi naik daun seperti janda bolong,Tanaman itu didapat dari teman Udin ketika Udin berkunjung kerumah temannya yang mempunyai banyak koleksi tanaman hias,mau tak mau Udin pergi ketempat temannya itu. Beruntungnya,temannya Udin masih memiliki lalu memberikan pada Udin tanpa membayar,sebab dirinya dulu dibantu oleh Udin mulai dari Nol hingga ia sukses. Akhirnya istrinya tak menjadi sedih ketika mendapatkan pengganti bunga kesayangannya yang hilang dicuri orang.Saat kejadian itu Rissa memasang array pelindung setelah Udin tidur,dan melepas kembali ketika jam 5 pagi,Rissa tidak mau bunganya hilang lagi.
Kembali Udin saat ini.
Tak lama Kemudian Mereka merasakan ada seseorang mendekat kearahanya.
"Bro..awakmu wae cek kono.. Sopo seng ape rene" ucap Ponijan sedang sibuk menulis TTS juga malas bergerak.(Dirimu saja yang cek sana.. Siapa yang mau datang kesini)
"Wasssuuu...." ucap Paijo lalu menutup buku TTS dan memasukkan dalam cincin ruangnya. Lalu melesat pergi ke Aura tersebut.
Paijo terbang naik kepohon. Lalu melompat dari pohon satu ke pohon yang lain dengan cepat.
Tak lama Kemudian Paijo menemukan Sosok Anak muda berusia 12 tahun terluka parah sambil berjalan memakai tongkat. Lalu pemuda itu jatuh ke tanah. Ia berusaha untuk berdiri lagi,namun tenaganya habis.
Nampak dibelakang pemuda Itu ada sekelompok orang berjumlah 5 berlari segala arah.
"Cepat cari si sampah Itu. Jangan sampai dia lolos" teriak salah kelompok itu pada temannya.
"Wes ketemu opo durung Jo? Kok suwi eram" ucap Ponijan telepati (Sudah ketemu apa belum Jo?Kok lama banget).
"Wes lah bro,aku nemu bocah. Dia sedang terluka parah, Ada sekelompok orang yang memgejar pemuda tersebut" ucap Paijo telepati.
Ponijan lalu memberi tahu pada Udin,lalu Udin menyuruh Paijo membantu.
"Bro...Jare Bos suruh Bantuin pemuda itu" ucap Ponijan telepati.
"Yoo" ucap Paijo telepati.
Paijo melesat satu persatu ke arah kelompok tersebut,tak lupa ia menyembunyikan hawa keberadaanya.
Paijo diatas Pohon tak lupa menggunakan jurus penghilang jejak yang diberikan oleh Rissa,sedangkan musuh berada di bawahnya.Paijo turun dengan cepat lalu memegang kepala orang itu dari belakang dan langsung memutarnya dengan cepat.
Kraacck.... Suara tulang leher patah.
Paijo perlahan meletakkan tubuh orang itu,agar yang lainnya tak mendengar.
"Sisa 4 lagi"ucap Paijo dalam hati,kemudian Paijo melesat naik kepohon setelah itu melesat kearah musuh yang tak jauh dari tempatnya.
Paijo membunuh semua orang itu tanpa suara pertarungan. Cepat,senyap ,tepat. Itulah slogan yang ia punya sewaktu melatih prajurit TNU.
Paijo ,ponijan,kuwi dan Djarwo diberikan ilmu penghilang jejak agar musuh tak bisa mendeteksi siapa yang mereka bunuh.
__ADS_1
Kini Paijo menghampiri pemuda itu. Nampak Pemuda itu pingsan karena kekurangan darah,Paijo segera membawa pemuda itu ke arah Udin.
Wusssh....
Tap... Suara kaki mendarat.
"Boss.... Tolongin pemuda ini,dia banyak kehilangan darahnya." ucap Paijo lalu meletakkan pemuda itu di rerumputan.Paijo tak bisa mengobati orang yang sekarat karena kehabisan darah.
"Dek...Aku gak bisa soalnya kekuatanku belum pulih" ucap Udin dalam hati.
Rissa maju mendekati pemuda itu. Ia meletakkan tangannya didada pemuda itu.
Nampak cahaya Putih keluar dari telapak tangan Rissa.
Terlihat Luka yang diderita pemuda itu hilang tanpa bekas,kemudian darah yang berkurang kembali terisi kembali,awalnya wajah pemuda itu pucat kini menjadi cerah.
"Sudah.. Tinggal Nunggu dia siuman saja." ucap Rissa kemudian duduk kembali ditempat semula.
Udin lalu berdiri, berjalan kearah pemuda yang taksadarkan diri,Udin memperhatikan dari Ujung kaki sampai ujung rambut.
"Hem.....sepertinya dia bukan dari rakyat biasa" ucap Udin. Karena Udin melibat pakaian yang dikenakan pemuda itu sangatlah bagus seperti dirinya.
Udin tidak merasakan energi Qi pada pemuda itu.
"Aneh,biasanya anak seumuran dia sudah bisa berkultivasi,mengapa dia enggak ya." ucap Udin dalam hati. Lalu duduk kembali ditempat asalnya.
"Adek tahu gak siapa Pemuda itu" ucap Udin.
"Enggak kang mas,tadi adek hanya menyembuhkannya saja" ucap Rissa yang memang tak menggunakan kekuatannya untuk mengetahui ingatan pemuda tersebut.
Mereka hendak pergi melanjutkan perjalanannya, namun mereka mengurungkan niat,sebab Pemuda itu belum sadar.
----***----
.
.
Disebuah tempat yang jauh dari pemukiman penduduk ada Beberapa bangunan. Bangunan itu di huni Ratusan orang.Adabyang tua ada juga yang muda,wajah mereka sangat sangar,tak ada senyum di bibirnya. Adabjuga sebuah penjara,didalamnya ada beberapa manusia yang mereka tangkap hasil dari misinya ataupun diluar misinya untuk dijual dipasar budak.
Pyaarrrr... Suara gelas pecah akibat dibanting.
"Kurang ajar.... Siapa sosok yang melindungi Li Shan." ucap Sosok pria tua yang mendapat laporan dari anak buahnya bahwa anak buah yang dikirim itu tewas dibunuh,namun pembunuhnya itu tidak bisa dilihat dari pecahan batu jiwa. Disamping anak buahnya meninggal,Ia sedikit merasa senang karena anak buahnya menghancurkan Dantian Li Shan. Sebab sebelum anak buah tewas sempatengirim pesan kepadanya.
Ia mendapat Permintaan dari seorang klien untuk membunuh Li Shan yang ditemani 2 orang pengawal setianya yang berada di ranah emperor .Ia akan meminta bayaran lebih,karena anak buahnya yang dikirim tewas semuanya.
.
.
.
Nampak seseorang Pria dewasa sedang mondar mandir,ia mengkhawatirkan Anaknya. Sebab batu jiwa milik pengawal setianya padam.
"Dimana kamu Nak" ucap pria itu memegang batu jiwa milik anaknya yang retak sedikit redup. Ia sangat sayang sekali pada anaknya itu. Apapun yang diminta pasti dituruti,permintaan anaknya itu bukan untuk dirinya,melainkan untuk orang lain yang sedang membutuhkan uluran tangan.
----***---
.
Suasana sudah sore hari di dalam Hutan.
Nampak pemuda itu mengerakkan jarinya.
"Bentar lagi dia siuman kang mas" ucap Rissa.
"Heh??? Adek minta cium?" ucap Udin lalu mencium pipi Rissa yang berada disampingya.
"Iiiiiihhh... Bukan itu." ucal Rissa pipinya memerah akibat dicium Udin.
"Lah terus apa dong sayang" ucap Udin.
"Pemuda itu bentar lagi sadar" ucap Rissa.
"Oalah....Pemuda itu bentar lagi siuman to.kirain tadi adek minta ku cium" ucap Udin.
Pemuda itu membuka matanya Lalu duduk. Ia melihat disekelilingnya,ada 4 orang dewasa dan 2 anak kecil laki - laki dan perempuan.
Lalu Pemuda itu memerika kondisi tubuhnya.
"Aneh,perasaan tubuhku tadi luka parah,kenapa sekarang sudah sembuh dan gak ada bekasnyanya,hanya pakaianku yang robek terkena tebasan pedang.
Udin berdiri sambil memegang 4 buah apel lalu berjalan.
"Ini makanlah" ucap Udin duduk sambil menyerahkan buah apel tersebut.
"Terima kasih" ucap Pemuda itu lalu memakan buah apel pemberian Udin.
__ADS_1
"Perkenalkan namaku Lin Udin,dia Rissa calon istriku dan mereka adalah paman - pamanku" ucap Udin sambil menyodorkan tangannya.
Pemuda itu menyambut tangan Udin"Namaku Li Shan terima kasih telah menolongku"
"Apa yang terjadi padamu" ucap Udin.
"Aku bersama dua pengawalku sedang berburu,tapi entah mengapa tiba - tiba ada 6 orang menyergap kami. Aku sempat ikut melawan namun Pengawalku menyuruhku untuk segera pergi,aku gak tega meninggalkannya namun ia tetap memaksaku,mau tak mau aku kabur dari sana dalam keadaan terluka.Setelah itu aku gak sadarkan diri" ucap Li Shan.
"Mengapa kamu tak mempunyai energi Qi?" ucap Udin penasaran.
"Dantianku dihancurkan saat aku melawan mereka" ucap Li Shan.
"Kasimaann....." ucap Udin.
"Kasihan Bos...Bukan Kasiman. Kasiman loh tonggone kang Dayat" ucap Ponijan melantur
(Tetangganya).
"Loh....Bukannya Kasiman itu tetangganya pak baskoro Pon?" ucap Paijo ikut - ikutan ngelantur.
"Rumahmu dimana?" ucap Udin gak menggubris ucapan Paijo dan Ponijan yang gak jelas.
"Rumahku jauh Din" ucap Li Shan.
"Panggil dia Bos jangan kamu panggil namanya saja " ucap Paijo membentak.
"EH!!!?? Li Shan terkejut.
"Maaf...Maaf Bos....Bos...Udin" ucap Li Shan ketakutan.
"Aiiisshhh ... Pakde Ini,jadi takutkan dianya.Ya Sudah,Besok kita akan mengantarkanmu pulang" ucap Udin.
"Aku gak berani pulang Bos" ucap Li Shan.
"Loh...Kenapa gak berani pulang,Emangnya Ibumu gak khawatir mencarimu?" ucap Udin merasa aneh.
"Ibuku tidak khawatir tentang diriku,sebab Ibuku ada didalam hatiku" ucap Li Shan.
"Maksudnya!!??" ucap Udin tak paham.
"Ibuku sudah Tiada disaat Umurku 10 tahun" ucap Li Shan lalu mengeluarkan airmatanya.
"Kasimaannnn...... " Ucap Paijo,Djarwo serempak.
"Waassssssuuuu.... Punya anak buah kok gak jelas kayak gini" ucap Udin dalam hati.
Li Shan tak kuat menahan rasa sedihnya akhirnya ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜. Sudah Dantiannya hancur ditambah teringat dengan Ibunya plus di ejek oleh pamannya Udin. lengkap sudah.
"Tuh kan jadi nangis anak orang" ucap Udin menunjuk Li Shan sambil melihat Paijo dan Ponijan.
Namun Paijo dan Ponijan terlihat sibuk mengisi TTS tak memghiraukan ucapan Udin.
"Jangkreeeeek......"ucap Udin gregetan.
Rissa,Kuwi dan Djarwo hanya geleng - geleng saja melihat tingkah Paijo dan Ponijan.
"Boss... Aku cari kayu bakar dulu ya" ucap Djarwo.
"Aku juga bos" ucap Kuwi.
"Iya... Hati - hati Paman" ucap Udin.
"Siaap Bos" ucap Mereka serempak lalu melesat pergi. Karena Sejam lagi akan malam.
"Maafkan atas ucapan kedua pamanku ya,jangan dimasukin dihati" ucap Udin mencoba menenangkannya.
Tak lama Djarwo dan Dan Kuwi datang,lalu mengeluarkan Kayu hasil mereka cari dan menyusunnya untuk membuat api Unggun.
Ponijan mendekati Djarwo,ia mengeluarkan kekuatan apinya.
Wuuuussssssshhhh...... Nampak Api keluar dari telapak tangan Ponijan.
Tak lama kemudian api unggunnya sudah Jadi.
Udin mengerakkan jari dan tangannya membentuk pola. Nampak Array pelindung dan array ilusi sudah jadi dibuat oleh Udin.
"Hem.... Ternyata Udin bisa membuat array ilusi juga,ku pikir hanya array pelindung saja,Bahkan array yang dibuat tak bisa aku hancurkan. Sebenarnya siapa ya Udin ini" ucap Djarwo dalam hati.
Li Shan akhirnya berhenti menangis.
"Aku tak berani Pulang karena Dantianku hancur,Aku nanti akan dianggap sampah karena tidak berguna lagi" ucap Li Shan.
"Kang mas,Li Shan mempunya tipe tubuh Racun,Segala jenis Racun tidak mampu membuat dia mati," ucap Rissa telepati. Sebab Rissa melihat dengan Skillnya pada tubuh Li Shan.
"EH!!?? Udin terkejut.
"Apakah Dantiannya bisa dikembalikan seperti semula dek" ucap Udin dalam hati,sebab Udin tak bisa telepati ke Rissa.
__ADS_1
"Bisa saja,asal dia mau menjadi anak buah kang mas" ucap Rissa telepati.
"Hem.....Baiklah semoga saja dia mau" ucap Udin dalam hati.